
Azka yang sedang mengambil saus sambil melirik kearah alisya seketika menoleh kearah Adelia melirik dengan tajam. "apa an sih kamu" dengan nada tegas namun pelan.
"mata Kaka bisa jatuh nanti" ledek Adelia sehingga membuat kedua orang tuanya serta om dan tantenya menoleh.
" lagia sejak kapan kamu makan stik di beri saus" tanya Bu Ani
seketika Azka menjadi grogi, " stiknya kurang enak mah mangkanya aku kasih saus " dana yang sedikit ketus dan asal bicara. dalam hatinya dia sangat menyesali berkata seperti itu, sampai tidak berani menoleh ke arah alisya. karna takut melihat wajah alisya yang terluka olah perkataannya.
ucapan Azka yang begitu jelas di telinganya membuat alisya menjadi semakin pendiam, tubuhnya seolah merasakan panas dingin. berusaha selalu tetap diam dan fokus pada makanannya.
"stiknya sangat enak ko." jawab serentak orang yang di meja makan itu.
" klo ka Azka gk suka sini buat Adel aja " Adel yang seakan akan mengambil stik milik Azka.
dengan sigap Azka menepis tangan Adelia dan berkata "aku laper" tegasnya azka seperti anak kecil.
" kalian ini bisa gk diem. " ucap pak Bakri " ini meja makan. dan kamu Azka jangan banyak protes "
__ADS_1
setelah pak Bakri berkata, di meja makan menjadi khusu. dengan kegiatan masing masing begitu pun dengan Azka. Tampa menoleh kearah alisya walau hatinya sangat ingin.
"aku akan siapkan dessert terlebih dahulu". alisya segera berdiri meninggal kan sisa makanan yang ada dipiring miliknya berjalan menuju kearah dapur. tak butuh lama alisya kembali membawa dessert dan langsung menyajikannya.
"waaah. dessert ya cantik sekali sya." puji Bu Selly dan Bu Ani ." kenapa anak mamih gk bisa masak seperti kamu ya alisya" imbuh Bu Selly meledek anaknya
" mom.. please deh "
" iya mamih bercanda ko sayang"
membahas dari A sampai Z. tak terasa jam pun menunjukan pukul 22wib alisya pamit untuk pulang.
" Azka kamu antar alisya ya " pinta buani pada anaknya
" baik mah" seperti anak yang sangat penurut dengan cepat mematuhi perkataan ibunya lalu segera berdiri untuk mengambil kunci mobil sedan mewahnya. sebenarnya ini yang Azka tunggu tunggu, bisa mengantar alisya pulang, agar bisa berduaan dengannya.
alisya hanya terdiam tidak bisa menolak. dalam hati rasanya ingin sekali menolak, jika harus berdua didalam mobil bersama azka. karna dia masih merasa canggung sejak kejadian tadi sore di dapur.
__ADS_1
" klo begitu aku permisi ya Tante,om, mam" alisya yang segera berpamitan.
" ayo aku antar sampai depan" tawar Adelia
"ayo" senyum ceria alisya pada Adel.
tak lama Azka pun sudah ada di belakang mereka. " kamu mau kemana" ucap Azka yang sedikit ketus " gk perlu kamu antar. cukup sampai sini jangan banyak protes"
Tampa mengajak saudaranya debat "baiklah. ok sampai jumpa besok di butik ya sya." sambil cipika cipiki.
"ayo" ajak Azka pada alisya dengan lembut.
merekapun langsung menuju garasi mobil milik keluarga Bakrie, garasi yang cukup lumayan luas dan terlihat beberapa mobil mewah terparkir disana.
alisya yang berjalan sedikit tertinggal di belakang Azka. membuat Azka memberanikan diri mengambil langkah untuk menggandeng tangan alisya. alisya hanya bisa diam melihat ke arah Azka dari belakang lalu kearah tangannya yang di gemgam erat olah Azka.
dan tak lama mereka di samping mobil. Azka segera membuka pintu mobil untuk alisya. dan mempersilahkannya untuk segera masuk. Azka pun segera berlari ke arah pengemudi dan segara menyalakan mobil.
__ADS_1