Ku Temukan Jodohku

Ku Temukan Jodohku
menantu mamah


__ADS_3

"anak mamah sepertinya sedang bahagia sekali." ucap Ani pada anak laki laki semata wayangnya yang baru datang.


Azka hanya memberikan senyum lebarnya lalu mencium pipi ibunya itu


"gimana Azka survainya" ledek Selly apa ponakannya


"survai apa survai" saut Adelia


yang kebetulan sedang berkumpul di ruang tv.


"acara pernikahan mu harus tetap di hotel xx milik kita." ucap Azka sambil melempar buah jeruk pada Adelia


"sampai di cottage Alisya sakit" Azka yang sambung cerita perjalannya bareng alisya


"sakit apa. terus alisya sekarang dimana sudah baikan belum" sahut Ani yang sedikit panik


"tenang mah dia sudah baikan ko, mangkanya kita pulang"


"memangnya kamu apakan sampai dia sakit begitu"


Selly sambil tersenyum meledek


"Selly..." ucap Ani


"alisya cuma demam ko mah, kata dokter sih karna kecapean"


"itu semua karna terlalu sibuk ngurusin acara kamu." sambung Azka sambil menatap kecut sepupunya yang sudah seperti adik nya sendiri.


" klo gk gitu.. ka Azka mana mungkin bisa jalan berdua" bela Adelia dengan senyum meledek


"Kaka punya sejuta cara untuk bisa berdua sama alisya"


"dasar Playboy" Ani sambil menarik telinga Azka


"aaawwww. sakit mah"


"kamu jangan coba coba meyakiti menantu mamah ya." ucap Ani pada azka


"cie...." ledek lagi Alisya " aunti sudah merestui 100% nih."


"maksih mamah" Azka yang mencium pipi Ani.


" aku kekamar duluan. banyak kerjaan" ucap Azka sambil meninggalkan keluarganya yang di ruang keluarga.


"mba sepertinya Azka sangat happy sekali. mba memang tidak salah mempertemukan mereka" ucap Selly pada Kaka iparnya itu

__ADS_1


"itu karna aku sangat mengenal anak ku sel"


"sikaku sekarang sepertinya menjadi Aktiv ya aunti"


ucap adelia


____


Azka dari kecil memang mempunyai sifat yang pendiam. dan kaku terhadap siapa saja. namun Azka akan banyak bicara, perhatian pada orang orang yang dia sayangi.


___


di dalam kamar Azka langsung duduk di kursi kerjanya. dan langsung membuka leptop untuk mengecek beberapa email masuk. dan melanjutkan pekerjaannya yang dari kemarin ditinggalnya.


tak terasa waktu pun menunjukkan pukul sembilan belas.


tok tok tok


Tampa menunggu ijin dari sang empunya kamar alisya segera menerobos masuk kedalam kamar.


"ka.. nyusahin sekali sih. kenapa harus minta dianterin makanannya.turun sebentar gak ada salahnya kan.." ucap alisya sambil menyodorkan nampan berisi makanan pada Azka.


Tampa menoleh ke arah Adelia "taro di nakas samping kasur" ucap azka


"dasar bawel"


bukan adelia namanya klo nurut sama Azka.


"Adel masih pingin disini " ucap adel dengan nada manja sambil mendekati Azka


"gk usah banyak tanya"


"iiihhh Kaka aku pingin denger cerita Kaka."


"gk ada cerita."


" ayonlah ka cerita pas kemarin di puncak Kaka ngapain aja" goda Adel pada saudara nya


"kamu kan bisa tanya sama alisya."


" alisya cuma balas catku singkatan. sepertinya mengasikkan"


" udah sana kluar Kaka mau mandi" Azka sambil menutup leptop


"yah... Kaka gk asik nih...."

__ADS_1


"udah cepet"


"dasar sikaku" ucap Adelia sedikit kesal dan berjalan ke arah pintu.


"Adel. sebentar" Azka yang menahan Adel dengan ucapannya


"apa lagi. tadi ngusir" Adel yang sambil menodongkan bibir nya


"kamu kenal sama Dimas" tanya Azka dengan wajah seriyus sambil berjalan ke arah sopa sambil membawa nampan yang berisi makan malamnya


"Dimas siapa." ucap Adel sambil berpikir


"Dimas Kaka kelas mu"


"yang dimaksud Kaka, apa Dimas Prasetyo. kenal dimana" gumam adelia dalam hati


"jangan pura pura lupa" sambung azka sambil memakan makanannya


"OOO ka Dimas Prasetyo. orangnya ganteng banget"


adelia sambil menyatuka tangannya dan mengeluarka suara prok dan menaro bokongnya di ujung kasur milik azka


"dia ganteng. mata mu katarak kali liat dia" dengan nada yang kesal karna ucapan adelia


"ko Kaka tau Kadinas dari mana" adelia yang penasaran


"kita ketemu di Bogor. di hotel milik kita. dia sepertinya menginap disana"


"seriyuska. berarti alisya bertemu kaDimas dong"


Azka yang dengan cepat menghabiskan makan malamnya


"sepertinya dulu kalian sangat dekatnya"


"tidak sedekat itu ko ka" jelas adelia


"Kaka sudah selesai makan.sekarang kamu cepet kluar" usir Azka yang sambil menyodor kan nampan kosong yang tadi penuh dengan makanan


"iiihhh Kaka" dengan bibir monyong manja nya lagi


"udah cepet Kaka mau mandi" sambil membantu adelia berdiri dan mendorong ke arah pintu


"memangnya Kaka gk penasaran sama kaDimas" tawarnya agar percakapannya tetap berlanjut


"tidak. sudah Sanah" dengan tangan yang mengusi

__ADS_1


Adel yang mengerti jika kakanya selalu mengusir tandanya memang tidak ingin di ganggu. dan segera kluar.


setelah Adel keluar Azka kembali kemeja kerjanya dan membuka leptopnya kembali menyelesaikan pekerjaannya.


__ADS_2