
mata mereka saling bertemu menatap dalam satu sama lain. alisya yang sadar, segera menjatuhkan pandangannya melihat granit yang sekarang dipijaknya, lalu melihat sekeliling. untuk menghindari agar pandangannya tidak menyatu kembali.
lelaki itu masih menatap wajah wanita cantik dihadapannya. menelusuri dengan detail setiap sudut wajahnya, wajah dengan polesan make up tipis, pipi merah merona alami. bibir yang di poles tipis lipstik merah muda yang membuat wanita didepannya semakin cantik.
"mas ko bisa disini" tanya alisya yang menghilangkan keheningan mereka. yang sebenarnya tempat mereka bertemu tak sengaja lumayan bising dengan musik dan suara teman teman alisya.
"aku lagi nemenin sepupuku"
"sepupu"
"hai kamu ko lama banget sih tumben" suara Adelia yang Tah sejak kapan dia sudah di samping Azka dan segera cipika cipiki dengan alisya. dan segera menarik sahabatnya berjalan menuju meja yang sejak tadi sevil menunggunya juga. di barengi Azka yang ikut berjalan seperti anak itik yang mengikuti induknya. " acara ini gak bakal rame kalo kamu gak ada sya" imbuhnya sambil berjalan
"maaf. tapi yang penting aku hadirkan"
"Sya..." teriak sevil dan segera memeluk sahabatnya itu " kamu lama banget.. kita sudah bete Lo Tampa kamu disini, kamu ko sendiri bodyguard tampan ke mana" sambil menolah kekanan kiri. tanya sevil Tampa henti memberikan pertanyaan pada sahabatnya itu
" dia masih di lobi. sebentar lagi kesini ko." jawabnya sambil menempelkan pantat nya di atas kursi.
tidak menunggu lama beberapa teman laki laki sewaktu sekolah dulu menghampiri meja nya, menyapa mengajak ngobrol. Azka yang duduk didepannya menyaksikan bagai mana para laki laki itu menyapa mengajak ngobrol. sekujur tubuhnya merasakan panas. napasnya serasa sesak. wajahnya seketika memerah.
__ADS_1
"udah deh gk usah lebay." ucap sevil pada teman teman laki lakinya, dan membuat mereka pergi
tak lama vidhis pun datang dan menghampiri kakanya. " maaf ya lama, halo" sambil mengelus pundak alisya dan menyapa Adelia dan sevil
"aku kira kamu gak ikut kesini loh" sevil
"mana mungkin aku gak kesini. namaku vidhis" sambungnya pada Azka yang sejak tadi sudah memperhatikannya.
"azka Bakri"
"ok kita kluar yu jalan, bette nih disini Mulu" Adelia
" ka Azka ya yang yetir" vidhis yang sembari memberika kunci mobilnya
" gwe bawa mobil sendiri. dan gwe bukan Kaka leo" jawabnya ketus
" ayolah ka.. ikut aja, ini akan jadi seru" rengek Adel, Adel yang tau jika Kaka sepupunya sekarang sedang kesal tidak moet.
mereka berlima meninggal kan tempat adelia, alisya dan sevil berjalan di depan sedangkan Azka dan vidhis mengikuti. sebenarnya Azka sangat malas ikut bersama mereka namun Azka yang penasaran akan alisya dan rasa selalu ingin didekat alisya membuatnya ikut dengan sendirinya. dengan wajah yang menunjukan datar dan kesal.
__ADS_1
"ka Azka kenapa ko wajahnya berubah jadi jelek gitu" goda sevil
" sevil jangan membuat singa semakin marah"ucap Adel
" mas Azka sekarang sedang kesal " ucap alisya sambil melihat wajah Azka.
Azka menghiraukan pertanyaan alisya. karna memang dia sedang kesal. Azka sendiri heran kenapa dia menjadi kesal dan sangat ingin marah.
tapi ketika melihat wajah alisya dihiasi lesung pipi diwajahnya hatinya mulai membaik sendiri.
dalam mobil Azka duduk di kemudi dan vidhis di samping kemudi. alisya Adelia sevil dikursi belakang. dalam mobil Meraka selalu bercanda Azka sesekali melirik alisya lewat kaca sepion.
" pokonya aku mau kamu yang bikinin gaun pernikahanku, kamu harus jd oner pernikahanku sya." ucap Adelia
"ka Adel pasti nyesel nantinya klo alis yang menyiapkan semuanya" goda vidhis
"sembarangan kamu" sambil nenjitak kepala vidhis dari belakang, " aku akan berusaha seperti yang kamu mau"
"YAAHHH SAKIT" jeritbvidhis dalam mobil seperti anak kecil " aku bukan anak kecil lagi mba "
__ADS_1
______