
waktu menunjukan pukul 11:30, dikantor alisya sangat tidak fokus bekerja dikarnakan kesal, Azka yang tidak ada kabar sedari pagi. mengingat saat malam dia dibiarkan mengoceh sendiri Tampa diberi tahu jika Azka akan tidur.
"ni orang kemanasih. mana chatt aku gk dibalas, ditelpon juga susah sekali." alisya yang mengoceh dalam ruang kerjanya Tampa henti sambil mengetuk handphone miliknya sendiri
tok tok tok
Anna asistennya yang langsung masuk, "Miss, mau makan siang bersama atau..."
"gak, trimakasih" potong alisya dengan cepat Tampa melihat pada sang asisten. mata dan tangannya yang masih berfokus pada handphone
"baiklah" Anna yang merasa aneh dengan sikap aneh bosnya itu. "Miss, klo gitu kita.." sambung Anna
"iya, sudah tutup lagi pintunya" potong alisya lagi
Anna yang heran langsung menutup pintu. "Miss alis kenapa ya?. tidak biasanya seperti itu. " gumamnya dengan bersuara
Azka yang enTah datang sejak kapan sudah berada didalam butik, tidak sengaja mendengar ucapan Anna. "alisya kenapa"
Anna yang terkejut dengan sepontan menjawab "gk tau" dengan nada yang sedikit tinggi. sadar dengan siap dia bicara langsung meminta maaf "maaf mas"
" is oke. alisya sedang tidak bersama klien bukan" tanya Azka pada Anna
"tidak ko mas"
__ADS_1
"terimakasih" Azka yang langsung berjalan untuk segera menemui alisya dengan satu tangkai bunga tulip ditangannya.
Azka yang membuka pintu dengan perlahan dan mengintip apa yang sedang alisya kerjakan. Azka yang mendapati alisya dengan wajah kesalnya sambil menatap layar handphone.
alisya yang langsung bersua saat tau pintunya terbuka. "aku gk ikut an.." berhenti saat mendapati Azka yang berada didepannya.enatap dengan wajah datar
Azka yang segera mendekati alisya dimana ai duduk di kursi kebanggaannya. " sayang aku kangen" sambil memeluk.
alisya yang tetap diam
"kamu kenapa sih." Azka sambil melepas pelukannya, dan mencubit pipi Alisya "gemes banget ciiih" dengan nada dibuat seperti anak anak.
"apaan sih kamu ini." melepaskan tangan Azka dari pipinya "Dateng Dateng langsung.. "
cup
" ini kantor "
"bunga untuk mu sayang" Azka yang memberikan bunga tulip ditangannya
"ko cuma satu sih" dengan nada meraju, Dangan bibir yang dimanyunkan
dengan cepat Azka menangkap bibir alisya dengan kedua jarinya " karna hanya ada aku satu satunya dihatimu sayang "
__ADS_1
"eeemmm lepasih" sambil menggoyangkan kepala
"lagian bibirmu meminta lagi. katanya ini kantor "
"apaan sih,pikiranmu itu loh" wajah alisya yang memerah karna menahan malu
Azka yang menggandeng tangan alisya mengajak duduk di sofa. "maaf ya. aku sengaja gk balas chat kamu sayang" ucap Azka
"iihhhh yebelin tau. kamu ini" alisya mencubit perut Azka
"Sekang sudah mulai berani ya yubit aku." Azka yang menahan kedua tangan alisya agar tidak bisa bergerak dan menarik tubuh alisya yang sekarang hanya menyisakan jarak beberapa senti saja.
kini kedua mata mereka menatap lekat satu sama lain, dan tak lama keduanya menyatuka bibir mereka dengan perlahan, tangan Azka yang beralih memegang tengkuk alisya dan binggang. dibalas dengan alisya yang mengalungkan tangannya di leher Azka sambil menutup mata menikmati penyatuan bibir mereka dengan perlahan.
Azka yang melepaskan penyatuan bibir itu. dan tersenyum lebar. mengusap bibir alisya yang meninggalkan sisa selivar.
" aku lapar. kita makan" ucap Azka membuyarkan suasana yang mungkin nantinya akan menjadi memanas karna gairah.
"eemm. ayo" alisya yang langsung berdiri untuk mengambil tas dan handphone miliknya. sambil mengipas wajahnya dengan tangannya sendiri. karna wajahnya yang terasa panas, setelah penyatuan tadi.
Azka yang membuah nafas geroginya. "waaah gwe sekarang semakin berani sekali" gumamnya dalam hati
"ayo mas" ucap alisya
__ADS_1
"ayo" Azka yang langsung menggandeng tangan alisya.
"