Ku Temukan Jodohku

Ku Temukan Jodohku
PERJODOHAN


__ADS_3

Azka yang sudah memesan room VIP di salah satu restoran elit dengan hidangan japanis food.


"mas kita hanya makan berdua. kenapa harus memesan tempat" ucap alisya


"justru karna kita berdua, aku ingin tempat privasi." ucap Azka dengan nada berbisik sambil mendekatkan wajahnya pada alisya, yang terhalang jarak oleh meja makan


mendengar jawaban Azka seketika membuat wajah alisya memerah dan mendadak batuk.


Azka dengan cepat menyodorkan gelas berisi air putih. "kamu gk papa kan sayang" ucap Azka


"eemmm" sambil menahan batuknya


tidak menunggu lama, makananpun sudah disajikan. dengan bebagai macam parian sushi. alisya yang melihat berbagai macam sushi kesukaannya seketika menelan salivarnya. "ini terlalu banyak mas.. siapa yang akan menghabiskan nya" ucap alisya


"aku tau kamu suka sekali sushi. mangkanya aku pesan banyak"


" kamu tau dari mana mas "


tak lama pintu pun terbuka kembali. dan alisya mendengar suara orang yang iya kenali Dengan refleks alisya melihat kearah sumber suara "mana mungkin aku membiarkan kamu menghabiskan ini semua sendiri mbaa.. " vidhis


"kamu kenapa disini" ucap alisya sambil tertawa ringan.


dan taklama disusul adelia dan Ani pun masuk. "kenapa apa kita ganggu kalian berdua" ucap adelia


" kamu memang sangat mengganggu" ucap Azka pada Adelia yang sambil menarik kursi untuk Ani Bakrie.


"kalian gak bakal mungkin bisa menikah Tampa bantuan ku" bela Adelia sambil duduk di samping Azka


" tch" Azka yang berdecih


"itu memang nyatanya" ucap vidhis


tak lama Hasan Bakrie dan Yadi pertama pun masuk ikut bergabung..


Azka dan alisya yang terkejut. "WAH apa ini. aku kira hanya kalian bertiga" ucap Azka dengan sepontan.


"anak ini." ucap Hasan dengan nada sedikit tegas. "maafkan ketidak sopanan anakku ya besan" sambung Hasan pada Yadi dengan senyumnya sambil menarik kan kursi untuk besannya itu


alisya dan vidhis yang masih belum mengerti.


" ayo kita makan dulu" ucap Ani


"iya perut ku sudah laper Tante." saut vidhis


"biarkan biarkan mereka berdua berfikir. kita nikmati ini dulu" sambung Yadi


" ayah ko.." ucap alisya

__ADS_1


namun terpotong oleh sushi yang Yadi suapkan pada alisya, membuat mulutnya penuh hingga tidak bisa bersua "suutttt.. makan dulu"


"mamah bahagia sekali bisa makan siang seperti ini. ini momen yang di tunggu tunggu akeh mamah" ucap Ani


"Tante, om dan om Yadi seharusnya memberikan aku banyak hadiah untukku" saut Adelia


"jangan lupa aku juga banyak ikut andil disini" tunjuk vidhis pada dirinya sendiri


"iya iya tanante ucapkan terimakasih banyak untuk kalian "


Azka dengan rasa penuh perasaan kepo. " mah, Azka masih belum ngerti. kalian membicarakan apa sih "


"sebenarnya kalian ini dengan tidak secara sadar telah dijodohkan oleh kita semua." adelia yang sudah tidak tahan dengan mimik wajah penasaran alisya dan Azka.


"maksudnya" tanya Azka dengan rasa penasaran yang semakin menggebu. "sejak kapan"


" ingat tidak pertemuan saat di panti itu." vidhis sambil memainkan sumpit ditangannya " semuanya sudah direncanakan olehku dan Tante " dengan mimik wajah yang membanggakan diri sendiri


vidhis yang duduk tepat disamping alisya membuat dia lebih mudah untuk mencubit perut vidhis yang sixpack, membuat vidhis meringis. " sakit sya "


alisya malu dengan reaksi vidhis yang berlebihan membuatnya tetap fokus pada makanan yang didepnnya


"ka Azka harus hati hati. asal Kaka tau mba alisya paling doyan yubit" ucap vidhis dengan nada orang berbisik


"memang dia paling hobbi Yubit" sambung adelia


"kalian apaan sih." alisya yang semakin malu dibuatnya "jd ayah sudah merencanakan ini semua toh. " alisya yang mengalihkan pembicaraan


"kita hanya membuat rencana agar kalian saling kenal dan dekat. tp klo pun tidak menjadi dekat karna sikap kalian yang cuek, dan selalu memikirkan ekerjaan itu. kami akan menjodohkan kalian dengan secara paksa" jelas Hasan Bakrie


"tapi untungnya kalian dekat dengan sendirinya. jadi kami tidak perlu bersusah-susah" imbuh Ani


" oiya saat kalian kepuncak dan kita tidak jadi ikut itu pun sudah masuk rencana kita " sambung adelia


" saya ucapkan terimakasih atas rencana kalian, tapi itu juga tidak akan berhasil jika saya tidak berusaha mendekati perempuan cantik yang berada di depan saya ini." bela Azka.


"pantas ayah langsung bemberi ijin mas azka" ucap alisya pada ayahnya.


"oohh klo itu memang karna jawaban nak Azka"


Azka yang mendengar itu membuat telinganya memerah. "terimakasih ayah sudah mempercayai saya"


" oya mamah sudah membuat janji untuk pemesanan undangan."


"Oya alisya Azka soal gedung kalian maunya dimana"


"alisya dan saya paling suka di puncak pah"

__ADS_1


"baiklah klo gitu. papah akan booking semua. agar tidak ada tamu luar"


"apa itu tidak berlebihan SAN " Yadi yang merasa tidak enak


" ayolah Yadi. ini untuk anak kita, lagi pula ini satu kali dalam seumur hidup"


"terimakasih pah" ucap alisya dan Azka bersamaan.


"tunggu. itu artinya bekas pernikahan adelia dong pah" ucap Azka dengan nada bete "aku gk mau"


Hasan Ani alisya vidhis dan Yadi tertawa bersama "hahahaha."


"gk lah ka. acar ku di sini di hotel xxx. aku dan mas Alex sendiri yang menentukan tempatnya" adelia masih dengan tawanya.


"kalian itu survai tempat pernikahan untuk kalian sendiri"


"HAH. yang benar mah" Azka yang masih terkejut.


sedangkan alisya hanya diam menyimak dengan penuh ekspresi


" itu benar ka Azka" sambung vidhis


"klo begitu persiapan pernikahan kita sudah banyak dong. lalu kenapa harus menunggu sembilan belas hari ragi.." ucap Azka dengan sepontan dan kini wajahnya memerah karna menahan malu


"dasar anak jaman sekarang" Yadi dengan gelak tawanya "jadi mau kamu cepat toh nak. gimana jadi ini Hasan"


wajah alisya seketika memerah, jantungnya lebih cepat berdetak mendengar percakapan mereka.


"urusan tanggal pernikahan saya serahkan pada mu Yadi"


alisya yang sadar jika ayahnya sedang menatapnya, menaikan pandangan sejajar dengan kedua bola mata Yadi. "a.. a.. akuu " alisya yang kini semakin gugup pikirannya teringat pad ayahnya dan vidhis


"kenapa toh nak.." Yadi yang sambil mengelus tangan anaknya


"aku masih ingin tinggal bersama kalian" alisya yang langsung memeluk ayahnya. Yadi yang langsung membalas dengan tepukkan di punggung dengan perlahan


"jika kamu masih ingin tinggal bersama ayah. maka kita akan tinggal bersama ayah" ucap vidhis


suasana kini menjadi haru.


"dengar itu nak. apa yang dikatakan calon suamimu"


"aku terserah ayah."


"gimana klo dua hari setelah acara pernikahan adelia" saran Hasan


"aku setuju" saut Azka dengan cepat, di sambut dengan gelak tawa mereka

__ADS_1


"klo gitu mulai hari ini kita akan sangat sibuk." Ani dengan antusiasnya.


__ADS_2