Ku Temukan Jodohku

Ku Temukan Jodohku
aku tidak akan menyentuhmu


__ADS_3

setelah selesai makan dan bersantai sebentar Azka dan alisya melanjutkan survai tempat yang direncanakan.


Azka mengambil alih memotret setiap sudutnya.


dan sesekali Azka memotret beberapa sudut dari tempat yang dipijaknya, terkadang alisya pun tak luput dari bidikannya.


sesekali melihat hasil jepretannya. membuat nya tersenyum sendiri. " senyum mu membuatku terpikat" gumam Azka


" mas sudah selesai belum" tanya alisya sedikit berteriyak yang sedari tadi menunggu sambil bermain menikmati alam.


dengan senyum yang mengembang "sudah"


"mana coba aku lihat" pinta alisya dari kejauhan


Azka yang berjalan mendekati alisya.


"kamu bisa melihatnya nanti di mobil." Azka yang segera menggandeng tangan alisya


Azka merasakan badan alisya yang semakin hangat


"sya kenapa badanmu semakin hangat" tangan Azka sembari menyentuh kedua pipi Alisya.


" mas juga bilang apa. sebaiknya kita melanjutkan besok" lanjutnya


dengan senyum yang mengembang " aku baik baik aja mas"


"apanya yang baik baik aja" dengan nada Canas sedikit marah "dan gak usah senyum senyum gitu" menyolek lesung pipi alisya


dengan cepat alisya menyatukan bibirnya dan ditutup olah tangan kirinya

__ADS_1


"aku cape, kita istirahat dulu disitu gimana" usul alisya yang memang badannya terasa cape. sambil menunjuk kursi di bawah pohon Pinus.


"baik lah ayo" melingkarkan tangan dipinggang dan memapah alisya.


cuaca pun sedang tidak mendukung awan gelap mulai menampakkan dirinya.


dibawah pohon Pinus alisya dan Azka masih menikmati waktu berdua. Tampa suara hanya penuh dengan senyumnya.


dengan pundak Azka yang dijadikan lendehan, tangan kanan Azka yang melingkarkan ke pundak alisya dan tangan kiri Azka yang selalu mengelus pipi mulus alisya, dengan tangan alisya memegang tangan Azka.


tak lama mata alisya yang terpejam. "sya. hari sudah mulai gelap. dan sepertinya akan hujan. kita balik ke cottage yu" ajak Azka dengan perlahan Tampa melihat alisya


belum ada jawaban. "sya" Azka yang membenarkan cara duduk dan menatap alisya.


badan alisya yang semakin hangat dengan kondisi yang setengah sadar. membuat azka semakin panik.


"sya kita pulang Sekang" Azka yang segera meng gendong alisya ala beldstyle.


alisya segera direbahkan, dengan sedikit panik melihat kondisi alisya yang semakin tidak setabil.


Azka melepas jaketnya yang basah. segera mengeluarkan handphone. " sial kenapa tidak ada sinyal" grutu Azka


hujan yang semakin lebat dan kondisi alisya yang semakin menurun.


Azka yang berfikir mondar mandir seperti setrikaan.


Azka dengan cepat melepas kemeja alisya yang basah karna huja.


dengan setengah sadar dan lemas. "mas mau ngapain" tangan alisya mengenggam tangan Azka yang melucuti dirinya.

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan mu sakit sayang." memeluk lekat alisya.


dengan cepat membuka kancing kemeja alisya kembali. dengan tangan alisya yang megang erat kemajanya.


Azka melepas kaos yang iya kenakan. lalu melepas kemaja alisya "mas jangan" dengan suara parau alisya.


mata Azka yang melihat mulusnya tubuh alisya Tampa kemeja. dengan cemasnya memikirkan kondisi alisya "mas tidak akan menyentuh mu sayang. mas janji".


dengan kepanikan azka, dengan cemat kaos Azka dikenakan ketubuh mulus alisya.


lalu dengan cepat Azka menyalakan api dengan tumpukan kayu.


memeluk alisya dan mencoba meng hubungi cottage. yang sebenarnya hotel itu milik kluarga Hasan Bakri.


"saya masih di dalam hutan, dan bawa beberapa selimut.


dengan cepat staf hotel menjemput anak bosnya itu.


tak lama mereka pun datang. dengan segera Azka menyelimuti tubuh alisya. dan mengendong alisya. Tampa memperdulikan tubuhnya yang bertelanjang dada.


_____


sesampainya di cottage.


"kamu ikuti saya" menunjuk pada salah satu staf perempuan


"dan segera hubungi dokter" pintanya lagi


didalam kamar hotel.

__ADS_1


alisya yang tidak sadarkan diri. segera di rebahan.dan segera meminta staf perempuan segera mengantikan pakayan alisya.


Azka pun segera mengganti pakayannya.


__ADS_2