
pagi ini dikediaman Pratama, seperti biasa Alisya membatu maidnya menyiapkan makanan untuk sarapan di dapur.
"selamat ya non" ucap bi naa pada non kesayangannya itu
"untuk apa bi.."
"bibi tau ko.. semalam ada pemuda yang melamar non pada pbk"
"binaa nguping ya.." jawab alisya dengan senyum khasnya yang sedikit malu
"mana berani bibi nguping non. hanya tidak sengaja terdengar oleh bibi." Belanya bi na..
"Sama saja dong bi"
"beda lah non." bina yang sambil memotong sayuran "calon suami non ganteng sekali. bibi berdoa semoga acaranya lancar sampai hari H ya non."
"Amin bi naa, makasih ya bi"
"jangan lupa kenalkan binaa pada calon non ya.." pinta binaa sambil mengadukan sikutnya pada non kesayangannya itu
"tentu dong binaa, lagi pula binaa pun akan mengenalnya sendiri."
"cerita dong non sedikit tentang calon suami non.. orangnya bagai mana"
"nanti juga bibi akan mengenalnya sendiri"
"yah.. non gk asik nih"
"sudah ah bi.. lebih baik kita fokus buat bikin sarapan. bentar lagi ayah kemeja makan. masa makanannya belum siap" alisya yang mengalihkan pembicaraan
"baik non"
"mba" panggil vidhis yang mengagetkan alisya dan binaa "mba hari ini kebutik bareng aku apa di jemput"
"apaan sih kamu, bareng kamulah" jawab alisya
__ADS_1
"aku kira mas Azka bakal ****** mba. ternyata..." ledek vidhis pada kakanya
"yyaa kamu," sambil melempar tomat yang didepannya
hap
ditangkap dengan baik oleh vidhis "makasih lo mba tomatnya" sambil berjalan kearah mesaj makan.
"andai ka Azka tau klo mba alis galak. mungkin ka Azka akan berfikir 10x buat nikahin mba" ucap vidhis
"non alisya gak galak ko den." sahut vidhis
alisya tersenyum lebar pada maidnya. "makasih bi naa, bi naa memang yang terbaik."
"binaa bela mba aja terus situ"
"kalian berdua itu ya dari kecil sampe sekarang, kerjaannya menjahili satu sama lain aja toh. apa gak cape"
"gk dong bi" alisya yang mendekati vidhis dan mengacak rambut adiknya.
" rambut ku sudah rapih sya.." vidhis yang kesal karna rambutnya berantakan ulah kakanya
" biasa toh pak. Tom n Jerry" saut binaa
"silahkan duduk yah" alisya yang menarikan kursi untuk Yadi Pratama ayahnya
"makasih"
"alisya ambilkan tehnya dulu ya yah"
"tehnya nanti lagi, ayah mau langsung makan"
alisya yang segera mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk ayahnya.
"besok ayah sama vidhis akan ke Bogor, dan kemungkinan bakal menginap disana"
__ADS_1
"alisya ikut ya ayah" pinta alisya
"bukannya kamu sibuk nak."
"gk ko yah."
"mba sibuk buat persiapan pernikahan ka adelia. belum lagi buat pernikahan mba yang sembilan belas hari lagi dari sekarang"
"ayaahh" alisya dengan nada manja
"kamu kenapa toh sya. jadi manja seperti anak kecil saja." ucap Yadi.
"ayah ko jadi ikutan ngeledek aku sih" dengan nada merajuk
"mulai besok mintalah nak Azka untuk antar jemput kamu saat akan ke butik."
mendengar ucapan Yadi Pratama membuat wajah alisya memerah dan tersipu malu. "baik ayah"
" cie... dijemut calon suami nie." ledek vidhis
"sudah jangan meledek kakamu terus,"
"ayah memang the best. I love you ayah" alisya yang segera memeluk ayahnya dari belakang.
lalu vidhis yang ikut memeluk. "aku menyayangi kalian"
di balas dengan elusan tangan Yadi dikedua kepala anaknya. "sudah kalian sana beranhkat"
vidhis yang melepaskan pelukannya.
" sebentar lagi yah, aku masih ingin memeluk ayah seperti ini"
" ayah belum selesai makan, nanti takut membuat ayah tersedak, lepaskan" vidhis yang melepaskan paksa pelukan Alisya.
Alisya yang sengaja menginjak kaki vidhis. yang membuat vidhis menjerit. "aauuu, sakit mba. awas ya" dengan nada kesal
__ADS_1
Alisya yang Tampa memperdulikan adiknya tetap berjalan ke arah kamar "aku mau mengambil tas kudulu "
sesampainya di kamar aliysa segera mengecek handphone nya. tak ada notivikasi pesan atau panggilan Azka yang masuk. "mas Azka ko belum menghubungi ku ya" grutunya dalam hati. "nanti deh aku telpon saat sampai butik".