
"mah bagaimana dengan yang ini. bagus tidak" sodor alisya salah satu contoh undangan pada Ani
"ini bagus sayang. simpel namun elegan nan mewah. mamah juga suka. kita buat yang ini"
alisya yang memperhatikan Ani dengan lekat. "ya Tuhan terimakasih karna telah memberi hidupku penuh dengan cinta. memberiku mamah yang sangat baik dan sayang padaku" gumamnya dalam hati
"undangan sudah, bagai mana klo kita lanjut fitting gaun pengantin buat acara resepsi"
"gaun resepsi mah" alisya "bagai mana dengan kebayanya mah"
"kebaya mu dan baju untuk Azka kenakan saat acara ijab kobul sudah ada dari dua tahun yang lalu sayang.."
"dua tahun yang laluuu" alisya dengan memik wajah bertanya tanya.
"sebenarnya perjodohan kalian sudah direncanakan jauh sejak Aisyah masih ada. dan saat aisyah mulai sakit parah. dia membuat sepasang kebaya pengantin untuk nanti kalian kenakan saat menikah. kalaupun kalian tidak berjodoh. kamu akan tetap mengenakan kebaya itu. karna pesan Aisyah ingin putrinya saat menikah kelak menggunakan baju buatan tangannya sendiri" cerita Ani
Alisya mendengar cerita dari Ani membutnya teringat sosok ibundanya. Tampa terasa butiran bening jatuh membasahi pipi Alisya.
"kenapa sayang." ucapa ani sambil membawa alisya dipelukannya
"terimakasih mahhh terimakasih sudah berusaha agar keinginan bunda terkabul. terimakasih sudah merestui hubunganku sama mas Azka. terimakasih untuk semuanya mah. alisya sayang mamah" ucap alisya dengan menahan tangisnya namun air matanya tetap tumpah.
__ADS_1
"mamah juga sangat menyayangimu sayang" sambil mengelus punggu alisya dalam peluknya "mamah yang terimakasih kamu sudah menerima Azka"
__________
setelah makan siang Azka kembali kekantornya. perasaan bahagianya yang akan segera menikah tidak bisa iya sembunyikan. terlihat diwajanya tergores senyum lebar dikedua pipinya. membuat beberapa karyawan yang melihatnya bertanya tanya. namun Tampa berani menyapa bosnya.
Azka yang terbiasa dengan wajah datarnya, hanya sesekali diwajahnya tergores senyum tipis saat di kantor.
Ting..
pintu lif pun terbuka dan Azka segera keluar berjalan keruangannya.
"bukan kah pak vino sedang meeting menggantikan bapak." salsa yang menyadari kebahagiaan diwajah bosnya "sepertinya bapak sedang bahagia sekali" sambungnya
"apa sangat terlihat"
"iya"
Azka yang melihat arloji di tangannya. "jika vino sudah selesai. suruh dia menemui Ku segera " pinta Azka pada sekertarisnya dan segera masuk kedalam ruang kerjanya Tampa mempedulikan jawaban salsa
"baik pak"
__ADS_1
Azka dengan cepat menandatangani beberapa berkas, dan tak lama vino masuk kedalam ruangan Azka
"Vin, kamu senggang bukan." sambil meyodor beberapa berkas. "akhir akhir ini aku akan lebih sibuk diluar kantor" sambil menunjukan senyum liciknya
vino yang tidak percaya karna bosnya memberi banyak sekali tambahan pekerjaan. "boss, aku juga ingin kencan."
"kamukan bisa kencan sambil bekerja buka" sambil memencet tombol memanggil salsa sekertarisnya
"mana mungkin aku bisa kencan jika bos memberiku banyak tugas"
Azka yang berjalan meninggalkan ruangan, "aku akan memberi kalian bonus tambahan" senyum jahilnya sambil menunjuk kedua sekertarisnya.
"pak, hari ini ada beberapa email masuk yang harus..." ucap salsa dengan nada sedikit keras
"akan ku cek saat dirumah nanti" Azka yang tetap berjalan Tampa memperdulikan ucapan salsa
"sudahlah, biarkan dia bahagia" ucap vino pada salsa, yang tak lain pacarnya
"akhirnya laku juga bos kita. aku kira orang kaku seperti dia tidak akan laku" ucap salsa sembarang
"dia bos kita jangan sampai kita dipecat karna hal sepele Be" ucap vino sambil tertawa
__ADS_1