Ku Temukan Jodohku

Ku Temukan Jodohku
marah


__ADS_3

Azka dengan wajah tidak sukanya berjalan menggandeng alisya ke mobil.


alisya yang melirik wajah Azka dan mendapati wajah yang kesal membuat alisya terdiam. "aneh, didalam kamar tadi selalu godain aku. sekarang malah manyun gitu wajahnya." gumam alisya dalam hati


sesampainya di depan mobil. Azka membukakan pintu untuk alisya. dan supir Azka membukakan pintu untuk tuannya.


"kita pake supir mas" tanya alisya yang sudah berada di dalam mobil.


"kenapa, kamu gk suka" jawab Azka dengan nada sedikit ketus


"gk ko." alisya yang menunjukan wajah kurang suka


sementara haris supir pribadi Azka menunggu perintah dari tuannya untuk menjalankan mobil.


"klo gitu ayo kita jalan ris" perintah Azka pada supir pribadinya. yang memang lebih muda darinya.


Haris pun segera menyalakan mobil


dan


"bentar haris. jangan jalan dulu" pinta alisya pada supir pribadi azka


Azka yang mematung dengan posisi duduknya


melihat kedepan


"mas Azka sayanggg" ucap alisya dengan nada lembutnya dan senyum manis khas alisya yang memamerkan kedua lesung piping.


gggrrrrrrr


darah Azka seperti mengalir lebih cepat ketika alisya mengucapkan sayang dengan nada lembutnya. membuat Azka ingen sekali membalas senyuman itu. namun Azka tahan karna rasa kesalnya pada alisya yang sudah berbincang ria dengan laki laki lain yang iya tidak kenal.


"maassss liat aku" pinta alisya


kini Azka pun menoleh ke arah alisya dan mereka saling menatap.


walau sebenarnya dalam hati Azka sangat bahagia dengan posisinya saat ini. namun dia tahan karna rasa gengsinya yang masih ingin marah karna cemburu.


"mas Azka marah. kenapa"

__ADS_1


"siapa yang marah. mas gk marah" sambil menunjukan wajah datarnya


"apa karna ka Dimas" pikir alisya


"tidak" menyangkal. dalam hati "iya" karna gengsi


"Haris boleh kluar sebentar" pinta alisya pada supir Azka.


Haris yang melihat bosnya dari kaca sepion tengah meminta persetujuan. dan Azka yang mengijinkan dengan kedipan mata. yang langsung dimengerti oleh Haris supir pribadinya itu.


"kenapa sampai Haris harus keluar" ucap Azka


"karena mas marah pada ku. dan aku ingin segera menyelesaikan permasalah yang membuat mas marah." jelasnya dengan nada sedikit manja


"mas tidak marah"


"ya klo tidak marah. kenapa nada suara dan wajah mas menunjukan klo mas marah"


"mas cuma lelah. karna gendong kamu lama banget" Azka yang mengalihkan.


"aku tidak seberat itu mas" bela Alisya


"aku tidak meminta mas meng gendong aku ya" dengan nada yang mulai kesal.


"lalu kenapa mas tidak meminta orang lain membantun ku saja." sambung alisya


"jadi kamu mau Dimas yang menggendongmu"


"ko jadi ka Dimas sih. tu kan mas marahkan Karana tadi aku bereng ka Dimas."


"ya kamu minta digendong sama orang lain. mungkin Dimas. yang memang tadi ketemu dia"


"alisya gk suka ah." sambil mengembalikan handphone Azka yang sejak tadi alisya genggam. "tu handphone nya". alisya yang sekarang berbalik marah. dan lebih memilih kluar mobil


saat alisya akan keluar mobil dengan pintu mobil yang sudah terbuka. Azka dengan cepat menahannya.


"Ok maaf. mas minta maaf. seharusnya mas tidak marah sama kamu sayang" dengan wajah memelas meminta maaf.


alisya yang mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. yang sebenarnya memang hanya berpura pura marah.

__ADS_1


"bener ni mas Azka gk bakal bete bete lagi sama alisya" tanya Alisya


"iya gak sayanggg." sambil mencubit pipi Alisya


"ok sekarang kita mau kemana" sambungnya lagi


" mau kemana lagi, pulanglah"


" mas masih pingin bareng kamu sayang"


"kerjaan kita sudah menunggu mas"


"biarin aja untuk hari ini" pinta Azka sambil meyenderkan kepalanya dipundak alisya dengan tangan melingkar di paha alisya


"klo kita sudah muhrim. mas boleh meminta waktuku sepuasnya deh"


" janji ya"


Azka yang melingkar kan tangannya ke tengkuk alisya dan dengan cepat mendekat kan ke wajahnya


Cup


Azka m*l***t bibir alisya yang ranum. Tampa perlawanan dari Alisya.


"aku mencintaimu alisya Pratama"


"haris ayo jalan" ucapnya Azka pada supir pribadinya


Haris pun segera masuk dan menjalankan mobil.


dengan manja Azka merebahkan kepalanya dipundak alisya dan melipat kedua tangannya di bawah ketiak.


"apa sih mas. malu " alisya yang malu karna ada Haris


"Haris kamu jangan menoleh kebelakang" ucap Azka pada supir pribadinya


"biarkan aku seperti ini sayang. aku masih ngantuk." dengan nada manja "ini karna semalaman kamu tidak membiarkan aku tidur" sambungnya dengan mata terpejam


ucapan Azka membuat wajah alisya memerah karna malu. hawatir supir pribadi Azka (Haris) memikirkan hal yang tidak tidak.

__ADS_1


dalam perjalanan alisya sesekali mengelus rambut azka dengan tangan kanannya.


__ADS_2