Ku Temukan Jodohku

Ku Temukan Jodohku
BAB ll


__ADS_3

jam 16:30 Azka Bakri sudah pulang dari kantornya.


" den Azka sudah pulang, mau bibi siapin teh hangat den." sapa pembantu paruh banya itu dengan senyuman,sambil mengambil tas yang dibawa anak majikannya. Bisari sudah 30tahun lebih bekerja di rumah keluarga bakri.


" gak perlu bi. makasih ya" jawab Azka dengan lembut pada bisari


Azka segera menghampiri kedua orang tuanya yang sedang bersantai ditaman belakang rumah,di samping kolam renang.


seperti biasa rutinitas kedua orang tua Azka setiap sore jika tidak ada urusan, mereka akan sering menghabiskan waktu ditaman hingga senja itu datang, ditemani teh hangat dan cemilan.


"sore mah pah" sapa Azka kepada orang tuanya sambil mencium kening mamahnya dari belakang.


"kamu sudah pulang naak, tumben " ucap ibu Ani pada anak semata wayangnya dengan senyuam dan nada menyindir " bukannya senja belum nampak"


Azka yang kehidupannya selalu disiplin. berangkat kantor jam 08:00 dan pulang jam 18:00. hampir tidak pernah telat. jika ada keperluan mendesak. barulah Azka berangkat atau pulang telat.

__ADS_1


Azka mempunya sifat yg sangat cuek,dan cepat marah. namun sebenarnya Azka sangat baik, lembut dan juga penyayang.


" dikantor sedang suntuk mah" ucap Azka sambil merebah kan tubuhnya dengan kaki buani sebagai bantalan kepannya


"dikantorko suntuk, memangnya kamu mengerjakan apa, saat papah diusiamu. papah gak pernah suntuk karena bekerja dengan seriyus" ucap Hasan Bakri, papah dari Azka Bakri


" mangkanya secepatnyalah kamu punya pacar agar tidak ada lagi yang namanya suntuk" imbuh ibu Ani pada anaknya sambil mengelus lembut rambut anaknya.


" mah soal cari pacar itu gampang. apa sih yang kurang dariku." jawab Azka dengan nada sambil senyum dan menyombongkan diri kepada orang tuanya. " anak mamah ini tidak ada kurangnya. tampan,pintar, dan tentunya pewaris tunggal dari keluarga Bakri. siapa wanita yang tidak mau denganku."


" mamahkan tau kalo Azka cari istri untuk seumur hidup. bukan untuk cepat diganti" jawab Azka yang sedari tadi menutup matanya " seperti papah mendapatkan mamah" dengan senyuman sembari mengelus kaki mamahnya.


"iya deh"


Hasan Bakri hanya tersenyum mendengar ucapan dari anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


" besok siang mamah jadi berangkat kepanti asuhan tidak" tanya Hasan Bakri pada istrinya


"jadi dong pah. mamahkan sudah lama gak ke panti. tapi mamah mau belanja dulu"


" oiya, besok temenin mamah ke panti asuha ya azka"


"ok siap.apa sih yang gak buat mamah. tapi Azka tidak nemenin mamah shopping ka. 09:00 aku ada rapat penting sama Pt.SBS soalnya." ucap Azka sambil berdiri " mah pah aku masuk duluwan ya. mau bersihin badan" imbuhnya.


"tidak masalah. yang penting kamu temenin mamah kepanti asuhanya sayang" ucap ibu Ani sambil memandang naknya berjalan masuk kedalam rumah


dijawab dengan tangan Azka sambari memutarkan tubuhnya dan memberi isarat "ok" Pada ibunya


Azka pun segera beranjak pergi kekamarnya. yg berada di lantai atas untuk mandi. dan bersiap makan malam.


rumah kediaman Bakri sangatlah luas. jika tidak ada pembantu, tukang kebun dan supir. maka sangatlah sepi. mangkanya ibu Ani sering sekali menyindir anaknya agar segera menikah agar rumah ini tidak lagi sepi.

__ADS_1


__ADS_2