
Azka memilih pulang ke apartemen miliknya.karna dia tau orang tuanya tidak mungkin meloloskannya begitu saja sepulang dari kediaman Yadi Pratama, sedangkan badannya kini terasa sangat lelah. sepulang dari perjalanan bisnisnya. dia langsung menemui alisya dan Yadi Pratama.
setelah selesai membersihkan badanya, diraihnya handphone dalam nakes miliknya. dan Azka seger menekan tombol untuk mengabari calon istri nya itu. tidak menunggu lama panggilannya pun segera terhubung.
"mas" terdengar suara alisya yang lembut
"eemm"
"mas apa tidak lelah"
"lelahku terkalahkan oleh rasa rinduku pada mu sayang"
"baru juga satu jam lalu kita bersama,"
"aku rindu tidur bersama mu sayang."
gombolan Azka di balik telpon mampu membuat wajah alisya merah seperti buah ceri. "mas kamu..."
"apa... bukan kah kita pernah tidur bersama." potong azka dengan cepat dibalik telpon. "dua puluh hari lagi, kamu akan menjadi milik ku seutuhnya, tunggu saja aku tidak akan meloloskanmu"
"ceritakan sesuatu untukku sayang... " sambung Azka
"cerita apa." dengan nada yang manja alisya
"apa pun, aku menyukainya, semua tentang mu sayang"
" emmm baiklah." alisya pun mulai bercerita beberapa hal. termasuk kekompakannya bersama vidhis adik laki lakinya.
sampai tidak terasa waktu menunjukan dua pagi dinihari, hingga Azka yang tidak lagi menyaut di balik telpon.
__ADS_1
🌸
"pagi mah pah" sapa Azka diruang makan kediaman Bakri.
"anak mu pah... ditunggu dari semalam baru pulang Sekang" saut Ani
"aku lapar mah.." jawab Azka dengan nada sedikit manja " interogasi nanti ya mah. setelah makan" sambungnya
"baiklah kamu sarapan dulu. mamah sudah siapkan nasi goreng kesukaan kamu" Ani yang sambil mengambil menyajikan nasi goreng kesukaan anaknya
"jadi kapan kita akan melamar alisya" ucap Ani yang sudah tidak sabar untuk menginterogasi anaknya
" mah aku baru makan satu suap." jawab Azka
"ayolah... mamah sudah tidak sabar, mendengarnya"
Azka yang tersenyum kepada ayahnya karna sudah dibela.
"tapi sepertinya itu kabar baik, lihat wajah anakmu. matanya sangat berbinar menunjukan kebahagian" sambung Bakrie pada Ani
" papah benar, mana mungkin anak kita ditolak. sepertinya nanti malam kita akan bertamu kerumah calon besan kita pah" Ani yang sangat berantusias karena sudah menunggu momen dimana dia akan melamar kan seorang putri untuk anaknya.
"mah, tidak ada pelamaran." ucap Azka dengan mulut yang mengunyah
Ani dan Bakrie seketika menghentikan kegiatannya di meja makan karena kagaet akan ucapan anaknya, sambil menatap anaknya yang tetap dengan santai memasukan nasi kedalam mulutnya.
"ma.. maksud kamu gimana Azka, tidak ada pelamaran" Ani yang sedikit terbata.
"emmm. tidak ada pelamaran, hanya akan ada pernikahan 19hari dari sekarang." jelas Azka diakhiri dengan senyum yang lebar diwajahnya.
__ADS_1
"maksud kamu bagai mana mamah tidak mengerti sayang" dengan nada wajah yang penasaran
Azka yang menelan semua nasi dalam mulutnya dan meminum air. " pak Yadi Pratama bilang. tak perlu mengadakan acara pelamaran. kita hanya akan melangsungkan pernikahan ditanggal lima bulan depan besok." jelas Azka dengan perlahan
"yang benar kamu.." Ani yang masih tidak percaya
"eemmm, mana mungkin Azka berbohong"
"itu berarti lima hari setelah pernikahan Adelia."
Azka yang menatap ayah ibunya tersenyum lebar sambil memainkan kedua alisnya naik turun. lalu melanjutkan makannya lagi
"selamat untuk mu." ucap Bakrie sambil mengelus tangan anaknya
"makasih pah, aku sangat bahagia"
"klo begitu mulai hari ini mamah akan sangat sibuk sekali" Ani dengan nada yang antusias
"buatlah acara lamaranmu sendiri nak" ucap Bakrie lalu meninggalkan meja makan
" tentu pah, aku akan membuatnya besok malam"
"mamah harus mengerjakan apa dulu kalo gitu, eemmm.." berpikir sejekan " mamah akan memulainya dari undangan terlebih dahulu" ucap Ani
"terserah mamah."
"aaaahh akhirnya mamah akan memiliki menantu."
...🍂 TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA, ITU MEMBUATKU LEBIH SEMANGAT ❤️❤️❤️🍂...
__ADS_1