
di tengah jalan, Yosan bersandar di bawah tiang tak jauh dari sekolah,,
dia bersandar di bawah hujan lebat...
aku menghampiri nya setengah berlari...
memastikan apakah dia baik baik saja..
"Yosan, kamu disini ngapain??" tanyaku
seperti nya Yosan sedang marah, aku takut mengusiknya..
dia menoleh, dan tersenyum padaku..
"lagi nungguin kamu" jawabnya
"nungguin aku?" tanyaku heran
dia menoleh dan mengangguk...
" he-em... aku tadi pulang duluan sebelum bel. trus waktu di jalan hujan deras, kamu sering lupa nggak bawa payung jadi aku mau jemput kamu" jawab Yosan
"jadi kamu lihat aku tadi sama.....?" aku tidak melanjutkan kalimatku
menguji apakah dia benar-benar melihat ku atau tidak...
"sama Rey maksud kamu? iya aku lihat, makanya aku nunggu kamu disini, takut gangguin kalian" katanya
"jangan salah paham Yos, aku nggak ngapa ngapain, aku memang lupa nggak bawa payung, lalu...."
aku diam, teringat jaket Rey yang di pakaikannya untuk menghangatkan badanku tadi
"dia minjemin aku jaket" lanjutku
Yosan tersenyum, "aku tau, kamu cewek baik, pasti nggak akan bohong kan? " kata yosan
__ADS_1
aku mengangguk kikuk
"ayo kita balik, aku ambil mobil dulu ya? " kata Yos
"mobil kamu dimana?" tanyaku
"dirumah temen, tadi main game bentar" katanya
"nggak usah ambil mobil deh, kita jalan kaki aja gimana?, dah lama nggak jalan kaki nih..." kataku...
tiba-tiba aku teringat sesuatu..
"yah... sepeda ku, ketinggalan di parkiran, aku lupa Yosan.." pekik ku
Yosan menonyor kepalaku
"kamu kebiasaan, pelupa...!!" Yosan geram
aku yang dimarahi malah tertawa, Yosan pun tertawa, kami berlari menuju sekolah lagi, mengambil sepeda ku,,
ternyata hujan tak mampu menghapus amarah ku,, tapi Yosan bisa,, hanya dengan memandang senyum nya yang menawan.. seperti memandang pegunungan hijau...
saat di parkiran, motor Reymond masih terparkir di sana.. mungkinkah dia belum pulang? ngapain dia masih disini??
tak ambil pusing, ku ambil sepedaku dan pulang berboncengan dengan Yosan...
" ternyata begini lebih enak daripada pakai motor," kata yosan
" makanya kamu sering sering pulang bareng aku, biar bisa kaya gini tiap hari.." kataku
"keenakan kamu, minta di anterin Mulu" kata yosan..
aku tertawa melihat Yosan protes..
aku peluk pinggangnya Yosan, mengurangi rasa dingin, dan mencari rasa aman..
__ADS_1
sebenarnya aku takut juga dengan viola, bagaimana nanti kalau dia bener bener mau jadiin aku target bulli an...
cemburu dengan Yosan kah? kenapa? apakah Yosan pernah jadi pacar viola?
pertanyaan itu tentu saja masih di dalam hatiku...
tapi nanti mungkin aku akan tanyakan padanya...
"stop!!!" pekik ku
yosan mengerem mendadak...
dia menengok padaku sedikit panik
" kenapa? " tanya nya...
"nggak papa, cuma mau beli wedang ronde, dingin nih..." kataku nyengir...
Yosan tampak lega...
"aku kira kenapa.." Yosan mengangguk dan menghampiri pedagang wedang ronde keliling yang sedang berteduh di gardu dekat sawah sawah...
"kamu ini kecil, tapi makan Mulu," kata yosan jutek
"sirik amat jadi orang!" kataku tak kalah jutek
"dasar jutek!!"
"biarin, kamu juga jutek amat Yosan"
mereka saling ejek sampai pesanan mereka datang, beginilah, keseharian yang menyenangkan...
**aku seneng banget bisa menghadirkan tokoh Yosan...
dia adalah idola ku...
__ADS_1
terimakasih yang sudah like dan jadikan vaforit..
ini novel pertama ku, maaf jika kata kata nya kurang energik... pengen yang terkesan santai dulu**...