
aura Yosan saat ini sungguh sangat mengerikan..
para gadis yang memandang dengan memuja kini merinding dibuatnya...
Samuel tau akan situasi nya, dia dengan santai berkata...
sob, bubur pecel nya udah di makan Andra, tugas ku selesai.." kata Sam pada Yosan..
yosan mengangguk paham
Andra melongo dibuatnya..
kaget karena bubur ini ternyata dari Yosan..
ndra, kalo ada masalah bicarain baik baik, jangan cuma ngehindar, kasian Yosan, dia tulus sama kamu,," sarkasme Samuel pada Andra
sekarang kalian bicarain masalah kalian berdua, biar nggak berkepanjangan... kita semua pergi dulu..." kata Samuel sambil menarik Siska menjauh biar Andra dan Yosan bisa bicara...
------
sebenarnya kenapa?kamu ngehindar dari aku?" tanya Yos agak bergetar suaranya
sejatinya dia menahan amarah...
aku enggak!! " ketus Andra
kamu beda!" Yosan tak kalah ketus
Andra diam..
aku salah apa??" suara Yosan melembut..
Andra tak menjawab, membuat Yosan geram
apa jangan jangan kamu udah nggak cinta sama aku?" suara Yosan benar-benar bergetar sekarang...
Andra makin menyengit mendengar tuduhan Yosan..
apa nggak kebalik Yos? bukan nya kamu yang begitu?" Andra berujar
aku?? aku nggak berasa begitu??" Yosan bingung-sekarang ceritain ada apa sebenarnya, biar aku ngerti " Yosan menuntut
__ADS_1
oke.. aku memang menghindar dari kamu, jujur bukan karena aku berubah.. tapi aku cuma takut jika kabar itu benar.. aku pengecut yang belum bisa menerima kenyataan " sinis Andra
langsung ke inti Andra, aku bingung " Yosan mulai marah
Andra melotot di bentak oleh Yosan...
mata nya mulai berkaca kaca.. lelaki yang selalu lembut itu kini sudah bisa membentak nya... hebat
katakan ada apa Andra,," Yosan mulai tak sabar
ada yang bilang, kamu udah punya tunangan, dan tunangan kamu itu vio.. " Andra benar-benar menangis sekarang
karena malu, Andra langsung berlari dari kantin.. takut banyak orang yang melihat...
yosan terbelalak mendengar pengakuan Andra..
darimana kabar itu berhembus..
dan Andra tau dari siapa??
Andra berlari ke toilet, sambil membasuh muka agar wajah nya segar kembali...
seolah tak terjadi apa-apa... sejatinya dia tidak cuma takut dilihat orang, hanya dia takut mendengar jawaban Yosan...
Andra masuk ke kelas dengan wajah biasa..
Samuel dan Siska sudah menunggu kejelasan..
gimana? udah beres??" tanya Samuel
aku bingung Sam, aku belum denger kebenaran dari Yosan" jujur Andra
palingan dia kabur karena keburu mewek Sam" kata Siska tepat sasaran..
Siska dan Sam cekikikan bersama..
tak terasa mata andra sembab lagi.. sembab lagi...
Andra benar-benar lemas saat ini..
tiba-tiba Yosan sudah ada di depan Andra, dia bersimpuh di depan Andra, memandangi wajah Andra yang sembab...
__ADS_1
yang lain pun terkejut karena suara bariton Yosan tiba-tiba menggema..
Andra, only you nothing else.. trust me.. please..." Yosan menjelaskan dengan serius
Andra malu bukan main... semua orang memperhatikan mereka..
you're serious??
never this serious.. " Yosan tegas
Andra tersenyum, dia lega.. hati nya tidak di dua kan...
lalu apa penjelasan kamu?" selidik Andra
yoss memejamkan mata,, dia hembuskan nafas berat...
dulu iya, kami mau di jodohkan, pasalnya orang tua kami kolega bisnis, hubungan pernikahan akan saling menguatkan satu sama lain... tapi hal itu di batalkan karena suatu hal.." jelas Yosan
jadi intinya, aku hanya milikmu andra, you're my girl, my love, i love you..." bisik Yosan
Andra terharu dan mengusap air mata yang tak terasa menetes...
yosan menyematkan cincin bertahtakan mutiara di jari manis Andra...
tetapi sebelum Yosan berkata, sebuah tangan kekar menjewer telinga Yosan dengan keras...
suara bariton yang sangat khas memenuhi ruangan kelas...
kelas berapa kamu?? ini sudah jam pelajaran, atau mau duduk disini? atau di kursi guru? " kata bapak sabar, guru matematika
eeehhhh bapak, ampun pak, saya balik ke kelas aja pak..." Yosan takut juga pada pak sabar
wuuuuuuuu.... suara anak anak mulai tertawa mengejek Yosan yang berlari menuju kelas nya...
pak sabar hanya geleng geleng kepala.. anak muda jaman sekarang sudah pada berani,, masih kecil udah pake cincin tunangan... kalian belum cukup umur... sekolah dulu yang bener...
nasehat pak sabar
semoga nasehat pak sabar bermanfaat buat kita semua...
bersambung
__ADS_1