Kuliner Asin Cinta

Kuliner Asin Cinta
tentang vio bagian 2


__ADS_3

pak Harso bercerita tentang vio... di ruangan itu ada Andra, dan juga pak Dhanu. yosan sudah pergi ke rumah karena ada yang perlu di siapkan. besok Yos akan berangkat ke Medan..


pak Harso memulai cerita nya


suatu ketika, vio masih sangat kecil. orang tua nya bekerja di luar kota..


hanya dengan asuhan seorang baby sitter saja..


kurang nya kasih sayang orang tua membuat nya menjadi arogan,, bahkan di waktu kecil...


karena sangat arogan, banyak teman nya yang tidak suka pada vio, vio jadi bahan Bully an teman temannya..


dia sebetulnya sudah depresi sejak kecil.. perlu penanganan dokter spesialis anak..


tapi orang tua vio malu kejadian ini di ketahui orang. makanya hal ini di biarkan berlarut-larut..


vio semakin murung dan mudah marah, dia jadi gadis kecil yang sadis pun tidak punya teman...


suatu ketika ia kalah dengan teman sebaya nya.. ia melawan tidak bisa..


yosan dan juga Rey menolong nya..


kemudian vio tidak mau melepaskan Yos juga Rey,, dia jadi posesif...


jika Rey atau Yos punya teman lain selain vio, vio akan mem-bully mereka..


akhirnya Yos memutuskan untuk bergaul dengan para mafia dan orang orang kuat..


supaya tidak bisa di ganggu oleh vio...

__ADS_1


jadi saya yakin,, Yosan pasti bisa menyelesaikan masalah pemberontakan di Medan...


Dengan bantuan teman teman nya? apa yang akan terjadi pada Yos? mereka semua akan melindungi Yos..


ikatan persaudaraan antara geng motor mereka sangat kental...


jadi jangan khawatir, berdoa pada Tuhan,


sebenarnya sangat sulit melepaskan vio, saya yakin vio tidak sejahat itu.. dia hanya masih takut kehilangan...


tapi biarlah, semoga dengan kejadian ini, vio akan di beri perawatan mental yang tepat...


supaya ia jadi percaya diri...


...


pak Dhanu manggut manggut, Andra melongo mendengar betapa kasihan nya vio...


wanita keibuan dan juga baik hati..


betapa beruntungnya ayah, punya istri secantik ibu Wanda...


kamu adalah gadis yang di sayang i Yosan, berjuang lah untuk Yosan nak" kata pak Harso pada Andra..


andra mengangguk sedih, dan tersenyum..


pak Harso mengusap kepala Andra, dan menoleh ke pak Dhanu..


surat pengunduran diri MU saya tolak Dhanu, kembali lah ke kantor hari ini juga..." pak Harso menegaskan

__ADS_1


maaf pak, saya mau menunggu Putri saya di rumah sakit.. " kata pak Dhanu


tidak perlu, saya sudah mengutus orang menjaga Putri MU" pak Harso tersenyum pada Yosan


yosan mengedipkan mata tanda hati nya puas dengan kinerja ayah nya...


ayo Dhanu," kata pak Harso


pak Dhanu mengikuti pak Harso kembali ke kantor..


thank you pah... i love you papa...!" kata Yosan pada pak Harso


dasar anak nakal... kerja yang betul jangan main terus.." pak Harso memperingati..


di belakang yosan ada Samuel...


ia tersenyum pada pak Harso juga pak Dhanu.. Samuel bekerja di kantor cabang Harso group yang di pimpin oleh Yosan..


pak Dhanu menjadi penasehat Yosan selama di kantor.. bersama Samuel mereka sangat kompak...


aih akhirnya bekerja di lingkungan yang normal lagi, selama ini saya merasa tua berada di antara anak-anak " pak Dhanu berkata renyah


bagi Andra, ayah tetap ganteng walau tua.." ucap Andra menggoda ayah nya


jangan katakan ayah tua sayang..." pak Dhanu sebal


iya, tidak tua, cuma tidak muda lagi.. haha" Andra tertawa kecil sambil terus memandangi Yosan...


ia rindu sekali pada Yosan...

__ADS_1


bersambung


__ADS_2