
aku Yosan
sangat bingung mengapa gadis ku tiba-tiba menjauh... apa salahku?
dan saat dia sakit, aku pun ikut terpukul..
aku heran saat dia bisa makan dua porsi sekaligus, sangat jarang anak gadis yang nggak jaim macam Andra,, sedangkan aku saja kehilangan nafsu makan ku akibat sikap cuek Andra...
apa yang dia pikirkan..?? aku terperanjat saat teman nya berkata sebagai obat patah hati...
aku marah...
andra patah hati dengan siapa??
apakah dengan Rey?? apakah belum bisa move on dari Rey??
aku menghampiri nya, tapi sekuat tenaga menahan amarah...
saat semua teman nya pergi, ku tak bisa menahan diriku untuk mendapatkan kejelasan darinya..
aku tergugu saat tau dia menangis.. ada rasa bersalah dalam diriku..
ku tersentak saat dia menjelaskan, kesalahan pahaman yang terjadi...
dalam hati aku lega.. rupanya dia cemburu karena isu aku memiliki tunangan..
aku bahagia, pasal nya mungkin dia takut kehilangan ku.. hhh
Dengan hati riang ku hampir i kelas nya, ku jelaskan bahwa memang hanya dia, dan hanya dia yang ada di hatiku..
dipercaya dan kami baikan...
tapi aduh... telingaku sakit akibat jeweran halus seorang pria...
pak sabar yang terkenal agak pemarah tapi lembut...
aku Andra..
aku lega ternyata itu semua cuma kabar burung..
syukurlah... aku bahagia..
yosan... memiliki MU mungkin adalah anugerah terindah dari Tuhan...
kamu menjaga ku...
juga hatiku...
guru BK di sekolah mendengar kabar tentang hubungan Andra dan Yosan...
mereka berdua di panggil ke ruang BK ...
__ADS_1
Bu Dina yang menangani, seolah garang.. padahal beliau guru yang lembut menurut Andra..
kalian tau kenapa kalian di panggil ke ruang BK?" tanya Bu Dina
Andra dan Yosan menggeleng..
apakah benar kalian pacaran? " tanya Bu Dina lagi
Andra dan Yosan mengangguk..
kenapa?? bukan kah kalian tahu, berpacaran di sekolah itu di larang?? " Bu Dina lagi
kami nggak pacaran di sekolah Bu, kami cuma saling suka..." Yosan protes
sama aja!! itu namanya pacaran " Bu Dina dingin
kami nggak pernah berduaan aja, kami selalu bareng orang banyak Bu, nggak sampai aneh aneh..." Yosan masih menimpali
apapun itu, segala bentuk hubungan yang lebih dari teman itu di larang di sekolah ini, okee... mungkin yang kalian lakukan tidak melampaui batas, tapi kalian adalah contoh, figur yang di andalkan di sekolah ini.. " Bu Dina menjelaskan
yah memang.. Ray adalah ketua OSIS, tapi belum memiliki wakil, dan semenjak ada yosan, Yosan langsung di angkat jadi wakil ketua OSIS..
Andra sebagai seksi ketertiban di OSIS juga...
jadi kata Bu Dina memang ada benarnya,
kami adalah contoh bagi sekolah ini...
sebagai efek jera, dan biar teman teman kalian tidak melakukan hal yang sama, kalian berdua kami berikan peringatan.. besok orang tua kalian harus datang ke sini ya, ini surat panggilan nya?" kata Bu Dina
dan mereka keluar dari ruang bk..
Andra dan Yosan saling pandang..
bingung..
gimana nih Yos" Andra lesu
nggak papa, kita lihat besok aja" Yosan berkata
------------
keesokan harinya
Tante Wanda mengomel ngomel gara gara di panggil ke sekolah, rasanya kesal sekali...
udahlah bund, bunda kan juga tau Yosan kaya gimana? dia baik bund.." bujuk Andra
bunda tau, tapi kita nggak tau situasi nya nanti, laki-laki itu jangan di kasih ikan, kecuali kalo kamu udah nikah sama dia, bunda nggak akan larang " omel Tante Wanda
hiii bunda mah gitu.. Andra juga cukup main aja kok, nggak lebih bund..." nyengir Andra pada Tante Wanda...
bunda tau nak, tapi bunda mohon.. jangan pacaran sebelum pernikahan.. " kata bunda tulus ingin Andra mengerti
iya bund, Andra faham... Andra akan nurut" kata Andra
__ADS_1
terimakasih nak, bunda nggak larang kamu berteman dengan Yosan, yang bunda minta, jangan pacaran..." lanjut Tante Wanda
bunda marah ya?" tanya Andra takut
Tante Wanda tersenyum mendengar pertanyaan anak nya..
enggak marah nak.. bunda maklum sekali, tapi walau begitu akan ada banyak hal yang lebih banyak buruk nya.. dibandingkan kebaikan nya..
kamu masih ingat temen temen kamu kan? bunda nggak mau kamu jadi seperti itu" nasehat Tante Wanda
baik bund, Andra sayang bunda.." bisik Andra pada bunda nya
iya nak, bunda juga sayang ke Andra..." kata Tante Wanda
---
ruang BK
Andra dan tante Wanda duduk di dekat Jendela, sementara menunggu Bu Dina yang sedang menyelesaikan tugas dengan siswa lain...
tak berselang lama, Yosan masuk bersama ayah nya...
suara tegas ayah Yosan memenuhi ruang BK yang memang sepi saat itu,,
dia memandang Tante Wanda dengan tatapan serius.. Tante Wanda hanya tersenyum menanggapi nya...
beberapa menit kemudian
Bu Dina sudah siap di ruang pertemuan...
jadi begini Bu, pak, ibu dan bapak kami panggil karena kedua anak ini kedapatan sedang dekat dengan katagori lebih dari teman biasa, dan hal ini sangat bertentangan dengan peraturan sekolah kami.. Tempo hari kami juga sempat memanggil mereka ke ruang BK, dan kami sudah menjelaskan peraturan sekolah kami... untuk lebih mematangkan proses agar tidak di contoh oleh teman teman yang lain, kami dengan berat hati akan melakukan tindakan tegas Bu, pak " ujar Bu Dina menjelaskan
maksud ibu Dina, melakukan tindakan tegas itu apa ya??" bariton ayah Yosan,
Tante Wanda harap harap cemas...
Dengan berat hati, kami menskorsing kedua putra putri kami agar belajar dirumah selama dua Minggu, semoga selama dua Minggu ini, putra dan putri kami bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini..." ungkap Bu Dina sedih
Bu, kenapa dua Minggu sih Bu," Andra protes
ini sudah peraturan Andra" kata Bu Dina
tapi kan saya ada lomba bulu tangkis Putri Bu, nggak mungkin kan kalau saya nggak ke sekolah?? Andra mulai gelisah
baiklah,, kamu bisa berlatih di rumahnya pak Adam sebagai guru pembimbing olahraga kamu, hal ini supaya menghindari kecemburuan sosial bagi murid yang lain" ujar Bu Dina
iya, baik Bu" Andra patuh...
ayah Yosan takjub juga mengetahui siswi ini lumayan berprestasi di bidang olahraga, dia mulai mengamati Andra dari atas sampai bawah.. tapi sepertinya tidak ada yang spesial.. wajah nya juga nggak cantik cantik amat.. viola jauh lebih cantik... sebenarnya apa daya tarik nya anak itu? kenapa Yosan bisa sampai mau melamar nya? dialog ayah Yosan dalam hati..
beberapa saat kemudian, mereka semua pamit undur diri...
pulang ke rumahnya masing-masing...
bersambung...
__ADS_1