
"lagi jatuh cinta?" Siska antusias
"hmmm ngantuk"
"andraaaaaa cerita dong, sama siapa??"
"adalah nggak penting pokok nya..."
Siska agak marah karena aku tidak mau cerita, dia mengira aku tak menganggap nya sahabat lagi, akhirnya aku menyerah, kuceritakan masalah ku padanya...
" salah nggak sih kalau mencintai orang yang levelnya jauh di atas kita? idola sekolah, terpopuler pula, pinter, ganteng, cool, tapi aku merasa dia hanya manfaatin aku doang, aku bingung, harus gimana sis..." kataku putus asa
" mencintai itu nggak salah, ditolak juga bukan kesalahan, yang salah itu cinta tapi sampai buta mana yang benar mana yang enggak... nah kaya kamu ini, udah keliatan jelas dia bohong in kamu, masih aja cinta.. ini bukan tipe kamu deh ndra..."
kata Siska...
" nah itu dia, aku dah cinta dia dari lama, akhir nya bisa ketemu dia lagi aku seneng banget tau nggak?" jawab ku berapi api...
"dari lama? kok aku nggak tau, aku itu temen kamu dari lama juga lho ndra?" kata Siska
" dia itu yang sering ku cerita ke kamu, emoon.. temen masa kecilku dulu, tapi sekarang dia beda banget, ganteng banget sekarang sis" aku antusias
"serius kamu? siapa? kok kamu baru cerita sih sama aku??" Siska merengut
" hmmmmmm ketua OSIS kita, reymondo.. idola kamu sis, tapi sori ya.. dia sekarang pacar aku, jangan di rebut ya?? " kata ku menggoda Siska
"serius? kabarnya dia itu playboy ndra, kamu serius sama dia? Siska syok
aku jadi lesu lagi,
__ADS_1
dan yang Siska katakan tidak lah salah, aku sudah melihat nya , dan aku tak bisa berbuat apa-apa...
siapalah diriku dan siapa dirinya...
hanya kawan lama yang bertemu kembali seperti orang asing... kemudian berubah menjadi sepasang kekasih...
andraaaaaa buka mata kamu
lihatlah dirimu
kamu terlihat sangat menyedihkan
hanya karena cinta
kehilangan arah tujuan
" Andra... aku tahu perasaan mu, tapi bukan cuma dia cinta di dunia ini... masih ada banyak yang bisa lebih baik buat kamu"
aku tersentak..
yang Siska katakan benar lagi..
tapi mengapa di hatiku cuma ada satu cinta..
dialah reymondo... emoon.. teman masa kecilku.. meskipun yang kutemui ini bukan emoon yang ku kenal dulu,, tapi kurasa hati ku tak bisa pindah ke lain hati...
aku bingung, emoon sudah tak jujur padaku..
dan perasaan ini masih tetap ingin percaya padanya...
__ADS_1
apa yang harus kulakukan bila harus kehilangan dia?
aku sepertinya tidak sanggup... tak sanggup berpisah dari emoon...
yang ku nanti selama ini..
yang menyiksaku dengan kerinduan...
emoon... siapakah dirimu kini?
mengapa aku merasa dia bukan sahabat ku yang dulu?
setelah berfikir cukup lama, aku mulai tenang dan mencerna perkataan Siska.. menimbang nimbang Untung rugi bersama dengan emoon...
dan hasilnya buntu, tak bisa berfikir jernih karena hati dihinggapi rasa marah...
bukan hanya marah, lebih tepatnya rendah diri, karena merasa emoon begitu tinggi di atas langit... dan aku siapa??? aku siapa??
mau marah tapi takut emoon marah dan meninggalkan ku, aku belum siap untuk itu... aku bingung...
akhirnya ku tenggelamkan diriku ke taman dekat danau, udara sejuk pepohonan membuat sedikit lebih bisa berfikir jernih.. meskipun aku mungkin tak bisa membuat kesimpulan dan keputusan, paling tidak aku sudah agak tenang...
...**bersambung...
jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...
biar aku semangat nulisnya
terimakasih kawan kawan**
__ADS_1