
Siska datang ke rumah Andra, dia ikut sedih melihat kondisi Andra
andra berfikir, jika Yosan sudah bosan dengan nya, kemudian pindah sekolah agar bisa putus, semakin kecewa, ternyata hanya begini saja..
yosan b****k aahhhh....!!!!
Andra,, kalau mau nangis, nangis aja ndra... aku siap jadi punggung kamu buat nampung tangisan MU.." kata Siska
andra tak bergeming.. pandangan kosong, hanya menatap langit langit kamarnya..
Siska terus mengajak Andra berbicara.. tapi tak ada respon.. mungkin kepergian Yosan adalah pukulan berat bagi Andra..
diam diam Siska menelfon Samuel...
tuut
tuut
tuut...
halo, siapa ini??" suara berat Samuel terdengar di seberang sana
aku Siska! " bisik Siska, takut ketahuan Andra
mau apa sih malem malem gini?" protes Samuel
punya alamat Yosan? " tegas Siska
nggak ada ah.. udah ya aku ngantuk " Sam mulai kesal
andra demam Sam, dari tadi pandangan kosong, di ajak bicara nggak ada respon.. aku khawatir Sam" keluh Siska...
Sam langsung terbelalak.. walau pun dia jahil dengan Andra, tapi jahilnya ini karena Sam suka sama Andra..
hanya saja nggak ada yang tau.. Sam sangat pandai menyimpan rasa...
ya ya, besok deh aku cari info," kata Sam
cari dimana kamu??" Siska penasaran
dari Rey.. mungkin dia ada petunjuk " hibur sam
ternyata perbincangan Siska di telpon tak sengaja di dengar oleh Tante Wanda...
nak Siska! jadi karena Yosan, Andra jadi begini?" tanya Tante Wanda
Siska bingung mau jawab apa...
__ADS_1
kemudian Siska pun jujur apa adanya..
Tante Wanda tampak berfikir keras, kemudian berpamitan untuk pergi tidur...
keesokan harinya,
di sekolah, Siska ribut bukan main..
Samuel di gandeng kemana mana..
sebelum mencapai tujuan, menemukan alamat Yosan, Siska tidak akan melepaskan Samuel...
kamu itu gila ya? nanti dikira kita pacaran, aku nggak mau" teriak Samuel
pokoknya kasih tau dulu" pekik Siska
iya iya, nanti aku tanya Rey" kata Sam
nggak mau nanti, sekarang!! " hentak ku
Samuel menyerah, dan dia pergi ke Rey mencari alamat Yosan...
akhirnya dia pun dapat...
mereka takjub dengan kompleks rumah yang rata rata sangat mewah...
hingga sampai lah ke sebuah rumah yang di tuju... Flamboyan indah No 40
rumah ini sangat besar, asri, halaman nya luas... mirip seperti istana dengan model bangunan Belanda...
cara warna putih perpaduan merah, dan di depan rumah itu ada air mancur yang besar...
di pojok samping ada sebuah kolam renang, lengkap dengan air terjun buatan yang terlihat hampir seperti sungai... juga ada sebuah patung perahu... sungguh indah pemandangan disana... membuat Siska dan Samuel melongo tak bereaksi...
Sam, bener ini alamat nya?" tanya Siska tak percaya
bener kok.. ini Rey sendiri yang nulis tadi.." Sam menjelaskan
wuiihhh tapi ini kelewat keren Sam, kalo memang benar ini rumahnya Yosan, berati dia tajir banget kan??" Siska sudah hampir sesak nafas
tiba-tiba, viola nampak keluar dari rumah itu, dengan mobil mewah yang terparkir, dia kendarai dan pergi melewati dua insan yang masih syok dengan keindahan ini...
sesaat satpam datang dan memarahi Siska juga Sam...
__ADS_1
mau apa dia, jangan intip intip rumah orang, disini banyak cctv jadi jangan macam-macam.. " kata pak satpam yang diketahui bernama Ricki
enggak pak, kami mau ketemu Yosan" kata Siska cepat
tuan muda Yosan nggak ada di rumah, kalian siapa?" tanya satpam itu masih menaruh curiga
kami ini teman satu sekolah nya, lihat ni seragam nya sama" kata Siska
tuan muda Yosan udah lama nggak dirumah, sekarang pindah ke Bandung sama tuan besar" kata pak satpam
hah?? pindah Bandung?" Siska kaget
ya, sudah seminggu ini, "
kenapa pindah ke sana pak?" tanya Siska
ya karena memang rumahnya disana, disini kalo cuma buat sebentar aja.." kata pak satpam
pak, boleh kami telfon Yosan, karena kita belum punya nomer nya.." Samuel menimpali
bisa, saya telfonin"
--------
halo, kenapa Rick? suara Yosan di seberang
bukan Ricki, tapi Siska, sahabat baik nya Andra.." Siska menyengit
kenapa kamu? ada apa datang ke rumah?" Yosan penasaran
yosan, kamu kenapa pergi nggak bilang? enggak pamit sama Andra, dia sampai demam gara gara syok di tinggal in kamu, dia sekarang kaya orang.... " Siska tak bisa meneruskan kata-katanya,,
dia nggak bisa di ajak ngomong dari kemarin, dia terpukul banget, pulang ya Yos, kasian Andra" Siska Hampir menangis
aku nggak bisa, coba kasih tau Andra, semoga cepat lupakan aku... " Yosan kecut
Yos!! cepat banget kamu berubah... aku nggak nyangka Yosan kaya gitu nggak ada perasaan " Siska memekik...
Siska menangis sejadi-jadinya...
tiba-tiba suara Yosan di seberang, bilang, bahwa dalam waktu dekat, Yosan akan menikah dengan viola...
Siska tambah terkejut, pantas viola baru aja keluar dari rumah ini, ternyata orang kaya memang b****k...
Siska pulang dengan tubuh gemetar, tak tau harus memberikan penjelasan apa kepada Andra...
Samuel pun turut sedih,
__ADS_1
bersambung