
dia menatapku lekat...
" belum sepenuhnya, mungkin setelah tau rumah kamu, kenangan masa kecil dulu.. lama kelamaan aku ingat"
"terus kenapa menyatakan cinta kalau nggak inget aku?" tanya ku agak kecewa
" ingatan dan cinta itu dua hal yang berbeda, aku suka kamu dari pertama ketemu, kamu lucu, manis, entahlah... padahal sebenarnya nggak ada yang spesial siihhh sama kamu..."
jawaban emoon membuat aku lega, tapi jadi kesel...
" moooonnnnn, awalnya nyanjung nyanjung, abis itu dijatohin... keseeeeeellllll" kataku merengut...
lalu kita berdua tertawa cekikikan....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
satu Minggu berlalu, aku mulai ketergantungan dengan emoon... merasa rindu bila tak bertemu, selalu mau di telefon setiap hari... dan rasa ingin memiliki sepenuhnya...
sepulang sekolah, aku menunggu emoon di gerbang.. aku melihat emoon bersama teman perempuan nya jalan bareng...
hati ku cemburu, rasa tidak suka tiba tiba muncul dibenak ku...
" Rey, nanti kamu kerumah aku ya? " kata perempuan itu
emoon mengangguk dan tersenyum...
lalu memandang ku... kulihat emoon melambaikan tangan ke perempuan itu..
aku kesal dibuatnya
" siapa moon?"
"apanya??"
" siapa dia..?"
" yang tadi itu? itu Mayang.. temen sekelas aku."
jawab emoon
" kayaknya kamu Deket sama dia ya?"
"enggak juga, kadang belajar bareng.. kenapa memangnya?"
" enggak... enggak apa apa..." kataku datar
__ADS_1
kami pun pulang bersama, seperti biasa dia mengantarku, sebelum pulang kita mampir ke warung bakso dulu... seperti biasa aku yang bayar...
Karena kondisi emoon yang jauh dari orang tua, membuat emoon harus berhemat...
sebagai pacarnya tentu saja aku harus mendukung nya,
aku selalu mentraktir nya makan siang...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
flashback
dua hari lalu...
kami jalan jalan ke taman kota...
sambil lari pagi buat ngelenturin otot...
" moon, sekarang kamu tinggal nya dimana?"
"lumayan Deket kok dari sini, nanti main ketempat aku"
" emang boleh? papa Mama kamu nggak marah? " tanyaku
emoon menaikkan alisnya
aku manggut-manggut mengerti...
***
sesampai dirumah emoon aku terheran..
pasalnya rumah emoon hanya ada ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi aja...
seperti rumah kontrakan...
"moon kok sepi.. pada kemana?"
" papa lagi kerja, pulang nya sebulan sekali "
"Mama kamu?"
"di Bandung, dirumah nenek, nenek sakit jadi Mama nemenin nenek.."
" ooohhhh... jadi kamu dirumah sendiri dong?"
__ADS_1
"iya... aku dirumah sendiri, makanya temenin aku" kata emoon sambil duduk mendekat ke arah ku...
dia tanpa sungkan mencium pipi ku, memelukku dan tidur di pangkuanku...
" moon, jangan gini, enggak nyaman.."
"hmmm? aku pengen Deket kamu sayang" kata emoon
" eh,,tapi jangan gini, aku nggak nyaman..
kataku agak takut
" kenapa sih sayang? kamu cinta kan sama aku?" kata emoon mendekatkan wajahnya ke wajahku
"iya tapi jangan gini moon"
tangan emoon menggenggam tanganku
emoon mencium pipiku lagi, lalu mencium kening...
aku senang, tapi aku takut...
emoon memelukku, aku tak memberikan respon... kemudian pelukannya Semakin erat...
aku masih diam...
emoon merasa aku setuju, dan dia mulai agresif...
kemudian aku berdiri, mencoba menghindar...
emoon heran, mencoba menghentikan aku yang bergegas menjauh...
" mau kemana sayang?"
" aku mau pipis dulu emoon"
" aku tunggu dikamar ya?" katanya
" kenapa dikamar?"
"gapapa... aku ada buku bagus buat kamu, kamu harus baca" kata emoon
aku mengangguk ragu ragu
dikamar mandi aku dilema...
__ADS_1
bersambung