
Di perusahaan.
Sudah banyak polisi yang mengerumuni toilet pria. Mereka menemukan seorang pria terluka di sana.
Damar berfikir sangat keras, siapa lelaki yang terluka itu? bukankah pak Dhanu? Tapi pak Dhanu sudah berada di rumah sakit.
Siapa lagi yang terluka?
Damar melihat Andara yang terpaku. Dia menarik tangan Andara. Mereka bersembunyi di belakang almari piring.
...Mar, jangan disini, nanti dilihat orang " kata Andara yang berfikiran tidak tidak....
...Apa yang terjadi? Kenapa banyak polisi? Dan adakah yang terluka lagi?" Damar sangat serius saat ini. Sehingga Andara tidak lagi bercanda....
...Tidak tahu, memang ada yang terluka lagi, seorang pria memakai jas, mirip seperti yang pak Dhanu pakai. Tapi tidak tahu siapa dia.....
...Lalu, polisi itu? kapan sampai kemari? Bukankah saat kau menolong pak Dhanu, tidak ada siapapun yang melihatnya? "Damar menekan Andara....
...Benar Mar, aku tidak bohong. Aku berteriak tapi sepertinya tidak ada orang di kantor ini....
...Jika tidak ada yang melihat, bagaimana bisa ada polisi?" tanya Damar dan dia sendiri yang memikirkan jawaban nya....
Tak lama suara hiruk pikuk berbarengan masuk ke ruang dapur. Damar bergegas keluar guna menghindari kecurigaan.
__ADS_1
Dia tak memperhatikan situasi saat itu, dia asal keluar saja. Namun terkejut saat melihat yang masuk keruangan itu adalah pak Harso, ayah nya sendiri.
Damar buru buru bersembunyi lagi di belakang almari, karena tidak hati hati, Damar terpeleset, dia tidak sengaja mencium bibir Andara.
Wajah Andara bersemu merah, dia belum pernah berpacaran, sekali nya punya pacar langsung di cium dibagian bibir.
Sungguh membuat hati gelisah, Andara tampak menikmati ciuman itu, namun Damar tidak demikian. Dia merasa bersalah pada Andra.
...Maaf, " Kata Damar pada Andara...
Maaf," kata Damar dalam hati, ia meminta maaf pada Andra karena keteledoran nya hingga mencium wanita lain.
...Tidak apa apa Mar, kita bisa lanjutkan lagi nanti " ucap Andara.....
Suasana jadi canggung bagi Damar, tapi tidak demikian dengan Andara.
Huuuhhh Untung saja tidak ketahuan papa. katanya dalam hati. Damar menyentuh bibirnya, lalu memejamkan mata dengan sedih.
...Maafkan aku sayang, aku tidak setia" bisiknya dalam hati. Tak terasa air matanya luruh.. Damar kecewa pada dirinya sendiri....
Bleb...
Seseorang mencekal Damar. Membekap mulutnya dengan tangan kosong, dan hendak membawa nya pergi.
__ADS_1
Damar berontak, ia takut dirinya menjadi korban selanjutnya dari konspirasi ini. Orang ini kuat sekali, dia tak mudah melepaskan diri.
jleb!! tiba-tiba gelap!!
...Dimana Damar?, Dia menghilang bagai ditelan bumi, pak Basri sudah marah marah. " kata Andara cemas....
Kecemasan nya melebihi rekan kerja biasa, kalian tau kan apa sebabnya?.
Pasti tau lah.. hehe
...Andara, beri tau temanmu itu, kalau suka menghilang begitu bisa saya pecat." umpat pak Basri...
...Iya pak, tadi sepertinya Damar sakit, mungkin membeli obat." Andara mencari alasan untuk Damar....
...Karyawan seperti kalian ini tidak boleh sakit tau?? Cari dia dan suruh keruangan saya. " pak Basri sudah tidak bisa menahan rasa marah....
Andara mencari Damar tapi tidak menemukan apapun. Dia lantas kerumah sakit tempat pak Dhanu dirawat.
Tanpa Andara sadari, beberapa pasang mata mengikuti nya hingga ke rumah sakit.
Siapa sebenarnya mereka? mereka itu sedang diselidiki disini..
__ADS_1
bersambung