
hari berganti hari, damar selalu membuat kan kopi untuk pak Harun, selaku bos di perusahaan medagro, di bawah pimpinan pak Handoko...
tidak ada yang berubah dari Sikap damar..
ia berlaku sesuai dengan intuisi nya saja...
damar tidak ingin ia ikut andil dalam rencana jahat siapa pun, bagaimana pun juga menuduh pak Handoko tanpa bukti juga bukan hal yang di benarkan..
karena itulah, obat yang selalu di berikan pak Basri pada nya selalu ia ganti dengan vitamin...
hati damar jauh lebih lega karena tidak di hantui rasa bersalah.. tidak seperti saat pertama ia bekerja di sini..
suatu ketika, damar seperti biasa, membuat kan kopi untuk pak Harun..
tak seperti biasanya, pak Harun ada di tempat saat ini, biasanya pak Harun jam segini masih di ruang rapat..
damar masuk ke ruang kantor bos..
membawa kan secangkir kopi..
tok tok tok
masuk" kata bos...
kopi pesanan anda pak" kata damar
akhirnya kamu datang juga, sudah lama saya tunggu...
silahkan pak..." damar menyajikan kopi di meja pak bos..
terima kasih, seperti nya kita pernah ketemu ya?
damar panik.
__ADS_1
. tentu saja sudah pak, saya bekerja disini..
oh iya, ada yang mau saya bicarakan dengan Anda" kata pak Harun selaku bos disini
Dengan saya?" damar heran
ya..." jawab pak Harun
($&5%%&-:$#&+8:"#5-+8:%$%--) -#;-;℅;℅;℅;
™:™::™;℅;℅\℅\℅\℅\℅\℅\℅\℅\℅
℅;℅ ℅[;℅;*;*;*;*!*;*
entah lah mereka ngomong in apa...
author juga belom bisa baca tulisan di atas...
****
ada, Nicho mau menjadi kan saya pacar nya, ucap Sisil
maksud saya tentang perusahaan,!" Yosan menuntut keseriusan Sisil saat ini, bukan candaan...
iya, pak Handoko berencana menjadikan Nicho pewaris perusahaan medagro, dan dia berencana ingin melengserkan pak Harun.." kata Sisil sambil memberikan sebuah berkas
wah.. cepat sekali kamu kerja nya, bagaimana kamu mendapatkan ini?" Yosan takjub
saya mencuri nya saat Nicho mengajak saya ke kantor...
Sisil, kamu hebat!!" puji Yosan
sekarang, mana imbalan saya?" kata Sisil menagih janji
__ADS_1
sabar sil, nanti aku kasih kamu saham di medagro..
terimakasih bos, saya permisi ya bos", Sisil meninggalkan Yosan karena takut ketahuan oleh orang lain..
***di lain sisi
ruang pertemuan Presdir..
pak Handoko dan klien nya tengah asik membicarakan proyek besar nya...
pak Burhan, adalah klien baru mereka..
mereka berencana membangun sebuah gedung dengan ketinggian 15 lantai...
rencana nya, gedung ini akan di fungsi kan sebagai perumahan bersusun..
karena kota Medan adalah kota besar, tak bisa dipungkiri bahwa penduduk di sini sangat padat di banding kota kota lain nya.
tapi pak Burhan, kita rahasia kan dulu proyek ini, jangan beritahu Harun perihal kerja sama ini," kata pak Handoko
kenapa pak??" pak Burhan heran
pak Harun sudah banyak berubah, dia sekarang sudah banyak pikun, dan suka bicara sendiri.. banyak proyek kami yang meleset setelah di pegang oleh pak Harun.. " kata pak Handoko
iya, saya juga sudah mendengar rumor itu, tapi saya tepis, saya tetap percaya kepada perusahaan ini karena saya sangat puas dengan kinerja perusahaan ini..." pak Burhan menjelaskan
__ADS_1
sangat di sayangkan, pak Harso tetap mempertahankan pak Harun selaku orang kepercayaan nya, saya sudah memanggil pak Harso kemari, agar beliau melihat sendiri apa yang terjadi di perusahaan... tapi masih saja tidak ada tindakan apa apa..
bersambung