
Suara dering alarm yang menunjukkan pukul 06.00 membuyarkan tidur nyenyak Alesia.
Tangannya berusaha menggapai nakas tempat alarm berbunyi.
"Pukul enam tepat ,15 menit lagi deh gue masih ngantuk", gumamnya menarik selimutnya kembali.
Dirinya tidak bisa tidur semalaman karena soal perjodohan yang selalu
terngiang-ngiang di kepalanya. Dia baru saja bisa tidur sekitar pukul 04.00.
"Mampus! gue telat", Alesia berteriak heboh dan menyibakkan selimutnya dan melemparkannya dengan asal karena sangking paniknya. Dia langsung berlari ke kamar mandi dan dengan secepat kilat dia mandi.
Alesia ketiduran lebih dari 15 menit dari apa yang dia ucapkan, dia malah bangun 06.30.
"Kan gue jadi telat bangun karena perjodohan itu", gumamnya menyikat giginya dengan tergesa-gesa.
"Mata gue mata panda nggak yah", gumam Alesia melihat wajahnya di cermin.
"Syukur deh kalo cuma sedikit mata pandanya", ujarnya lagi dan menyisir rambut panjangnya yang lebat.
Setelah semuanya beres dalam 20 menit itupun dia sudah mempercepatnya untuk bersiap siap. Itu semua gara gara kaos kakinya hilang satu dan mau tidak mau dia harus mencarinya.
Dia pun menuruni tangga kamarnya dan melihat sekelilingnya terlihat sepi. Dia hanya mendapati Bi Susi sedang beres beres bersama pelayan lain dan di meja makan terdapat nasi goreng telor ceplok kesukaannya dan segelas susu coklat.
"Bi Mommy di mana?", tanyanya melihat Nyonya Ema tidak biasanya tidak ada di meja makan duduk untuk menunggu dirinya sarapan.
"Nyonya sudah pergi bersama Tuan Non", jawab Bi Susi sang kepala pelayan di rumah itu.
"Sepagi ini?", tanya Alesia lagi,
"Iya Non", sahutnya,
"Kalo Bang Ken bibi liat tidak?", tanyanya lagi.
"Nak Ken sudah di garasi menunggu Nona dari tadi", jelas Bi Susi.
"Kalo gitu Lesia ke garasi yah Bi soalnya udah mau telat nih, dadah Bibi", ucapnya sembari melambaikan tangannya dan berlari ke arah garasi bertemu Ken.
"Non tunggu! sarapannya kenapa belum di makan", teriak Bi Susi berusaha mengejar Alesia.
"Bang ayo kita berangkat", ujarnya sesampainya di garasi.
"Lo udah sarapan belom?", tanya Ken memberikan salah satu helm terhadap adiknya itu.
"Udah", jawab Alesia sedikit ragu dan menyilangkan jari tengah dengan jari telunjuknya di belakang punggungnya.
"Kalo gitu ayo kita berangkat", ujar Ken menyalakan motornya. Alesia pun menaiki motor sportnya kakaknya itu dan tidak lupa dengan jaket yang terikat di pinggangnya.
"Ya ampun gue berbohong lagi, malaikat pencatat dosa maafin gue yah, gue cuma berbohong sedikit dan nanti setelah pulang dari sekolah gue bakal jujur deh ke Bang Ken maafin Lesia nan imut ini ", batinny di atas motor Ken.
"Non non non Alesia!", teriak Bi Susi sesampainya di garasi mencari Alesia. Bi Susi melihat kalau motor sport Ken tidak ada lagi di garasi itu memutuskan masuk kembali ke dalam rumah.
"Bi apa mereka sudah berangkat?", tanya Nyonya Ema tiba tiba, baru saja datang dari kantor. Sekarang ini dia menjadi sekretaris pengganti Lidia. Dan benar saja dia sudah bekerja dengan keras karena mereka meeting penting pagi pagi buta.
"Sudah nyonya", jawab Bi Susi sedikit gugup,
"Ada apa Bi kok gugup gitu?", tanya Nyonya Ema sedikit bingung dengan tingkah Bi Susi.
"Itu nyonya Non Alesia tadi tidak sarapan",
"Bagaimana bisa dia tidak sarapan, bagaimana jika maagnya kambuh lagi", ujar Nyonya Ema khawatir dan berusaha menelpon ponsel Ken tapi tidak bisa masuk. Bi Susi juga ikutan khawatir karena dia tahu kalau Alesia tidak sarapan perutnya akan sakit dan mungkin saja dia akan pingsan. Dan dia juga melihat sekilas wajah Alesia sedikit pucat seperti kekurangan tidur.
Alesia dan Ken sampai di sekolah tepat waktu. Alesia turun dari motor dan membuka helmnya. Para siswa dan siswi yang melihat kedekatan Ken dan Alesia langsung heboh. Mereka saling bisik bisik mengenai keduanya. Mereka tidak percaya kalau Ratu ZoNa mereka yang terkenal di sekolah itu lagi dekat dengan seorang cowok. Apalagi cowok itu yang notabennya siswa baru pindahan dari Jerman dan baru saja masuk ke sekolah itu satu hari dan ini adalah hari keduanya. Dan jangan lupa dia sudah menjadi salah satu cowok populer di sekolah itu beserta dengan para gengnya.
"Kok semua pada ngomongin kita yah?", tanya Ken heran berjalan beriringan dengan Alesia.
"Itumah udah biasa namanya juga seleb", sahut Alesia santai.
"Dih pede amat lo jadi seleb", ledek Ken,
"Jelaslah gue pede seleb kamar mandi" oceh Alesia dan mengakibatkan mereka berdua tertawa lebar. Alesia memegang tangan Ken serasa pasangan kekasih tapi sebenarnya tidak. Hal itu sontak menjadi bahan perhatian seluruh siswa dan menjadi perbincangan hot di sekolah itu.
Ara yang melihat kedekatan Ken dan Alesia mendengus kesal dia semakin geram.
"Gue bakal buat perhitungan sama lo dasar rubah licik", gumamnya menyunggingkan senyum liciknya.
"Gue setuju sama lo", timpal Elsa.
Alesia memasuki kelasnya dengan santai tidak seperti biasanya heboh.
"Hay guys", sapanya mendudukkan dirinya di kursinya dan membenamkan wajahnya ke meja. Zoya, Lia, dan Michi saling melirik dan bingung melihat gelagat Alesia yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Tumben lo 4 L (lemah, letih, lesu, loyo)?", tanya Michi heran membalikkan badannya ke arah Alesia.
"Gue kurang tidur semalam", sahutnya masih membenamkan wajahnya.
"Kok bisa? lo begadang lagi yah buat baca novel atau Drakor hayo ngaku", serbu Lia lagi yang duduk di mejanya menghadap Alesia.
"Pantesan mata lo ada panda pandanya", timpal Michi.
"Ck, mending lo berdua diem deh, gue lagi nggak mood dan gue juga lagi lapar nih", omel Alesia.
"Lo belom sarapan Les?", kali ini Zoya yang bertanya duduk di meja Alesia.
"Iya", jawabnya malas,
"Tapi kenapa?", tanya mereka bertiga serempak.
"Tau ahk nanti gue ceritain udah dibilangin jangan gangguin gue dulu", omel Alesia lagi.
"Ya udah deh", sahut ketiganya tidak menggangu sahabatnya itu.
"Kenapa tuh calon istri Lo Kiel?", bisik Arya yang sedari mendengar pembicaraan keempat gadis itu. Andika menarik kursinya ke sebelah Kiel dan Arya duduk di mejanya Kiel.
"Nggak tau", sahut Kiel cuek dan pura pura membuka ponselnya.
"Astaga ni anak sama calon istrinya tetap cuek aja", ujar Arya lagi.
"Kayak nggak tau aja lo tabiat Kiel", timpal Andika.
"Bodoh banget sih dia kenapa coba dia nggak sarapan? kalo perutnya sakit gimana? kalo sampai pingsan bagaimana", omel Kiel dalam hatinya, dia sebenarnya ingin menanyakan terhadap Alesia tapi gengsinya terlalu besar untuk hal itu.
Bel berbunyi menandakan masuk. Bu Ita selaku wali kelas XI MIPA 1 memasuki kelas itu.
"Pagi anak anak", sapa Bu Ita lembut,
"Pagi Bu", sahut para siswa bersemangat kecuali Alesia. Kalo Kiel jangan tanya kalian pasti tau bagaimana respon orang terdingin di kutub.
"Astaga suaranya lembut banget", bisik Arya terhadap Andika.
"Gue juga sepemikiran dengan Lo", imbuh Andika ikut berbisik.
"Baiklah, ibu selaku wali kelas kalian ibu ingin mengabsen kalian semua hari ini sampai besok juga akan dilakukan absen, tapi bedanya besok akan ada perombakan struktur dan juga pengurus di kelas ini, jadi ibu harap kalian besok akan hadir dan besoknya lagi kita akan mengadakan apel bersama kepala sekolah dan jangan lupa memakai seragam lengkap, apa kalian MENGERTI!!", jelas Bu Ita memberikan pengarahan.
"Mengerti Bu", sahut para murid di kelas itu.
"Diam", teriak Rezky selaku ketua kelas menertibkan seisi kelas itu. Dan para siswa lain langsung diam mendengar titah Rezky.
Sebenarnya Rezky melakukan hal itu untuk Alesia. Dia tahu kalau Alesia lagi nggak mood dan sepertinya kurang tidur dan butuh istirahat sebentar.
"Tumben galak banget tuh si Rezky", ujar Michi.
"Namanya juga ketua kelas", imbuh Lia.
"Bro gue punya kabar gembira", ucap Ken lantang tiba tiba memasuki kelas Alesia dengan santai dan diikuti dengan Randy yang sibuk dengan gadgetnya. Dan siswa yang lain tentu saja kesenangan karena kedatangan kedua orang itu. Termasuk Zoya.
"Mampus gue Bang Ken datang, ngapain juga sih dia kesini", gumam Alesia menutupi wajahnya dengan buku catatannya.
"Kabar apaan?", tanya Arya kepo,
"Blackpink bentar lagi bakal konser di negara ini", ujar Ken bangga dan mendudukkan dirinya di sebelah Andika.
"Seriusan lo", ujar Arya terkejut,
"Seribu serius malahan",
"Kalo gitu lo pesan tiket aja", usul Andika ikut bersemangat.
"Tenang, kalo itumah urusan gue", ujar Ken.
"Dasar fanboy cap badak", ledek Randy.
"Iri bilang bos!!!" sorak ketiganya.
"Sorry, bos nggak bakalan iri dengan bawahannya", ucap Arya.
Seketika Andika, Arya, dan Ken menghajar Randy dengan pukulan ringan.
"Btw adek lo kenapa Ken lesu lesu gitu kayak nggak makan satu abad?", tanya Arya sehabis acara pukulannya terhadap Randy. Ken yang di tanya langsung mencari keberadaan adik kesayangannya itu.
"Emang adek gue kenapa?", tanya Ken lagi.
"Ye gue nanya malah lo nanya balik gimana sih", ucap Arya jengkel.
__ADS_1
Karena penasaran Ken mendekati meja Alesia.
"Mampus gue, bang Ken mau kesini lagi ", batin Alesia harap cemas.
"Les lo kenapa?", tanya Ken masih halus,
"Nggak kenapa kenapa kok hehehe, mending lo balik lagi ke sohib sohib lo deh", ujar Alesia masih menutup wajahnya dengan buku.
"Lesia, orang lagi ngomong tatap matanya", ucap Ken jengkel. Alesia menurunkan sedikit buku di bawah kelopak matanya.
"Turunin bukunya Lesia, masa iya lo baca buku kebalik kan aneh", ujar Ken. Alesia memutar bukunya dan benar apa yang dikatakan Ken bukunya terbalik. Betapa malunya dirinya dan sekarang dia tidak bisa lari lagi dari intimidasi Ken.
"Muka lo kenapa pucat gitu?", tanya Ken. Nah kan apa yang ditakutkan Alesia terjadi.
"Gue nggak papa kok beneran", sahut Alesia gugup dan jarinya membentuk huruf V.
"Masa", Ken tidak percaya begitu saja apa yang dikatakan Alesia. Dia memegang kening adiknya itu.
"Badan lo hangat, lo yakin baik baik aja", tanya Ken lagi.
"Beneran gue nggak papa kok" bantah Alesia menganggukkan kepalanya.
"Gue tau lo berusaha boong, mending lo jujur sama gue", ucap Ken dengan suara sedikit meninggi. Alesia pun semakin takut mendengar suara Ken dan berusaha lari dari situasi ini tapi tidak bisa. Siswa lain pun berbisik bisik mengenai Ken dan Alesia.
Alesia yang selalu risih di dekat para cowok dan tidak takut dengan para cowok malahan dia selalu membentaknya jika dia melihat ada yang mendekatinya ataupun menyakiti para cewek. Tapi berbeda kali ini, dia takut dekat dengan cowok apalagi statusnya masih anak baru.
"Woii!!!! lo anak baru jangan paksa Alesia gitu bukannya dia bilang dia baik baik aja, memangnya siapa lo sok perhatian banget sama dia", ujar Rezky geram terhadap Ken. Cintia yang melihat Rezky mementingkan Alesia dari dirinya menatap tajam ke arah Alesia.
"Mending lo diam lo nggak tau apa apa", bentak Ken terhadap Rezky. Nyali Rezky pun menciut mendengar bentakan Ken. Dan suasana kelas itupun hening nan mencengkam.
"Sekarang gue tanya sama lo baik baik, kenapa muka lo pucat gitu?", tanya Ken berusaha selembut mungkin. Karena dia tahu gadis di depannya itu tidak suka dibentak.
"G gue cuma sakit perut karena PMS kok beneran", ucap Alesia sedikit takut takut.
"Lo yakin sakit perut karena PMS?", ucap Ken.
"Seratus persen yakin",
"Tapi gue nggak yakin lo sakit perut karena PMS", ucap Ken dan itu membuat Alesia tersentak kaget. Bagaimana bisa abangnya itu tau jika dia sekarang sakit perut bukan karena PMS.
"Asal lo tau gue selalu pantau jadwal PMS lo, dan lo baru saja selesai PMS awal bulan lalu dan sekarang pertengahan bulan dan lo bilang lo lagi PMS, jangan ngaco masa iya lo PMS dua kali dalam satu bulan", jelas Ken. Alesia terkejut bukan main bahkan jadwal PMSnya saja Ken tahu apalagi soal pribadinya yang lain.
Seisi kelas pun terkejut mendengar penjelasan Ken. Mereka tidak percaya kalau Ken bisa mengetahui tentang hal yang bersifat pribadi Alesia.
Kiel dan yang lainnya alias anggota geng yang lain tidak kalah terkejut. Tapi mereka memakluminya karena Ken adalah seorang kakak yang selalu pesimis dan overprotektif jika menyangkut adiknya.
"Bagaimana lo tau kalo jadwal PMS gue udah selesai awal bulan lalu?", tanya Alesia heran.
"Iyalah gue tau, gue selalu memantau jadwal lo dari aplikasi jadwal PMS wanita", ucap Ken.
"Aishhhh ni Abang malu maluin amat sih", batinnya kesal.
"Cih dasar cowok mesum, bahkan jadwal PMS Alesia lo tau bagaimana yang lainnya", cibir Rezky yang sedari bungkam.
"Udah gue bilang lo mending diam lo nggak tau apa apa, dan satu lagi gue bukan cowok mesum ngerti nggak lo", bentak Ken lagi karena sangking kesalnya.
"Gue nggak percaya kalo lo nggak cowok mesum buktinya lo tau soal Alesia bahkan sampai hal pribadinya", ujar Rezky tidak kalah tinggi karena geram.
Ken yang semakin kesal dan geram hendak melabrak Rezky tapi di tahan Andika dan Arya.
"Tahan bro", ucap Arya terhadap Ken.
"Dan lo juga, apa yang dia katakan itu benar harusnya lo diam, lo nggak tau apa apa", ucap Andika terhadap Rezky.
"Cih dasar segerombolan mesum", sinis Rezky.
"Bukan segerombolan mesum tapi segerombolan serigala", ujar Arya jengkel.
Saat perdebatan Arya dan Rezky terjadi ponsel Ken berdering.
"Mommy", gumam Ken melihat nama kontak yang sedang meneleponnya.
"Mommy nelpon", batin Alesia gemetar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay Puput kembali lagi
jangan lupa like, komen dan kalau bisa favorit juga yah, maaf kalau ceritanya gaje.
salam sehat 💪
__ADS_1
GBU😇