Kulkas 35 Pintu

Kulkas 35 Pintu
Jenguk 2


__ADS_3

"Kata sandinya apa dek?", tanya Ken berusaha membuka ponsel Alesia.


"Ketek bang Ken lebih mulus daripada mukanya", sahut Alesia enteng dan mengundang gelak tawa di ruangan itu.


"Yang benar aja Jubaedah", kesal Ken.


"Kata sandinya Lesia syantik",


"Dih pede amat lo syantik", oceh Ken.


"Emang kenyataannya",


"Emang iya sih tapi sayang nggak ada akhlaknya sama abangnya sendiri", sindir Ken.


"Parah lo ngatain gue", Ken tidak menyahutnya.


"Kata sandi ponsel lo Kiel apaan?", tanya Ken kini terhadap Kiel.


"Aku mencintainya", sahutnya santai dan menyenderkan kepalanya ke sofa dan menutup matanya.


"Ni orang ada gesreknya juga yah", batin Alesia melirik ke arah Kiel yang lagi memejamkan matanya.


"Btw lo masih sakit perut nggak?", tanya Michi.


"Lo telat nanya, nggak liat apa tadi gue udah cape lari lari ngejar tuh orang", ujar Alesia menunjuk ke arah Ken dengan dagunya.


"Ye gue cuma nanya doang jawabnya pake acara ngengas segala", imbuh Michi sedikit kesal dan memakan cemilan yang di depannya yang baru saja di sediakan oleh Bi Susi.


"Bang Ken sih, udah dibilangin gue nggak kenapa kenapa tapi dia tetap maksa pulang ke rumah untung nggak jadi ke rumah sakit, emang dasar Abang pesimis plus overprotektif", ketusnya dengan nada judesnya dan kembali mengundang gelak tawa di ruangan itu. Bahkan pelayan lain yang mendengar itu ikut tertawa.


"Judes banget sih lo jadi cewek", kesal Ken.


"kalo judes namanya memang cewek tapi kalo bencong itu namanya cowok setengah cewek", ejek Alesia dan tertawa.


"Untung adek kalo kagak udah gue lempar lo ke samudra Pasifik sana", kesal Ken.


"Udah dibilangin itu buat kebaikan lo, gue nggak mau lo kenapa kenapa", imbuhnya lagi.


"Ululuuuuuu abangke lagi ngambek, jangan ngambek dong gue ngerti kalo abang tamvanku ini sayang banget sama gue", hibur Alesia dan tertawa lagi.


"Nih ponsel lo", Ken mengembalikan ponsel Alesia. Dan Ken juga mengembalikan ponsel Kiel.


"Dari tadi lo cek apaan pake acara lama segala", ujarnya heran selepas menerima ponselnya kembali.


"Buka aja, dan yang lainnya buka ponselnya juga", ujar Ken melipat tangannya di atas kepalanya dan menyenderkan badannya ke sofa.


"Jodoh gue siapa? perasaan gue nggak SV nih nomor", ujar Alesia melihat kontak ponselnya.


"Orang di samping lo", Alesia melihat ke arah Kiel dan tiba tiba kaget.


"What! yang benar aja, nggak bisa namanya itu kulkas 35 pintu", ucap Alesia dan mengganti nama kontaknya lagi.


"Buset dah, ini grup apaan", ujar Arya melihat aplikasi WA nya. Dia melihat grup baru terpampang di layar ponselnya namanya "Group psikocak and kang gibah internasional 😎".


"Itu grup kita semua, dan poto yang barusan di ambil Randy kirim aja ke group itu", ucap Ken.


"Aishhhh ngapain ungkit yang itu lagi sih", kesalnya lagi.


"Yah kuota gue abis", ujar Randy terlihat sedikit kesal di wajahnya.


"Ken kata sandi Wi-Fi lo apa?", tanya Randy karena kuotanya tiba tiba habis karena keasyikan main game.


"Wi-Fi gue lagi ada masalah dan sekarang lagi proses perbaikan", jawab Ken.


"Bukannya lo punya dompet digital yah, ngapain minta Wi-Fi segala kan bisa langsung bayar", ujar Arya.


"Dompet digital gue ada di ponsel satunya lagi dan ketinggalan di apartemen lagi di cas", sahut Randy dan Arya hanya menjawab ber oh ria saja.


"Hotspot dari ponsel gue aja mau nggak bang Rand?, kebetulan kuota gue bakal habis malam ini padahal masih banyak lagi yang sisa banyak", ujar Alesia memberikan ide.


"Boleh juga tuh, lumayan gue lagi naikin rangking gue", ujar Randy menyetujui ide Alesia.


"Nama jaringannya apa?", tanya Randy,


"100+5\=",


"Kata sandinya?",


"Hitung Bambang", sahut Alesia santai.


"Loh kok nggak bisa padahal gue udah hitung dan jawabannya itu nggak salah", ujar Randy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Emang bang Randy isi kata sandinya apa?", tanya Alesia berusaha menahan tawanya.


"Nih yah, seratus tambah lima sama dengan itu seratus lima, terus gue masukin jawabannya tapi anehnya jawaban gue salah", ujar Randy seperti orang linglung.


"Kata sandinya hitung Bambang", ujar Alesia berusaha mengatakan kata sandinya.


"Udah gue hitung sebenar benarnya Quenntina Alesia Devandra", ujar Randy sedikit kesal. Alesia tertawa melihat perubahan mimik wajah Randy yang terlihat kesal karena kena prank akibat ulahnya.


"Malah ketawa lagi",


"Kau tau bang kata sandinya itu"HITUNG BAMBANG", ucap Alesia masih tertawa.


"Ya gue kena prank", yang lainnya ikut tertawa akibat ulah Alesia.


Kiel membuka matanya dan terus menatap Alesia dengan lekat. Meskipun begitu tidak ada yang menyadarinya karena mereka hanya fokus mendengar ocehan Alesia.


"Thanks, gue lanjut game dulu", ujar Randy kembali lagi seperti tadi sedikit cuek.


"Bentar ada yang kelupaan lagi, gue mau minjam power Bank lo Ken",


"Punya gue lagi dipinjam nih bocah", sahut Ken menunjuk ke arah Alesia menggunakan dagunya.

__ADS_1


"Ada di kamar gue", imbuh Alesia.


"Ambilin gih", pinta Ken terhadap Alesia yang lagi sibuk makan cemilan.


"Gue lagi mager bolak balik naik tangga", sahutnya santai,


"Dasar tukang mageran", cibir Ken berlari ke arah tangga.


"Woiiii bang Ken, awas aja kalo kamar gue berantakan akibat ulah lo cari PB", teriaknya lagi.


"Iya iya cerewet lo", sahut Ken dari atas tangga.


"Les!", panggil Zoya,


"Ada apa?", sahut Alesia,


"Kita bertiga masak hotdog buat cemilan kita nanti yah", pinta Zoya dan diangguki oleh Lia dan Michi.


"Gue ikut dong", rengek Alesia,


"Nggak bisa, mending lo diam aja disitu duduk manis, daripada lo ikut bisa bisa dapur jadi kapal pecah nantinya akibat ulah lo yang kelewat ceroboh", tolak Lia.


"Tapi kan,,,,"


"Nggak ada tapi tapian", potong Michi dan mereka bertiga melenggang pergi menuju dapur.


"Aishhhh" Alesia mendengus kesal.


"Ar, Rand, Dika, Ki", teriak Ken dari arah kamar atas.


"Apaan" sahut ketiganya selain Kiel.


"Kita main game di kamar gue yok", ajak Ken masih berteriak.


"Asyik nih kita mabar", ujar Andika bersemangat.


"Yoi", sahut Arya ikut bersemangat.


"Kiel lo ikut nggak?", tanya Andika,


"Nggak", sahut Kiel cuek menyenderkan kepalanya ke sofa dan menutup matanya lagi.


"Terserah lo deh", timpal Arya,


"Les kita ke atas dulu yah", ujar ketiganya bersamaan dan berlari menuju ke arah kamar Ken.


"Menyebalkan", oceh Alesia memakan kerupuk kentangnya dengan wajah kesal sambil memeluk wolfi.


"Berisik", ujar Kiel dingin masih memejamkan matanya.


Alesia melihat ke arah Kiel yang sedang asyik tiduran dengan wajah kesalnya.


"Memangnya kenapa kalau gue berisik salah gitu", omel Alesia.


"Kalau lo tau mending diem", ujar Kiel lagi dengan nada datarnya membuat Alesia semakin kesal.


"Lo", jawab Kiel enteng masih memejamkan matanya.


"Itu tau kalo ini rumah gue, tapi nyuruh gue diem emangnya lo siapa nyuruh nyuruh gue diem situ anak presiden nggak kan pacar gue ya kagaklah apalagi suami gue jelas jelas nggak mungkin", omel Alesia karena sangking kesalnya.


"Hm", sahut Kiel malas membenarkan cara sandarannya dan menarik sudut bibirnya sedikit melengkung hampir tidak terlihat alias tersenyum tipis.


"Aishhhh gue ngomong panjang lebar dia cuma jawab hm doang, emang yah dasar kulkas 35 pintu benar benar menyebalkan", oceh Alesia menyandarkan punggungnya dengan kasar ke sofa dan mengerucutkan bibirnya.


"Dasar cewek rempong", batin Kiel menahan tawanya.


Di dapur


"Btw kita mau masak apa?", tanya Michi dengan polosnya.


"Udah dibilangin mau masak hotdog Michi syantik", ujar Zoya menahan kesabarannya.


"Hehehe sorry gue lupa", cengir Michi.


"Makanya otak lo barcabang bercabang jangan pendek melulu", ujar Lia menunjuk kening Michi dengan jari telunjuknya karena sangking geramnya.


''Iya iya gue minta maaf, tapi nggak gitu juga caranya", omel Michi mengusap keningnya.


"Mending lo ambil bahan bahan yang lain dari kulkas dan Lia urus yang lainnya dan gue urus yang ini", perintah Zoya dan memegang beberapa sosis di tangannya.


"Asyap kapten", sahut mereka berdua kompak.


"Maaf non, mending non Zoya non Lia dan non Michelle duduk aja bersama non Alesia biar saya aja yang memasak hotdognya", ucap Bi Susi tidak enak hati karena membiarkan ketiganya berkutat di dapur.


"Ayolah Bibi, Bibi seperti baru kenal kami saja bukannya kami sudah terbiasa melakukan hal ini", ujar Lia meyakinkan Bi Susi.


"Tapi Bibi tidak enak hati saja, sekarang pekerjaan bibi sudah selesai semua, tidak mungkin bibi membiarkan kalian bertiga memasak sedangkan bibi tidak melakukan apa pun", ujar Bi Susi tulus dari hatinya.


"Ayolah Bi, biarkan kami melakukanya kami tidak masalah kok malahan kami senang melakukannya", imbuh Michi.


"Nah sekarang, lebih baik bibi istirahat pasti bibi lelah karena bekerja seharian dan ini biar jadi pekerjaan kami bibi boleh melarangnya", timpal Zoya sedikit ancaman.


"Tapi kan,,,,"


"Ayolah bibi,," pinta mereka bertiga dengan senyum semanis mungkin.


"Baik baiklah bibi tidak akan melarangnya lagi tapi kalau ada apa apa tolong beritahu ke bibi dan juga satu lagi hati hati jangan sampai kena panas ataupun kena pisau tangannya" Bi Susi memberikan nasihat kepada ketiganya karena dia sudah menganggap ketiganya seperti anaknya sama seperti Alesia dan Ken. Dan mungkin para sohibnya Ken ikut juga terdaftar sebagai anak Bi Susi hehehehe 😂.


"Baiklah bibi", sahut ketiganya dan melanjutkan kegiatannya masing masing.


Di kamar Ken


"Ayo ayo sedikit lagi", teriak Arya memainkan PS nya dengan heboh.

__ADS_1


"Kirim kirim ke arah gue, Rand terima bolanya", ucap Andika tak kalah hebohnya.


"Awas awas di belakang lo Rand", teriak Ken


"Sedikit lagi", timpal Randy.


Dan goollllll,,,,,,,,,


Mereka berempat bersorak bersama dan saling berpelukan satu sama lain karena bola masuk ke dalam salah satu gawang alias gawang lawan. Yap mereka bermain bola menggunakan PS.


Sementara di ruang tamu


"Bosan", gumam Alesia yang terlihat jengah padahal hanya masih 10 menit dia ditinggalkan bersama Kiel di ruang tamu.


"Wolfi enaknya ngapain yah mommy mu ini bosan", Alesia berbicara terhadap anjing kesayangan itu tapi hanya dibalas gonggongan si Wolfi.


"Lo ngomong sama Anjing?", tanya Kiel datar membuka matanya dan membenarkan cara duduknya lagi dan beralih menatap ke arah Alesia.


"Kenapa? memangnya ada masalah buat lo", ketusnya melirik ke sumber suara.


"Nggak", sahut Kiel enteng dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Lah terus kenapa nanya gitu ke gue?", tanya Alesia lagi mengerutkan keningnya.


"Salah?", Kiel balik bertanya dengan kata kata simpelnya dan menaikkan salah satu alisnya.


"Ya nggak salah juga sih kalo lo nanya, tapi yah aneh aja dari cara bicara lo gitu, nanya serasa lo ledekin gue gitu", ujar Alesia.


"Ck, sostoy", sahut Kiel datar dan mengambil salah satu Snack di depannya.


"Yang bener tuh sotoy bukan sostoy Bambang", ujar Alesia sedikit kesal Kiel tidak menggubrisnya dia sibuk dengan Snack di tangannya.


"Ya! itu Snack gue kenapa lo makan", teriaknya tiba tiba karena dia baru sadar kalau Snack yang di makan Kiel adalah Snacknya.


"Gue lapar", sahut Kiel enteng,


"Tapi nggak Snack gue juga yang lo embat masih banyak yang lain", oceh Alesia tidak terima Snacknya dimakan.


"Ohk", sahut Kiel dingin,


"Ihhhhh nyeselin banget sih lo jadi cowok", ujar Alesia dan mencubit lengan Kiel karena sangking geramnya.


"Lo sentuh gue jari lo patah", ujar Kiel dingin sedikit mengancam.


"Gue nggak takut sama lo", tantang Alesia bukannya takut dia malah menantang Kiel si psikopat.


"Benar benar menarik" batin Kiel menikmati cubitan Alesia yang tidak seberapa itu. Setelah mencubitnya Alesia melipat kedua tangannya di dadanya yang masih kesal dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Dasar kekanak-kanakan", cibir Kiel dengan nada datarnya dan mengambil salah satu Snack lagi.


"Apa lo bilang barusan?", sontak Alesia mengalihkan pandangannya ke arah Kiel lagi.


"Lo budek", sahut Kiel dengan santainya,


"Dasar cowok nyebelin lo, gue sebal sebal sebal sama lo, gue doain lo bakal cinta mati sama gue bahkan sampai bucin akut", cerocos Alesia spontan karena sangking kesalnya.


"Ucapan adalah doa", ujar Kiel datar dengan nada mengejek.


"Bodo amat", sahut Alesia mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya lagi.


Kiel hanya terkekeh geli melihat tingkah Alesia.


"Tunggu bentar", ucap Alesia tiba tiba menghadapkan wajahnya ke arah Kiel.


Spontan Kiel menaikkan salah satu alisnya mendengar penuturan Alesia.


"Kok lo tiba tiba banyak ngomong yah sama gue padahal sama yang lainnya irit banget bahkan dalam satu harian gue bisa hitung pake jari beberapa kali lo ngomong dan bahkan kata kata yang keluar dari mulut lo juga bisa gue hitung", ujarnya karena heran Kiel banyak bicara terhadapnya meskipun itu masih terkesan dingin.


"Nggak tau", sahut Kiel dingin masih sibuk dengan Snack keduanya.


"Aishhhh lo cuma jawab gitu doang padahal gue ngomong panjang lebar",


"So gue harus bilang wow gitu",


"Nyenyenye lo bener bener nyebelin",


"Tadaaaa,,,,,, hotdognya sudah jadi", teriak Michi dan membawa beberapa piring yang isinya hotdog.


"Lama banget sih cuma masak hotdog doang", ketus Alesia.


"Lo pikir masak hotdog itu mudah kayak lo pikirin", omel Lia.


"Syukur syukur kita masakin hotdog buat lo, ini kagak lo malah ngoceh", ujar Zoya meletakkan salah satu piring.


"Iya iya gue minta maaf", sahutnya.


"Btw yang lainnya pada kemana?", tanya Michi mengedarkan pandangannya mencari Ken, Arya, dan Randy.


"Bentar gue panggilin",


"Ehem tes tes, ABANGKE, RARAND, ANA, RYA, BURUAN TURUN MAKANANNYA SUDAH JADI!!!!", teriak Alesia menggema di ruangan itu.


"Sejak kapan nama gue jadi nama cewek", gumam Andika mendengar teriakkan Alesia.


"Gila nama keren gue jadi nama cewek", timpal Arya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay Puput balik lagi


jangan lupa like, komen, dan kalau bisa favorit juga yah.


salam sehat 💪

__ADS_1


maaf ceritanya garing alias gaje


GBU🤗


__ADS_2