
"Dah lah, mending kita pulang aja keburu sore nanti", Zoya memakai helmnya dan sudah bersiap menyalakan mesinnya.
"Sekarang masih pukul dua belas tepat sore darimananya", sahut Lia tengah mencari kunci mobilnya dalam tasnya.
"Dek, lo balik sama mereka dulu yah gue ada perlu soalnya", ujar Ken berusaha membujuk adik manjanya itu.
"Nggak, gue mau balik sama lo bang", tolak Alesia dengan nada cemberut.
"Gini aja, mending lo nebeng sama Kiel aja dulu kalo lo nggak mau sama mereka",
Takkkk,,,,,,
"Sakit dek kenapa lo mukul lengan gue",? rintih Ken memegang lengannya yang baru saja dipukul Alesia.
"Rasain emang enak. Lo sih bang masa iya gue pulang sama kulkas berjalan yang ada gue diturunin di tengah jalan nantinya. Terus dia pasti bawa motornya pake ngebut banget", jelas Alesia melirik Kiel yang terlihat santai santai saja.
"Tau darimana lo?",
"Jelaslah gue tau dari tampang tampangnya secara dia itu dingin berkelas kadang ngeselin tingkat dewa suka jitak jidat gue terus narsisnya tinggi banget setinggi pohon bambu dan dia sering bilang gue jelek", jelas Alesia dengan muka masam.
"Hahahaha,,,,, jelek", Alesia menatap tajam Arya yang tengah menertawai dirinya.
"Santai mbak jangn liatin gue segitunya, ntar matanya lepas liat muka ganteng gue", ujar Arya percaya diri menyisir rambutnya menggunakan jarinya membuat Alesia pura pura ingin muntah.
"Lo berasal dari mana sih dek, kok gue bisa punya adek kayak lo", ujar Ken heran dengan pemikiran Alesia.
"Dari timun mas", Ketusnya, mengundang gelak tawa antara mereka.
"Gue nggak punya waktu", ujar seseorang dengan datar nan dingin memberikan kode terhadap teman temannya agar urusan mereka cepat selesai.
Beberapa pasang mata beralih melihat arah sumber suara yang tentu saja pemiliknya si dingin kelas kutub. Kiel yang sudah bosan duduk di kursi parkiran akhirnya menaiki motornya dan memberikan kode terhadap teman temannya.
"Dek gue pergi dulu, mending lo ikut dengan mereka pulang ke rumah", saran Ken mengacak-acak pucuk rambut Alesia.
"Nggak mau, maunya bang Ken yang nganterin gue", Alesia memanyunkan bibirnya dan terlihat sangat menggemaskan.
"Lo ikut kita aja Les", ujar Lia mengajak Alesia yang tengah cemberut.
"Nggak mau", tolaknya,
"Ck, drama",
"Apaan sih kulkas", Kiel menatap datar ke arah Alesia yang juga tengah menatapnya dengan tajam.
"Nggak mau tau, pokoknya gue mau ikut lo mau kemana kalo nggak gue telpon Daddy biar lo dimarahin Daddy", ancam Alesia mengeluarkan ponselnya.
"Coba aja gue nggak takut", tantang Ken menatap remeh adiknya itu.
"Oke siapa takut",
Derrrrrttttt,,,,,,,,
Suara ponsel berbunyi mengalihkan perhatian seluruh anggota rapat di ruangan itu. Tuan Johan melirik ke arah ponselnya dan melihat nama yang tertera yang tengah menelponnya "Princess manja Daddy".
Tuan Johan menggeser tombol hijau dan mendapatkan suara cempreng yang amat dikenalinya.
'Daddy!!!!!! bang Ken jahat, dia nggak mau nganterin Lesia pulang huaaaaa,,,,,,' adunya ke Tuan Johan. Ken menepuk jidatnya melihat adiknya yang suka membesar besarkan masalah padahal masalahnya hanya masalah sepele. Ketiga sahabatnya hanya tertawa lebar karena mereka tahu sifat Alesia bagaimana. Dan yang menjadi daya tarik adalah kedua teman Ken yaitu Arya dan Andika melongo tidak percaya akan salah satu sifat Alesia ini. Dan Randy dia diam diam merekam perbincangan telepon Alesia dengan Daddynya. Sedangkan Kiel, dia entahlah yang jelas ada perubahan di wajah datar Kiel sedikit.
Sedangkan di lain tempat, Tuan Johan menjauhkan ponselnya dari kupingnya yang terasa bergeming akibat ulah Alesia yang berteriak histeris. Dan beberapa anggota rapat yang melihat reaksi Tuan Johan hanya menahan ketawanya. Termasuk Tuan Rangga Aditama sendiri ikut tertawa kecil melihat reaksi Tuan Johan dan juga mendengar suara cempreng Alesia dari ponsel Tuan Johan yang volumenya dia sengaja dibesarkan.
"Princess Daddy kenapa? kok nangis kayak anak kecil", tanya Tuan Johan lembut mengeluarkan nafasnya panjang. Nyonya Ema yang mendengar itu tersenyum kecil sekaligus menatap nyonya Risa yang tersenyum juga padanya. Nyonya Risa ikut menghadiri rapat karena menemani sang suami tercintanya dan sekaligus menemui calon besannya.
'Daddy liat bang Ken, masa iya Lesia disuruh pulang ke rumah sama sahabat Lesia, padahal rumah mereka lumayan jauh dari rumah kita Dad',
"Loh memangnya Abang kamu mau kemana? kenapa nggak nganterin princess Daddy pulang?",
'Nah itu dia Dad, kata Bang Ken dia ada urusan penting makanya dia nggak mau nganterin Lesia pulang. Padahal Lesia juga pengen ikut Bang Ken mau kemana tapi nggak dibolehin',
"Ya udah kalo nggak dibolehin Abang kamu, pulangnya mending sama sahabat princess aja kan mudah",
__ADS_1
'Lesia nggak mau, pokoknya ikut Bang Ken. Daddy tau nggak, Bang Ken bilang aku pulangnya sama kulkas kalo nggak sama sahabat Lesia. Bayangin coba gimana rasanya naik motor bareng kulkas',
"Kulkas!", beo Tuan Johan melirik ke arah istrinya yang juga terlihat kebingungan dengan ucapan Alesia barusan. Sedangkan Tuan Rangga sendiri mengerutkan keningnya mencari tahu siapa kulkas yang dimaksud calon menantunya itu.
'Ituloh Dad, cowok yang pernah Lesia ceritain ke Daddy. Namanya Kiel salah satu penghuni bumi berjenis alien dengan muka datar ngeselin Dad', jelas Alesia mengundang gelak tawa yang ada di ruangan rapat itu. Bahkan Tuan Rangga yang terkenal wajah datar tertawa lebar mendengar penuturan Alesia barusan.
"Gue nggak tau gimana reaksi Ayah dengerin yang tadi", gumam Kiel dalam hatinya menatap datar ke arah Alesia yang juga tengah menatap dirinya dengan wajah menyebalkan.
"Itu anak orang loh nggak boleh gitu", ujar Tuan Johan menasehati berusaha menahan tawanya.
'Biarin Lesia nggak peduli',
"Yaudah kalo gitu, Daddy tutup dulu yah kerjaan Daddy masih banyak",
'Tunggu dulu ihhhh,,,,, tunggu marahin dulu bang Kennya siap itu tutup dulu',
"Iya iya nanti Daddy marahin Abang Kennya, tapi sekarang Daddy tutup dulu yah, kalo soal pulang ke rumah princess Daddy ikut sama Lia atau Michele atau Zoya aja yah",
'Tapi dad,,,,,'
"Lesia princess Daddy", tekan Tuan Johan dan membuat si penelepon mengurungkan niatnya untuk tetap memaksa ikut dengan Ken.
'Iya iya Dad, Lesia nggak maksa ikut bang Ken lagi', ujarnya sedikit merasa bersalah karena sudah memaksa kehendaknya. Alesia sangat tahu saat Daddynya mengucapkan kata kata itu dia tidak boleh lagi membantah sedikit pun.
"Good girl",
Tutttt,,,,,,
"Gimana, lo tetap maksa ikut gue?", Alesia menggelengkan kepalanya membuat Ken tersenyum senang.
"Makanya jangan bantah mulu, udah dibilangin nggak boleh. Lagian kalo lo ikut di sana lo bakal mati karena kebosanan dan juga di sana kebanyakan cowok dan jenis kaum cewek nggak ada", jelas Ken dengan muka seserius mungkin agar adiknya itu percaya.
"Iya iya gue nggak maksa lagi", ujarnya terpaksa dengan muka masam.
"Nah gitu dong dari tadi",
"Ya udah gue pulangnya bareng mereka, lo jangan lama lama rumah sepi kalo kagak ada lo jahilin gue",
"Thank you", moodnya seketika berubah karena adanya ATM itu.
"Asik nih kita bakal shopping guyssss,,,,," teriaknya heboh bersama ketiga sahabatnya.
"Skincare gue datang menjemput dirimu", ujar Michi berteriak heboh.
"Hiyaaaa,,,, gue nggak sabar beli tiket buat nonton bioskop", ujar Lia kegirangan.
"Akhirnya koleksi sneaker gue bertambah", timpal Zoya yang juga ikut kesenangan.
"Guys,,,, kuy kita shopping besar besaran habisin duit Abangkuhhhh yang tersayang", Alesia memeluk ketiga sahabatnya dan bersorak.
"Kuyyyy", teriak ketiganya dan tertawa lebar dan memasuki mobil Lia. Sedangkan Zoya sendiri dia tidak memakai motornya karena Randy baru saja meminjamnya entah kemana.
"Dasar cewek gila shopping, kenapa juga spesies cewek ada di muka bumi ini bikin ribet aja", oceh Ken memakai helmnya bersiap siap ke tempat tujuan mereka.
"Adek lo cewek juga Bray jangan lupa. Lo sindir spesiesnya berarti lo udah nyindir dia juga", ujar Arya menyalakan mesin motornya.
"Gue nggak bakal hilang ingatan kalo soal adek gue spesies cewek bro",
"Dasar kalian berdua, emang mereka apa dikatain spesies", ujar Andika menutup helmnya.
Ngenggggg,,,,,,
"Gila si Kiel ninggalin kita", ujar Arya melongo melihat motor Kiel melesat kencang.
"Ayo kejar dia", ujar Randy menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi dan diikuti motor Ken dan Andika dari belakang.
"Tungguin gue woiiii,,,,,," teriak Arya memakaikan helmnya dan menancapkan gas motornya dengan kecepatan tinggi.
...----------------...
__ADS_1
Motor sport Kiel dan juga yang lainnya memasuki hutan belantara yang lebat jauh dari pusat kota. Kelima anak SMA itu memarkirkan motor sportnya di depan sebuah mansion yang luarnya terlihat sangat menyeramkan seperti rumah hantu. Dan di luar mansion itu ada sekitar 10 orang penjaga pintu masuk mansion berperawakan badan besar dan juga tinggi.
"Selamat datang King", ucap seluruh penjaga itu dan membungkukkan badannya. Dan hanya orang tertentu saja yang bisa melihat secara langsung wajah Kiel dan juga para sahabatnya yaitu orang yang bener benar mereka percayai.
"Hm", sahut Kiel dan juga yang lainnya tanpa ekspresi sedikit pun. Mereka memasuki mansion itu dan saat pintu Mansion itu terbuka lebar tampaklah ruangan yang mewah yang dihiasi barang barang mahal juga elektronik yang canggih mengelilingi mansion itu. Dan juga senjata api canggih dan senjata lainnya berjejer menghiasi ruangan itu.
Mereka menyusuri Mansion itu dan berjalan ke arah ruang tanah. Pintu ruang tanah yang terlihat kokoh dan kuat dilapisi bahan bahan yang tahan banting tidak ada yang bisa masuk sembarangan orang ke dalamnya. Ruangan bawah tanah yang dibuat khusus tempat rapat penting dan juga rencana strategi perlawanan musuh. Karena tempat itu jauh di pelosok hutan belantara dan yang paling penting adalah musuh mereka tidak dapat mendeteksi keberadaan mereka.
Saat pintu terbuka seluruh mata tertuju kepada mereka.
"Lama tidak jumpa para jagoan", sapa Tuan Johan dengan senyuman ramahnya.
"Salam om Johan", sapa mereka semua dan juga kesemua orang yang ada di ruangan itu.
"Ibu", Kiel mendekati Nyonya Risa dan memeluknya.
"Putra Ibu baik baik saja kan?", tanya Nyonya Risa mengelus punggung putranya itu dengan penuh kasih sayang.
"Seperti yang ibu lihat sekarang", ujar Kiel berbicara panjang. Sifat dinginnya akan sedikit encer kalau sudah bersama wanita pertama yang sangat dia cintai itu.
"Hey kau calon menantu Mommy, apa kau tidak mau memeluk calon mertuamu ini juga", ujar Nyonya Ema sedikit menyindir melipat kedua tangannya.
"Mommy", Kiel beralih memeluk Nyonya Ema yang akan sebentar lagi akan menjadi mertuanya itu.
"Ternyata anak beruang kutub Mommy sudah besar", ujar Nyonya Ema membuat Kiel terkekeh kecil dan yang lainnya tertawa. Kiel terkekeh kecil karena dia sangat tahu arti makna anak beruang kutub itu bagi calon mertuanya itu.
"Baiklah, putra sulung Devandra telah dilupakan, kalau begitu diriku ini ingin menangis dipojokkan menunggu seseorang memelukku", sindir Ken melihat Nyonya Ema yang terkekeh kecil.
"Sudah sudah, sekarang kita sudah berkumpul lengkap di sini dan tujuan awal kita disini adalah menjalankan rencana yang sudah telah disepakati bersama dan kita akan kita melakukannya sekarang dengan cara yang sangat hati hati agar tidak membahayakan nyawa calon menantuku QUEENTINA ALESIA DEVANDRA", jelas Tuan Rangga dengan wajah serius dan suara yang khas serak, berat, dan datar seperti biasanya.
...----------------...
Tok,,,, tokkkkk,,,,
Seseorang mengetuk pintu kaca mobil para geng Alesia perawakannya lumayan besar beberapa tato di lengannya dan yang paling parah wajahnya yang menyeramkan.
"KELUAR!!!!!!", perintah orang itu berkali kali mengetuk pintu kaca mobil itu. Geng Alesia tidak mengenali siapa orang itu yang jelas tadi mobil orang itu barusan menyalip mobil Lia secara tiba tiba.
Alesia membuka kaca jendela mobil dan keluar. Saat dirinya keluar tiba tiba kedua tangannya dicegat ke arah belakang tubuhnya dan mulutnya ditutupi dengan sapu tangan. Sontak hal itu membuat Zoya, Lia, dan Michi naik pitam dan keluar dari mobil terburu buru.
"Lepasin sahabat kita dasar bajing*n", umpat Zoya mengejar orang itu sebelum Alesia dimasukkan ke dalam mobil orang asing itu.
"Hmppp,,,,, hmpppp", Alesia meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya.
"Woiiii,,, penculik lepasin sahabat kita", Lia mencengkeram erat lengan sang penculik itu dan mengeram kesakitan.
"Gila berani beraninya lo culik dia padahal lo seorang diri", oceh Michi ikut mencengkeram lengan sang penculik itu.
"Om apa itu tidak berlebihan, aku takut Lesia kenapa kenapa nantinya", ujar Andika sedikit khawatir dengan ide Tuan Rangga. Semua orang yang ada di ruangan itu tengah menyaksikan kejadian yang sekarang ditimpa Alesia dan juga teman temannya melalui layar lebar yang terpampang di dinding. Tuan Rangga sengaja mengirim beberapa drone yang terpasang kamera untuk merekam kejadian itu. Bukan hanya itu Tuan Rangga juga sengaja mengirim sekitar 10 orang mengawasi tempat kejadian itu.
"Bilang aja lo khawatir dengan Lia takut kenapa kenapa", sindir Arya dan mendapatkan tatapan elang Andika.
"Tidak usah khawatir gadis itu tidak akan kenapa kenapa dan juga dengan teman-temannya, karena semua sudah direncanakan dengan matang matang", bukan Tuan Johan yang menyahut melainkan Tuan Johan sendiri.
"Kau pasti bisa calon istriku", gumam seorang pria dengan tatapan datar menatap layar lebar itu.
Sedangkan di tempat lain,,,,,,
"Selidiki siapa orang asing itu?", titah seorang pria dengan tatapan tajamnya dan juga dengan baju kebesarannya yang berwarna serba hitam. Dan segelas minuman wine merah ada di tangan kirinya. Dia tengah melihat kejadian yang menimpa Alesia sekarang ini melalui sebuah iPad milik asisten pribadinya.
"Baik Tuan", sahut asisten pribadinya dengan suara khas dinginnya dengan badan membungkuk.
"Kuharap rencana ini bisa berjalan lancar", gumam asisten pribadi orang misterius itu tetap setia memandang iPad yang ada di depan tuannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay makasih banyak udah mampir 😊
Jangan lupa like, komen, dan kalau bisa favorit juga yah
__ADS_1
Salam sehat 💪
GBU🤗