
Bugggghhhh,,,,,,,
Satu tonjokan Zoya layangkan ke wajah penculik itu dan membuatnya merintih kesakitan. Alesia memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan dirinya. Dia menyiku perut si penculik dan menginjakkan kakinya. Setelah itu Alesia berlari ke arah para sahabatnya yang sudah bersiap melawan balik sang penculik.
"Huh,,, selamat", Alesia mengelus dadanya sesampainya di belakang punggung para sahabatnya.
"Sialan", umpat si penculik itu dan melayangkan tinjunya tonjokan andalan terhadap Zoya tetapi ditangkisnya dengan baik.
"Ayo lawan gue lagi", tantang Zoya memasang kuda kudanya.
Terjadilah aksi tonjok menonjok antara Zoya dan si penculik itu. Lia dan Michi yang tidak tinggal diam akhirnya memilih membantu Zoya dari arah belakang sekalian menjaga Alesia. Mungkin dari arah berlawanan akan datang penculik lain makanya keduanya lebih fokus berjaga jaga di belakang. Alesia mengamati aksi pertarungan sahabatnya dengan penculik itu, dia merasa ada yang aneh dengan cara bertarung penculik itu.
"Stoopp!!!!", Alesia menghentikan aksi Zoya yang hendak memukul area organ vital si penculik.
"Kenapa?", tanya Lia bingung.
"Kalo gue bilang stop ya stop", omel Alesia masih menatap Zoya yang juga tengah menatapnya seakan akan menjelaskan tindakan Alesia barusan.
Zoya melepaskan cengkeramannya dari kerah baju penculik itu dengan kasar. Si penculik itu bernafas lega dan menjatuhkan tubuhnya di atas jalanan untuk mengambil oksigen sebanyak banyaknya.
Kiel dan juga yang lainnya yang berada di ruangan itu heran. Kenapa Alesia tiba tiba memberhentikan aksi bertarung barusan padahal sebentar lagi penculik asli akan mewujudkan dirinya.
Sedangkan di tempat lain, orang misterius itu juga sedikit bingung akan tindakan Alesia barusan.
"Apa yang dilakukan gadis kecil itu", gumam orang misterius itu dalam hatinya meminum sisa wine di gelasnya.
"Menjengkelkan", gumam asisten orang misterius itu di hatinya dengan raut wajah kesal.
"Gue rasa dia nggak niatan jahat", ujarnya spontan berjalan mendekati si penculik itu dengan sedikit ragu ragu.
"Maksud lo?", tanya Michi mengerutkan keningnya.
"Paman, apa Paman baik baik saja?", tanya Alesia lembut mengulurkan tangannya. Ketiga sahabatnya saling menatap satu sama lain.
"Mampus, apa dia tahu kalo paman itu bukan penculik beneran", gumam Zoya dalam hatinya sedikit gelisah.
"Mati gue, kalo dia sampe tau", batin Lia menepuk jidatnya.
"Habislah gue, bisa bisa Lesia marah besar kalo dia sampai tau", ujar Michi dalam hatinya mengigit jari kuku telunjuk kanannya.
"Ini semua gara gara bang Ken", umpat ketiganya dalam hatinya menyalahkan Ken.
Haachii,,,,,,
"Mampus gue, kalo si Lesia sampai tahu", Ken merasa gelisah di tempat duduknya sekalian mengelap ingusnya yang baru saja keluar akibat bersin.
Sang Mommy yang melihat putranya sedang dilanda gelisah menenangkannya dengan cara mengelus punggungnya karena itu adalah cara ampuh untuk menenangkan Ken.
"Apa peduli mu", ketus si penculik menangkis tangan Alesia dengan kasar tetapi si empunya tangan menampilkan senyum manisnya.
"Aku tahu sebenarnya Paman tidak berniat mencelakai diriku", ujarnya mengundang kegugupan di dalam diri sang penculik.
"Apa Nona Alesia tahu semuanya", keringat dingin mulai bercucuran di kening sang penculik itu.
"Habislah sudah", Arya menepuk keningnya karena rencana mereka terancam terbongkar.
"Tidak, rencana kita akan dengan sendirinya berjalan mulus", ujar Kiel tersenyum devil seakan tahu apa yang akan terjadi.
"Apa maksudmu boy?", tanya Tuan Rangga meminta penjelasan perkataan Kiel barusan.
"Kita lihat saja", ujarnya lagi tersenyum licik di wajah datarnya.
"Apa yang dipikirkan dia", itulah kata kata yang dipikirkan oleh mereka yang ada di ruangan itu. Meskipun beberapa kali bertanya terhadapnya tetapi jawaban akan tetap sama keluar dari mulut Kiel. Jadi mereka harus melihat apa yang akan terjadi nantinya.
"Apa maksudmu anak kecil?", tanya si penculik dengan suara sangar.
"Huh, jangan panggil aku anak kecil paman namaku Alesia anak perempuan paling cantik nan lugu di komplekku", ujarnya mengibaskan rambutnya dengan percaya dirinya.
__ADS_1
"Seseorang tolongin gue dari tempat ini", ujar Michi berpura pura menangis.
"Lo dibuat pake bahan apa sih Les?", rasanya Zoya ingin menangis melihat tingkah Alesia satu ini.
"Ohk itu, gue dibuat pake 8 sendok makan tepung terigu, 7 sendok makan gula pasir,8 sendok makan mentega yang dicairkan,1 sendok teh pengemulsi SP, 3 butir telur ayam, 1 sachet susu putih bubu,1 sachet vanili", ujarnya dengan wajah polos nan menyebalkan.
"Tolongin gue huaaaaa,,,,, gue tersesat", ujar Lia mengeluarkan air matanya.
"Darimana lo tau Les hiksss,,,,," tanya Zoya ingin tertawa tapi takut dosa jadi dia memilih keduanya antara menangis dan tertawa.
"Dari bang Ken", ucapnya polos,
"Mommy tolong masukin Lesia ke perut Mommy lagi hiksss,,,," ujar Ken mengusap wajahnya dengan kasar beberapa kali.
"Mas! apa dia benar benar putri kita?", tanya Nyonya Ema ingin menangis tapi ingin juga tertawa. Sedangkan Tuan Johan dia menarik nafasnya beberapakali dan mengeluarkannya dengan selembut mungkin.
"Kapan kau mengatakan itu pada dia Ken?", tanya Tuan Rangga yang ikut ingin menangis tetapi ingin juga tertawa.
"Sejak usianya 7 tahun Om", sahutnya ingin menangis.
"Bro, kalo lo mau buat debay sama istri lo kelak ingat resepnya yah", ujar Randy menepuk pundak Kiel yang tengah seperti kehabisan kata kata.
"Nih resepnya udah gue tulis", Arya menyodorkan secarik kertas putih dengan judul resep sesat ala Alesia.
"Kalo soal bahan biar gue yang urus", ujar Andika dengan wajah gimana yah tidak bisa dikatakan lagi.
Sedangkan di tempat lain orang misterius itu tidak sengaja menjatuhkan gelas wine nya saat mendengar perkataan konyol Alesia barusan. Dia tidak menyangka gadis kecil itu masih memiliki otak sepolos itu. Sedangkan asistennya dia ingin sekali keluar dari tempat itu juga.
"Gue nggak nyangka cewek yang baru aja gue tembak tadi siang otaknya polos amat", gumam salah satu penculik asli yang selalu memata-matai Alesia yang sedang bersembunyi sempurna mengamati Alesia dan juga para sahabatnya.
"Gue nggak tau apa itu benar atau nggak, tapi yang gue tau adalah gue diciptakan Tuhan melalui Mommy dan Daddy dengan kasih sayang yang besar terhadap diri gue, karena Tuhan tau gue istimewa bagi orang yang menyayangi diri gue dengan tulus", ujar Alesia dengan senyum manisnya.
Semua orang merasa nyaman dengan kata kata Alesia barusan terutama Kiel sendiri.
"Dah lah, gue nggak punya waktu buat ngoceh, kita punya tamu sekarang ini",
"Dih nggak nyadar dari tadi dia sendiri yang ngoceh mulu", oceh Michi dengan wajah masam.
"Paman, aku meminta maaf karena tadi teman temanku memukul paman", ujarnya tulus membuat si penculik semakin gugup.
Ketiganya saling pandang menatap bingung ke arah Alesia dengan dilanda gelisah.
"Dasar bodoh, aku ini penjahat bagaimana bisa kau meminta maaf disaat aku berusaha menculikmu",
"Karena aku tau Paman tidak ada niatan lain untuk menculikku ataupun mencelakaiku",
"Apa maksudmu anak kecil?",
"Paman ingin tahu apa maksudku, dengar baik baik Paman. Pertama, saat Paman ingin mencengkeram lenganku dengan kuat aku merintih kesakitan dan saat itu juga Paman melonggarkan cengkeraman itu. Kedua, saat Paman menutup mulutku dengan sarung tangan, saat itu juga aku hampir kehabisan oksigen dan Paman sengaja menutup mulutku kembali tetapi tidak dengan hidung. Ketiga, saat Paman ingin memasukkan ku ke dalam mobil, Paman memegang kepalaku yang hampir kepentok. Dan terakhir, saat Paman bertengkar dengan Zoya sahabatku, Paman sengaja memukul organ keras tidak organ vital yang menyebabkan lawan mainnya sekarat", jelasnya panjang lebar dengan senyuman manisnya. Ketiga sahabatnya mematung mendengar penjelasan Alesia karena semuanya itu benar. Bahkan saat Zoya memukul penculik itu dia sengaja menghindar dari organ vital.
Bahkan Tuan Rangga sendiri pun mematung mendengar penjelasan calon menantunya itu barusan. Sedangkan Kiel dia menyunggingkan senyuman kecilnya.
"Bagaimanapun kau tahu?", tanya penculik itu yang nama aslinya adalah Pak Aldo panggilan sehari harinya.
"Karena aku memiliki feeling yang kuat Paman",
"Feeling seorang Quenn", gumam Kiel dalam hatinya.
"Ternyata ini semua jebakan", ujar orang misterius itu memberikan wine baru yang baru saja diminumnya habis.
"Apa rencana Tuan selanjutnya?", tanya sang asisten orang misterius itu dingin.
"Ikuti permainannya", senyuman jahat terbit di wajah orang misterius itu.
"Masuk perangkap", batin sang Asisten itu tersenyum kecil saat Asisten mengabari komplotan penculik asli untuk melancarkan aksinya. Namanya Mike asisten andalan dan juga tangan kanan orang misterius itu. Tidak hanya Asisten Mike tetapi juga Jack sebagai asisten pribadi musuh terbesar keluarga Devandra dan juga Aditama.
Prokkk,,,,,, prokkk,,,,,
__ADS_1
"Feeling lo hebat juga QUEENTINA ALESIA DEVANDRA", ujar salah satu anggota komplotan penculik asli itu dengan topeng di wajahnya. Mereka sekitar 6 orang dan salah satu di antara mereka memakai pakaian dan topeng yang berbeda antara mereka.
"Tentu saja VENO", ujar Alesia tersenyum manis memiringkan kepalanya. Sedangkan penculik asli yang merasa namanya Veno mematung di tempatnya.
"VENO", beo ketiga sahabatnya saling pandang dengan sejuta pertanyaan bersarang di otaknya.
"Lo pasti terkejut kenapa gue tau nama lo", Alesia berjalan santai ke hadapan yang bernama Veno itu sedangkan anggota yang lain sudah gemetaran jangan sampai bos mereka marah kalau rencana mereka gagal untuk menculik Alesia.
"Biar gue jelasin", ujarnya tepat di hadapan bernama Veno itu sekitar jarak 3 meter.
"Nama lo Veno anak dari Pak Mamat di jalan gang xxxx, pekerjaan ayah lo kuli bangunan dan ibu lo udah lama sakit dan baru saja sembuh setelah operasi. Lo sekolah di tempat yang sama dengan gue di sekolah galaxy internasional school dan kelas lo di sebelah kelas gue XI IPS 5. Ohk iya, tadi siang lo baru aja nembak gue jadi pacar lo tapi gue tolak sampe sampe Abang gue lo pukul", jelas Alesia masih dengan senyum manisnya tapi senyumannya itu ada sedikit berbeda dari biasanya.
"Da darimana lo tau tentang gue semuanya", tanya Veno dengan tatapan tajam ke Alesia setelah membuka topengnya yang selama ini menutupi wajahnya saat melakukan aksinya.
"Benar benar Veno", ujar Lia menutup mulutnya.
"Darimana? gue tau sendiri. Asal lo tau, sejak gue masuk kelas 7 SMP lo selalu memata-matai gue dari kejauhan.Terus pas gue kelas 9 lo makin merajalela mata-matain gue, setiap gerakan gue lo lapor ke bos brengsek lo itu. Dari situ juga gue berinisiatif mengikuti lo dan tujuan lo mata-matain gue. Waktu itu gue nggak sengaja denger lo nelpon sama bos bajingan lo itu, gue baru tau kalo tujuan lo mata-matain gue karena butuh uang buat operasi ibu lo. Tapi bos lo nggak punya hati itu malah membentak terus memberikan harapan palsu buat lo",
"Di situ juga lo pengen rasanya bunuh diri karena nyawa ibu lo terancam. Karena gue merasa iba gue mutusin pulang ke rumah gue tanpa jemputan sengaja jalan kaki. Karena gue tau lo cuma mata-matain gue bukan celakain gue sebelum usia gue 17 tahunan, entah apa tujuannya. Saat lo tengah frustasi kayak zombie nggak punya semangat hidup, selagi ada kesempatan gue manfaatin buat ikutin sampe rumah lo",
"Jadi lo bener bener ngikutin gue dari belakang kayak penguntit", semburat amarah terpancar dari mata Veno.
"Gue nggak ada niatan jadi penguntit malah lo yang mata-matain gue kayak penguntit. Gue cuma penasaran aja, sebenarnya apa yang terjadi di keluarga sampe lo mata-matain gue", sanggah Alesia dengan nada jengkel.
"Jangan bilang kalo yang biayain operasi ibu gue secara diam diam itu lo", Veno memicingkan matanya mengintimidasi Alesia.
"Bener", sahut Alesia menganggukkan kepalanya.
"Tapi kenapa?", tanya Veno menaikkan intonasi suaranya.
"Kan,,,,,"
"Gue nggak pernah sekalipun butuh bantuan lo dan gue nggak butuh dikasihani siapapun, tapi kenapa lo bantuin gue hah!", ujar Veno merasa tidak ada harga dirinya.
"Gue nggak maksud apa yang lo pikirkan Ven, tapi gue niat tulus bantu lo. Karena apa? karena sebagai ucapan terimakasih gue ke lo karena pernah nolongin gue dari preman waktu lo menguntit gue pulang sekolah sendirian",
Degggg,,,,,
"Dia masih ingat", gumam Veno dalam hatinya.
"Ck, bilang aja lo mau pamer kalo lo anak orang kaya sedangkan gue anak orang miskin, dasar sombong", elak Veno tidak mau termakan dengan kata kata Alesia.
"Heh, dasar biawak komodo gue nggak suka yah dikatain sombong ataupun pamer. Udah dibilangin gue tulus nolongin ibu lo tapi lo malah nuduh gue sembarangan", balas Alesia tidak terima.
"Lo pikir gue bodoh, sama sekali nggak. Gue tau tujuan lo kenapa lo baik ke gue, lo sengaja kan baik ke gue biar gue merasa diri gue ini nggak berguna dan anak miskin. Terus lo bisa nginjak diri gue karena lo terlahir kaya nggak pernah ngerasain apa yang gue rasain sekarang ini. Asal lo tau hidup gue hancur karena lo diam diam biayain operasi ibu gue, harusnya gue bukan lo yang biayain", ujar Veno menggebu-gebu sedikit sesak di dadanya ingin menumpahkan semua air matanya.
Plakkkkk,,,,,,
"Jangan pernah sesekali pandang gue dengan sebelah mata, harusnya lo tau mana yang tulus daripada MUNAFIK. Dan lo nggak perlu ngomentari kalo gue terlahir kaya karena lo nggak tau bagaimana gue hidup sampai sekarang ini. Dan gue lebih tau bagaimana sakitnya dulu waktu keluarga kecil gue menderita daripada lo",
"Dan satu lagi, meskipun gue terlahir kaya bukan berarti itu milik gue selamanya, KARENA SEMUA ITU BAKAL MUSNAH. Yang harusnya lo sombongin itu adalah KELUARGA LO YANG BENAR BENAR MENYAYANGI LO",
"Dan yang paling utama itu adalah, lo merasa nggak berguna di saat orang lain memberikan tumpangan tangannya buat bantuin lo dengan tulus PADAHAL ITU SEMUA JAWABAN TUHAN ATAS DOA LO BUAT KELUARGA KECIL LO SENDIRI!!", ucap Alesia menggebu-gebu dengan emosi yang tidak bisa ditahannya lagi menunjuk wajah Veno yang tengah dilema menggunakan jari telunjuknya.
"HARUSNYA LO TAU GIMANA CARANYA BERTERIMAKASIH DAN BERSYUKUR",
Alesia berjalan membelakangi Veno setelah puas mengeluarkan kata katanya yang mungkin membuat Veno tersinggung ataupun dilema. Di saat Alesia berjalan dengan langkah kelima, tiba tiba suara tembakan pistol terdengar menggema di tempat itu.
Dorrrrrrr,,,,,,
"ALESIA!!!!",
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like, komen, vote dan favorit juga yah.
Maaf telat update Jangan marah marah lagi yah.
__ADS_1
Salam sehat 💪
GBU🤗