Kulkas 35 Pintu

Kulkas 35 Pintu
Maag kambuh 2


__ADS_3

"Halo Mom", ucap Ken melirik ke arah Alesia.


'Halo sayang, apa di sekolah baik baik saja? ' tanya Nyonya Ema khawatir di seberang telpon sana.


"Baik kok Mom, kenapa Mommy tanya gitu?", tanya Ken lagi.


'Mommy hanya khawatir saja dengan adikmu' ujar Nyonya Ema.


"Memangnya ada apa dengan Lesia Mom?", tanya Ken menyelidik, dia tahu kalau Alesia lagi berbohong terhadapnya. Jadi dia memilih Mommynya yang menjelaskan ada apa yang sebenarnya terjadi terhadap adik manjanya itu.


'Adik kamu tadi pagi tidak sarapan, Mommy khawatir kalau maagnya kambuh lagi Mommy takutnya dia pingsan nantinya' jelas Nyonya Ema dengan nada khawatir.


"Sudah gue duga", batinnya dan mengisap wajah tampannya dengan kasar.


"Mommy tenang aja Ken akan jaga Lesia agar tidak sampai pingsan dan menyuruhnya makan di kantin nanti Mom", ucap Ken sedikit frustasi.


'Kalau begitu Mommy tutup telponnya dulu soalnya Mommy mau meeting dulu sama Daddy kamu, jangan lupa jaga adik nakalmu itu dan juga jangan sampai kamu membentaknya dengan kasar ya Ken' ucap Ema memberikan nasihat.


"Akan Ken usahakan Mom", batinnya.


"Baik Mom, kalau begitu Ken tutup dulu telponnya", ucap Ken menyudahi perbincangannya dengan Ema.


"Sebenarnya apa hubungan anak baru itu dengan Alesia", batin Rezky yang penasaran dengan Ken. Kiel yang mendengar hal itu tidak berkutik dia hanya diam dan melanjutkan menonton adegan selanjutnya.


"Bukannya tadi pagi lo bilang udah sarapan ke gue pas di garasi? tapi Kenapa Mommy bilang lo belum sarapan, jawab Lesia jangan buat gue marah", bentak Ken terhadap Alesia.


"Lo udah duluan marah marah bang sebelum lo bilang jangan buat lo marah, bahkan kalo lo marah muka lo mirip Buto ijo seram banget", batin Alesia masih keadaan takut. Kiel yang mendengar hal itu tetap diam.


"Bahkan lo boong kalo lo sakit perut akibat PMS tapi sebenarnya nggak, lo sakit perut karena maag lo kambuh", lanjutnya lagi masih dengan nada tinggi.


"Apa sih lo pikirin Lesia?", tanya Ken sedikit frustasi.


"Ini semua gara gara perjodohan itu bang, huaaaaa,,,,,, kan gue jadi kena marah bang Ken kan", batin Alesia. Kiel hanya menatap datar ke arah Alesia mendengar suara hatinya itu, entah apa yang dipikirkannya hanya Tuhan dan author yang tau eitss maksudku hanya dia, author juga nggak tau apa yang dipikirkannya 🙄.


"Buset baru kali ini gue liat si Ken marah seseram itu", ujar Andika kaget melihat amarah Ken.


"Ho'oh gue juga, bahkan si Alesia hampir nangis dibuatnya", timpal Arya.


"Namanya juga Abang pesimis plus overprotektif terhadap adiknya", ujar Randy.


"Gila seram banget kalo bang Ken marah", ujar Lia berbisik terhadap Michi.


"Bahkan bulu kuduk gue merinding liatnya", timpal Michi melihat pergelangan tangannya.


"Astaga gue baru tau kalo bang Ken lagi marah seram banget", ujar Zoya dalam hatinya.


"Aku mohon maafin aku kak, aku boong sama kakak jangan marah lagi yah ke Lesia", ucap Alesia mengeluarkan air matanya.


"Tolong siapapun bebasin gue dari situasi ini huaaa,,,,,,,,, gue takut diterkam nih harimau", batin Alesia harap cemas. Kiel ingin tertawa mendengar itu tapi ada rasa kasihannya juga tapi dia memilih tetap diam.


Yang lainnya alias seisi kelas yang mendengar Alesia berbicara formal tidak seperti biasanya memakai lo gue tersentak kaget. Apalagi dia menangis sekaligus memohon agar tidak dimarahi lagi. Dan satu lagi dia memohon dengan mengatakan kakak terhadap Ken. Dan itu membuat seisi kelas yang belum mengetahui siapa Ken sebenarnya bertanya tanya ada apa dengan hubungan Alesia dengan Ken, kenapa mereka sangat akrab sampai segitunya.


Ken yang mendengar permohonan adik kesayangannya itu langsung luluh. Dia tidak tega melihat Alesia menangis seperti itu. Apalagi yang membuatnya menangis adalah dirinya.


Ken keluar dari kelas dengan perasaan marah, tidak tega, kesal, geram semuanya tercampur seperti gado gado.


"Kayaknya Kak Ken marah banget sama aku", lirih Alesia sedih masih berbicara formal.


"Masukin buku lo semua ke dalam tas", ucap Ken tiba tiba setelah sekian lama keluar dari kelas dan kembali lagi.


Alesia hanya menurut dia tidak berani bertanya kenapa dia harus memasukkan bukunya ke dalam tas.


"Maafin kakak udah bentak kamu tadi", lirih Ken sungguh sungguh sembari membantu Alesia memasukkan bukunya. Para siswa lain pun terkejut kembali mendengar Ken berbicara formal dan berbicara lembut terhadap Alesia.


"Kakak!", ucap Alesia mengangkat wajahnya ke atas dan mengeluarkan cairan bening dari mata indahnya karena terharu.


"Udah jangan nangis lagi, kakak mau ajak kamu ke suatu tempat", ucapnya lembut.


"Kemana kak?", tanya Alesia merasa mendingan sehabis menangis tadi.


"Ada deh", ucap Ken hendak keluar dari kelas.


"Kita mau bolos kak?", tanya Alesia bingung.


"Nggak",


"Terus kita mau kemana kalo nggak bolos?",


"Kita akan ke rumah sakit, lo udah dapat ijin dari guru BK barusan", jelasnya.


Ken sebenarnya keluar dari kelas untuk menemui guru BK untuk minta ijin pulang duluan. Dia ingin membawa Alesia ke rumah sakit takut terjadi apa apa dengan lambung Alesia. Kenapa tidak ruang UKS? dia menganggap kalau peralatan ruang UKS kurang memadai dan di rumah sakit lebih aman saat memeriksa Alesia.


"Ke rumah sakit!", sentak Alesia


"Hm", sahut Ken santai.


"Lesia nggak mau ke rumah sakit kak, Lesia takut terhadap tempat itu", rengeknya berusaha mencegah niat kakaknya itu.


"Tapi kan,,,,,,,"


"Nggak ada tapi tapian pokoknya Lesia nggak mau ke rumah sakit titik koma titik, nggak ada koma, bersegel tidak terbuka, terkunci kuncinya ilang, punya password alias sandinya, kata sandinya sangat rahasia", ujar Alesia kesal.


"Keras kepala banget nih cewek untung adek gue kalo kagak udah gue kasih sama Clara cantiknya King biar diterkam habis", batinnya jengkel dan Kiel terkekeh kecil mendengar suara hati Ken yang terlihat kesal itu.


"Iya iya nggak jadi ke rumah sakit deh tapi kamu tetap ikut kakak ke suatu tempat", ujar Ken.

__ADS_1


"Kemana? nggak ke rumah sakit kan?", tanya Alesia sedikit curiga.


"Udah dibilangin nggak, pokoknya lo harus ikut kalo nggak kakak bakal marah lagi seperti tadi", ujar Ken sedikit mengancam.


"Iya deh Lesia mau ikut Kak Ken", pasrah Alesia daripada dia mendapatkan amukan harimau dari Ken lagi lebih baik menurut saja.


Ken menggendong tas punggung Alesia dengan satu tangan dan hendak melenggang keluar dari kelas.


"Kak!", teriak Alesia lagi.


"Ada apa, apa ada yang ketinggalan lagi?", tanya Ken membalikkan badannya.


"Gendong", ucap Alesia dengan manjanya dengan puppy eyes andalannya merentangkan kedua tangannya.


"Astaga tuh bocah mudah amat balik moodnya", ujar Arya heran melihat perubahan mood Alesia.


"Nggak bisa nolak kalo gini caranya", batin Ken.


Kiel yang melihat hal itu hanya memejamkan matanya beberapa kali dan ada sedikit perubahan di wajah datarnya.


"Ya ampun kenapa dia bisa menggemaskan seperti itu, gue tidak mau tahu dia bakal jadi milik gue", batin Rezky tetap memandang ke arah Alesia. Kiel yang mendengar hal itu menggertakkan rahangnya dan mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaganya dia menatap tajam ke arah Rezky.


"Jangan mimpi", batin Kiel dengan senyum smirknya.


"Dik, Kok bulu kuduk gue merasa merinding yah", bisik Arya mengusap tangannya.


"Gue juga merasakan hal yang sama kayak lo, gue merasa di ruangan ini ada syetannya", imbuh Andika berbisik melihat sekelilingnya.


"Itu bukan syetan", bisik Randy tiba tiba,


"Terus apa dong?", tanya mereka berdua bersamaan.


"Sepertinya King lagi marah pada seseorang dan aura pembunuhnya keluar", ucap Randy santai.


"Jangan bercanda", ujar Arya tersentak kaget mendengar kata kata Randy.


"Gue nggak lagi bercanda, coba lo berdua liat arah tatapan mata tajam king mengarah Rezky", ujar Randy dan keduanya melihat ke arah Kiel dan mengikuti arah tatapan mata tajam Kiel.


Glekkk,,,,,,


"Buset dah tajam banget tuh tatapan king", ucap Arya,


"Badan gue serasa termutilasi sangking tajamnya", timpal Andika,


"Bisa ae lo", ucap Randy dan Arya serempak.


"Naik", ucap Ken menyadarkan punggungnya. Alesia pun menurut dan naik ke atas punggungnya Ken.


"Bro gue nitip tas gue yah", ujar Ken terhadap sohib sohibnya.


"Guys gue balik duluan yah", ujar Alesia terhadap para curut.


"Ngapain lo balik kita kan ingin ke suatu tempat", ujar Ken.


"Meskipun kita nanti pergi ke suatu tempat tapi ujung-ujungnya pasti balik juga bang ke ruamah gimana sih", ujar Alesia sedikit kesal.


"Iya juga yah", gumam Ken memikirkan kata kata adiknya itu.


"Dasar manusia terunik tadi nangis minta dimaafin sekarang moodnya balik lagi dengan mudahnya meskipun belum seutuhnya sih", batin Ken.


"Sana lo kalo bisa jangan balik lagi ke sini", canda Michi.


"Jahat", ujar Alesia pura pura marah.


"Les, sebelum lo pergi gue mau nitip salam ke penghuni Mars yah", ujar Michi cengengesan.


"Gue juga mau nitip salam ke penghuni Pluto", timpal Lia ikut ketawa kecil.


"Kalo gue mau nitip salam ke penghuni matahari", imbuh Zoya.


"Asyap gue pasti kirim salam lo sekalian gue juga mau nitip salam ke penghuni sarang lebah di hutan", ucap Alesia cengar-cengir.


"Nah itu udah bagus tetap dibudayakan otak gobloknya", ucap Lia cengar-cengir.


"Dasar segerombolan para cewek cewek aneh", ujar Arya mendengar kata kata konyol para geng Alesia.


"Ngak papa aneh yang penting cantik", timpal Andika menatap Lia.


"Dasar, itu mulu pikiran lo", cibir Arya,


"Namanya juga normal", ujar Andika santai.


"Ken gue juga mau nitip sesuatu ke lo", teriak Arya terhadap Ken yang hendak keluar dari kelas menggendong Alesia.


"Apa lagi sih?", tanya Ken kesal.


"Gue mau nitip martabak telor dong", ujar Arya.


"Kalau gue martabak sultan yang coklatnya banyak yah", timpal Andika.


"Gue martabak asin", ujar Randy.


"Kalian pikir gue pengantar makanan apa seenak jidat lo nitip makanan ke gue", kesal Ken.


"Kalo lo Kiel?", tanya Andika ke Kiel tidak mempedulikan ocehan Ken.

__ADS_1


"Nggak ada", ujar Kiel datar nan dingin.


"Dasar kulkas 35 pintu nggak cape apa pasang muka datar gitu mulu pengen gue brush tuh muka biar ada kusut kusutnya", batin Alesia kesal melihat tingkah Kiel yang super dingin. Kiel mendengar ocehan recehnya hanya menatap datar ke arah Alesia dan itu membuatnya salting.


"Astaga itu manusia kenapa liatinnya segitunya sih sama gue kan gue jadi salting jadinya huaaa,,,,,," batin Alesia membenamkan wajahnya di punggung Ken.


"Bang kita jadi pergi nggak nih!", ujar Alesia masih membenamkan wajahnya.


"Ya jadilah masa nggak", sahut Ken heran melihat tingkah Alesia.


"Terus kenapa belom pergi juga", ujar Alesia sedikit kesal.


"Aishhhh sabar napa bawel amat sih",


"Ohk iya titipan lo bertiga gue bakal urus itu tapi kalian mending datang ke rumah gue sore nanti, tunggu nih bocah istirahat dulu", ujar Ken dan pergi dari kelas itu.


"Asyik nih sore nanti kita ke rumah si Ken", ujar Arya senang.


"Yoi", sahut Andika ikut senang.


"Guys kita bertiga ikut yah nanti sore ke rumah Alesia, kita mau jenguk si ratu ZoNa", pinta Michi terhadap keempat cowok di hadapan mereka itu.


"Kalau kalian mau ikut yah silahkan kenapa ijin ke kita sih", ucap Arya.


"Sebenarnya kita bertiga mau ikut nebeng sekalian dengan motor kalian", ujar Lia mengutarakan niatnya yang sebenarnya.


"Kita bertiga lo berdua kali gue make motor kesayangan gue", ujar Zoya.


"Ngapain juga kalian mau nebeng bareng kita, bukannya kalian punya mobil?", tanya Andika heran.


"Punya sih malah banyak di garasi, tapi lebih nyamanan naik motor daripada bawa mobil sendiri", ujar Lia.


"Ho'oh apa yang dia katakan itu benar lebih nyaman baik motor daripada bawa mobil sendiri", timpal Michi.


"Nyaman naik motor atau nyaman sama yang bawain motornya, hanyo ngaku", ujar Andika meledek keduanya.


"Motornya lah masa iya orangnya", teriak keduanya.


"Kuping gue budek", rintih Arya dan Andika.


"Jadi gimana, kita berdua bisa ikut nebeng bareng kalian nggak?", tanya Michi lagi.


"Iya iya bisa", ujar Arya sedikit kesal, masih memegang kedua telinganya.


"Bagus kalau gitu Arya ke Coffee Shop Michi dan Andika ke rumah Lia, karena gue tahu pasti kalian udah pernah ke tempat itu dan satu lagi kita ke rumah Alesia sekitar pukul empat nanti, ok deal", usul Zoya dengan panjang lebar.


"Deal", ucap Arya, Andika, Lia, dan Michi serempak.


Kiel yang sedari tiduran di kursi merasa bosan entah kenapa. Dan sesekali dia membenamkan wajahnya ke atas meja.


Kiel bangkit dari kursinya dan berjalan santai dengan tangan dimasukkan ke dalam kedua kantong celananya. Tidak lupa dengan wajah datarnya yang terpampang dengan auranya yang super duper dingin.


"Lo mau kemana Kiel?", tanya Randy bingung melihat Kiel berjalan hendak keluar kelas.


"Rooftop", sahut Kiel singkat nan dingin plus datar.


"Kita bertiga juga ingin ke rooftop", ujar Arya dan tidak dibalas Kiel.


"Kita bertiga juga ikut dong", pinta Michi.


"Bagaimana Kiel? apa mereka juga bisa ikut", tanya Andika.


"Hm", sahutnya malas dan melanjutkan langkahnya.


"Asyik kita ke rooftop", ujar Lia kesenangan.


"Kalian bertujuh mau kemana?", tanya Rezky mengintimidasi.


"Rooftop", sahut Arya santai.


"Kalian nggak boleh sembarangan keluar kelas sekaligus pergi ke tempat di luar wilayah sekolah", sinis Rezky.


"Rooftop masih wilayah sekolah Rezky gimana sih", ujar Lia jengkel. Rezky membuat dirinya sendiri malu.


"Tau tuh", timpal Michi.


"Satu lagi yang harus lo tau bahkan seisi kelas ini, rooftop adalah markas kami dan kalian tidak boleh ada yang masuk sembarangan ke tempat itu selain kita menyuruhnya", ucap Randy tegas.


"Dan juga, siapa yang berani masuk ke area itu bakal dihabisin di tempat itu juga", timpal Andika tak kalah tegasnya. Seisi kelas menelan salivanya dengan susah payah karena mendengar titah itu.


"Memangnya lo siapa, berani ngomong kayak gitu?", tanya Rezky sedikit takut.


"Yang jelas gue itu manusia", sahut Andika santai dan melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Kiel sendiri dia sudah mendahului para yang lainnya. Dia tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan dia juga tidak memperdulikan hal itu. Yang penting dalam pikirannya dia bisa jauh dari kata ramai dan kebisingan.


Kiel sampai di rooftop duluan dan sedang menelepon seseorang. Pintu rooftop itu ternyata mempunyai passwordnya yang hanya diketahui oleh orang tertentu. Sehingga kemungkinan besar orang lain akan kesulitan masuk ke dalam rooftop itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay Puput balik lagi


jangan lupa like, komen, kalau bisa favorit juga yah. Maaf kalau cerita puou,gaje soalnya ini novel pertama Puput.


Salam sehat 💪

__ADS_1


GBU🤗😇


__ADS_2