Kulkas 35 Pintu

Kulkas 35 Pintu
Mogok dan hujan


__ADS_3

"Masih jauh lagi nggak bengkelnya, kaki gue udah pegel nih", keluh Alesia terlihat wajahnya sudah mulai kelelahan. Sedangkan Kiel sibuk mendorong motor sportnya yang tiba tiba tidak bisa jalan.


Dan ada tiga paper bag di salah satu stang motor itu.


"Gini amat nasib gue, udah dingin jalanan gelap kaki pegel udah mulai larut lagi", keluhnya lagi melipat kedua tangannya karena kedinginan. Dia lupa membawa jaketnya dari rumah.


Flashback


Alesia masih mengingat bagaimana bisa dia terjebak di situasi ini


Saat masih di rumahnya masih sekitar pukul tujuh malam. Para sahabatnya dan sahabat Kakaknya tidak segera pulang kembali ke rumahnya masing masing. Mereka malah menginap di rumah Alesia karena Tuan Johan dan Nyonya Ema sedang lembur. Dan juga besok masih hari ketiga masuk sekolah jadi boleh boleh saja masih bersantai santai.


Di saat itu juga mereka semua memainkan sebuah permainan teka teki yang dimana pemainnya harus berpasangan. Dan yang kalah dalam permainan itu harus memenuhi satu permintaan oleh sang pemenang yang telah disepakati bersama.


Pasangan Ken adalah Zoya dan Arya pasangannya adalah Michi. Selanjutnya pasangan Andika adalah Lia dan pasangan Alesia sendiri adalah Kiel sang kulkas kutub. Sedangkan Randy adalah jurinya yang dimana dia memberikan teka teki yang bisa menjebak seseorang.


Keuntungan tidak berpihak kepada Alesia. Dia kalah karena soal terkahir sulit dijawabnya sedangkan pasangan teman mainnya hanya santai.


Dia mendapatkan hukuman yaitu pergi ke salah satu kafe baru saja buka yang menyediakan roti lapis oleh chef Kiti salah satu chef terkenal di kota itu.


Dan jarak kafe dari rumah Alesia lumayan jauh dan memungkinkan memakai waktu 1 jam meskipun itu sudah menggunakan motor dengan kecepatan lumayan tinggi.


Mereka berdua harus pergi ke kafe itu menggunakan motor sport Kiel seperti peraturan sang pemenang. Dan tidak hanya itu juga yang kalah harus merelakan uang sakunya untuk membayar roti lapis ke pemenang. Alesia sempat menolak karena mungkin saja kafe itu sedang ramai dan juga antriannya panjang. Dia juga sempat menawarkan agar dipesan online saja. Tetapi sang pemenang menolak keras karena itu adalah peraturannya.


Alesia tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan para sahabatnya itu.


Dan benar saja kafe baru dibuka itu sangat ramai dan antriannya sangat panjang. Dia menunggu antrian bersama Kiel hampir dua setengah jam. Dan parahnya dia harus merelakan tubuhnya kedinginan meskipun bahan pakaiannya sudah lumayan tebal.


Bukan hanya itu dia juga harus berjalan kaki seperti sekarang ini karena motor yang dipakai mereka mogok di tengah jalan. Mau tidak mau kakinya dia relakan pegal pegal. Sedangkan pria di sebelahnya hanya santai membawa motornya yang mogok itu hanya santai dan tenang seperti tidak ada beban dalam hidupnya.


Flashback


Kiel yang sedari tadi mendengar ocehan gadis di sebelahnya hanya mendengus kesal. Dia membuka jaket putihnya dan melemparkannya ke arah Alesia yang terlihat kedinginan.


"Pakai", ujarnya dan beralih ke motornya lagi.


"Tapi,,,,,,"


"Sekali lagi lo gue denger ngoceh lagi, gue nggak akan segan ninggalin lo di sini", ujar Kiel memberikan sedikit kecaman terhadap Alesia yang sedari mengoceh mengganggu gendang telinganya. Dengan terpaksa Alesia menerima jaket itu karena dia memang sudah menggigil sedari tadi.


"Gara gara lo sih",


"Gue", beo Kiel melirik ke arah Alesia dengan salah satu alisnya terangkat.


"Iya salah lo, coba aja lo jawab pertanyaan dari bang Randy mungkin kita berdua nggak seperti ini",


"Tapi apa yang jawab semua teka teki bang Randy cuma gue sedangkan lo hanya duduk manis melipat tangan bersandar di sofa hanya menyimak", lanjutnya lagi mengeluarkan segala kekesalannya.


"Lo punya otak?", tanya Kiel santai.


"punyalah", sahutnya ketus masih menyilangkan tangan dan pandangan ke arah lain.


"Manfaatnya?", tanyanya lagi terhadap gadis di sebelahnya itu masih berjalan dengan dan dia mendorong motornya sekaligus mencari bengkel terdekat.


"Buat mikir lah", sahutnya lagi dengan nada juteknya.


"Kenapa nggak dipakai buat mikir?", ujar pria itu lagi melirik sebentar ke arah gadis itu. Sedangkan gadis yang diliriknya itu mengahadapkan wajahnya ke arahnya dengan spontan.


"Justru gue manfaatin otak gue buat cari jawabannya dan sayang seribu sayang otak gue nggak tau apa jawaban dari pertanyaan itu", ujarnya serasa ingin mencakar wajah tampan Kiel karena sangking kesalnya. Sedangkan Kiel sendiri hanya menatap gadis itu dengan wajah datarnya yang menurut Alesia sangat menyebalkan.


"Makanya kalo lo mau ngasih saran ke gue pake logika dong", ujar Alesia menghembuskan poninya dengan kasar.


"Itu pakai logika", sahut Kiel dengan nada menjengkelkan.


"Itu bukan logika namanya",


"Terus",


"Mikir sendiri", ujar Alesia tepat di wajahnya Kiel.


Biasanya Kiel akan marah jika seseorang melakukan hal barusan terhadap dirinya. Tapi beda dengan gadis di depannya dia sangat menyukai apa yang dilakukan gadis itu barusan.


Setelah perdebatan Alesia dengan Kiel yang tiada habisnya, mereka berdua telah sampai ke tempat yang sedari tadi mereka cari yaitu bengkel.


Bengkel itu tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil terkesan sedang dan sederhana. Bengkel itu menyediakan 2 kulkas minuman dingin. Dan keadaannya terbilang cukup ramai, bisa di katakan seluruh pengunjungnya semua laki laki yang pengangguran dan ada yang tidak untuk mencari hiburan mungkin.


Kiel memberhentikan mendorong motornya sekaligus meregangkan otot tangannya yang mungkin sedikit pegal.

__ADS_1


Salah satu montir itu bertanya ada apa dengan motor itu. Tetapi Kiel tidak menyahutnya dia masih meregangkan tangannya. Alesia yang melihat Kiel tidak menyahut akhirnya membuka suaranya.


"Maaf Mas, apa Mas bisa memperbaikinya tadi di tengah jalan tiba tiba mogok tidak tahu kenapa", ujarnya dia tahu Kiel irit bicara bahkan sangat pelit. Entah kenapa terhadap dirinya Kiel terkadang ada cerewetnya dan juga sangat menyebalkan.


"Baik Neng saya akan memperbaikinya mungkin remnya blong", ujar montir itu tersenyum manis membuat Alesia bergidik ngeri.


Setelah itu dia memilih duduk di salah satu bangku yang disediakan bengkel itu. Dia duduk di sebelah Kiel yang sedari tadi memperhatikan montir itu memperbaiki motornya dengan tatapan aneh.


"Woi malah bengong", ujar Alesia tiba tiba menepuk pundak Kiel dan mendapatkan tatapan tajamnya.


"Sorry gue cuma tepuk pundak lo doang, tatapannya jangan gitu elah kayak elang tau nggak", ujarnya dengan nada cengengesan. Sedangkan yang pundaknya ditepuk diam tidak bergeming memilih memperhatikan menjadi montir itu.


"Lo tau nggak sampai kapan motor lo selesai diperbaiki", tanya Alesia terhadap Kiel.


"Nggak", jawabnya singkat,


"Kok nggak tau",


"Tanya sama tembok", sahut Kiel dingin.


"Ngapain juga gue tanya sama tembok, lo gila apa nyuruh gue ngomong sama benda mati", ocehnya.


"Mending lo diem", ujar Kiel datar tidak menanggapi ocehan Alesia.


"Dasar kulkas 35 pintu", umpat Alesia tepat di telinga Kiel. Tapi Kiel tetap diam.


"Mau kemana?", tanya Kiel dingin memegang tangan Alesia yang hendak berdiri.


"Gue nggak kemana mana, gue cuma mau ngambil minuman dingin", ujar Alesia heran melihat tingkah Kiel.


Kiel tidak menyahutnya lagi. Dia malah menarik tangan Alesia menyuruhnya duduk kembali. Dan sekarang yang berganti Kiel yang berdiri dan berjalan ke salah satu kulkas minuman dingin.


"Buat gue?", tanya Alesia setelah merasa sebotol minuman dingin menyentuh pipinya.


"Hm", sahut Kiel dingin melebihi minuman dingin itu.


"Terima kasih Kiel dingin", ujarnya spontan dan mendapatkan tatapan tajam elang Kiel lagi.


"Hehehe,,, gue bercanda serius", ujarnya membentuk huruf V menggunakan jarinya agar terhindar dari mata elang milik Kiel. Sedangkan Kiel hanya memutar matanya malas dan kembali duduk.


"Kok gue merasa diliatin dari tadi yah", gumam Alesia melirik ke arah belakang. Dan benar saja para pria yang berkunjung ke bengkel itu melihat Alesia seperti anjing kelaparan.


Kiel merangkul pundaknya agar Alesia merasa tenang.


"Diam atau lo gue kasih ke anjing kelaparan itu", ujar Kiel dingin.


Alesia yang sempat terkejut akhirnya diam. Mereka berdua menunggu motor Kiel selesai diperbaiki dengan tangan masih merangkul pundak Alesia sampai ketiduran.


Kiel yang mendengar dengkuran halus Alesia melirik kearahnya. Dia enggan melepas tatapan dari wajah Alesia dengan bibir merah tipisnya yang selalu menjadi pusat perhatian Kiel.


Dia menarik sudut bibirnya sedikit saat melihat gelang yang terpasang di pergelangan tangan Alesia. Dan tanpa Alesia sadari Kiel juga mempunyai gelang persis seperti miliknya. Yang milik Kiel mempunyai kunci sedang punya Alesia mempunyai gembok atau mudah terkunci.


"Bangun",


"Sakit goblok,,,, shhhh", ujar Alesia tiba tiba memukul lengan Kiel sekaligus mengusap keningnya yang baru saja disentil Kiel.


Sedangkan sang pelaku tidak menggubrisnya dia menaiki motornya setelah sekian lama diperbaiki. Mungkin ada sekitar 45 menitan.


"Naik atau ditinggal", ujar Kiel yang sudah stand bay di atas motor kesayangannya.


"Gue naiklah masa ditinggal, jahat banget sih lo sama cewek", ucap Alesia sembari menaiki motor Kiel. sebelum itu dia sempat melirik ke arah montir yang melihat dirinya dengan tatapan genit membuat dia merasa risih dan ngeri.


"Pegangan", ujar Kiel tiba tiba saat gas mulai menancap.


"Jangan ngebut ngebut", teriak Alesia di telinga Kiel tetapi sang supir motor tidak mengindahkannya. Rela tidak rela dia mempererat pelukannya di perut Kiel.


Belum sampai di tempat tujuan tiba tiba hujan deras menimpa mereka. Mereka terpaksa berteduh di salah satu warung makan yang tertutup.


"Basah semua deh udah lebat banget lagi hujannya", gumam Alesia merapikan pakaiannya yang sedikit basah. Untung Kiel cepat cepat memberhentikan motornya di depan warung itu.


"Mampus roti lapisnya", ujar Alesia tiba tiba saat mengingat roti lapis itu masih di stang motornya Kiel.


"Mau kemana?", tanya Kiel dingin saat Alesia hendak berlari ke arah motornya.


"Gue mau ambil roti lapis yang di motor lo", sahutnya.


"Nggak perlu", ujar Kiel menunjukkan paper bag yang ada di tangannya. Dia masih sempat mengambil roti lapis itu dari stang motornya sebelum dia berteduh.

__ADS_1


"Syukurlah roti lapisnya nggak basah", ujar Alesia bernafas lega.


Keheningan tercipta diantara mereka berdua. Tidak ada diantara mereka yang membuka pembicaraan. Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing masing.


Setelah beberapa menit hujan yang mereka tunggu belum menunjukkan tanda tanda berhenti dan juga keheningan yang membuat Alesia jengah akhirnya membuka pembicaraan lebih awal.


"Lo nggak kedinginan cuma pakai kaos gitu?", tanyanya berusaha mengusir keheningan di antara mereka.


"Nggak", sahutnya singkat yang dimana dia bersensor di salah satu tiang warung itu sembari melipat kedua tangannya dan menatap ke arah air yang turun dari langit.


Alesia yang mendengar jawaban singkat Kiel hanya menganggukkan kepalanya pelan. Dia masih mencari kalimat yang tepat untuk melanjutkan perbincangan mereka.


"Btw makasih yah karena lo udah bantuin gue hari ini meskipun lo kadang menyebalkan sih", ujarnya sedikit terkekeh kecil.


"Lo ngejek", Kiel bertanya sembari menaikkan salah satu alisnya sekaligus melirik ke arah Alesia.


"Nggak gue nggak ngejek tapi meledek", ujarnya tertawa kecil.


"Ck", Kiel memalingkan wajahnya kembali ke arah hujan deras itu.


Sedangkan di kediaman Devandra


"Si Lesia lama banget dah pulangnya", ujar Michi sedikit khawatir.


"Tau padahal sekarang udah larut malam lagi", timpal Lia yang ikut khawatir akan keadaan sahabatnya itu.


"Ditelponin juga nggak diangkat, kemana sih tuh anak", kini Zoya yang ikut mengoceh karena khawatir.


Sedangkan para laki laki yang duduk santai di sofa hanya tersenyum mengandung arti.


"Kalian kok senyum senyum gitu, udah tau si Lesia sama Kiel belum pulang ini malah senyum senyum", oceh Michi terhadap keempat lelaki yang di hadapannya.


"Kalian bertiga tenang aja, Lesia nggak kenapa napa kok dia pasti baik baik saja selama Kiel ada bersamanya jadi kalian tidak perlu khawatir", ujar Arya bermaksud menenangkan ketiganya.


"Lo pikir gue percaya begitu aja, gue takut dia kenapa napa", sambung Lia ikut mengoceh keempatnya.


"Percaya sama kita deh", kali ini Andika membuka suaranya.


"Awas aja kalo si Lesia kenapa napa lo berempat akan gue juga habisin", ujar Zoya memberikan sedikit ancaman. Dimana membuat keempatnya menelan salivanya dengan kasar.


"Lo sih ngasih hukuman kayak gitu ke mereka berdua", kini Arya menyalahkan Ken yang duduk di sebelahnya.


"Kok gue sih yang lo salahin", ujar Ken tidak terima jika dirinya disalahkan.


"Iyalah lo yang salah. Kan ide hukumannya dari otak kecil lo", ujar Arya.


"Berisik kalian bertiga, mending lo bertiga berdoa aja semoga keduanya nggak kenapa napa", kini Randy turun tangan melerai perdebatan ketiganya. Dan sosok dewasanya Randy dan juga cerewetnya juga sudah keluar.


Tempat lain


"Sekarang Jan berapa yah?", gumam Alesia mengecek ponselnya.


"Astaga, sekarang jam sebelas malam", pekiknya masih dengan mata membulat saat melihat angka di layar ponselnya.


"Jaringan kagak ada lagi, gimana ngabarin mereka coba. Mereka pasti khawatir banget", ujarnya sedikit bersalah karena membuat para sahabatnya khawatir.


Kiel yang sedari tadi hanya diam menarik tangan Alesia.


"Pulang", ujarnya sembari mengambil paper bag yang dia letakkan di atas meja.


Alesia yang melihat keadaan di luar dengan rintik rintik hujan akhirnya menurut.


"Syalom, kita pulang", ujar Alesia sesampainya di rumah.


"Ya astaga lo darimana aja Lesia?", tanya Lia yang sudah terlihat panik memeluk sahabatnya itu.


"Asal lo tau kita khawatir dengan keadaan lo", timpal Michi ikut memeluk.


"Kenapa telpon gue nggak diangkat hah?", dan bawel Zoya pun kumat karena sangking paniknya juga.


"Ok,ok , sorry gue buat lo kalian cemas tapi gue mau ganti baju dulu baru gue cerita. Ohk iya nih pesanan kalian", ujarnya memberikan paper bag ke Zoya.


Dan Kiel masih menatap tajam keempat pria yang duduk santai di sofa. Dia tahu kalau semua ini adalah rencana mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay Puput kembali lagi,

__ADS_1


jangan lupa like, komen, dan kalau bisa favorit juga yah.


GBU🤗


__ADS_2