Kulkas 35 Pintu

Kulkas 35 Pintu
Khawatir


__ADS_3

"Darimana aja lo?", tanya Michi menatap tajam ke arah Arya. Entah kenapa dirinya merasa panas karena Arya tidak menghubunginya sama sekali.


"Gu gue,,,," stok kata-kata Arya tiba-tiba saja kehabisan membuatnya kesal sendiri.


"Gue dari tadi udah nyari lo kayak kesetanan, tau nggak. Dan gue udah berapa kali telpon Lo tapi nggak nyahut juga. Chat juga nggak dibalas. Dari Mana aja sih lo?", serbu Michi mengeluarkan uneg-unegnya.


"Sorry Chi, gue ada sedikit kendala kecil yang harus gue urus tadi", ucap Arya menundukkan kepalanya merasa bersalah. Tadi malam dia sudah berjanji akan menjemput gadis di depannya itu untuk berangkat bersama ke sekolah meskipun itu paksaan dari Michi sendiri. Tetapi karena kejadian tadi pagi, dia melupakan janjinya itu.


"Bacot lo", umpat Michi memalingkan wajahnya ke arah lain karena kesal.


"Mulut cabe Michi udah mulai menampakkan dirinya", ucap Alesia terkekeh kecil dan tidak sengaja melirik ke arah Kiel. Kedua matanya tidak lepas dari dada bidang datar yang dibaluti seragam itu. Alesia memalingkan wajahnya saat dirinya tertangkap basah oleh Kiel.


"Sabar. Kalo pacar lagi marah jangan balas marah juga tapi lempar aja ke samudra Hindia", Arya melempar tatapan mautnya ke arah Andika. Bukannya memberikan solusi malah menambah beban saja.


"Canda gue nggak usah bawa hati. Bujuk dia biar kagak ngamuk lagi  kalo perlu gombalin dia pasti klepek-klepek sama lo ", ledek Andika lagi lalu pergi ke tempat duduknya meletakkan tasnya, lalu pergi ke tempat duduk Lia niat untuk menggombalnya. 


Sedangkan Arya, dia sendiri juga bingung kenapa dia tidak bisa marah ke Michi.


"Perasaan, gue cuma pacar bohongannya dia doang. Tapi kenapa dia marah banget ke gue coba?, cuma perkara nggak di jemput doang", gumamnya dalam hati mengingat ucapan Michi kemarin, kalau mereka sebenarnya pacaran bohongan agar Michi tidak diganggu lagi oleh Bobi. 


"Hay cantik!", Lia kaget mendengar bahwa bisikan Andika di telinganya dan tidak sengaja menjatuhkan ponselnya.


"Gue cekik tau rasa lo, ngagetin gue aja", ucap Lia geram lalu menjambak rambut Andika.


"Apalah dayaku yang jomblo ini", ucap Alesia melihat perdebatan Andika dan Lia. Dan kedua ekor matanya tidak sengaja melirik ke arah belakang dan kontak mata dengan Kiel tidak bisa terelakkan lagi. Kiel tersenyum tipis saat Alesia memalingkan wajahnya yang masih malu soal kemarin.


"Kok ngamok sih, cuma perkara kagak dijemput doang", protes Arya.


"Heh, bukannya lo dah janji jemput gue kemaren malam. Cuma perkara kecil lo kata, kalo gue telat gimana? mikir dong", balas Michi tidak terima.


"Kan mobil ada. Kenapa harus gue sih yang jemput lo, buat gue ribet aja tau nggak", Michi yang sudah kualat kesal akhirnya menjambak rambut Arya sangking geramnya.


"Aaaaaa,,,,, sakit banget njir", umpatnya memegang rambutnya yang dijambak Michi.


"Lah, si Michi makin menjadi-jadi dia", Lia, Zoya, dan Alesia berinisiatif memisahkan Michi dan Arya.


"Heh dasar cewek centil. Emangnya lo siapanya Arya? harus wajib banget gitu jemput lo", Mei yang tidak tahan melihat kedekatan mereka berdua akhirnya membuka suaranya.


"Kalo gue bilang pacarnya, lo mau apa?", ucap Michi menggebu-gebu membuat seisi kelas tercengang mendengarnya selain para sahabatnya.


"Lo kira gue percaya gitu, kagak yah", Mei yang tidak tahan lagi akhirnya bangkit dari duduknya dan meletakkan alat riasnya yang dia kenakan sedari tadi.


"Siapa suruh lo harus percaya, nggak ada kan. Lagian apa untungnya juga lo harus percaya", cibir Michi menatap sinis ke Mei. 


"Asal lo tau yah, dia itu pacar gue. Nggak usah sok ngaku-ngaku lo pacarnya dia", ucap Mei ngelantur lalu mengibaskan rambutnya tepat di wajah Michi.


"Terlalu ganteng salah juga ternyata", batin Arya kepedean, menyisir rambutnya ke belakang niat sekalian merapikan karena dijambak Michi tadi.


"Hello, sadar cuy sadar. Muka lo itu beda kasta sama gue, jadi mana mungkin lo bisa pacaran sama Arya", ujar Michi tersenyum mengejek. Bukan urusannya tapi ikut campur, itulah pikirnya.


"Mulutnya ternyata pedes juga. Menarik", Arya tersenyum tipis melirik ke arah Michi yang masih disulut emosi.


"Maksud lo gue jelek, terus lo cantik gitu", 


"Yes, lo benar",


"Lo minta gue Jambak yah", 


"Gue nggak takut sama lo", 


Mei yang sudah kepancing emosi akhirnya menjambak rambut Michi dan membuat kegaduhan di kelas.


"Michi udah, lo kayak anak TK aja main Jambak-jambakan", Lia dan kedua sahabatnya berusaha melerai tapi usaha mereka tidak ada hasilnya.


"Tapi gue kesel sama dia, ikut campur masalah orang lain aja", ucap Michi mengeraskan jambakannya di rambut Mei.


"Sakit,,,,, lepasin", rintih Mei memegang rambutnya.


"Michi lepas!", Arya yang melihatnya merasa ngeri dan akhirnya memutuskan untuk melerainya.


"Nggak, gue masih kesal sama dia. Dia yang mulai mancing emosi gue. Udah di liat gue emosi malah dibuat kualat emosi", tolak Michi mentah, wajahnya terlihat memerah dan dibasahi keringat karena masih tersulut emosi.

__ADS_1


"Ya ampun, kenapa bisa seperti ini sih?", Pak Godep yang tidak sengaja mendengar kegaduhan dari kelas lain memutuskan mengeceknya. Dan betapa terkejutnya saat beliau melihat aksi Jambak-jambakan antara Michi dan Mei. 


Pak Godep mengecek jam tangannya, biasanya jam segini guru mata pelajaran sudah masuk kelas. Tetapi karena guru mata pelajaran sekaligus istrinya sedang berhalangan sakit, memutuskan membawa Mei, Michi termasuk Arya ke ruang BK.


Pak Godep mengintrogasi Michi, Mei termasuk Arya juga yang menjadi biang masalah. Pak Godep memijit pelipisnya saat Michi dan Mei berdebat adu mulut.


"Hey kau anak baru, apa benar Michelle pacarmu?", tanya Pak Godep menurunkan kaca matanya.


"Ng,,,, iya Pak", jawab Arya menahan sakit di kaki kanannya karena di injak Michi.


"Tuh kan", Michi tersenyum kemenangan melirik Mei yang memasang wajah kesal dan cemburu.


"Awas aja lo", Arya menatap tajam ke arah Michi yang memasang ngeyir kuda tanpa bersalah.


Akhirnya Pak Godep memutuskan mereka di hukum membersihkan kamar mandi setelah pulang sekolah. Itu tidak bisa diganggu gugat lagi mambuat Michi mengeram kesal.


Arya, Lia dan juga Mei mengundurkan diri dari ruang BK. Pak Godep memicingkan matanya memerhatikan lengan Arya yang ditutupi seragam putihnya terdapat bercak darah.


"Kenapa dengan lenganmu?", tanya Pak Godep menunjuk lengan kanan Arya. Dan ketiganya tiba-tiba berhenti sebentar lalu membalikkan badannya dan mengikuti arah telunjuk Pak Godep.


"Ohk itu, tadi saya jatuh dari motor Pak", jawabnya santai memegang lengannya.


"Coba saya lihat", Pak Godep terkejut dan merasa ngeri melihat luka Arya yang lumayan besar dan mengeluarkan darah meskipun tidak sederas yang tadi pagi.


"Ya Tuhan, lo berdarah Arya", Michi terkejut bukan main langsung membekap mulutnya melihat luka Arya. Sedangkan Mei tidak kalah terkejutnya, dia tetap diam dan memasang wajah ngeri melihat luka Arya.


"Gue nggak papa kok, lagian ini nggak sakit juga. Ntar juga sembuh",


"Awwww,,,,, sakit. Udah tau berdarah malah lo pukul. Gimana sih", rintih Arya memegang lengannya yang terasa sakitnya lagi karena tidak sengaja dipukul Michi.


"Ah, sorry-sorry gue nggak sengaja. Sakit banget yah", Michi mengelus lengan Arya karena merasa bersalah, dan sesekali meniupnya.


Arya menyunggingkan senyumnya saat Michi meniup lukanya dengan perasaan tulus. Sebenarnya lukanya tidaklah sakit seperti Michi pikirkan, karena hal itu sudah biasa baginya. 


"Lagian sih, masa iya luka gini di bilangin sakit", gumam Arya masih meniup lengan Arya, membuat Mei gerah sendiri.


"Michelle, bawa pacarmu ke ruang UKS. Bersihkan lukanya dan berikan obat merah biar nggak infeksi kalau perlu perban aja", tutur Pak Godep mengarahkan agar Arya dibawa ke UKS.


"Terus saya gimana dong Pak, masa iya cuma dia doang yang nemenin Arya", protes Mei merasa geram karena kedekatan Arya dan Michi. Terutama Arya yang terus saja tertangkap basah sesekali melirik ke arah Michi.


"Kamu pulang ke asalmu", usir Pak Godep mengibaskan tangannya dan melepaskan kacamatanya. Lalu tangannya tidak lupa memelintir kumisnya.


Mei menurut dan mulutnya terus saja komat-kamit mengumpat Pak Godep dan juga Michi.


...----------------...


"Awwww,,,, pelan-pelan Chi", ujar Arya menahan perih saat lengannya di basahi alkohol oleh Michi.


"Ini juga dah pelan-pelan kok, lo nya aja yang lebay. Mana lukanya dalam banget lagi", Michi mengganti kapas yang dipakainya barusan menjadi baru.


"Ternyata kalo deket gini manis juga", gumam Arya dalam hatinya, penglihatannya tidak lepas dari wajah Michi yang serius membersihkan lukanya.


"Kenapa lo senyum-senyum gitu?", tanya Michi saat menyadari tatapan Arya kepadanya.


"Emangnya salah kalo gue senyum",


"Kayak orang gila tau nggak", 


Arya tidak meladeninya lagi, dia membiarkan Michi membalut lengannya dan penglihatannya tidak lepas dari Michi.


Hingga terdengarlah suara pintu ruang UKS yang terbuka yang menandakan seseorang pasti masuk.


"Lah, lo kenapa?", tanya Arya melihat Andika memegang kepalanya yang sepertinya sedang menahan pusing.


"Kepala gue pusing banget", lirihnya mendudukkan dirinya di salah satu ranjang di sebelah Arya, yang sengaja disediakan di ruang UKS itu. Dibantu oleh Lia yang kelihatan khawatir banget meskipun terus saja mengomeli Andika.


"Bukan cuman pusing doang. Tapi noh liat, mukanya lebam terus bibirnya sedikit sobek. Mana mungkin cuma jatuh dari motor doang kalo gini ceritanya", Lia menunjukkan wajah lebam Andika terhadap Michi dan Arya yang saling menatap satu sama lain.


"Gue yakin banget, pasti kalian berdua berantem kan. Hayo ngaku aja?", Lia menunjuk wajah Andika dan Arya bergantian, membuatnya nyali mereka sedikit menciut.


"Siapa yang berantem coba, dah dibilangin jatuh dari motor tapi tetep aja ngeyel", bantah Andika melirik Arya sekilas.

__ADS_1


"Awas aja kalo boong, gue bakal congkel mata lo berdua", ancam Lia sembari memasang pletser di kening Andika.


"Sadis lo Lia", ujar Michi lalu membenarkan lengan baju seragam yang dikenakan Arya.


"Bomat", sahutnya acuh memasang wajah ,serius saat membersihkan luka di bibir Andika.


"Cantik", gumam Andika menatap lekat wajah Lia yang nampak khawatir ke dirinya. Tangannya menyentuh pundaknya yang terasa pegal dan kepalanya dilanda pusing akibat bongkahan kayu yang mengenai pundaknya waktu bertengkar tadi.


Beberapa menit yang lalu, Andika mengeluh karena tengkuk lehernya terasa sakit dan bawaannya pusing. Lia yang tidak sengaja melihat Andika yang mulai lemas langsung menghampirinya. Untung saja saat itu tidak ada guru masuk mengajar karena berhalangan sakit. Dan Lia pun berinisiatif membawa Andika ke ruang UKS meskipun terjadi percekcokan adu mulut antara Lia dan Rina. Dia menyukai Andika jadi tidak heran jika dia panas dingin melihat kedekatan Lia dan Andika.


Di dalam kelas, Zoya dilanda kekhawatiran terhadap Ken. Entah kenapa dia sangat khawatir terhadap kakaknya Alesia itu. Yang jelas saat melihat keadaan Andika yang terlihat seperti habis bertengkar membuatnya berpikir tak karuan mengenai Ken.


"Tanya nggak yah, tapi gue malu", gumamnya dalam hati menatap layar ponselnya ingin menulis pesan terhadap Ken.


"Tanya aja deh", setelah beberapa menit bergulat dengan pikirannya, akhirnya Zoya memutuskan mengirim pesan ke Ken.


"Lo habis berantem?", pesan terkirim. Zoya harap cemas menunggu Jawaban dari Ken.


"Iya, kenapa?", jawab Ken tersenyum tipis. Ken menatap layar ponselnya. Ara yang melihat Ken senyum-senyum sendiri ingin menegurnya karena penasaran. Tapi dia urungkannya mengingat sekarang lagi belajar dari guru killer di sekolah itu, bisa-bisa dirinya yang akan kena hukuman. Dia hanya sesekali melirik ke arah belakang tempat Ken duduk.


"Lo nggak papa kan?", tanyanya lagi, dia sempat ragu mengirimnya tapi sudah terlanjur terkirim. Zoya mengigit bibir bawahnya saat pesannya centang biru.


"Lo khawatir sama gue", Ken yang tidak bisa menahan bahagianya berteriak heboh.


"Nggak usah kepedean", elaknya menahan senyumnya, membuat Alesia yang duduk di sebelahnya heran sendiri.


"Lo kenapa senyam-senyum kayak kesetanan gitu?", tanya Alesia mengagetkan Zoya.


"Kepo lo", sahut Zoya membuat Alesia mendengus kesal.


"Dia khawatir sama gue", teriaknya tiba-tiba lalu mencium ponselnya.


"Yang di belakang kenapa teriak?", tanya Pak Godep menurunkan kacamatanya.


"Ah, itu pak saya minta maaf saya nggak sengaja teriak tadi. Biasalah Pak, kalo orang yang kita naksir khawatir sama kita pasti bawaannya seneng banget sampai ke Jupiter", jawab Ken santai menggarut tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Pak Godep memutar matanya malas. Untung saja dia pernah mengalami seperti yang dirasakan Ken saat ini, jatuh cinta. Jadi beliau bisa memakluminya kalau tidak, Ken akan dilemparkannya dari atas gedung sekolah. Tetapi beliau tidak suka jika siswanya bermain-main saat pembelajarannya berlangsung.


"Kali ini saya memaafkanmu, tetapi jika kau mengulanginya Bapak akan menahanmu di luar kelas membersihkan kamar mandi", tutur Pak Godep memberikan peringatan terhadap Ken.


"Saya mengerti Pak, sekali lagi saya minta maaf Pak", 


"Ya sudah, sebagai gantinya kau kerjakan soal yang saya tulis di papan tulis", pinta Pak Godep membuat Ken tercengang.


"Lah kok saya sih Pak", protesnya pasalnya dia tidak fokus memperhatikan Pak Menjelaskan tadi.


"Kerjakan sekarang juga", titah Pak Godep memberikan marker ke tangan Ken.


Ken melirik ke arah Randy yang juga sibuk dengan ponselnya dan tampak mengacuhkannya. 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay, jangan lupa like, komen, vote, gift, and favorit juga yah 😊.


Curhat dikit nie hehehe 🙃


...*Hay kau yang di sana, selamat ulang tahun untukmu. Panjang umur, sehat selalu. Maaf aku telat mengucapkannya meski melalui tulisan ini. Hanya ini yang bisa aku katakan padamu.Yah, ini aku orang yang menyukaimu secara diam-diam selama 5 tahun ini. Segala harapan dan juga pengharapan mu di jawab Tuhan. Dan ingat selalu tertawa karena itu salah satu sumber bahagia untukku. ...


...Bolehkah aku egois, aku mohon tetap tersenyum meski aku menatapmu dari kejauhan. Meskipun kau menganggapku sebagai orang asing di hidupmu, satu hal yang harus kau tahu. Aku akan tetap menyukaimu di sini😊.Semoga suatu saat kau membaca tulisan ini....


#16th


#11


^^^ ~Putri*~ ^^^


BAHAGIA SELALU UNTUKMU 😊


Salam sehat 💪


GBU 😊🤗😇

__ADS_1


__ADS_2