Kulkas 35 Pintu

Kulkas 35 Pintu
Kiel aneh 2


__ADS_3

"Maksud lo apa?", tanyanya bingung terhadap cowok dingin di hadapannya itu.


"Tanggung jawab lo", ujar cowok dingin itu sekali lagi.


"Ohkkk iya,,, hehehehe gue lupa bilang makasih sama lo, makasih banyak yah udah nganterin gue pulang dan juga traktirin gue makan tadi meskipun lo sedikit nyeselin sih tadi", gadis itu mengucapkan terima kasih banyak dengan senyum manis di wajahnya.


Alesia keluar dari mobil dan langsung ngacir ke arah pintu gerbang. Cowok itu masih setia menatap punggung gadis bertubuh langsing itu memasuki rumahnya. Setelah di rasa punggung gadis itu menghilang dia menancapkan gas mobilnya ke tempat tujuannya selanjutnya.


"Huaaa,,,,, akhirnya badan gue wangi dan segar", gadis itu tersenyum sumringah karena akhirnya dirinya terbebas dari gerah, lengket dan berkeringat membuatnya tidak nyaman.


"Tutututudududu,,,,, akulah Putri impian akulah Putri impian akulah Putri impian Putri yang baik hati!!!", dia bernyanyi sekalian mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


"Tatatadadada,,,,,, Ouooooo,,,,,,,,", suara cempreng yang dipaksakan keluar dari tenggorokan Alesia menggunakan hair dryer nya sebagai mic.


Setelah selesai dengan dunianya sendiri dia mengambil beberapa buku buku yang akan dipelajarinya untuk mata pelajaran bseok, karena besok mereka akan mulai belajar serius. Gadis itu tersenyum kecut menatap buku buku yang ada di depannya itu tanpa minat membacanya. Dia lebih memilih ponselnya untuk main sosmed. Saat tengah asyik asyiknya main sosmed kedua matanya melotot melihat notif chat WA dari nomor yang sangat dia kenali.


"Apa nih? gue nggak salah liatkan, masa si Kulkas ngirim emot lope lope merah ke gue", gumamnya menatap layar ponselnya.


"Dia ngirim sekitar pukul tengah enam sore berarti beberapa jam yang lalu dong",


Suara nontifikasi whatsapp membuyarkan fokus Kiel yang sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya. Dia mengalihkan perhatiaanya dan melirik ke arah ponselnya. Kiel sedikit terkejut melihat emoticon bentuk hati dari nomor yang membuatnya selalu gagal mengirim pesannya dari tadi dan akhirnya tidak sengaja terkirim emiticon bentuk hati.


Awalnya Kiel gengsi membalas pesan Alesia. Tapi sekarang tidak dihiraukannya gengsi itu, dia mengirim kembali pesan dengan menggunakan emoticon (🙄).


Alesia mengerutkan keningnya mendapatkan pesan Kiel, dan berniat membalasnya lagi.


"Katanya gue jelek nggak sesuai tipenya tapi kok cewek lain diembat padahal udah punya calon tuh", celotehnya dan dengan jari lincahnya dia mengetik pesan itu dan mengirimnya.


Sekitar 15 menitan gadis itu menunggu balasan dari Kiel tapi sayangnya sampai sekarang ini belum ada tanda tandanya bahkan dibaca pun tidak. Kedua bola mata Alesia berbinar dikala centang dua menjadi biru.


"Lah cuma di read doang",


Kiel menonaktifkan dan mematikan ponselnya tidak sempat membalasnya karena mendengar laporan orang kepercayaannya dimana membuat emosinya seketika meluap ingin memenuhi hasratnya untuk membunuh seseorang.


Kiel memasuki sebuah ruangan rahasia yang dirinyalah yang boleh memasuki itu bahkan keempat sahabatnya pun tidak diijinkan masuk karena ruangan itu sangat privasi baginya. Dan ruangan itu seperti ruangan pribadi Kiel dan juga tempat dimana dia mengeluarkan air matanya dengan sepuasnya dan juga berteriak sekencang mungkin menenangkan hatinya dan juga pikirannya. Tenang saja karena ruangan itu kedap suara jadi dia bisa bebas melakukan apapun tanpa takut harga dirinya jatuh.


Dia akan memasuki ruangan itu disaat moodnya tidak bagus dan paling penting saat ingin dirinya menangis sekencang-kencangnya karena membunuh seseorang, mungkin dirinya merasa bersalah. Ya itulah sifatnya yang orang lain tidak tahu bahkan kedua orangtuanya saja tidak tahu kalau sebenarnya setiap emosinya tidak bisa dikendalikan dan jiwa psikopatnya keluar seseorang pasti akan mati ditangannya. Setelah sekitar 1 sampai 2 jam kemudian dia akan menangis sejadi-jadinya dengan sendirinya hanya sekitar 5 menitan dan paling lama 15 menit. Unik memang.


Pemuda dingin itu memakai baju kebesarannya dan memakai topeng kebanggaannya. Dia berjalan santai dengan dua pistol warna silver keemasan kebanggaannya di balik jubahnya dan juga pisau belati kesayangannya. Aura sekitar terasa sangat mencekam akibat aura pembunuhnya keluar. Seluruh anggota yang dilaluinya itu menelan salivanya dengan kasar dan menjaga sikapnya jangan sampai salah satu diantara mereka hanya tinggal nama. Karena manusia yang baru saja melewati mereka itu sekarang berubah menjadi singa jantan yang siap menerkam mangsanya. Dan dia tidak akan segan segan membunuh siapa saja karena dikuasai emosinya. Semenjak itu dia berusaha menahan amarahnya dan mengkontrol dirinya saat emosinya keluar.


Andika, Arya, Ken, dan juga Randy memakai pakaian dan topeng kebanggaan mereka. Di tangan Randy ada iPad kesayangannya dan peralatan lainnya yang berguna meretas data data komputer dan juga alat mematikan suatu alat komunikasi. Dia juga bisa membuat data data komputer rusak akibat virus komputer yang diciptakannya.


Andika dengan pedang kebanggaannya karena dia lebih suka memakai itu daripada pistol dan dia juga sangat suka dengan adanya bau berbaur ninja. Meskipun begitu dia menyimpan pistol di belakang jubahnya sebagai antisipasi.


Dan di tangan Arya tidak ada satupun barang barang seperti milik Randy ataupun Andika karena dia lebih suka menggunakan bahan racun yang bisa saja memisahkan nyawa dan tubuh dalam sekejap mata karena efeknya sangat mematikan bekerja hanya sekejap mata dan reaksi yang paling lama paling sekitar 5 sampai 10 menit.Tidak hanya itu, dia juga sangat tertarik dengan namanya segala jenis bom ataupun nuklir. Meskipun begitu dia memiliki dua pistol yang satu berisi granat pistol dan satunya lagi berisi bius.


Di tangan Ken hanya terdapat bisbol kesayangannya dengan warna hitam bertuliskan "DEAD". Dan sebuah lipstik bentuk ukuran sedang warna merah, tapi jangan sampai tertipu dengan penampilan merahnya yang menggoda. Karena lipstik itu bisa mengeluarkan sengatan listrik yang dimana membuat seseorang lumpuh sementara waktu dan tubuh seperti tidak mempunyai tenaga sedikitpun karena sudah terserap. Dan Ken lebih suka menggunakan senjata Shoutgun.


Mereka memasuki mobil mewah berwarna hitam. Satu orang satu mobil, dan dibelakang mereka terdapat 5 mobil lagi yang isinya 20 orang anggota terlatih dalam bertarung. Jadi semuanya ada 10 mobil dan ada sekitar 10 orang lagi yang memakai sepeda motor di belakang mereka mengekor. 25 orang ninja berseragam hitam dan juga bertopeng bersembunyi sempurna mengintai sebuah Mansion besar menunggu kedatangan para rombongan Kiel.

__ADS_1


Alesia mengecek beberapa kali ponselnya tetapi hasilnya tetap nihil tidak ada balasan dari Kiel membuatnya terus saja menggerutu dan kesal. Dia merebahkan tubuhnya dan menonaktifkan ponselnya kemudian diletakkannya di atas nakas. Dia melipatkan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya dan mengucapkan ucapan syukurnya dan juga permohonan kepada yang Maha kuasa.


"Gue ngerasa hari ini kayak satu abad padahal satu hari, dimana tenaga gue habis terkuras karena kejadian hari ini", gumamnya menatap langit-langit kamarnya dan kemudian perlahan menutup keduanya matanya. Dirinya mulai memasuki alam mimpi menunggu matahari menampakkan dirinya esok harinya.


...----------------...


"Kaki gue pegel banget,,,,," rengek gadis cantik itu sedari tadi memijit pergelangan kakinya sekaligus mengibaskan tangannya mengusir kegerahannya.


"Pake acara panas segala lagi, badan gue gerah banget. Bang Ken lagi ngapain coba gue disuruh pake dandanan beginian", gerutunya lagi melihat penampilan dengan wajah menyedihkan. Dia berpenampilan cupu memakai kacamata tanpa minus rambut kepang dua bisa dikatakan seperti gadis cupu. Bukan hanya dia tapi para sahabatnya juga berpenampilan seperti dirinya karena dipaksa keempat cowok kalau bukan Ken, Randy, Andika, dan Arya.


"Diem!", titah Kiel dengan nada tegas dan dingin menghadap ke arah depan podium yang terdapat kepala sekolah sudah sekitar satu setengah jam berpidato sana sini ini itulah.


Gadis itu memutar badannya melihat siapa yang berbicara padanya dan dia sedikit terkejut melihat pemuda tampan mempunyai rahang tegas badan tinggi dan juga tegap menatapnya dengan tatapan tajamnya dan beralih lagi ke arah podium. Kening Alesia berkerut melihat keberadaan Kiel yang jelas jelas barisan para cewek dan cowok berbeda karena saling bersebelahan.


Kini kedua matanya melotot lagi melihat bukan hanya Kiel tetapi juga yang lainnya bahkan Ken yang barisannya lumayan jauh dan berbeda berada dibarisan kelasnya. Dia memperhatikan dari ujung depan sampai ujung belakang. Betapa terkejutnya dia, cowok yang paling depan adalah Randy dan belakanganya Michi terus Arya terus Lia terus Andika dan sampailah dirinya. Dan belakanganya Kiel dan belakanganya lagi Zoya yang berusaha bersikap biasa karena salting mungkin karena Ken dibelakangnya. Alesia menepuk jidatnya sebenarnya apa yang direncanakan kelima cowok tampan itu.


Sedangkan Ara salah satu anggota OSIS yang bertugas sebagai penanggung jawab acara ucapan selamat datang terhadap siswa siswi baru disekolah itu. Kedua matanya terus saja menatap tidak suka melihat kedekatan Ken dan Zoya yang berusaha saling curi curi pandang.


"Kok jadinya gini sih?", tanyanya terhadap Kiel yang sedari tadi postur tubuhnya tegap lurus tidak bergerak sedikitpun membuat Alesia sedikit kagum.


Kiel tidak menjawab dia memutar kepala Alesia menghadap ke arah podium. Saat dirinya ingin protes dia dikejutkan suara peringatan dari Pak Kepala sekolah.


"Hey kau gadis berkacamata, kenapa kau tidak memperhatikan Bapak pidato dari depan malah ribut disitu, lumayan kau masih cantik dan bapak bisa memakluminya tapi ternyata kau sangat jelek karena kacamatamu itu",


Pak kepala sekolah melihat penampilan Alesia dari atas sampai ujung rambutnya seolah olah merendahkan dirinya dan sedikit jijik karena dia lebih suka melihat gadis cantik dan seksi.


"Kayaknya ada yang kesal nih", gumam Lia melirik ke arah Alesia sebentar dan ditegur Andika.


"Maaf dad, bukan maksud Lesia manfaatin pangkat keluarga kita cuman kepala sekolahnya rese banget", gumamnya dalam hati menatap tajam ke arah kepala sekolah. Dia sudah lama tidak suka melihat sikap Pak Kepala Sekolah karena kebiasaannya yang selalu mata jelalatan melihat cewek cantik dan seksi.


"Pak saya nggak ada maksud nggak sopan sama Bapak, tapi masalahnya bapak ngerasa ganteng gitu sampai bilang saya jelek banget",


"Dan juga saya ribut itu juga karena kesalahan Bapak sendiri, coba aja bapak nggak pidato panjang sampe berjam-jam begitu kaki saya nggak pegel pegel nih udah panasnya minta ampun lagi",


"Bapak mah enak ada cewek cantik yang payungin Bapak nggak kepanasan", ocehnya dengan nada menyindir membuat semua mata menatapnya tapi ditatapnya hanya santai. Dia sibuk memikirkan kakinya dan juga kepalanya yang diterpa matahari padahal hari masih sekitar jam sembilan ke atas.


Semua guru melotot ke arah Alesia ada yang menahan tawa ada juga yang ingin menjewer telinganya termasuk Pak Godep.


Pak kepala sekolah mendengus kesal karena salah satu siswanya berani mengatakan seperti padahal dia adalah seorang kepala sekolah. Pak Godep yang melihat perubahan wajah Pak Kepala Sekolah berinisiatif mengatakan kalau Alesia salah satu anak donatur terbesar di sekolah itu. Untung gadis itu Putri salah satu donatur terbesar di sekolah itu kalau tidak dia ingin sekali memecatnya langsung dan mempermalukannya di depan umum.


Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh barisan siswa yang hampir dua ribuan. Dan benar saja sudah banyak yang mengeluh karena kakinya pegal dan kepanasan. Bukan hanya itu ada juga yang keluar dari barisan dan masuk ke UKS karena pingsan kelamaan dibawah sinar matahari


Gadis itu tersenyum senang karena apa yang diinginkannya akhirnya terkabulkan.


Suasana gaduh tawa dan telapak sepatu ribuan siswa dan siswi memasuki ruangan kelasnya masing-masing.


"Btw mata pelajaran pertama apa? gue lupa soalnya hehehe,,,,," tanya Alesia mengeluarkan buku kosongnya dan juga kotak pensil bergambar Shinbi's house.


"Sekarang Matematika dari Pak Godep terus Biologi terus fisika terus kimia terus bahasa Inggris", jelas Zoya membuat Arya dan Andika yang baru saja lewat berteriak heboh.

__ADS_1


"WHAT!!!!!",


"Gila, bisa bisa otak gue panas satu harian", keluh Arya memikirkan mata pelajaran yang akan dihadapinya sebentar lagi.


"Otak gue kasihan banget sih", dramatis Andika mengelus kepalanya.


"LEBAY!!!!!!", sorak keempat gadis itu membuat kedua cowok itu mendengus kesal.


"Aduh bentar lagi Pak Godep bakal masuk nih, gimana dong kita", ujar Lia memasang wajah khawatir membolak-balikkan buku catatan matematikanya waktu kelas 10.


"Lo kenapa?", tanya Alesia, Zoya, dan Michi bersamaan memandang Lia dengan wajah risau.


Lia menarik nafasnya perlahan dan mengeluarkannya dengan perlahan.


"Gue denger denger nih yah, setiap awal masuk pembelajaran tahun baru setiap kelas bakal dilakuin ujian mendadak terkecuali kelas 10. Ada yang bilang juga, kalo Pak Godep ngelakuin itu karena dia nggak ingin rumus rumus matematika yang sudah diajarkan satu tahun itu hilang sekejap mata padahal ngajarinnya sangatlah capek dan mengurus pikiran. Makanya dibuat ujian mendadak padahal masih awal pembelajaran baru", ujarnya dengan satu tarikan nafas. Lia langsung mengambil minuman milik Andika karena tenggorokannya butuh diairi.


"Mati kita!", teriak Zoya dan Michi bersamaan merampas buku catatan matematikanya Lia dan membacanya secara terburu-buru.


"Kalo kita mah santai santai aja kita kan anak baru, ya nggak bro", ujar Andika merangkul pundak Arya.


"Pak Godep nggak ada istilah anak baru jadi lo lo berdua tetap ikut ujian dadakan", ujar Lia menunjuk wajah Arya dan Andika menggunakan jari telunjuknya.


Andika dan Arya yang tidak punya pilihan lain merampas buku catatan Lia dari tangan ketiga gadis cantik itu dan membawanya ke tempat duduk mereka. Ketiga gadis cantik itu tidak terima dan terjadilah saling rampas merampas.


"Lo nggak belajar?", tanya Lia ke Alesia yang duduk santai di bangkunya memakan cokelat silver Queen.


"Otak gue kan pintar", sahutnya enteng membuat Lia memutar matanya malas.


"Nih makan otak lo yang pintar itu", ujarnya geram mengambil dab memasukkannya ke mulut Alesia. Dan ikut bergabung merampas bukunya bersama yang lainnya.


Alesia yang tengah santai dengan makanannya tiba tiba dikagetkan dengan silver Queen jumbo di taruh di mejanya. Gadis itu melirik ke arah belakang melihat Kiel berjalan santai dengan kedua tangan di kantongnya menuju ke arah bangkunya.


Alesia mengambil cokelat itu dan menemukan sebuah surat dan membacanya.


"Apa ini!", gumamnya menatap kurang suka isi surat itu tapi ingin juga tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay, maaf Putri telat update 😅🙏


Btw makasih banyak yah kakak dan Abang Abang udah nyempetin baca novel Putri.


Putri mau nanya nih, kalian tau nggak siapa sebenarnya Kiel? jawab di kolom komentar yah.


Jangan lupa like, komen, Vote, Gift, dan favorit juga yah👐


Salam sehat 💪


GBU 🤗😇

__ADS_1


__ADS_2