
Di sebuah rumah tampak seorang Pria tengah merasakan gelisah yang luar biasa, dan masih membuatnya hidup dengan bayang-bayang sahabatnya yang telah meninggal dunia.
“ Ini gak bisa di biarin, gua harus cek kebenarannya. Ya bener, lebih baik gua pergi sekarang. Gua harus ke klub sekarang.”
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh pria tersebut pun sampai di tempat biasa ia berkumpul dengan dua sahabatnya. Ia pun tanpa berlama-lama langsung mengecek CCTV untuk mengecek kebenaran matanya.
“ Pak Mondy ini dia rekaman CCTV-nya.”
Mondy pun melihat layar yang menampilkan kejadian yang dialaminya dan sahabatnya Okta sebelum Okta meninggal. Tampak di sana tidak ada Desy Gunawan seperti yang ia lihat, mereka seperti berbicara dengan sosok tak kasat mata. Dan tampak adegan di mana Okta mencium dan memeluk dirinya sendiri.
“ Gak... Gak mungkin harusnya Desy ada di situ, kenapa Desy gak ada ini mustahil ini mustahil.” Gumam Mondy.
Tiba-tiba handphone Mondy pun berbunyi tanda ada orang yang meneleponnya. Tampak nama sang kekasih tertera pada layar handponenya 'Stefiku'
“ Halo sayang, kenapa ?”
“ Halo kamu di mana yank?”
“ Aku lagi di jalan, ini mau pulang.”
“ Mau pulang ya?”
“ Iya, emang kenapa sayang ?”
__ADS_1
“ Mama sama papa aku baru pulang dari Paris katanya ada oleh - oleh buat kamu sama keluarga kamu. Kamu kesini ya yank?”
“ Iya aku ke sana sekarang, lagian aku juga kangen sama kamu.”
“Aku juga kangen sama kamu. Aku tunggu ya sayang.”
“ Iya sayang.”
Mondy pun keluar dari klub tersebut dan bergegas masuk ke mobilnya dan bersiap untuk pergi ke rumah sang kekasih.
Di tengah perjalanan handphone Mondy kembali berbunyi dan nama sang ayah menghiasi layar handphone-nya. Dan ia pun mengusap tombol pilihan hijau di layar handphone-nya.
“ Halo Mon, lu di mane ?”
“ Gak ini Enyak lu dari tadi bawel suruh Babe telepon lu, soalnya Enyak lu perasaannya gak enak.”
“ Mondy gak ape - ape kok Be, Mondy mau ke rumah Stefi, dia bilang mama sama papanya baru pulang dari Paris bawa oleh-oleh buat Mondy ame enyak ame Babe.”
“ Ye udah kalau gitu ye, hati;hati lu Mon, jangan ngebut-ngebut ye.”
“ Iye Be.”
Tut.... Tut....
__ADS_1
Nada tersebut menandakan bahwa panggilan pun telah berakhir.
Tiba-tiba dengan sendirinya mobil yang di kendarai Mondy melaju dengan sangat cepat, tetapi Mondy tidak menginjak pedal gas tersebut dengan kuat. Mondy pun coba memperlambat mobilnya dengan menginjak pedal remnya, tetapi tiba-tiba saja rem mobilnya tidak bekerja, padahal sebelumnya masih berfungsi dengan baik. Walau pun begitu Mondy pun tetap berusaha menghentikan mobilnya.
“ Percuma kamu usaha mobil ini tetap akan membawamu ke neraka, seperti mobil ini dulu membawa jasatku. Hihhiiihhi.”
“ Naomi... Kamu ngapain disini.” Ucap Mondy dengan panik yang tidak dapat disembunyikan lagi.
“ Aku di sini mau MEMBUNUHMU Mondy Widjaja hihhihiihih.”
“ Kamu itu sudah mati Naomi... MATI.”
“ Kamu dan Okta sama bilang aku udah mati, kalian benar kalau aku sudah mati, tapi aku mau mengajak kalian untuk merasakan sakitnya kematian yang aku alami. Tidak adil kalau hanya aku, Okta, dan Mario Tanumihardja yang mati. Aku mau aja kamu dan kekasihku Gracio untuk ikut merasakannya.”
“ Om Mario, kamu juga yang bunuh dia iya ?”
“ 100 buat kamu, iya aku yang udah bunuh dia, dia pantas mati, dia terlalu sering menyakiti hati wanita. Syakila Tanumihardja itu baik dia gak pantas dengan laki-laki bangs*k kaya Mario jadi karena Mario juga keluarga Gracio jadi aku ajak aja dia mati juga. Sebelumnya aku juga mau membunuh Vernando Tanumihardja dan Ayana Tanumihardja tapi setelah kau pikir mereka orang baik jadi aku membiarkan mereka hidup tenang. Sepertinya aku terlalu panjang bercerita. Lebih baik kita ke intinya saja Mondy. Aku akan membuat Mobil ini jatuh ke jurang hihihihiiihhi.” Seketika Naomi pun menghilang dari mobil yang dikendarai Mondy.
“ Gak Naomi gak....... Aku masih mau hidup Naomi.”
Mobil Mondy pun meluncur sempurna ke jurang yang cukup curam. Suara jatuhnya mobil tersebut terdengar cukup nyaring, Membuat orang di sekitar yang menyaksikan peristiwa tersebut pun cepat-cepat meminta bantuan dan menelepon pihak rumah sakit agar membawa ambulans dan juga pihak berwajib agar di selidiki. Tetapi sebelum ambulans datang. Mondy pun tidak dapat di selamatkan dan meninggal di seketika di tempat kejadian.
“ Mondy sekarang udah mati, jadi selanjutnya giliranmu sayang Gracio Tanumihardja hhihiihihihi.”
__ADS_1
Naomi pun menghilang meninggalkan tempat kejadian peristiwa yang mulai ramai dengan mobil polisi dan ambulans.