
Tampak seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan berkarisma sedang melamun memikirkan sesuatu yang mengganjal pikirannya selama 16 tahun belakangan ini. Pria paruh baya itu adalah Vernando Tanumihardja yang memikirkan bagaimana nasib istri yang tidak pernah bercerai dengannya, serta seorang anak laki-laki yang di bawa istrinya itu.
Tetapi lamunan Vernando pun harus terhenti, karena sang anak yang telah ia bersarkan sendirian, kini telah datang menghampiri nya yang tengah duduk di depan meja makan.
“ Pagi yah.” Ucap anak Vernando yang tidak lain adalah Frans P. Tanumihardja.
“ Pagi Frans.” Ucap Vernando sambil sedikit menghapus air matanya yang dengan lancang telah keluar dari asalnya.
Frans pun duduk di depan sang ayah. Frans tidak ingin bertanya apa pun karena ia tidak ingin ayahnya berbohong lagi dan lagi.
Baginya tatapan kerinduan, kekosongan dan penyesalan yang selalu ia lihat di mata ayahnya. Bahkan ia tidak bisa menghitung berapa kali sang ayah tertangkap basah mengelap pelan air mata nya.
“ Frans kamu berangkat sama ayah Frans ?” Ucap Vernando diselingi makannya.
“ Iya yah.” Jawab Frans.
Tanpa ada nya lagi pembicaraan, mereka pun meneruskan makan mereka dengan hikmat.
Setelah selesai makan, Vernando pun mengantarkan Frans untuk ke sekolah nya.
****
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mobil Vernando pun berhenti didepan gedung yang cukup besar. Terlihat beberapa remaja putra-putri mulai memasuki kawasan gedung tersebut.
“ Kamu berlajar yang benar ya Frans, dan jangan nakal ya.” Ucap Vernando sambil menerima uluran tangannya.
“ Iya yah, Frans kan pinter kaya ayah.” Ucap Frans sambil mencium tangan Vernando.
__ADS_1
“ Ya sudah, kalau gitu ayah berangkat ke kantor dulu ya, nanti kalau ayah gak ada meeting ayah jemput kamu ya.”
“ Iya yah, ayah hati-hati ya nyetirnya.” Ucap Frans.
Mobil Vernando pun mulai bergerak dan meninggalkan perkarangan gedung tersebut.
Tanpa pikir pajang Frans pun mulai memasuki kawasan gedung tersebut dan mulai berjalan menuju lokal yang ia pakai untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar yang ia ikuti.
***
Setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar yang telah berlangsung, kini saatnya Frans dan siswa-siswi yang bersekolah disitu pun pulang untuk kembali kerumahnya masing - masing.
Tetapi sayang, saat ia ingin pulang selalu saja ia di cegal oleh sekelompok siswa yang merasa dirinya adalah orang-orang hebat yang menindas orang-orang lemah, khusus nya orang seperti Frans.
“ Woi Frans orang kaya. Sini in duit lu, kita mau pakek duit lu.” Ucap salah seorang yang mungkin ketua dari sekumpulan orang-orang yang merasa hebat tersebut yang bernama Marchel.
“ Alah bohong lu.” Ucap Marchel sambil memeriksa seluruh saku pakaian dan tas milik Frans.
“ Ini apa ?” Ucap Marchel sambil menunjukkan uang yang ia temui di dalam tas Frans.
“ Feno, hadiah nya mana.” Ucap Marchel kembali
“ Ini Chel.” Ucap Feno sambil memberikan botol yang berisi air berwarna kuning yang tidak lain adalah air seni sekumpulan orang-orang tersebut.
Tanpa membuang-buang waktu Marchel pun mulai menuangkan air botol tersebut tepat di atas Frans, tanpa bisa melawan ia pun pasrah dengan apa yang di lakukan sekunpulan orang itu padanya.
“ Ayo cabut guys.” Ucap Marchel mengarahkan anggota kelompoknya.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Frans pun jatuh meratapi ketidak berdayaannya untuk melawan dan selalu di tindas. Tiba-tiba hp Frans pun berbunyi tertera nomor sang ayah menghiasi layar elektronik persegi panjangnya. Cepat-cepat ia menghapus air matanya dan menetralkan suara nya agar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah di rasa cukup ia pun mulai mengangkat panggilan sang ayah.
📱Ayah is Calling
“ Hallo yah.”
“ Hallo Frans kamu di mana ?”
“ Frans masih di sekolah Yah, kenapa Yah ?”
“ Itu kata mang Deno kalau kamu belum kelihatan, hp kamu juga gak angkat-angkat telepon mang Deno.”
“ Iya Yah, Frans baru selesai sekolahnya. Frans ketempat Mang Deno dulu ya, Yah.”
“ Iya, bilang mang Deno nyetirnya hati-hati ya Frans.”
“ Iya Yah.”
Frans pun mengambil tas yang sebelum nya sudah di lemparkan Marcel setelah ia mendapatkan uang milik Frans. Dan Frans pun segera menuju ke luar gedung dan mulai mencari mang Deno untuk kembali ke rumah nya.
“ Den Frans aduh kenapa lagi baju nya den.” Ucap Deno khawatir dan merasa iba terhadap anak majikannya yang selalu pulang dalam keadaan yang cukup berantakan setiap hari nya.
“ Gak apa-apa mang kita pulang aja ya mang.” Ucap Frans meyakinkan Deno.
“ Iya den, sekarang kita pulang.” Ucap Deno
Frans dan Deno pun masuk ke mobil dan mulai meninggal kan lingkungan sekolah Frans untuk kembali pulang ke rumah ke diaman Vernando Tanumihardja.
__ADS_1