Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 12


__ADS_3

Di suatu negara tepatnya di Prancis , Paris terlihat pria yang cukup tampan sedang serius membaca berkas yang ada di tangannya. Tetapi sepertinya ia tampak kurang fokus dengan berkas tersebut, sesekali ia masih memikirkan ucapan temannya beberapa hari yang lalu.


“ Dari pada gua ke pikiran terus lebih baik gua fokus dulu buat meeting hari ini, biar gua bisa secepatnya balik ke Jakarta.”


Gracio pun melanjutkan pekerjaannya kembali. Ketika sedang asik membaca berkas suara ketukan pintu pun terdengar.


Tok...... Tok..... Tok.....


“ Veuillez vous connecter (Silahkan masuk).” Ucap Gracio dengan fasihnya berbahasa Prancis.


Ceklek.....


“ Excusez-moi monsieur, je veux vous dire que dans deux heures la réunion commencera dans le paquet (Permisi Pak, saya mau memberitahukan Bapak kalau dua jam lagi meeting akan segera di mulai Pak).” Ucap sang pengetok pintu yang tidak lain adalah sekretaris Gracio di Paris.


“ Apakah kita mau berangkat sekarang Nadse ?” Ucap Gracio dengan tersenyum nakal.


“ Maaf Pak, itu tergantung Bapak, saya cukup memberitahukan kalau dua jam lagi meeting segera di mulai, kalau gitu saya permisi Pak.” Ucap Nadse seseorang yang telah mencuri perhatian Gracio saat pertama kali Gracio melihatnya.


"Kenapa cepat sekali Nadse.” Ucap Gracio sambil menahan tangan kanan Nadse.


“ Maaf pak saya harus kembali bersiap-siap.” Ucap Nadse sambil melepaskan tangan Gracio yang berada di tangannya dengan lembut.


“ Permisi Pak.”


Ceklek.....


“ Nadse... Nadse sepertinya saya memang mencintai kamu, saya akan berusaha untuk kamu percaya kalau saya benar - benar mencintai kamu.” Ucap Gracio sambil tersenyum.


Gracio pun keluar dari ruangannya dan pergi ke ruang meeting yang ada di kantornya.


************


Setelah meeting selesai orang-orang yang berada di ruangan tersebut pun mulai membubarkan diri, tidak terkecuali Gracio dan Nadse.


“ Nadse.” Panggil Gracio sambil menahan lengan Nadse.


“ Ada apa Pak ?” Tanya Nadse sambil melepas lembut tangan Gracio yang menahan lengannya.


“ Malam nanti kamu ada acara ?”


“ Tidak ada pak, kenapa Pak ?”


“ Ada hal yang saya ingin bicarakan nanti malam.”


“ Kenapa tidak sekarang saja Pak ?”


“ Saya maunya nanti malam. Nanti malam saya jemput kamu jam 8, dandan yang cantik ya.” Ucap Gracio sambil meninggalkan Nadse yang belum memberikan jawaban apa pun.


*************


Jam telah menunjukkan pukul 7.30 malam itu tandanya kota Paris telah dipenuhi oleh cahaya-cahaya lampu indah sebagai penerang untuk menerangi gelapnya malam kota Paris dan tentu saja udaranya pun bertambah dingin di bandingkan siang hari.


Tampak seorang wanita di sebuah Apartemen yang ada di kota Paris tengah sibuk memilih baju yang akan ia pakai untuk bertemu dengan sang bos malam ini.


“ Yang mana ya? Kayanya gak ada yang cocok deh.”


“ Tapi kan ngapain juga aku harus tampil perfect yang ada nanti dia kegeeran lagi. Aduh... Yang mana ya?”

__ADS_1


Mata Nadse pun tertuju pada sebuah dress hitam yang sangat indah yang beberapa minggu yang lalu sempat ia beli untuk menghadiri pesta ulang tahun teman kantornya.


“ Yang ini aja deh.”


Nadse pun memakai dress yang ia pilih. Setelah memakai dress tersebut ia pun mulai memoles wajahnya agar terlihat cantik didepan bos genitnya. Entah kenapa ia pun menuruti permintaan bosnya itu.


Setelah memoles wajahnya, Nadse pun mendengar Bell apartemennya berbunyi tanda kalau ada orang yang ingin berkunjung ke apartemennya itu. Ia pun langsung segera membuka pintu apartemennya. Tampak seseorang yang ia kenal berdiri di depan apartemennya dengan setelan rapi dan juga terlihat gagah.


“ Kamu terlihat sangat cantik hari ini, kenapa kamu harus dandan secantik itu, kamu membuatku tidak rela meninggalkan kamu Nadse.” Ucap Gracio dalam hati sambil memandang lekat kedua mata Nadse.


“ Pak... Halo Pak?” Ucap Nadse mencoba menyadarkan bos genitnya.


“ Eh....Iya, kamu udah selesai?”


“ Udah Pak.”


“ Gak ada yang ketinggalan?”


“ Gak ada Pak.”


“ Oke sekarang kita berangkat ya.”


“ Kemana Pak ?”


“ Ada deh, nanti kamu juga tahu.”


“ Bapak nyebelin juga ya, bukan tapi Bapak emang nyebelin.”


“ Saya emang nyebelin, tapi nyebelinnya cuma sama kamu loh.” Ucap Gracio sambil tersenyum genit.


“ Gombal.” Ucap Nadse sedikit malu.


**********


Saat mereka masuk ke dalam restoran dan menuju meja yang telah di pesan sebelumnya oleh Gracio tampak orang-orang yang melihat mereka berdua berdecak kagum dengan kecocokan mereka berdua yang tampak tampan dan cantik membawa wajah khas Asia mereka.


“ Silahkan duduk Nads.” Ucap Gracio sambil  menarik dan mempersilahkan Nadse duduk di kursi yang ia maksud.


“ Terima kasih Pak.” Ucap Nadse sambil tersenyum manis.


Untuk beberapa saat Gracio pun berhasil mematung oleh senyuman manis yang diberikan Nadse kepadanya. Sebelumnya ia tidak pernah melihat senyum itu untuknya melainkan wajah jutek yang selalu ditampilkan sang sekretarisnya itu kepadanya.


Tetapi saat Gracio menikmati lamunannya sang pelayan pun datang membawakan makanan yang sebelumnya juga telah Gracio pesan.


“ S'il vous plaît Seigneur et Dame (Silahkan tuan dan nyonya).” Ucap pelayan tersebut.


“ Merci ( Terima kasih).” Balas Gracio sambil tersenyum ramah.


Pelayan tersebut pun meninggalkan mereka berdua.


“ Silahkan makan Nads.”


“ Bapak gak nyampurin apa-apakan di makanan saya?”


“ Gaklah Nadse, kalau kamu gak percaya ni kita tukaran aja.”


“ Gak usah deh pak, saya percaya.”

__ADS_1


“ Jadi apa yang bapak mau sampaikan sama saya ?”


“ Makan aja dulu, nanti selesai makan baru saya kasih tahu kamu oke.”


“ Oke.”


Mereka berdua makan dengan hikmat  tanpa melanjutkan pembicaraan atau sekedar basa-basi di sela makan mereka. Setelah keduanya selesai tibalah Gracio mengungkapkan apa tujuan dan maksudnya.


“ Huft... Huft...” Hela nafas Gracio pun keluar sebagai tanda ia akan berbicara suatu hal.


“ Nadse.... Besok saya mau pulang ke Jakarta, tugas saya di sini udah selesai jadi...”


Nadse pun masih menunggu kelanjutan apa yang akan di bicarakan bosnya itu.


“ Jadi sebelum pulang ke Jakarta saya mau bilang sesuatu sama kamu, kalau saya sayang sama kamu, saya cinta sama kamu, mungkin benar di karena kesalahan yang pernah saya lakukan dulu gak mungkin saya mendapatkan kebahagiaan. Dulu saya seorang yang sangat brengs*k bahkan saya selalu tidur dengan banyak wanita beberapa mereka ada yang sampai hamil, tapi saya gak yakin anak yang di kandung mereka itu anak saya, karena saya tahu kalau mereka gak tidur cuma sama saya aja, bahkan dengan teman - teman saya mereka pun merasakannya. Sampai saya bertemu dengan seorang wanita yang cantik, ia mampu mengalihkan dunia saya dan akhirnya saya dan dia pun pacaran. sampai suatu ketika saya merenggut kehormatannya, setelah peristiwa itu saya dan dia bahkan melakukannya tidak hanya satu atau dua kali bahkan sangat sering. Hingga sampai suatu ketika dia hamil dia meminta tanggung jawab saya, tapi pikiran saya kacau, saya belum bisa nikah dengan kondisi saya masih meminta dengan kedua orang tua saya dan kakak saya, saya mengusirnya. Sampai keesokan harinya saya berubah pikiran dan ingin bertanggung jawab dan tidak peduli jika kedua orang tua saya melarang atau setuju saya tetap akan menikahinya, tetapi harapan itu musnah dia gantung diri, dia meninggal bersama calon anak saya yang mungkin belum berbentuk, itu membuat saya selalu dirasuki bayang-bayang rasa bersalah saya. Setelah satu tahun kemudian ayah saya meninggal kecelakaan, saya dan kakak saya harus mengurus perusahaan yang ditinggal ayah saya. Sampai saya mengajukan diri saya untuk mengurus perusahaan cabang yang di luar negeri, kemudian saya sampailah ke Paris saya ketemu kamu, saya jatuh cinta sama kamu, dan mulai melupakan sedikit masa lalu saya. Tapi sepertinya saya emang ditakdirkan untuk tidak akan pernah bahagia. Saya tahu mungkin setelah kamu mendengar kisah saya kamu pasti tidak ingin bertemu lelaki baj*ngan seperti saya. Jika kamu memiliki perasaan yang sama, saya berjanji akan selalu mencintai kamu dan tidak akan mengulang kesalahan saya lagi, saya juga ingin mengajak kamu ke Jakarta untuk ketemu keluarga saya dan saya ingin serius dengan kamu bukan berpacaran, saya ingin membangun rumah tangga dengan kamu. Tapi itu semua cuma mimpi belaka saya. Tapi setelah saya menyampaikan itu semua perasaan saya sedikit lega, terima kasih Nadse udah membuat saya sedikit melupakan masa lalu saya terima kasih.” Ucap Gracio panjang lebar dan diakhiri dengan ia mengusap sedikit air matanya.


“ Tapi Pak...” Baru Nadse membuka suaranya telunjuk Gracio menutup bibir. Nadse.


“ Gak usah di jawab sekarang, karena saya takut mendengarkannya. Lebih baik kamu saya antar pulang sekarang.”


Gracio pun mengantar pulang Nadse dengan suasana yang hening di mobilnya.


Setelah sampai digedung apartemen Gracio pun menawarkan dirinya untuk mengantar Nadse ke pintu apartemennya.


“ Kalau gitu saya masuk dulu ya Pak.”


“ Nadse.... saya berangkat jam 8 dengan pesawat pribadi besok, saya tunggu jawaban kamu juga besok, kalau kamu gak datang saya anggap kamu tidak memiliki perasaan yang sama dengan saya dan kalau kamu datang besok, pergilah bersama saya ke Jakarta. Kalau gitu saya pulang dulu.”


*************


Di suatu tempat, tepatnya di sebuah penerbangan di Paris, tampak seorang pria yang cukup tampan khas orang Asia terlihat gelisah, sesekali melihat jam yang menempel sempurna di pergelangan tangannya, seperti tengah menunggu seseorang.


"Maaf Pak.... Semuanya sudah siap, dan siap berangkat Pak. Apa ada yang kurang Pak?" Tanya seseorang pramugara pesawatnya.


“ Ada, hati saya yang kurang.” Ucap Gracio dalam hati.


Tit... Tit... Tit....


Jam tangan Gracio pun berbunyi tanda jam telah menunjukkan pukul 8 tepat.


“ Sepetinya dia memang gak datang.” sambung Gracio dalam hati.


“ Kita berangkat sekarang.” Ucap Gracio pada pramugara tersebut.


Baru beberapa Gracio melangkah terdengar teriakan yang cukup mengalihkan perhatian Gracio, pasalnya ia mendengar namanya di panggil-panggil dengan suara yang tidak asing lagi di telinganya.


“ Gracio... Tunggu.... Gracio.... Tunggu.” Teriak seorang wanita yang tidak lain adalah sekretarisnya di Paris.


Senyum Gracio pun seakan tidak lepas di bibirnya setelah mengetahui siapa yang memanggilnya.


“ Bodoh.... Bodoh...” Ucap Nadse sambil memukul dada bidang milik Gracio.


“ Iya saya memang bodoh.”


“ Seharusnya kamu sudah dapat jawabanku dari semalam, tapi kamu malah suruh aku jawab hari ini, untung kamu gak pergi duluan, aku capek tahu lari - lari ngejar kamu.”


“ Iya maaf in aku ya.” Ucap Gracio sambil memeluk Nadse.

__ADS_1


Setelah mencurahkan perasaan mereka masing-masing, mereka pun bergegas masuk kepesawat yang akan mengantar mereka berdua ke Jakarta.


__ADS_2