
“ Hallo Abil, kamu dimana, kata Soni dari semalam kamu gak ada kabar, kata Soni juga kamu pergi dari rumahnya kaya irang nahan emosi, kamu kenapa?” Ucap seorang wanita yang menelepon salah satu pria kembar yaitu Nabiol dan orang yang menelepon tersebut adalah Shani Indira orang yang sangat di sukai Nabilo.
“ Abil gak apa-apa Shani, cuma muka Abil luka-luka banyak, kalau gak percaya Shani ke sini aja.” Ucap Nabilo dengan nada yang sengaja dibuat lemah.
“ Oke Shani ke rumah Abil sekarang ya.” Ucap Shani.
“ Tunggu Shani, Abil udah pindah sekarang, nanti Abil wa alamat Abil yang baru ya.” Ucap Nabilo dengan lembut.
“ Iya Abil.” Ucap Shani.
Tut... Tut.... Tuttt..
“ YES... Shani bakalan datang.” Teriak Nabilo dengan senangnya.
“ Aduh sayang kok seneng banget kenapa ni?” Tanya Naomi melihat tingkah anaknya yang sedikit aneh.
“ Gak apa-apa kok bunda.” Ucap Nabilo sedikit malu.
“ Yang bener, ya udah sini bunda obatin luka Ilo.” Ucap Naomi.
“ Gak usah bunda, bunda obatin lukanya ayah aja atau Frans, soal nya luka Ilo udah ada yang mau obatin.” Ucap Nabilo dengan senyum malu-malu.
“ Oh, jadi kamu senang gitu karena ada yang mau obatin luka kamu ya, siapasih, bunda jadi penasaran.” Ucap Naomi.
“ Permisi.” Ucap seseorang yang tidak di undang pun datang, orang tersebut adalah Shania bukan Shani.
“ Oh itu orangnya.” Ucap Naomi berbisik ke Nabilo.
“ Sini sayang, kamu pasti mau bantuin obatin anak tante yang nakal ini kan?”
“ Iya tante.” Ucap Shania dengan malu-malu.
“ Iya udah kalau gitu tante pergi dulu ya, udah jadian apa belum ni?” Ucap Naomi menggoda anak nya.
“ Belum tante.” Ucap Shania dengan malu-malunya.
“ Bunda.” Ucap Nabilo pada Naomi.
“ Oke bunda pergi, semoga cepat jadian ya.” Ucap Naomi sambil pergi.
“ Bunda.” Ucap Nabilo sedikit kesal.
“ Maafin bunda ya Shan, bunda emang gitu orangnya.” Ucap Nabilo tak enak hati pada Shania.
“ Gak apa-apa kok Frans.” Ucap Shania.
“ Shania obatin luka Frans.” Ucap Shania kembali.
“ Iya Shan.” Ucap Nabilo.
Setelah Shani selesai mengobati luka Nabilo, hp Nabilo pun berbunyi tanda bahwa pesan singkat telah masuk ke telepon genggamnya.
Abil, Shani udah sampai di depan rumah yang alamat nya Abil kirim tadi
Iya Shani, Abil kedepan ya
“ ****** gua, Shania ada di sini lagi, dimana lagi si Frans**.” Ucap Nabilo dalam hati.
Frans lu dimana?
Di depan Bil, itu ada Shani di depan, suruh masuk aja
Jangan suruh masuk lu sama Shani di luar aja, shania ada di dalam bareng gua ni
Oke bil, jangan diapain ya Shania nya
Iya
“ Untung si Frans ada di depan coba di sini mati gua huft.” Ucap Nabilo dalam hati
“ Frans aku mau ke toilet dulu ya, toilet nya dimana ya?” Ucap Shania.
“ Di sana Shan, di dekat tangga.” Ucap Nabilo.
“ Kalau gitu aku ke toilet dulu ya Frans.” Ucap Shania.
__ADS_1
“ Iya Shan.”
1 menit setelah Shania meninggalkan Nabilo, Frans pun datang menghampiri nabilo.
“ Ngapain lu Frans?” Tanya Nabilo.
“ Mau ambil minum buat Shani.” Jawab Frans.
“ Biar gua aja, lu tunggu sini aja, di toilet ada Shania, nanti gua yang nemuin Shani lewat pintu belakang.” Ucap Nabilo.
Namun baru beberapa detik Nabilo pergi ke dapur, Shani pun masuk ke rumah Tanumihardja berniat ingin meminjam toilet.
“ Abil, Shani boleh numpang ke toilet sebentar?” Tanya Shani.
“ Bo-leh Shani di situ toilet nya.” Ucap Frans menunjuk keberadaan toilet.
Namun karena tidak hati-hati, Shani pun harus terjatuh di atas Frans karena tidak sengaja menginjak bagian lantai yang licin akibat tumpahan cairan alkohol.
Namun di saat itu juga Shania melihat kejadian itu langsung melabrak Shani.
“ Shani.... Lo ya, ngapain capee gitu sama Frans.” Ucap Shania dengan garangnya.
“ Shania, aku gak sengaja, tadi lantai nya licin, lagian dia bukan Frans, Abil.” Ucap Shani tak terima.
“ Hahh... ABIL, dia itu FRANS.” Ucap Shania tak terima juga.
“ Abil.” Ucap Shani sambil menarik Frans.
“ Frans.” Ucap Shania menarik Frans.
Begitulah kata yang di ucapkan Shani dan Shania.
Karena tidak tahan dengan makhluk tuhan yang cantik itu, Frans pun berniat meminta bantuan Nabilo.
“ NABIL BANTUIN FRANS.” Teriak Frans frustasi.
“ Hai cantik.” Ucap Nabilo dengan gaya yang khas.
Shani dan Shania pun terdiam sambil menatap Frans dan Nabilo bergantian.
“ Tunggu jangan pingsan.” Ucap Nabilo.
“ Aku Frans dan dia Nabil, kita sodara kembar.” Ucap Frans.
“ Iya kita kembar, dan Shani, aku mau ngomong sama kamu. Bunda, ayah kesini bentar.” Ucap Nabilo sedikit berteriak.
Tak lama Vernando dan Naomi pun datang dengan kondisi Vernando yang acak-acakan dan Pakaian Naomi yang juga acak-acakan
“ Huft... Ya sudah lah.” Gumam Nabilo yang hanya dapat di dengar oleh nya sendiri.
“ Shani, di depan orang tua ku dan saudara kembar ku, aku ingin kamu menjadi kekasih ku, dan saat pendidikan kita sudah selesai, aku ingin kamu menjadi pendamping hidup ku kelak, Shani Indira mau kah kau menjadi kekasih ku?” Ucap Nabilo dengan mantap.
Baru Shani ingin memberikan jawaban, Frans pun tidak mau kalah dengan Nabilo.
“ Shania, didepan ayah, bunda dan Nabil. Frans juga ingin Shania jadi kekasih Frans, dan jika waktunya tiba, Frans juga ingin Shania menjadi istri Frans, itu jika Shania mau, dan Frans juga bakalan belajar bela diri untuk ngelindungi Shania dan calon anak kita ko kelak, Shania mau kah Shania menjadi kekasih Frans?” Ucap Frans gak kalah mantap.
“ Ganggu.” Ucap Nabilo tanpa suara kearah Frans.
“ Namanya juga usaha.” Jawab Frans tanpa suara ke arah Nabilo.
Shania pun memberi isyarat kepada Shani agar menjawab pertanyaan perasaan Nabilo. Shani yang mengerti isyarat Shania langsung memberikan aba-aba mengangguk.
“ Iya Abil, Shani mau jadi kekasih Abil, sekarang dan masa yang akan datang.” Ucap Shani.
Mendengar jawaban Shani dengan refleks, Nabilo pun memeluk erar Shani dan Shani pun membalas pelukan Nabilo tak kalah erat.
“ Dan Jawaban Shania apa?” Tanya Frans dengan perasaan was-wasan.
“ Jawaban aku...” Ucap Shania dengan nada yang di buat sedih.
“ Jawaban aku.. , aku mau jadi kekasih kamu Frans, aku juga cinta sama kamu.” Ucap Shania dengan senang dan memeluk Frans dan di balas pelukan juga oleh Frans.
****
Beberapa tahun kemudian...
__ADS_1
“ Kan kita udah sah Frans, aku siap dengan apa yang akan kamu lakukan nanti.” Ucap Shania dengan pipi yang merona.
“ Aduh Frans gak ngerti apa - apa lagi soal begitu, atau tanya Nabil aja kali ya?” Ucap Frans dalam hatinya.
“ Shania, Frans ke toilet bentar ya.” Ucap Frans sambil kabur dari kamarnya yang sekarang resmi di tempati juga dengan Shania.
“ Frans disini kan juga ada toilet.” Teriak Shania sebel.
“ Huft, untung gak dimakan Shania.” Gumam Frans.
“ Mending minta ajarin Nabil.” Gumam Frans kembali.
Tok... Tok.... Tok...
Frans pun memukul dengan kuat pintu Nabilo.
“ Bentar ya Shani, Abil liat dulu siapa yang udah ganggu kita.” Ucap Nabilo dengan lembut
Saat Nabil membuka pintu, dengan cepat Frans pun menarik Nabilo keluar dari kamar miliknya.
“ Lepas ya, ada apa saudara kembar ku tersayang ?” Ucap Nabilo dengan nada selembut mungkin.
“ Bil, ajarin Frans ya.” Ucap Frans menahan rona merah dipipinya.
“ Ajarin? Ajarin apa?” Ucap Nabilo yang masih belum mengerti pembicaraan Frans.
Namun saat melihat rona merah di pipi Frans, akhirnya ia pun mengerti.
“ Oh ajarin ehem-ehem ya.” Ucap Nabilo dengan sesikit menahan tawa nya.
“ Iya, apa perlu gua praktekin depan lu Frans.” Ucap Nabilo menggoda Frans.
“ Jangan Frans kan malu.” Ucap Frans.
“ Lu tunggu sini bentar ya.”
Tok... Tok.... Tok... Tok...
“ Ayah keluar yah bentar.” Teriak Nabilo sambil mengetok pintu kamar bunda dan ayah nya.
“ Kenapa Bil?” Ucap Vernando sedikit malas, karena anak bandel nya itu telah mengganggu olahraga malam nya bersama istri tercinta nya.
Nabilo pun membisikkan ayah nya tentang adik nya yang minta di ajarin itu, dengan refleks Vernando pun tertawa geli.
Vernando dan Nabilo pun menghampiri Frans.
“ Kamu minta di ajarin ehem-ehem ya Frans?” Tanya Vernando.
“ Iya yah.” Ucap Frans sedikit malu.
“ Tutorial nya udah di kirim Nabil ke hp kamu cek sekarang dan pahami, dan nanti kalau kamu lupa, minta aja gantian sama istri kamu, kalau gitu selamat malam anak - anak, dan selamat bersenang - senang ayah request cucu yang lucu - lucu ya, kalau bisa gendernya beda - beda jadi biar seru ayah ajak mainnya, selamat malam.” Ucap Vernando kepada kedua anak nya.
“ Ya udah sana balik ke kamar lu, kasihan istri lu gak ada yang nemenin.” Ucap Nabilo langsung masuk ke kamarnya.
Frans pun mulai berjalan pelan kembali ke kamarnya beserta keringat dingin yang menjamah tubuhnya.
Namun saat tiba di kamar, ia tidak mendapati Shania di sana, tetapi gemercik air terdengar di kamar mandi milik nya dan berpendapat bahawa Shania ada di kamar mandi.
Sambil menunggu Shania keluar dari kamar mandi, Frans pun tetap melihat tutorial yang di berikan oleh Ver dan Nabilo.
Saat masih asik melihat tutorial, tanpa sadar Shania pun sudah berada di sampingnya.
“ Sayang liatin apa sih sampai segitunya.” Ucap Shania dan sukses membuat Frans melempar hp nya ke bawah dan dengan cepat mengambil dan menutup tutorial yang di berikan Vernando dan Nabilo.
“ G.. Gak liatin apa-apa kok Shan, beneran.” Ucap Frans sedikit gugup.
“ Oke, sekarang kita olahraga malam buat ngasih cucu buat bunda, ayah, papi dan mami, sekarang kamu gak boleh kabur lagi.” Ucap Shania mengunci Frans dan duduk di perut Frans.
“ Tapi....” Ucap Frans pun harus terpotong.
“ Lakuin seperti yang kamu liat Frans, kan gampang. Jangan kamu kira aku gak tahu ya sayang kamu liat apa, lagian kamu harus percaya kita akan melakukannya dengan sendirinya, tubuh kita akan menuntun dengan sendiri nya, kamu percaya kan?” Ucap Shania.
“ Iya aku percaya Shania.” Ucap Frans sambil mencium kening, pipi kiri dan kanan, hidung dan bibir Shania.
Mereka pun melakukan apa yang harus mereka lakukan, seperti ayah Vernando serta bunda Naomi dan juga Nabilo dan Shani yang tanpa kendala sedikit pun.
__ADS_1