
Tampak seorang perempuan yang sangat cantik seperti dewi dan seorang pria yang juga sangat tampan seperti dewa memasuki suatu tempat, tempat beberapa orang mencari uang. Ya mereka adalah Shinta sang sekretaris dan Vernando sang bos ganteng yang menjabat menjadi CEO Tanu Grup. Tampak orang-orang yang melihat mereka berdua berdecak kagum dan tidak sedikit pun yang iri melihat pemandangan tersebut. Tetapi pemandangan tersebut tidak berlangsung lama, pasalnya kedua orang tersebut tenggelam bersamaan dengan lift yang tertutup.
“ Sa.....saya masuk dulu ya Shin.” Ucap Vernando dengan sedikit menunduk menahan malunya tadi.
“ Iya pak.” Balas Shinta dengan suara yang lembut.
“ Kenapa aku suka banget ngeliat dia blusing ya? Atau mungkin aku suka sama dia? Gak..... Gak mungkin aku suka sama dia. Misiku hanya untuk membuat dia jatuh cinta dan membunuhnya dengan perasaannya sendiri. Ini gak boleh terjadi. Aku gak mungkin cinta sama dia gak mungkin dan gak boleh..... Iya gak boleh.” Ucap Shinta (Naomi) dalam hati.
“ Aduh.... Kenapa saya malu sekali. Pada hal kan itu biasa saja, dan kenapa juga pipi dan jantung ini berulah lagi gak boleh.... Ini gak boleh. Lagian saya dan dia baru saja berkenalan gak mungkin saya cinta sama dia.... Gak mungkin. Eh cinta ? Ahhhh... Ini membuat saya pusing, lebih baik saya lanjutkan pekerjaan saya.” Ucap Vernando dalam hati sambil masuk ke ruangannya.
Mereka pun kembali ke perkerjaan mereka masing-masing.
Tanpa terasa jam pun menunjukkan pukul 5 sore dan itu pun sebagai tanda bahwa pekerjaan mereka harus terhenti.
Tit...... Tit..... Tit..... Tit.... Tit....
Tampak jam tangan milik Vernando berbunyi pertanda pekerjaannya harus terhenti dan dilanjutkan untuk esok.
“ Sudah jam 5, waktunya pulang.”
Ia pun bergegas untuk membereskan pekerjaannya berbersiap-siap untuk pulang ke rumahnya.
***********
“ Shinta.”
“ Iya Pak?”
__ADS_1
“ Kamu tidak pulang ?”
Shinta (Naomi) pun mengecek jam tangan di pergelangan tangannya. Tampak jarum jam tersebut menunjuk angka 5 lewat yang artinya bahwa pekerjaannya hari ini telah selesai.
“ Oh.. Iya sudah jam 5 lewat, Papak mau pulang ya ?" Tanya Shinta (Naomi) sambil mengemas barang-barangnya.
“ Iya saya mau pulang.”
“ Oh ya Shin kamu bawa kendaraan ?”
“ Tidak pak... Saya tidak bawa kendaraan.”
“ Mau bareng saya ?”
“ Gak usah Pak, nanti saya ngerepotin Bapak, lagian saya juga udah pesan ojek online Pak.”
“ Oh... Ok, mau bareng ke bawah ?”
-----------------------
Shinta (Naomi) dan Vernando pun sampai di basemen kantor.
“ Saya pulang dulu ya Shin.”
“ Iya Pak, hati - hati ya Pak.”
Vernando pun membalas ucapan Shinta (Naomi) dengan senyum yang sangat manis.
__ADS_1
***************
Tampak seorang pria tampan sedang berada di sebuah kafe yang cukup terkenal tempat biasa para muda-mudi bercengkerama ria. Pria tersebut adalah Mondy Widjaja. Tampak sepertinya ia menunggu seseorang yang belum muncul juga keberadaannya. Tidak lama setelah ia menunggu tampak seorang wanita yang cukup cantik duduk berhadapan di meja yang sama bersamanya. Ia adalah Desy Gunawan seorang kekasih temannya Okta Keenan Putra.
“ Oh Des, duduk dulu Des, lu mau pesan apa ?”
“ Gak usah Mon, sorry ni sebelumnya gua gak bisa lama, soalnya gua harus balik ke balik ke Cilacap. Ada hal apa yang lu mau tanya in ke gua Mon ?”
“ Oke, gua langsung ke intinya aja. Kemarin lu kan sama Okta di klub sebelum Okta dinyatakan meninggal di hotelnya Tanu Grup, setelah itu lu barengkan sama Okta.”
“ Tunggu-tunggu dulu... Gua sama Okta sebelum dia di temukan meninggal ?”
“ Iya, lu sama Okta kan waktu itu?”
“ Gak gua gak di Jakarta waktu itu, gua di Cilacap ngurusin saudara gua nikahan, ini aja gua udah mau balik lagi karena gua bilang balik ke Jakarta mau antar Okta ke peristirahatannya yang terakhir kali. Walau pun Okta gitu gua tetap cinta sama dia dan gak mungkin gua kelewatan untuk ketemu dia terakhir kali.”
“ Lu yakin Des, gua sendiri yang liat lu ada malam itu bareng gua sama okta, cuma gua pulang duluan karena Bokap sama Nyokap gua pulang dari LA.”
“ Gak... Lu salah liat kali. Kalau lu gak percaya lu tanya aja Sisca gua bareng Sisca di Cilacap dan balik lagi ke sini nemenin gua.”
“ Lu gak bohong kan Des?”
“ Gak gua gak bohong sama lu Mon. Ya udah kalau gak ada yang lu mau omong in gua balik dulu ya mau siap-siap pulang ke Cilacap Mon”
“ Ok... Hati - hati ya Des.”
Tak lama Desy pun tak terlihat dari pandangan Mondy.
__ADS_1
“ Ini gak mungkin........ Oh ya klub.... Gua harus ke klub buat liat CCTV.”
Mondy pun keluar dari kafe tersebut. Dan berusaha untuk menyelidiki kasus sahabatnya itu yang menurutnya masih menjadi misteri tersendiri.