Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 18 (Squel)


__ADS_3

Di sebuah rumah yang cukup mewah, terlihatlah sepasang suami istri yang sedang bertengkar hebat.


“ Kamu brengsek Ver, kamu sama kaya adik dan papa kami itu, aku benci sama kamu.” Ucap sang istri yang bernama Naomi sambil memukul dada bidang suaminya.


“ Aku bisa jelasin semuanya sayang, itu gak seperti yang kamu lihat percaya, sama aku.” Ucap sang suami yang bernama Vernando sambil menenangkan istrinya itu.


“ Gak aku gak butuh penjelasan dari kamu, semuanya udah cukup jelas aku udah liat semuanya.” Ucap Naomi dengan suara khas emosi.


“ Kamu harus dengan penjelasan aku dulu sayang, aku mohon sama kamu Naomi.” Ucap Vernando dengan lembut.


“ Sepertinya memang kita gak akan bisa bersama Ver, jaga Frans dengan baik. Aku akan bawa Nabilo, aku akan urus dia dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah kamu cari aku Ver. Selamat tinggal Vernando Tanumihardja.” Ucap Naomi penuh kecewa sambil meninggalkan rumah mewah tersebut.


“ Gak Naomi, aku gak bakalan biarin kamu pergi, gak Naomi jangan pergi sayang.” Ucap Vernando sambil mencoba mencegah Naomi pergi bersama salah satu sang buah hati.


Tetapi tetap saja Naomi pun tidak bisa di cegah oleh Vernando sendiri pun. Naomi pun hilang bersama taxi yang ia berhentikan.


******


16 tahun kemudian.


Di sebuah rumah sederhana dan cukup indah terlihat wanita paruh baya yang masih sangat cantik bahkan tidak terlihat kerutan diwajahnya, tampak sangat lihai mengaduk-aduk sesuatu makanan yang berada di dalam wajan.


Tak lama kemudian setelah makanan yang telah di masak wanita bapuh baya itu di letakkan di piring seorang remaja yang cukup tampan menghampiri wanita paruh baya itu.


“ Pagi bunda.” Ucap remaja tampan tersebut sambil mencium pipi wanita paruh baya yang tidak lain adalah bundanya sendiri.

__ADS_1


“ Pagi sayang, ayo kita makan nanti kamu telat masuk sekolahnya. Bunda juga mau ke Cafe bentar lagi.” Ucap sang bunda.


“ Oke bunda.” Ucap sang anak.


Ibu dan anak tersebut pun makan dengan hikmat dengan sesekali remaja tampan tersebut menimpali dengan berbagai stock candaan yang ia miliki. Mereka adalah Naomi Prasetya dan Nabilo Prasetya T.


Setelah selesai makan, Naomi pun membereskan makanan serta piring-piring yang berada di meja makan tersebut.


“ Sayang berangkat sendiri atau sama bunda ?” Ucap Naomi.


“ Aduh ****** gua, kan gua ada PR nanti pelajaran si guru mugil. Mana pelajaran pertama lagi aduh.” Ucap Nabilo dalam hati.


“ Sendiri aja bunda, soalnya Ilo ada urusan di sekolah jadi harus datang pagi pagi.” Ucap Nabilo meyakinkan bundanya.


“ Iya sudah kalau gitu hati-hati ya sayang.” Ucap Naomi tanpa curiga sedikit pun pada anak bandel nya itu.


“ Iya bunda.” Ucap Nabilo.


Setelah berpamitan Nabilo pun mulai menjalankan motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Di saat motornya sedang melaju kencang terlihat dari kejauhan seorang lelaki berpakaian rapi sedang memeriksa mesin mobilnya dan seorang gadis yang memakai seragam batik yang sama dengan Nabilo sedang berdiri di sebelah laki-laki yang sibuk memeriksa mobil. Tanpa berniat memberhentikan motornya Nabilo pun tetap melaju. Saat ia melintas sang gadis pun melihat ke jalan. Dan membuat mata mereka bertatapan selama 2 detik. Karena melihat sang pujaan hati berdiri panas-panasan Nabilo pun membalikkan arah motor nya persis di tempat mobil sang gadis.


“ Bodoh amat dah PR si mungil, dia mau marah kek, yang penting nolongin bidadari gua dulu. Paling si mungil nyuruh gua keluar habis itu gua tinggal pergi kekantin dah. Kapan lagi Shani naik motor gua hahahhaa.” Gumam Nabilo sambil tertawa sedikit.


Motor Nabilo pun berhenti 2 meter dari mobil sang gadis, dan menghampiri sang gadis beserta ayah nya.


“ Pagi om, pagi Shani.” Ucap Nabilo ramah.

__ADS_1


“ Eh Ilo, pagi juga.” Ucap lelaki yang tidak lain adalah ayah dari Shani Indira


“ Kenapa mobilnya om ?” Ucap Nabilo sekedar basa-basi sambil sesekali melirik sang pujaan hatinya.


“ Mogok Ilo.” Ucap Ayah Shani.


“ Oh iya Ilo, om boleh minta tolong tidak ?” Sambung ayah Shani kembali.


“ Kalau saya bisa nolongi kenapa tidak om.” Ucap Nabilo.


“ Kan mobil om mogok, gak tahu montirnya kapan datang. Om juga gak percaya Shani pergi pakai kendaraan umum. Om boleh minta tolong kamu, Shani nya boleh berangkat dengan kamu ?” Ucap Ayah Shani.


“ Tapi Yah....” Belum selesai Shani protes. Nabilo pun memotongnya.


“ Boleh om, lagiankan kita satu sekolah om.” Ucap Nabilo dengan senang kepada ayah Shani.


“ Akhirnya berangkat juga sama Shani aseeeek.” Ucap Nabilo dalam hati sambil tersenyum.


Mau tidak mau pun Shani duduk di jok belakang Nabilo. Shani yang tidak biasa naik motor besar pun, meremas kuat baju Nabilo.


“ Shani kalau pegangan yang bener dong Shan, nanti baju Ilo koyak Shani mau tukaran dengan baju Shani dan kalau megangnya gak bener Shani bisa jatoh loh?” Ucap Nabilo dengan lembut.


Dengan terpaksa Shani pun mulai melingkarkan kedua tangannya di perut Nabilo.


“ Ini mah gua menang banyak ahhahha.” Ucap Nabilo dalam hati.

__ADS_1


Nabilo pun mulai menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.


__ADS_2