
“ Hahahah, kau memang anak ku Boby. Kita balik ke kalian Prasetya Tanumihardja, saya mengumpulkan kalian semua agar menyaksikan bagaimana saya membuat istri atau bunda kalian menjadi milik saya seutuh nya hahahahaha.” Ucap Vion dengan tawa nya yang menjengkelkan dan berjalan menuju Naomi.
“ Lepas Vion.” Ucap Vernando sambil meronta-ronta.
“ Lepas woi.” Teriak Nabilo meronta-ronta.
“ Lepasin Frans.” Lirih Frans meronta-ronta.
****
Saat Vernando, Frans dan Nabilo meronta - ronta, Vernando pun memberi isyarat kepada dua anak nya untuk diam. Saat anak nya diam dan tidak meronta-ronta, Vernando pun menekan tombol jam yang sebelumnya telah di berikan oleh sang adik untuk berjaga-jaga.
Saat tombol di tekan, tanpa di ketahui Vernando jam tersebut pun berbunyi. Reflek Nabilo melepaskan diri dari penjaga yang memegang tangannya.
Buk.... Buk..... Buk.....
Tiga pukulan sekaligus Nabilo layangkan pada penjaga berbadan besar tersebut.
Vernando yang melihat anak nya Nabilo memukul penjaga yang memegang anak nya, reflek juga melakukan hal yang sama.
“ Ayah selamatin bunda, biar penjaga-penjaga ini Nabil sama Frans yang urus.” Ucap Nabilo sedikit keras, agar ayah nya kedengaran.
“ Jaga diri kalian, jangan sampai terluka parah.” Ucap Vernando meninggal kan anak nya yang masih melawan penjaga-penjaga.
Nabilo yang melihat kembarannya tersebut tidak melakukan apa-apa reflek memukul penjaga yang memegang tangan Frans.
“ Frans bantuin gua, jangan bengong aja.” Ucap Nabilo dengan nada yang sedikit tinggi.
“ Frans takut, Frans gak pernah kelahi.” Lirih Frans.
“ Ya udah lu baek-baek di situ.” Ucap Nabilo sambil memukul beberapa penjaga di ruangan tersebut.
“ Nabil, penjaga yang udah kamu pukul, lebih baik masukkan saja ke penjaga sana, biar mereka tidak melawan lagi.” Usul Frans.
“ Ide bagus lu bantuin gua masukin ke situ ya.” Teriak Nabilo.
“ Iya Bil.” Jawab Frans.
Satu persatu penjaga pun mulai tumbang karena pukulan Nabilo, sedangkan Frans mulai menyeret penjaga-penjaga berbadan besar tersebut pun ke sebuah kurungan atau penjara yang ada di ruangan tersebut.
“ Jangan sentuh istri saya.” Ucap Vernando dengan dingin sambil menarik Vion menjauhi istrinya.
Vion pun terjatuh dari tempat tidur sebelum sampai mendekati Naomi yang dengan kondisi terikat serta mulut yang di lakban, dan air mata yang terus-menerus mengalir.
“ Wow, anda berani dengan saya.” Tanya Vion meremehkan Vernando.
__ADS_1
Buk....
Sebuah pukulan sukses mendarat di pipi sebelah kiri Vion, detik itu juga ia tidak bergerak.
Seketika Vernando pun membawa serta menyeret Vion kedalam penjara atau kurungan bersama dengan penjaga-penjaganya.
“ Sekali pukul udah pingsang.” Gumam Vernando.
Nabilo pun juga menuju kedalam kurungan memasukkan penjaga terakhir yang ia pukul.
Sedangkan Frans, mencoba membebaskan bundanya dari ikatan serta lakban yang menyusahkan tubuhnya.
Ceklek..... Ceklek.....
Putaran kunci pada penjara sukses membuat Nabilo dan Vernando melihat siapa yang dengan lancang mengunci mereka. Ternyata orang yang dengan lancang mengunci mereka adalah Boby anak dari Vion Aprian.
“ Goodbye.” Ucap Boby dengan senyum yang sangat licik sambil memasukkan kuncinya kedalam saku bajunya.
Buk....
Dengan lari-larian kecil, Boby pun memukul Frans hingga tersungkur sebelum menyelamatkan bundanya.
Boby pun mengangkat tubuh Frans dan meninjunya berkali-kali, hingga darah segar keluar dari sudut bibir nya.
Sedangkan di penjara Nabilo dan Vernando pun di panas-panaskan oleh Vion.
Frans yang kesusahan untuk bangun, dengan sombongnya, Boby pun mengejek Frans.
“ Segitu doang kemampuan lu haaa, gimana mau lindungin Shania kalau lu lembek kaya gini.”
Sedangkan Nabilo yang tidak terima saudara kembar nya di bilang mati reflek meninju keras Vion.
Buk.... Buk....
Satu pukulan di layangkan Nabil kepada Vion, tetapi dengan anehnya Frans pun reflek juga memukul Boby. Vernando yang mengetahui jika anak nya memiliki kelainan yang unik langsung menyuruh Nabilo untuk memukul Vion kembali.
“ Nabil coba kamu pukul lagi Vion dan lihat kembaran kamu.” Terika Vernando.
Buk.... Buk....
Satu pukulan pun di layangkan kembali oleh Nabiol kepada Vion. Frans, ia juga melayangkan pukulan kepada Boby.
“ Wow.” Ucap Nabilo dan Frans bersamaan di sertain gaya tos dari jauh.
“ Nabil lagi Nabil lagi.” Teriak Frans kepada Nabilo.
__ADS_1
“ Lu suka, oke kita lakukan lagi Frans. Frans liat ini.” Ucap Nabilo mengambil ancang - ancang untuk memukul Vion begitu juga dengan Frans yang mengambil ancang - ancang untuk memukul Boby.
Pukulan demi pukulan di layang kan oleh Nabilo dan Frans. Saat Boby sudah mulai tidak berdaya, Nabilo pun menyobek kantung baju Vion, serta Frans pun juga melakukan hal yang sama.
Kling ....
Bunyi kunci dengan cepat Frans pun berlari kearah kurungan dan membuka pintu kurangan tersebut. Namun Boby yang mengetahui itu, ikut mengejar Frans dan ingin mengambil kembali kunci tersebut.
Bersamaan dengan pintu terbuka, Boby pun sampai juga di pintu kurungan tersebut. Reflek Nabilo pun menendang dada Boby detik itu juga ia pingsang tidak sadarkan diri.
Setelah Nabilo membawa Boby masuk ke dalam kurungan, tiba-tiba polisi pun mulai masuk dan menangkap Vion, Boby dan para penjaga yang ada di ruangan tersebut.
“ Bunda, ayah minta maaf.” Ucap Vernando sambil melepas ikatan dan lakban yang mempel pada tubuh Naomi.
Setelah ikatan dan lakban lepas, Naomi pun memeluk erat Vernando.
“ Maaf....Maaf.....Maaf.” Lirih Naomi di selingi dengan tangisannya
“ Gak Naomi aku yang salah bukan kamu.” Ucap Vernando menenangkan Naomi.
“ Gak, seharusnya aku gak percaya sama itu semua Ver.” Lirih Naomi.
“ Kamu gak usah pikirin lagi, sekarang kita pulang ya ?” Ucap Vernando lembut kepada Naomi.
Naomi pun menjawab dengan anggukan.
Namun saat berdiri, Naomi pun di sugukan oleh seseorang yang sangat ia rindukan, yaitu anak nya Frans.
“ Frans maafin bunda.” Lirih Naomi sambil memeluk Frans.
“ Gak apa-apa bunda, yang penting bunda jangan ninggalin Frans dan Ayah lagi ya ?” Ucap Frans membalas pelukan Naomi tidak kalah erat.
“ Iya bunda janji gak akan ninggalin kamu dan ayah kamu lagi.” Ucap Naomi sambil menyentuh lebut pipi Vernando.
“ Oke sekarang kita pulang, Nabil capek kelahi terus.” Ucap Nabilo dengan mata yang berkaca-kaca.
“ Nabil, sini maafin bunda bikin kamu khawatir ya sayang.” Ucap Naomi sambil memeluk Nabilo.
“ Iya bunda gak apa-apa yang penting bunda selamat.” Ucap Nabilo.
“ Baiklah sekarang kita pulang, lanjutin kangen-kangennya di rumah aja.” Ucap Vernando sambil memberikan senyum menggoda kepada Naomi.
“ Aku kangen sama kamu Ver.” Ucap Naomi tanpa suara kepada Vernando di sertai kerlingan maut nya.
__ADS_1
***SELESAI***