Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 17 (The End)


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit, tampak wanita cantik nan sexy sedang mencoba mengeluarkan sesuatu yang telah ia bawa selama 9 bulan 10 hari tersebut didampingi dengan suami tercinta.


Wanita cantik nan sexy itu adalah Naomi Prasetya dan sang suami Vernando Tanumihardja.


Flashback.........


**Setelah menyerahkan Gracio ke kantor polisi, Vernando, Shinta dan Nadse pun pulang ke rumah untuk beristirahat. Tetapi sebelum sampai di rumah Tanumihardja mobil yang di tumpangi Vernando, Shinta dan Nadse mengalami kecelakaan saat ingin menghindar dari sebuah truk yang melaju dengan kencang. Mobil yang mereka tumpangi pun menabrak pohon yang sangat besar.


Tetapi hanya Shinta lah yang mengalami luka yang cukup parah, di karena kan dirinya tidak memakai sabuk pengaman. Shinta pun di larikan ke rumah sakit terdekat dan mengalami koma. Dan membuat arwah Shinta berkeliaran.


Shinta pun berada di sebuah tempat yang sangat indah. Matanya pun menangkap seseorang yang tidak asing lagi baginya.


“ Naomi, itu kamu Naomi.”


“ Iya Shinta ini aku Naomi. Kenapa kamu sangat bodoh Shinta, kenapa kamu tidak memakai sabuk pengaman dan membuat kamu berada di sini Shinta.”


Belum sempat Shinta menjawab pertanyaan Naomi, pandangan Shinta pun tertuju oleh tiga orang lagi yang ia cukup kenali. Tiga orang tersebut adalah Papa, Mama Shinta dan si panda mereka Sinka. Tanpa berniat menjawab pertanyaan Naomi, Shinta pun berlari menuju ketiganya, dan ia pun memeluk dan menyampaikan rasa sayangnya kepada ketiga orang tersebut. Naomi pun menghampiri keempat orang tersebut yang tengah berpelukan dan ikut memeluk ke empatnya. Setelah mereka melepas rindu yang telah tertanam tibalah saat Shinta berbicara.


“ Naomi kamu saja yang menggantikan aku, tidak ada alasan lagi untuk aku tetap hidup Mi.” Ucap Shinta dengan tiba-tiba.


“ Tidak Shinta itu tempatmu bukan tempatku Shinta, hidupmu masih panjang, sedangkan aku sudah meninggal Shinta.”


"l“ Untuk apa aku hidup, kalau di sini aku sudah senang Naomi. Tetapi kamu yang masih belum tenangkan jika meninggalkan bos gantengmu itu.” Ucap Shinta sedikit meledek Naomi.


“ Apaan sih Shinta.”


“ Benar apa yang dikatakan Shinta, kamu saja yang menggantikan Shinta, lagian papa ingin di antara anak-anak papa melanjutkan keturunan Prasetya. Dan menurut papa kamulah yang paling cocok Naomi, kalau Shinta balik lagi papa akan lama menunggunya dapat suami. Kalau kamu kan sudah ada.” Ucap Papanya.


“ Iya Naomi, apa yang di bilang Papa kamu itu benar Naomi.”


“ Iya ci Omi yang di bilang Papa itu benar.”


“ Ih... Kamu ikutan aja deh dut.” Ucap Naomi dengan sedikit semburan merah di pipinya.


“ Oke kalau itu keputusannya aku akan terima dengan senang hati.” Ucap Naomi sok dramatis.


“ Emang maunya sih Ci Omi itu.” Ucap Sinka meledek kakaknya yang satu itu.


“ Ih dudut, Papa, Mama dudut ni.” Rengek Naomi kepada kedua orang tuanya.


“ Sinka bener kok.” Ucap sang Papa ikut meledek Naomi.


Mereka pun bercanda ria dengan sangat hangat. Setelah mereka selesai bercanda - canda, tibalah waktunya Naomi untuk pamit meninggalkan keluarganya.


“ Jaga diri kamu baik ya Mi.”


“ Iya Shin.”


“ Naomi berbaktilah kepada suami kamu ya, titip salam juga buat Vernando.”


“ Iya mama.”


“ Ci Omi nanti kak Ver-nya jangan di marah-marah ya.”


“ Tergantung dut.”


“ Naomi jangan lupa ya kasih Papa dan Mama cucu.”


“ Ih.... Papa.” Ucap Naomi dengan malu.


“ Kalau gitu Naomi pamit dulu ya.” Ucap Naomi kembali sambil memeluk keluarganya untuk yang terakhir kali.


Naomi pun menghilang seketika. Ia pun langsung berada di tubuh Shinta sang saudara kembarnya. Dan langsung membuka matanya, tampak dua orang yang ia kenal menunggu kesadarannya.

__ADS_1


“ Ver.” Ucap Naomi dengan lemah.


“ Shinta kamu gak apa - apakan Shinta ?” Tanya Vernando kepada Naomi.


“ Aku panggil in dokter dulu ya kak Ver.”


“ Iya Nads.”


Tak lama Nadse pergi, selang beberapa menit kemudian ia kembali lagi bersama seorang dokter.


“ Maaf pak, biar saya periksa dulu.”


“ Iya dok.” Ucap Vernando sedikit menyingkir.


Setelah dokter tersebut memeriksa Naomi iya pun memberitahukan analisanya kepada Vernando dan Nadse.


“ Gini pak, Bu, keadaannya mulai membaik. Mungkin beberapa hari lagi Bu Shinta sudah boleh pulang. Kalau gitu saya permisi dulu ya Pak, Bu.”


“ Iya dokter, terima kasih.”


Vernando pun berjalan mendekati Naomi yang tengah berbaring lemah.


“ Shinta kamu dengarkan kata dokter beberapa hari lagi kamu boleh pulang. Sebaiknya kamu istirahat aja dulu” Ucap Vernando.


Naomi pun istirahat sesuai dengan saran yang di berikan oleh Vernando. Setelah Naomi tertidur, Nadse pun pamit untuk membelikan makanan buat dirinya dan Vernando.


“ Kak Ver, aku keluar bentar ya cari makan buat kita. Kak Ver mau makan apa ?”


“ Terserah kamu aja Nads, saya makan-makan aja.”


“ Ya sudah aku pergi dulu ya kak Ver.”


“ Iya Nads hati-hati ya.”


Setelah Nadse keluar dari kamar rawat Naomi. Vernando pun memandangi wajah Naomi sambil berkata.


Tanpa Vernando sadari, ternyata Shinta telah terbangun dari tidurnya yang sangat singkat itu.


“ Ver sini sebentar.”


“ Kenapa Shinta ?”


“ Aku bukan Shinta... Ver, aku Naomi.”


“ Kamu Naomi ?”


“ Iya Ver aku Naomi.”


“ Tapi bagaimana bisa Ver.”


“ Jadi gini ceritanya Ver........”


Naomi pun menceritakan kedatangan Shinta sampai dirinya masuk ke dalam tubuh Shinta tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


“ Jadi beneran kamu Naomi, aku senang banget kalau itu kamu Mi. Aku cinta sama kamu Naomi aku cinta sama kamu sayang" Ucap Vernando senang sambil memeluk tubuh kecil Naomi.


“ Kamu masih mau terima aku Ver, setelah apa yang aku perbuat dengan Papa kamu dan juga hampir membunuh Gracio ?” Ucap Naomi takut-takut.


“ Aku udah maaf in kamu Naomi, kita tutup masa itu, dan kita buka masa depan kita berdua. Setelah kamu sembuh aku bakalan jemput Mama aku di Jepang dan setelah itu kita akan menikah Naomi. Kamu mau kan nikah sama aku Naomi ?”


“ Tentu Ver, bukannya dulu sudah pernah aku jawab.”


“ Aku mencintai kamu Naomi Prasetya.”

__ADS_1


“ Aku juga mencintai kamu Vernando Tanumihardja.”


Fflashback off**.........


“ Ayo sayang kamu pasti bisa.” Ucap sang suami, Vernando menyemangati sang istri, Naomi.


“ Sakit banget By.” Ucap Naomi tersebut sambil menarik nafas dan membuang nafasnya.


“ Ayo Bu, dorong lagi Bu, tarik nafas buang Bu sambil dorong Bu.” Ucap sang dokter.


Naomi pun melakukan instruksi yang di berikan dokter. Vernando pun terlihat tidak tegaan dengan sang istri dan menyarankan sang istri untuk operasi.


“ Sayang kamu operasi aja ya, aku gak tega liat kamu kaya gini.” Saran Vernando.


“ Gak aku maunya normal By.” Tolak Naomi dengan mentah-mentah.


“ Ayo Bu dikit lagi.” Ucap sang dokter kepada calon ibu tersebut.


Akhirnya sang anak pun keluar dari tubuh Naomi yang kini telah resmi menjadi seorang ibu.


“ Baik Bu kita coba lagi ya.” Ucap sang dokter kembali.


“ Ayo Bu, tarik nafas dorong Bu.” Ucap sang dokter berulang-ulang.


Selang beberapa menit sang anak yang satunya pun ikut keluar juga. Setelah melahirkan dua anak kembar Naomi pun kelelahan dan tertidur.


Setelah kedua bayinya di bawa dan selesai di bersihkan, salah satu bayi tersebut pun di letakkan di sebelah kanan Naomi dan salah satunya lagi berada di gendongan Vernando. Tak lama dokter pun datang.


“ Maaf pak bu, mengganggu.”Ucap sang dokter.


“ Ada apa ya dok ?” Ucap Vernando.


“ Sepertinya kedua anak bapak dan ibu mengalami ke lainan yang mungkin hanya terjadi diantara 1 :1.000.000 anak di dunia.”


“ Maaf dok, kalau boleh tahu kelainan apa yang di alami oleh anak saya ?”


“ Anak bapak sepertinya mempunyai kelainan, jika salah satunya kesakitan maka yang satunya lagi akan merasakan ke sakitan juga.”


“ Benar seperti itu dok ?”


“ Iya Pak mau di buktikan ?”


“ Boleh dok.”


Dokter tersebut pun mencubit salah satu dari anak itu. Dan membuat kedua bayi lucu itu ikut menangis.


“ Ini sangat keren dok.”


“ Dan satu lagi pak, ada apa dok ?”


“ Salah satu di antara mereka ada yang sangat lemah, tetapi yang satunya melengkapinya dengan menjadi sangat tangguh dan kuat.”


“ Benar seperti itu dok, berarti mereka saling melengkapi ?”


“ Iya benar pak, kalau gitu saya permisi Pak ?”


“ Iya dok silahkan.”


Dokter tersebut pun meninggalkan ruangan tersebut. Dan membuat Vernando menghamporo istrinya.


“ Terima kasih sayang, terima kasih Naomi Prasetya telah memberikanku dua jagoan kecil yang sangat imut ini.” Ucap Vernando sambil mencium sekilas bibir dan kening istrinya yaitu Naomi.


“ Aku yang harusnya berterima kasih By, karena kamu masih mau menerima aku dan membuatku merasakan betapa bahagianya punya seorang suami yang baik sepertimu dan kedua jagoan kecil kita yang lucu ini Vernando Tanumihardja.”

__ADS_1


“ Baiklah aku kasih nama kedua jagoan kecil kita ya sayang. Yang pertama sang kakak aku beri nama Nabilo Prasetya Tanumihardja. Dan sang adik aku beri nama Frans Prasetya Tanumihardja.”


“ Selamat datang jagoan-jagoan bunda, Nabilo dan Frans.” Ucap Naomi sambil mencium kedua jagoannya.


__ADS_2