Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 13


__ADS_3

Disebuah rumah minimalis tempat tinggal sepasang kekasih tampak sepasang kekasih tersebut terlihat sibuk dengan peralatan dapur serta tepung yang menempel pada wajah mereka berdua. Mereka berdua berencana membuat kue berdua untuk mengisi liburan mereka.


“ Shinta jangan lari kamu sini.” Ucap Vernando sambil mencoba mengejar-ngerjar Shinta (Naomi).


“ Ayo Ver coba tangkap aku gitu aja gak bisa.” Sambil menjulurkan lidahnya tanda mengejek ke arah Vernando.


Saat mulai merasakan lelah, seketika ide jahil pun muncul di kepala Vernando.


“ Shinta dikaki kamu ada kecoak tu.” Ucap Vernando sepanik mungkin dan membuat Shinta berlari ke arahnya memohon perlindungan.


“ Ver usir kecoaknya Ver, usir.” Ucap Shinta (Naomi) sambil memeluk Vernando.


Saat Shinta merasa panik Vernando pun menatap lekat wanita pujaannya ini dari dekat, saat Shinta merasa sudah aman Shinta (Naomi) pun terkunci oleh tatapan tenang nan tajam milik Vernando.


“ Cantik sekali dewi yang kau kirimkan untukku tuhan.” Ucap Vernando dalam hati memuji kecantikan Shinta (Naomi).


“ Kenapa kamu sangat tampan sekali Vernando, kamu membuatku tidak rela harus melepaskanmu.” Ucap Shinta(Naomi) dalam hatinya.


Entah siapa yang memulai atau dorongan dari mana wajah keduanya pun semakin mendekat, dekat sampailah kedua hidung mereka saling bertemu dan keduanya pun mulai memejamkan mata mereka berdua.


Kring.... Kring..... Kring.... 📱


Sebelum bibir keduanya bertemu. Suara bising yang berasal dari handphone milik Vernando pun berbunyi cucup nyaring, tanda seseorang mencoba menghubunginya, dan  seketika mengganggu aktivitas keduanya, juga dengan refleks membuat Shinta (Naomi) sedikit mendorong tubuh Vernando.


“ Aku angkat teleponnya dulu ya.” Ucap Vernando sedikit menunduk karena adegan berciumannya dengan sang kekasih yang hampir saja terjadi membuatnya sedikit malu.


“ Iya angkat aja Ver, lagian kuenya bentar lagi matang.” Jawab Shinta(Naomi) juga sedikit menunduk.


Vernando pun mengusap simbol hijau tanda menerima panggilan dari lawan bicaranya.


“ Halo.”


“ Halo kak Ver, Cio mau kasih tahu kak Ver, kalau Cio hari ini pulang ke Jakarta.”


“ Beneran? Kapan kamu sampai ke Jakarta?.”


“ Nanti aku bakalan telepon kak Ver. Tapi kak Ver harus jemput aku ya ?”


“ Iya kak Ver akan jemput kamu dengan calon istri kak Ver, kemarin kak Ver baru ngelamar dia.”


“ Serius kak Ver kok gak pernah cerita sama aku sih.”


“ Habis kak Ver malu kalau harus curhat sama kamu Yo.”


“ Ya udah kalau gitu, Cio juga bawa calon istri Cio, yang beberapa hari lalu yang Cio cerita in ke kak Ver.”


“ Oke kak Ver penasaran dengan wanita yang bisa nahklukin hatinya adik kesayangannya kak Ver.”

__ADS_1


“ Cio lebih penasaran seperti apa calon istri kak Ver, segala kak Ver kan orangnya pendiam, aku pengen liat tipe kak Ver itu kaya mana.”


“ Ya udah kalau gitu kak Ver tunggu kabar dari kamu ya ”


“ Iya kak Ver.”


Tut.... Tut... Tut....


Nada yang keluar dari handphone-nya Vernando, sebagai tanda berakhirnya panggilan tersebut.


“ Shinta, nanti kamu temani aku jemput adik aku ya di bandara.”


“ Iya, emang adik kamu sampai di bandara kapan Ver ?”


“ Nanti dia hubungi aku lagi kalau udah mau sampai di bandara.”


“ Oke, kuenya udah matang, gimana kalau kuenya kita makan bareng - bareng aja sama adik kamu ?”


“ Boleh.” Ucap Vernando sambil mengelus rambut Shinta(Naomi)


*************


“ Shinta kamu di mana ? Shinta” Ucap Vernando sedikit berteriak karena tidak juga menemui Shinta(Naomi)


“ Kenapa Ver teriak-teriak gitu ?”


“ Iya aku siap-siap dulu, bentar ya.”


“ Iya Shinta.”


Setelah Vernando menunggu Shinta(Naomi) sekitar 5 menit akhirnya Shinta(Naomi) pun selesai bersiap-siap. Tanpa membuang waktu mereka pun langsung bergegas menuju bandara.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam mereka pun sampai di bandara yang cukup besar di ibu kota ini.


“ Ver.” Panggil Shinta (Naomi) ke sang kekasih Vernando.


“ Kenapa Shin?” Jawab Vernando


“ Aku ke toilet dulu ya.”


“ Mau aku antar in ?”


“ Gak usah aku sendiri aja, nanti kamu udah ketemu sama adik kamu hubungi aku aja ya.”


“ Iya, kamu hati-hati ya.”


“ Iya Ver.”

__ADS_1


Sepeninggalan Shinta(Naomi), Vernando pun mencoba mencari adiknya yang mungkin saja berada dikerumunan orang-orang di sana. Setelah lama mencari, akhirnya sang adik pun dapat bertemu dengan sang kakak tersayang.


“ Kak Ver.” Ucap sang adik sedikit berteriak, karena jika ia tidak berteriak ia takut kakaknya tersebut tidak mendengarkannya, dengan langkah melangkah pelan mendekati sang kakak.


“ Cio.” Ucap sang kakak sambil memeluk sang adik, mencoba melepaskan rindu karena lama tidak bertemu.


“ Oh ya kak Ver ini Nadse calon istri Cio, dan Nadse ini kak Ver calon kak ipar kamu.”


“ Apaan sih kamu Cio.” Ucap Nadse malu sambil mencubit pelan perut Cio.


“ Nadse kak.”


“ Vernando, kamu bisa panggil saya kak Ver.”


“ Iya kak Ver.”


“ Oh ya kak Ver, kak Ver sendiri? Kata kak Ver mau bawa calon istri kak Ver, gak jadi?.”


“ Jadi kok, tadi dia ke toilet bentar. Bentar ya kak Ver hubungi dia bentar.”


Belum sempat Vernando menghubungi Shinta (Naomi), Shinta (Naomi) pun menepuk pelan pundak Vernando.


“ Ver.” Panggil Shinta(Naomi) kepada Vernando.


“ Shinta sini aku kenalin sama adik aku.” Ucap Vernando sambil menarik lembut sang kekasih menuju sang adik berdiri.


“ Shinta ini adik aku Gracio, sama ini calon istrinya Gracio namanya Nadse, dan Cio ini calon istri kak Ver. Shinta, Shinta Prasetya.”


Gracio yang tengah fokus dengan handponenya mengecek email yang masuk, seketika mematung mendengarkan nama belakang calon istri kakaknya. Matanya pun beralih dari semulanya melihat handphone kini menatap seseorang yang wajahnya sangat ia kenali dulu. Iya wanita yang kini berstatus sebagai calon kakak iparnya mirip dengan sang mantan kekasihnya dulu.


“ Kamu yang tadi di toiletkan ?”


“ Iya kak....”


“ Shinta.” Ucap Shinta (Naomi) menjulurkan tangannya.


“ Iya kak Shinta, nama aku Nadse.” Jawab Nadse sambil menyambut uluran tangan Shinta (Naomi).


“ Hai Gracio aku Shinta, Shinta Prasetya, kakak kamu sering cerita loh tentang kamu.” Ucap Shinta sambil menjulurkan tangan kanannya.


“ Cio, Gracio Tanumihardja.” Ucap Gracio sambil menjabat tangan sang calon kakak ipar.


“ Kenapa dia begitu mirip dengannya, bahkan wajah mereka berdua 100% mirip, nama belakang mereka juga sama, jangan - jangan mereka saudara kembar, bagaimana kalau dia tahu kalau aku yang membunuh Naomi, Naomi Prasetya.” Ucap Gracio dalam hati.


“ Akhirnya kita berjumpa lagi sayang, aku tidak sabar ingin bermain-main denganmu, mendengarkanmu merintih kesakitan hihihihihihihihi.” Ucap Naomi dalam hati.


“ Ya sudah kalau gitu kita pulang yuk.”

__ADS_1


Mereka berempat pun meninggalkan bandara tersebut, Vernando pun mengantarkan Gracio dan Nadse ke rumah keluarganya yang sebelumnya di tempati sang Alm.papa, mama dan adiknya dulu.


__ADS_2