Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 20 (Squel)


__ADS_3

Di sebuah sekolah tampak beberapa siswa dan siswi terlihat mulai berdatangan, tak terkecuali Nabilo dan Shani yang mendapatkan tatapan aneh, kagum, dan iri dari beberaoa orang yang melihat keduanya dan tidak sedikit pula yang berbisik-bisik tentang keduanya.


” *Mereka cocok banget ya, apa lagi Ilo ganteng banget.”


“ Shani kan kalem, kok mau sih dia sama si Ilo, mending sama gua.”


“ Wah... Hebat banget si Ilo bisa bonceng bidadari sekolah*.”


Begitulah beberapa bisikan yang mungkin saja terdengar dan masih banyak lagi bisikan-bisikan untuk kedua nya hari ini.


Di tempat Shani dan Nabilo, terlihat Shani sedikit menundukkan kepalanya malu karena ia mendengar bisikan-bisikan tentang dirinya dan Nabilo.


Saat Shani sedang menundukkan kepalanya, tiba-tiba dengan lancangnya tangan kekar seseorang memegang rambutnya.


Saat Shani ingin melihat siapa pemilik tangan tersebut yang dengan lancang menyentuh rambutnya, tiba-tiba tanpa sengaja Shani pun mengurungkan niat nya dan melupakan kekesalan terhadap orang yang lancang menyentuh rambutnya dan membiarkannya menyentuh rambutnya, dan Shani menatap dengan lembut orang yang menyentuh rambutnya yang tidak lain adalah Nabilo Prasetya yang juga menatapnya dengan cinta di matanya.


Shani menyukai setiap sifat dan tingkah laku Nabilo yang membuatnya harus senam jangntung setiap harinya. Image jutek dan tidak perduli nya hanya topeng belaka agar ia bisa membentengi jantungnya yang seperti mau meledak rasanya.


“ Sekarang rambut Shani udah bagus lagi, udah cantik lagi, sekarang Abil antarin Shani ke kelas ya.” Ucap Nabilo sambil menuntun Shani menuju kelasnya.


Setelah mengantar Shani ke kelasnya, Nabilo pun langsung menuju kelasnya. Tampak teman-temannya terlihat sedang menuliskan sesuatu di buku tulis mereka masing-masing.


“ Woi Ilo, lu udah selesai PR si mungil.” Ucap teman Nabilo yang bernama Soni.


“ Belum Son.” Jawab Nabilo


“ Kok lu santai banget, buruan buat sekarang, entar si mungil keburu masuk.”


“ Lagi males ngerjain gua, lagian hari ini gua lagi senang-senangnya.”


“ Entar lu cerita ye ama gua.”


“ Sip.”

__ADS_1


Obrolan mereka pun terhenti dengan Soni yang asih tampak asik mengerjakan tugas dari guru mungilnya, dan Nabilo yang duduk di bangkunya sambil senyum-senyum sendiri.


🔔🔔🔔 kring.... Kring.....


Bel tanda masuk pun mulai berbunyi dengan lantang. Tampak beberapa koridor kelas mulai tampak sepi, kareba akan dilakukannya kegiatan belajar mengajar. Tidak terkecuali kelas Nabilo 11 IPA 2.


“ Selamat Pagi anak-anak.” Sapa yang guru yang bertubuh sedikit pendek kepada anak didiknya.


“ Pagi bu Mel.” Jawab anak didik nya dengan semangat.


“ Baiklah silahkan kalian kumpulkan tugas yang minggu lalu sudah saya berikan.”


Satu persatu siswa mau pun siswi sudah mulai maju ke dapan untuk mengantarkan tugas yang mereka kerjakan di sekolah tadi, tetapi sayangnya guru mungil tersebut pun tampak nya sangat perhatian terhadap preman tampan 11 IPA 2 itu yang terlihat sedang melamun sambil tersenyum-senyum tetapi belum juga mengumpulkan tugas yang ia berikan.


“ Nabilo Prasetya.” Ucap bu Mel.


“ Eh iya bu cantik.” Ucap Nabilo sedikit gombal.


“ Cieeee.” Sorak orang-orang yang berada di kelasnya.


Tok... Tok... Tok...


Bunyi spidol yang telah di pukul kan beberapa kali ke meja sukses membuat siswa-siswi yang tadi berteriak dan bersorak gembira pun mendadak menjadi bisu.


“ Ilo, tugas kamu ?”


“ Tugas saya bu ?”


“ Iya tugas kamu.”


“ Tugas yang mana ya bu ?”


“ Tugas yang saya berikan minggu lalu Nabilo Prasetya.”

__ADS_1


“ Oh yang itu, klau yang itu saya gak buat bu. Saya pikir tugas saya hari ini itu yang ingin membuat bu Mel bahagia hidup bersama saya.”


“ Cieeee.”


Tok... Tok... Tok...


Lagi-lagi bunyi spidol pun memecahkan keberisikan yang terjadi di 11 IPA 2 itu.


“ Ibu gak mau tahu pokonya kamu keluar sekarang, hormat bendera kita sampai pelajaran saya selesai.”


“ Jangan kan hormatin tiang bendera, hormatin orang tua bu Mel sebagai calon mertua saya aja saya lakuin.”


“ Nabilo Prasetya.” Ucap Bu Mel sambil menekankan nama lengkap murid nakal nya itu.


Dalam hitungan detik pun Nabilo telah meninggal kan kelas nya itu dan mulai menjalankan tugas nya.


Setelah 15 menit Nabilo berjemur untuk hormat bendera guru mungil yang gak lain Bu Mel pun mengecek murid nya itu.


“ Ingat ya Ilo kamu jangan kabur dari hukuman kamu ini.”


“ Susah bu, saya cuma ingat bagaimana saya mencoba menjadi pendamping ibu di masa depan nanti bu.”


Tanpa berniat menanggapi gombalan receh yang selalu di berikan muridnya itu, bu Mel pun kembali kekelas yang ia ajar sambil memijit pelan kepala nya yang mulai berdenyut.


“ Si mungil gak akan kesini ni, mending gua ke kantin.”


Saat Nabilo ingin kekantin, tiba-tiba ia melihat seseorang yang membuatnya melamun sambil tersenyum bodoh. Orang yang ia lihat itu adalah Shani Indira, yang tampak berjalan sendirian dari arah toilet menuji kelasnya.


Namun tiba-tiba mata Nabilo pun menangkap sesuatu hal yang mengganjal. Sebuah pot bunga yang berjejer dipinggir-pinggi tembok di lantai atas sekolahnya tampak hampir jatuh karena terlihat tidak sengaja tersenggol oleh siswa yang mendapat tugas menyiram tanaman pada hari itu.


Pot tersebut pun mulai tidak seimbang, sedangkan Shani hampir melewati jalan tempat pot bunga tersebut yang tampak tidak seimbang.


Namun karena terlalu asik melihat pot yang mulai bergoyang dan Shani yang hampir dekat, pot tersebut pun jatuh karena tidak dapat menjaga ke seimbangannya dan Nabilo pun memprediksi jika pot tersebut jatuh tepat di atas kepala Shani.

__ADS_1


“ Shani awas......” Ucap Nabilo dengan lantang.


__ADS_2