Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 14


__ADS_3

Setelah mengantar Gracio dan Nadse di rumah Tanumihardja, Vernando dan Shinta (Naomi) pun kembali ke kediaman mereka dan membawa beberapa barang yang di perlukan untuk tinggal dan menetap bersama Gracio dan Nadse sampai keduanya resmi menikah.


“ Shinta barang-barang kamu udah gak ada yang ketinggalan kan?” Ucap Vernando sambil menyeret koper yang berisi pakaian-pakaiannya.


“ Gak ada Ver, kamu sendiri udah selesai ?”


“ Yuk berangkat.” Ajak Vernando ke Shinta (Naomi) sambil menyeret dua koper milik mereka berdua dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil milik Vernando.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu sampailah mereka berdua di kediaman Tanumihardja yang bisa di bilang sangat mewah, dan mereka berdua pun sambut ramah oleh beberapa penjaga di rumah tersebut.


“ Selamat sore tuan muda mari saya bawa kopernya.”


“ Terima kasih Pak Yono.” Ucap Vernando sambil memberikan salah satu kopernya.


“ Terima kasih kembali tuan muda.”


Mereka pun masuk ke dalam rumah bak istana tersebut. Tampak Shinta ( Naomi) memperhatikan sekitarnya tanpa terlewat sedikit pun.


“ Eh... Kak Ver, sudah lama sampainya kak Ver, kak Shinta.”Ucap Gracio ramah


“ Baru aja kok Cio, ya kan Shin?”


“ Iya Cio, kita baru sampai.”


“ Ya sudah kalau gitu aku tunjukkan kamar kamu ya Shin.”


“ Iya Ver.”


“ Pak Yono taruh disini aja kopernya biar saya yang bawa ke atas.”


“ Baik tuan muda.”


“ Biar Cio bantuin kak.”


Mereka bertiga pun naik ke lantai dua rumah tersebut. Tampak seseorang keluar dari salah satu ruangan yang ada di lantai dua tersebut.


“ Eh kak Shinta, kak Ver udah lama ya sampainya? maaf ya tadi Nadse habis beres-beres" Ucap Nadse tidak enak, karena tidak menyambut sang calon kakak ipar.


“ Iya gak papa kok Nadse, kita juga baru sampai.” Ucap Shinta (Naomi) meyakinkan Nadse.


“ Kak Shinta ini kamar Nadse, di sana itu kamar Cio dan yang paling ujung itu kamar kak Ver, dan yang di situ kamar kamu.” Ucap Cio panjang lebar.


“ Oke, kalau gitu aku beres-beres barangku dulu ya.”


“ Iya Shinta, saya juga mau beres-beres.”


“ Kamu nanti aja Ver, biar aku bantuin beres - beresnya.”


“ Gak apa-apa Shinta saya gak mau kamu kecapean.” Ucap Vernando sambil mengelus rambut Shinta (Naomi) dengan sayang

__ADS_1


“ Nadse mending kita ke bawah nyiapin masakan buat makan malam nanti, dari pada di sini kita jadi obat nyamuknya kak Ver.”


“ Iya juga Cio, kita ke bawah yuk.”


“ Kalian berdua apa-apaan sih.” Ucap Vernando dan Shinta bersamaan.


“ Cie kompak.” Ledek Gracio dan Nadse


"Cio” Ucap Vernando.


“ Nadse.” Ucap Shinta (Naomi)


“ Cie samaan lagi.” Ucap Gracio dan Nadse sambil meninggalkan Vernando dan Shinta dengan wajah mereka berdua seperti cabai masak.


“ Aku masuk dulu ya Ver.” Ucap Shinta (Naomi) sedikit menundukkan kepalanya sambil memasuki kamarnya tanpa mendengarkan jawaban dari sang kekasih.


Setelah berberes-beres Shinta (Naomi) dan Ver pun menyusul Gracio dan Nadse di dapur. Setelah mereka selesai masak, mereka berempat pun makan bersama dengan hikmat dan di selingi dengan canda tawa serta suasana yang sangat hangat. Setelah makan bersama Gracio pun pamit untuk bertemu sang sahabat karibnya Mondy Widjaja.


“ Kak Ver, kak Shinta, Nadse, aku pamit dulu ya mau ke rumah Mondy sebentar, aku ada sedikit urusan dengan dia.”


“ Iya hati-hati ya Yo, pulangnya jangan ke maleman.” Ucap Vernando mewakili Nadse dan Shinta (Naomi)


“ Iya kak.”


“ Aku pergi dulu ya Nads.” Ucap Gracio sambil mencium kening Nadse dengan sayang


“ Iya, kamu hati-hati ya, jangan ngebut, dan ingat kata kak Ver jangan kemalaman pulangnya.”


Gracio pun pergi meninggalkan rumah Tanumihardja dan menuju ke rumah keluarga Widjaja.


” Kak Ver, kak Shinta aku pamit ke dalam dulu ya mau istirahat.” Ucap Nadse


” Iya Nadse kamu pasti capek, apa lagi jarak dari Paris ke Jakarta kan lumaya jauh, selamat istirahat ya Nads.” Ucap Shinta (Naomi)


“ Iya Nads selamat istirahat.”


Nadse pun pergi meninggalkan mereka sepasang kekasih tersebut.


” Kamu gak istirahat Shinta ?”


“ Iya aku juga mau istirahat, kamu gak istirahat besok kita harus ke kantor loh Ver.”


“Iya aku juga mau istirahat, sekalian cek berkas buat besok, yuk aku antar kamu ke kamar.”


“ Iya Ver.”


Vernando pun mengantar sang kekasih Shinta (Naomi) didepan kamarnya. Setelah Shinta(Naomi) pun langsung masuk ke kamarnya dan juga Ver masuk ke kamar miliknya.


--------------------

__ADS_1


Di lain tempat, tampak seseorang lelaki yang cukup tampan membelah jalan raya untuk sampai ke tempat tujuannya. Orang tersebut adalah Gracio yang ingin pergi ke rumah keluarga Widjaja.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu, Gracio pun tiba ke kediaman sahabatnya Mondy Widjaja dan disambut dengan beberapa penjaga di sana.


“ Selamat malam Tuan Gracio, ada yang bisa kami bantu ?”


“ Saya ingin bertemu dengan Mondy Pak, dia ada di dalam Pak ?”


“ Maaf Tuan Gracio, Tuan Mondy sudah meninggal dua minggu yang lalu Tuan.”


“ Pak Deno gak bercandakan ?”


“ Tidak Tuan Gracio. Tuan Mondy meninggal karena kecelakaan Tuan. Nyonya dan Tuan besar menetap ke LA untuk menenangkan nyonya besar yang syok dengan kepergian Tuan Mondy.”


“ Kalau boleh saya tahu pak, sebelum kecelakaan Mondy pergi ke mana ya pak ?”


“ Kalau itu saya juga gak tahu Tuan, Tuan Mondy tidak memberitahu kita dia mau pergi ke mana.”


“ Ya sudah, kalau gitu saya permisi dulu ya Pak.”


“ Iya Tuan.”


Gracio pun pamit meninggalkan ke diaman Widjaja, dan seketika memikirkan tentang cerita Mondy yang mungkin saja Naomi menuntut balas dendam. Sedang asik memikirkan hal tersebut entah pikiran dari mana terlintaslah nama Stefi sang kekasih Mondy.


“ Oh iya, saya gua harus tanya Stefi, mungkin aja di tahu.”


Gracio pun menelepon Stefi.


“ Halo Stef.”


“ Halo Cio, kenapa ?”


“ Gua langsung ke intinya aja, Mondy meninggal kecelakaan ya Stef ?” Ucap Gracio sedikit berhati-hati, takut sang kekasih sahabatnya tersinggung.


“ Iya Yo, Mondy meninggal hiks... Hiks.” Jawab Stefi diseberang sana dan terdengar isakan tanyis dari handphone Gracio.


“ Kalau boleh gua tahu, Mondy sebelum meninggal dia kasih tahu lu gak dia dari mana mau ke mana ?”


“ Mondy waktu itu gua suruh ke rumah gua, karena Nyokap, Bokap gua baru pulang dari luar negeri bawa oleh-oleh buat dia sama ke keluarganya, hiks... Hiks... Coba kalau gua gak minta dia ke rumah gua waktu itu mungkin dia gak bakalan meninggal kaya gini Cio hiks... Hiks... Oh ya sebelum dia ke rumah gua dia kalau gak salah gua pergi ke klub deh, katanya ada sesuatu hal yang mau dia urus di klub, tapi gua gak tahu, urusan dia di klub itu apa.”


“ Thanks ya informasinya Stef, kalau gitu gua tutup ya teleponnya.”


“ Iya Yo.”


Tut.. tut.. tut...


Nada tut tersebut pun menjadi akhir pembicaraan lewat telepon tersebut.


“ Kalau gitu gua harus ke klub sekarang, ya gua harus selesaikan hari ini juga.”

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Gracio pun langsung mengarahkan mobilnya ke klub yang cukup terkenal di Jakarta tersebut.


__ADS_2