Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 9


__ADS_3

Di sebuah rumah minimalis yang cukup mewah, tepatnya di sebuah kamar yang besar dan nyaman tampak seorang pria yang sangat tampan masih terlelap dengan tidur indahnya, tetapi jam sudah menunjukkan pukul 6.05 tetapi pria tersebut belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan bangun dari mimpi indahnya. Tetapi cahaya matahari tidak berkompromi dengan mimpinya, cahaya matahari itu dengan lancang menerobos masuk dan mengenal wajah pria itu, dan membuat pria tersebut terusik dari tidurnya. Ya pria tersebut adalah Vernando Tanumihardja.


“ Sudah jam 6 lewat.” Gumam Vernando dengan suara serak khas bangun tidur.


Dengan langkah yang tidak pasti ia pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


***************


Di lain ruangan tampak gadis cantik tengah sibuk dengan kegiatan memasaknya di dapur. Dengan lihai ia pun memasak sarapan nasi goreng dengan aneka toping yang cukup lengkap. Saat masakan hampir matang tanpa sang gadis rasakan sang punya rumah telah datang ke dapur mengecek aroma apa yang telah masuk ke dalam indra penciumannya. Ternyata seseorang yang cukup ia kenal tengah mengaduk makanan dengan lihat, dan sukses membuat pria tersebut ingin segera menikahinya.


“ Shinta, kamu ngapain ?”


“ Saya lagi masak Ver?”


“ Oh iya, masak apa ?”


“ Masak nasi goreng Ver, mungkin aja kamu suka, enak loh.” Ucap Shinta ( Naomi)sambil meletakkan masakannya ke dua piring, satu untuknya dan satunya lagi untuk bos gantengnya.


“ Oke, saya coba ya.” Ucap Ver sambil mencicipi masakan sang sekretaris.


“ Gimana Ver enak ?” Tanya Shinta (Naomi).


Sambil wajah masam yang dibuat-buat Vernando, membuat Shinta (Naomi) kembali bertanya.


“Gak enak ya ?”


Sambil tersenyum Vernando pun menjawab.


“ Ini enak banget, ternyata kamu jago juga ya masaknya.”


“ Kamu bisa aja, saya sama saudara saya dulu suka banget bantuin mama.” Seketika wajah Shinta (Naomi) menjadi sedikit muram dan mengingat kebersamaannya dulu bersama keluarganya.


*Fashback....


“ Naomi kamu ambil kupas bawangnya ya sayang.” Ucap sang mama sambil meremah nasi agar tidak lengket antara nasi satu dengan nasi lainnya.


“ Iya Ma.” Jawab Naomi.


“ Shinta kamu yang iris bawangnya ya sayang.” Masih dengan melakukan kegiatan yang sama.


“ Iya Ma.” Jawab Shinta.


Tidak lama masakan mereka pun jadi dan itu sukses membuat ruangan dapur tersebut beraroma khas masakan.


“ Shinta, Naomi bantuin mama taruh nasi gorengnya di meja makan.”


“ Iya Ma.” Jawab keduanya serempak sambil meletakkan nasi goreng bikinan mereka berdua dan sang mama di atas meja makan, tampak sang papa tengah membaca koran terbarunya dan sang adik tengah sibuk dengan camilan di tangannya.


“ Wow, baunya enak seperti biasa.”


“ Iya dong Pa, siapa dulu yang masak.” Ucap Naomi menyombongkan diri.


“ Mama, Shinta dan Naomi gitu loh.” Lanjut Shinta.


“ Ci Naomi sama Ci Shinta sombong banget, mama aja gak sombong.” Ucap Sinka kepada kedua kakaknya.


“ Ya udah kita makan yuk.” Ucap sang mama.


Sebuah keluarga itu pun makan bersama dengan hikmat.


Fashback off*....

__ADS_1


“ Shinta ? Kamu gak apa - apa ?”


“ Gak Ver, aku gak apa - apa.” Ucap Shinta (Naomi) sambil sedikit mengelap air mata yang turun dari mata indahnya.


“ Ya udah kita selesaikan makannya, baru kita langsung berangkat ke kantor ya Shin.”


“ Iya Ver”


Setelah selesai makan mereka pun langsung pergi ke kantor.


***********


“ Saya masuk dulu ya Shin.”


“ Iya Pak, semangat kerjanya ya Pak.”


“ Iya.”  Ucap Vernando sambil memberikan senyum yang cukup manis hingga membuat pipi Shinta (Naomi) sedikit memanas.


Tidak terasa jam istirahat pun tiba, dan membuat Shinta (Naomi) dan Vernando serta karyawan yang lainnya harus menghentikan kegiatan mereka dan segera mengisi perut mereka dengan makanan.


“ Shinta.”


“ Eh iya Pak?”


“ Kamu udah makan ?”


“ Belum Pak.”


“ Mau temani saya makan? Saya yang traktir deh.”


“ Gak apa - apa pak ?”


“ Gak apa - apa, kan saya yang minta.”


“ Boleh Pak.”


Vernando dan Shinta (Naomi) pun makan disebuah restoran Jepang yang cukup terkenal di Jakarta.


“ Kamu suka makanan Jepang kan ?”


“ Suka Pak”


“ Syukurlah, yuk masuk ”


“ Iya Pak”


Dengan cepat dan tanpa sadar Vernando sang CEO membuka pintu mobil untuk sang sekretaris dan sukses lagi membuat pipi sang sekretaris memerah dan membuatnya tampak lucu, kejadian tersebut tidak hanya berlaku bagi sang sekretaris, sang CEO pun merasakan hal yang sama setelah sadar apa yang telah ia lakukan dan membuat Shinta (Naomi) menjadi gemas sendiri pada pipi dan tingkah laku sang bos gantengnya.


Selesai mereka makan mereka pun kembali ke kantor dan kembali bekerja menyelesaikan pekerjaan mereka.


**************


Tidak terasa jam pun menunjukkan pukul 19.45 itu tandanya mereka sudah cukup lama bekerja dan menyisakan beberapa orang saja yang masih bekerja di kantor Tanu grup.


“ Shinta sudah selesai?”


“ Eh bapak, sudah Pak”


“ Yuk pulang.”


“ Em... Bapak saya gak ngerepotin kan Pak ?”

__ADS_1


“ Ya gak ngerepotin Shinta kita kan sekarang serumah, lagian kalau kamu pakai angkutan umum kan sayang uangnya.”


“ Oh, iya Pak.”


Shinta (Naomi) pun membereskan barang - barangnya dan bersiap untuk pulang.


**********


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya mereka pun sampai di kediaman Vernando yang sekarang menjadi kediaman Shinta (Naomi) juga.


“ Ver.”


“ Iya ?”


“ Saya ke kamar dulu ya mau berbersih- bersih dulu.”


“ Oh iya silahkan.”


Vernando dan Shinta (Naomi) pun membersihkan diri mereka masing-masing. Setelah membersih kan diri Shinta (Naomi) pun ke dapur dan berniat untuk membuat makan malam untuknya dan sang bos gantengnya. Setelah cukup lama di dapur akhirnya masakan sederhananya pun jadi ayam kecap kesukaannya. Shinta (Naomi) pun berinisiatif untuk memanggil Vernando dikamarnya.


Tok...... Tok...... Tok.....


“ Ver.” Ucap Shinta (Naomi)  sambil mengetuk pintu kamar Vernando.


Tok...... Tok..... Tok.....


“ Ver.” Ulang Shinta (Naomi) kembali.


Pintu pun terbuka dan menampilkan sang bos yang terlihat tampan dengan setelan sederhana ala rumahan yang tidak membuat ketampanannya sirna dan menampilkan aura yang lebih santai.


“ Iya Shinta ada apa ?”


“ Em... Ver saya udah selesai masak tadi, mau makan malam sekarang?”


“ Boleh, yuk ke bawah sekarang”


Mereka pun turun kelantai satu dan makan, makan malam mereka dengan hikmat. Setelah selesai makan malam Vernando pun membantu Shinta membereskan sisa makanan mereka dan mencuci piring mereka.


“ Shinta maaf saya gak bisa nemenin kamu nonton TV atau ngobrol-ngobrol singkat, saya harus mengecek laporan dan mempersiapkan meeting untuk besok, gak apa-apa kan ?”


“ Iya Ver gak apa-apa, saya juga mau mempelajari materi meeting besok.”


“ Ya sudah kalau gitu saya masuk ya Shin.”


“ Iya Ver.”


Shinta (Naomi) dan Vernando pun masuk ke kamat mereka masing-masing. Setelah Shinta (Naomi) sampai di kamar Naomi pun kembali keluar dari tubuh Shinta.


“ Ah... Capek juga ya hari ini lembur.”


“ Iya capek banget hari ini.”


“ Oh ya Mi aku tidur dulu ya, ngantuk banget ni.”


“ Kamu gak pelajari materi meeting besok?”


“ Gak lah, kan kamu yang bilang mau belajar materi meeting besok, jadi kamu yang pelajari materinya, sekarang aku mau tidur dulu.”


“ Iya, selamat tidur saudara kembarku Shinta Prasetya.”


“ Selamat tidur Naomi Prasetya.”

__ADS_1


Tak lama kemudian Shinta pun terlelap dalam mimpi indahnya dan Naomi pun menghilang seketika entah kemana, sedangkan Vernando dikamar sebelah terlihat sibuk dengan laptop didepannya.


__ADS_2