
“ Naomi..... Kenapa kamu di sini, bukannya kamu itu udah MATI.”
“ Iya sayang aku tahu kalau aku itu udah MATI, tapi aku kesepian sayang, gak cukup kalau hanya Okta, Mondy sama Papa merua aku aja yang mati, kamu juga harus mati, biar kita bisa nikah di neraka nanti dan mengurus buah hati kita bersama-sama sayang hihihiiih.” Ucap Naomi
“ Gak Naomi, kami itu udah MATI, gak mungkin aku ikut kamu ke neraka. Dan Okta, Mondy, dan Papa kenapa kami bunuh mereka semua, apa salah mereka sama kamu Naomi.”
“ Salah mereka ? Sebenarnya salahnya Okta sama Papa kamu itu udah aku kasih tahu ke Mondy, cuma karena yang nanya kamu aku bakalan kasih tahu kenapa aku bunuh mereka semua. Yang pertama Papa kamu Mario Tanumihardja, Papa kamu itu brengs*k dia pantas mati, masa tubuh aku juga pengen dia nikmatin. Selanjutnya Okta Keenan Putra dan Mondy Widjaja, mereka mati karena mereka berdua turut adil atas kematianku Gracio. Sekarang karena kamu juga yang udah ngebunuh aku, maka aku juga akan membunuh kamu, seperti yang pernah kamu lakukan sama aku hihihhih.”
“ Sebenarnya aku juga ingin membunuh kakak tersayangmu itu lewat tubuh saudara kembarku Shinta Prasetya.” Sambung Naomi.
“ Gak..... aku gak akan pernah membiarkan kamu menyentuh kak Ver walaupun 1 cm pun.” Ucap Gracio.
“ Tenang aja, untuk kakakmu itu pengecualian, dia baik gak brengs*k kaya kamu. Jadi aku tidak membunuhnya. Tapi aku yang mencintainya, karena kamu aku gak bisa bersama dengannya.”
Naomi pun langsung menghempaskan tubuh Gracio sehingga terpental cukup keras dan membuatnya mengalami luka sedikit di beberapa bagian tubuhnya.
Belum selesai Naomi melancarkan aksinya, pintu pun seketika di dobrak oleh seseorang. Tampak beberapa orang yang cukup ia kenali pun masuk ke room yang ia gunakan. Orang tersebut adalah Vernando, Shinta dan juga Nadse.
***************
“ Shinta.... Kenapa kamu membawa mereka Shinta, tadinya aku ingin berbagi kebahagiaan ini hanya bersamamu, cuma karena kamu membawa mereka juga tidak apa-apa. Dengan ini mereka tahu betapa busuk dan brengs*knya sang adik dari Vernando dan sang kekasih dari Nadse ini hihiihhihi.”
“ Cukup Naomi jangan kamu teruskan dendammu, untuk kali ini biarkan Gracio hidup Naomi. Aku yakin Sinka pasti tidak ingin kamu menjadi seorang pembunuh.”
“ Iya Naomi berhentilah.” Ucap Vernando.
“ Kamu gak ngerti apa-apa Ver.”
“ Aku ngerti Naomi, Shinta udah jelas in semuanya sama aku Naomi.”
“ Shinta udah jelas in semuanya, sayangnya aku yang belum jelas in semuanya ke Shinta. Baiklah sekarang aku akan bercerita semuanya.”
**Fashback.....
Di sebuah room tempat orang berkaraoke ria di sebuah klub terkenal di Jakarta. Terlihat tiga orang yang sedang berbincang-bincang hangat sambil diselingi dengan candaan. Dan salah satu diantara-Nya pun melenceng dari topik yang semulanya mereka bicarakan.
“ Cio apa lu gak kangen dengan Sinka Yo ?” Ucap Okta kepada Gracio.
“ Sinka ? Si panda lucu itu, tentu aku sangat kangen sekali dengannya.” Jawab Gracio.
“ Kenapa lu bunuh di dulu Yo ?” Tanya Mondy.
“ Lu berdua kan udah tahu, kalau dia hamil, sementara gua udah kepincut dengan kakaknya yang sexy itu. Lagian gua juga gak mau tanggung jawab, gua suruh aja orang buat Sinka kecelakaan.” Jelas Gracio.
“ Terus gimana kalau Naomi yang hamil lu bakalan tanggung jawab ?” Tanya Okta.
Belum sempat Gracio menjawab pertanyaan Okta, suara ketukan pintu pun terdengar.
Tok.... Tok..... Tok.....
Terlihat wanita cantik dan pembawaannya yang Sexy pun masuk ke dalam room yang berisikan Okta, Mondy dan Gracio. Wanita itu ialah Naomi sang kekasih Gracio.
“ Cio boleh aku bicara berdua sama kamu ?” Ucap Naomi.
“ Ya udah Yo, kalau gitu kita keluar dulu ya Yo.”
“ Oke.”
__ADS_1
Mondy dan Okta pun keluar dari ruangan itu serta menyisakan Naomi dan Gracio.
“ Kenapa sayang, ada yang mau kamu bicarakan sama aku ?” Tanya Gracio dengan lembut.
“ Gracio aku hamil Yo, aku hamil anak kamu Cio.”
“ Kamu hamil Mi ?”
“ Iya Yo aku hamil.”
“ Gugurkan anak itu Naomi.”
“ Kenapa Yo, ini anak kamu.”
“ Karena dia anak aku, makanya aku minta kamu buat gugurin dia. Lagian aku pasti di marahi sama orang tua aku dan juga kakakku kalau aku menghamili anak orang.”
“ Kalau kamu gak mau hamil in anak orang kenapa kamu rusak anak orang Gracio.” Ucap Naomi yang sudah di selimuti oleh emosi.
“ Kalau kamu gak mau gugurin anak itu, terpaksa kamu akan aku bunuh Naomi. Seperti yang aku lakukan pada adik kamu Sinka dulu.”
“ Kamu bunuh Sinka? Kenapa kamu membunuh Sinka Gracio ? Apa salah dia sama kamu ?”
“ Karena Sinka hamil dan dia juga gak mau gugurin kandungannya, makannya aku bunuh dia. Karena kamu juga ingin mempertahankan anak itu, terpaksa aku juga akan membunuhmu Naomi.” Ucap Gracio dengan senyum yang terlihat menyeramkan.
Gracio pun langsung mendorong Naomi, sayangnya Naomi pun terjatuh serta kepalanya membentur ajung meja tersebut dan membuat kepala Naomi mengeluarkan darah cukup banyak. Seketika Naomi pun meninggal di tempat. Gracio pun panik karena nadi Naomi sudah tidak bergerak lagi.
“ Mon, Ta, masuk Mon, Okta.” Teriak Gracio cukup keras.
Masuklah Gracio dan Okta ke room tersebut.
“ Dia kenapa Mon.” Tanya Okta
“ Oh iya, gua belum letak koper gua di rumah, sebelum ke rumah gua ke sini dulu. Koper gua ada di mobil, bentar gua ambil dulu ya Yo, Ta.” Ucap Mondy pergi sambil mengambil kopernya yang sebelumnya isi baju yang di bawanya di tinggalkan di mobilnya, dan menyisakan koper kosong saja.
Setelah Mondy kembali dengan koper yang cukup besar di tangannya. Mereka pun mengatur jasat Naomi dan membawa koper itu dari room tersebut. Terlihat mereka tergesa-gesa dan melewati pintu belakang klub tersebut.
“ Buruan Ta, Mon masukkin ke mobil.” Ucap Gracio pada kedua temannya okta dan Mondy sambil membuka bagasi mobil.
“ Iya ini juga udah cepat Yo.” Jawab Okta.
“ Bantuin Yo berat ni.” Sambung Mondy.
“ Iya-iya, udah gak ada yang ke sisa kan?”
“ Semua aman Yo.”
“ Sip, yuk jalan.”
Di tengah perjalanan mobil mereka pun di berhentikan oleh pihak kepolisian dengan bermaksud pengecekan surat kendaraan dan sesuatu yang mencurigakan yang mungkin di bawa pengendara khususnya roda 4.
“ Selamat malam.” Ucap seorang polisi yang bername tag 'Baim Laksana'
“ Malam Pak.” Ucap Gracio.
“ Bisa lihat surat-suratnya ?”
“ Oh ini Pak.”
__ADS_1
“ Saya cek ya?”
“ Iya Pak.”
Setelah mengecek surat-surat polisi pun bertanya kembali.
“ Bisa tolong buka bagasi belakangnya ?”
“ Bisa Pak.” Ucap Gracio mencoba setenang mungkin.
Setelah sampai dibagasi belakang Gracio pun membuka bagasi dengan perlahan, berharap keajaiban datang kepadanya.
“ Komandan, kita harus ke diskotik Immigr**t Pak, karena sebagian kita telah menangkap pengedar sab-sabu di sana Pak.” Ucap salah satu polisi yang bername tag 'sakti Oktapyan'
“ Baik kita ke sana sekarang, dan kamu silahkan lanjutkan perjalanan.” Ucap polisi tersebut sambil berlari kecil ke mobil polisi.
“ Syukurlah, sepertinya keberuntungan berpihak kepadaku, sebaiknya langsung aku selesaikan.” Ucap Gracio dalam hati, sambil berlari kecil ke dalam mobil.
“ Gimana? Polisi-nya lihat?” Ucap Mondy panik.
“ Tenang aman, sekarang kita selesaikan dia dulu.”
************
*Sampailah mereka di rumah kakak Gracio yang telah lama tidak menempatinya, karena sedang mengurus bisnis di luar negeri.
“ Serius lu Yo, mau nguburin ni cewek di rumah kakak lu?” Ucap Okta.
“ Seriuslah gua, kakak gua gak akan datang dalam waktu dekat ini paling cepat dia datang satu tahun lagi, dan setelah satu tahun tanah ini rata seperti yang tanah di sekitarnya, kita gak akan ketahuan.”
“ Kita percaya sama lu Yo.”
Mereka pun langsung menguburkan seorang wanita tersebut.
“ Selamat istirahat pacar kesayanganku, tidur yang nyenyak sayang.” Ucap Gracio sambil tersenyum senang.
“ Ta, Mon, bantuin gua angkat ni kursi, kita taruh pas di atasnya biar kalau ada yang lewat kesini sebelum kakak gua pulang gak curiga karena tanahnya lembek.”
“ Ok, sip.” Ucap Okta dan Mondy
Fashback off**....
“ Kak Ver gak nyangka kalau kamu sebrengs*k itu Yo.”
“ Maaf in Cio kak.”
“ Kamu bohong Cio, kamu bohong.” Ucap Nadse yang kini mulai bersuara sambil teriak di selingi oleh tangis.
“ Maaf in aku Nads, tapi kalau cinta aku ke kamu itu benar Nads. Aku gak pernah bohong soal Cinta aku ke kamu. Please maaf in aku Nads.” Ucap Gracio yang kini mulai menangis.
“ Naomi aku mohon biarkan Gracio hidup, biarkan dia menanggung kesalahannya di dunia dan di akhirat nanti Naomi. Aku gak ingin orang yang aku cintai menghilangkan banyak nyawa lagi. Cukup Papa, Okta dan Mondy aja. Aku mohon sama kamu Naomi aku cinta sama kamu. Dan soal cerita Shinta, yang kamu mintanya untuk menggantikan posisi kamu, maaf aku gak bisa nikah in Shinta. Karena yang aku cintai itu kamu Naomi bukan Shinta, jadi aku mohon sama kamu berhentilah.” Ucap Vernando yang diakhiri dengan dirinya mengusap air matanya yang menetes.
“ Baiklah Ver, aku akan berhenti demi kamu dan keluarga aku. Jasatku ada di bawah kursi santai besi Ver, kuburlah aku dengan layak Ver. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Sebelum aku pergi izinkan aku menciummu sekali saja Ver.” Ucap Naomi
Vernando dan Naomi pun berciuman dengan cukup panas. Tetapi bukan ciuman nafsu, melainkan ciuman tulus yang di berikan mereka masing-masing.
Setelah adegan ciuman itu selesai Vernando, Nadse dan Shinta pun membawa Gracio untuk menyerahkan diri Gracio dengan pasal tindakan pembunuhan.
__ADS_1
The and (?)