Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 6


__ADS_3

Di sebuah rumah yang cukup mewah terdapat keluarga yang cukup harmonis. Mereka adalah keluarga yang di kepalai oleh seorang produser musik terkenal Jeje Widjaja, sang istri Sendy Ariani Widjaja dan sang anak semata wayang Mondy Widjaja. Tampak sang ayah Jeje dan sang ibu Sendy sedang bersiap siap untuk pergi keluar dan berpamitan kepada sang anak.


“ Mon, babe ame enyak mau pergi dulu sebentar lu, jangan bandel di rumah ye, kalau mau keluar jangan lupa mandi ye. Entar kalau lu gak mandi gak ada lagi yang mau jadi mantu babe ye. Jangan kaya enyak lu jarang mandi, habis uang belanja buat parfum enyak lu doang ye paham.”


“ Paham Be.”


“ Kamu ni, gini - gini kamu deket - deket juga kan.” Ucap Enyak Mondy sinis ke pada Babenya Mondy.


“ Iye sayang, Abang tetap cinta kok sama Eneng.” Ucap Jeje sedikit membuat jijik.


“ Iya udah Babe sama Enyak pergi dulu.”


“ Iye Be, Enyak hati - hati ye.”


*****************


“ Babe sama Enyak pergi mending gua chat sama Stefi, kangen berat gua sama tu anak.”


Mondy pun membuka aplikasi chat berwarna hijau yang ada di handphone-nya.


Stefi-Ku


Stefi√


Stefi√


Sayang√


Sayang√


Beby√


Sweety√


Chat Mondy pun tak kunjung tercentang dua. Setelah menutup aplikasi chat tersebut Mondy pun menyalakan televisinya tersebut. Saat sibuk memindah kan Channel TV-nya tampak satu stasiun TV yang menayangkan berita yang cukup menarik perhatian Mondy.


Breaking News.......


'Okta Keenan Putra, anak dari pengusaha terkenal Deva Keenan Putra meninggal dunia'


“ Okta Keenan putra, anak dari pengusaha Deva Keenan Putra dinyatakan meninggal di sebuah hotel berbintang 5 milik Tanu Grup. Ia tewas mengenaskan dalam kondisi tanpa busana dan pisau yang menancap di perutnya. Masih belum di ketahui apa motif kejadian ini. Kejadian masih di selidiki polisi dan mayat korban sedang di otopsi. Sekian berita pagi ini.” Ucap sang pembawa berita.


“ Gak...... Gak mungkin ini pasti bohong, gak mungkin semalam Okta nelpon gua Naomi yang bunuh dia, ini mustahil. Naomi udah mati. Gua, Okta sama Cio yang udah nguburin dia gak mungkin dia hidup lagi. Gua harus hubungi Cio....... Ya gua harus hubungi Cio sekarang.” Ucap Mondy dengan wajah yang pucat.


Mondy pun dengan cepat menghubungi sang sahabat dekatnya Gracio Tanumihardja. Tidak lama nada tunggu telepon berbunyi, tampaknya panggilan sudah di angkat sang penerima.


“ Halo Mon, tumben telepon gua pagi-pagi gini, kenapa ?”


“ Yo..... Yo.... Yo..... Okta  Yo... Okta.”


“ Kenapa Okta, Mon lu jangan bikin gua panik dong, kenapa Mon.”


“ Okta Yo.... Okta Mati Yo.... Okta mati.”


“ Bercanda lu gak lucu Mon, kalau lu pagi - pagi mau bercandain gua sekarang sorry Bro gua bener - bener sibuk sekarang. Lu kalau mau bercanda siang aja ya sekitar 7 jam lagi waktu gua makan siang. Ini gua aja belum berangkat ngantor Mon.”


“ Gak Yo, gua gak bercanda. Kalau lu gak percaya lu sekarang buka Google cek berita terbaru Indonesia sekarang juga.”


“ Ok bentar. Kalau sampai gak ada gua bakalan mukul lu Mon, gara - gara lu udah buang waktu gua yang berharga ini. Sebentar gua cek dulu.”


3 menit kemudian........


“ Gimana lu percaya kan sama gua sekarang.”


“ Iya Mon gua percaya sama lu. Tapi kenapa Okta sampai mati?”


“ Gua gak tahu Yo. Yang jelas semalam gua gak tahu, tiba - tiba waktu gua lagi main Game di rumah, Okta telepon gua sambil minta tolong ke gua.”


“ Kenapa lu gak tolong dia Mon.”


“ Gua kira dia bercanda, dia bilang kalau Naomi ada di sana sambil megang pisau ke arah dia Yo. Apa mungkin itu memang Naomi Yo yang mau balas dendam ke kita - kita, makanya dia bunuh Okta Yo, bisa jadi kita korban berikutnya Yo. Gua takut mati Yo.”


“ Gak ini gak mungkin Naomi udah mati. Kita bertiga yang udah kubur dia di rumah kak Ver. Jadi gak mungkin dia hidup lagi. Ini mustahil kalau di hidup lagi, dan mungkin bisa jadi kalau lu salah dengar.”


“ Gak mungkin gua salah dengan jelas-jelas gua dalam keadaan sadar semalam. Tapi kalau Okta emang mabuk semalam sama Desy. Mungkin aja itu anak salah liat.”

__ADS_1


“ Iya bisa jadi Okta emang salah liat. Lu gak usah pikir in itu. Lu fokus aja sama kerjaan lu dan lu juga bentar lagi kan mau nikah sama Stefi jadi lu jangan terlalau banyak mikir hal yang gak masuk akal ya Mon.”


“ Iya Yo, thanks saran lu.”


“ Oke. Kalau gitu gua matikan dulu ya, gua mau siap-siap ke kantor, soalnya ada meeting penting hari ini.”


“ Oke sip.”


Tut....Tut...Tut.. Tanda panggilan sudah berakhir.


“ Tapi semalam kan Desy bareng Okta. Otomatis Desy tahu ngapain aja Okta sebelum mati. Lagian kalau Okta mati dalam keadaan tanpa busana itu berarti dia pasti sama Desy. Mending gua selidiki aja, dari pada gua penasaran.” Gumam Mondy.


——————————————————


Di Kantor pusat Tanu Grup, tampak seorang gadis cantik nan sexy datang dengan anggun serta ceria gadis cantik itu adalah Shinta (Naomi) yang datang ke kantor tempat ia bekerja sambil menyapa orang-orang dikantor tempat ia bekerja.


“ Pagi Pak Dyo.”


“ Pagi neng cantik.”


“ Pagi Pak Deno.”


“ Pagi cantik.”


"Pagi Mbak Uty.”


“ Pagi Shinta.”


Shinta (Naomi) terus menyapa orang - orang sampai ia berada di meja kerjanya. Tak lama ia datang tampak sang bos gantengnya sudah datang.


“ Pagi pak Ver.”


“ Pagi Shinta. Ceria sekali ya kamu hari ini. Kenapa ?”


“ Gak papa pak saya senang aja gini pak, mungkin juga karena saya dapat bos ganteng jadinya saya makin semangat kerjanya pak. Eh..... Maaf Pak.” Ucap Shinta (Naomi) sambil menutup mulutnya yang telah lancang menggoda bos gantengnya di pagi hari.


Tanpa Shinta (Naomi) sadari pipi dan jantung Vernando mendadak tidak tahu cara bertindak dengan benar. Contohnya pipi yang memerah sepeti memakai blus on dan jantung yang berdetak kencang bagai mendengarkan konser dangdut dengan bass yang membuat dag dig dug jantung pendengarnya.


“ Saya masuk dulu ya Shinta. Selamat bekerja.” Ucapnya sedikit menunduk.


Vernando pun masuk ke ruangannya dengan sedikit menunduk sambil menyembunyikan pipi yang memerah dan meredam jantungnya yang disko.


“ Kenapa pipi saya panas ya dan jantung saya juga berdetak tidak normal dan saya juga merasa sedikit malu saat Shinta berbicara seperti itu.” Ucap Vernando sambil memegang pipi dan juga dadanya bergantian.


“ Mungkin saya harus ke dokter. Sepertinya saya tiba - tiba sakit.” Ucapnya kembali, sambil meletakkan telapak tangannya di atas keningnya guna untuk memeriksa suhu tubuhnya.


“ Lebih baik saya kerjakan dulu kerjaan yang saya tinggal semalam.”


********


Tak lama kemudian Shinta pun masuk ke dalam ruangan Vernando.


Tok... Tok... Tok....


“ Masuk.”


“ Maaf Pak mengganggu.”


“ Iya kenapa ?”


“ Saya cuma mau memberitahukan kalau Bapak ada meeting dengan Bapak David Azriel dari perusahaan Azriel Grup nanti 1 jam lagi diRaffles Pak.”


“ Iya baik sekarang kamu bantuin saya siapkan bahan yang mau di bawa nanti ya.”


“ Iya pak.”


Mereka berdua mempersiapkan bahan yang mau di bawa saat meeting nanti.


“ Sudah Shin?”


“ Sudah Pak.”


“ Kita berangkat sekarang ya Shin.”


“ Iya Pak.”

__ADS_1


Mereka pun berangkat ke Raffles tempat mereka akan meeting bersama David Azriel sang CEO muda.


Setelah sampai, tanpa membuang waktu mereka pun langsung ruangan yang di gunakan sebagai tempat berlangsungnya meeting.


“ Hai. Ver apa kabar lu.”


“ Baik Dav”


“ Makin ganteng aja lu ya.”


“ Kamu juga Dav.”


“ Oh ya... Ini sekretaris lu yang baru ya Ver ?”


“ Iya Dav, dia Shinta sekretaris saya yang baru.”


“ Tapi dia cocoknya jadi istri lu aja Ver kayanya lu cocok deh sama dia.” Bisik Nabil pada Vernando, yang membuat Vernando lagi-lagi sepeti memakani pewarna di pipinya.


“ Baiklah, jadi sekarang kita meetingnya gimana Dav?”


“ Ayo lah Ver, gua tanpa perlu lu presentasi gua udah pasti pilih lu, kita di sini cuma mau ngobrol aja, lu kan selesai SMA langsung menghilang tu keluar negeri jadi kita tentu in kalau hari ini meeting pertemanan, nanti teman-teman kita yang lain pada datang.”


Belum sempat Vernando menjawab David teman-teman SMA Vernando pun datang dan langsung bercerita serta berdiskusi. Sedangkan Shinta hanya menunggu bosnya selesai mendengarkan cerita teman-temannya.


Selesai bercerita semua teman-teman Vernando pamit pulang karena masing-masing mereka yang harus menyelesaikan pekerjaan mereka, termasuk David yang juga ikut pamit pulang. Vernando pun menghampiri Shinta (Naomi)dengan tidak enak hati.


“ Shinta... Saya minta maaf gara - gara tadi kami harus nunggu lama.”


“ Gak papa kok pak santai aja, gak lama kok Pak.” Ucap Shinta (Naomi) sambil tersenyum manis.


“Kenapa pipi dan jantung saya berulah lagi, mungkin memang saya harus ke dokter setelah ini.” Ucap Vernando dalam hati.


“ Gini aja, bagaimana sebagai permintaan maaf saya kamu saya traktir gimana?”


“ Gak usah Pak, gak usah nanti ngerepotin Pak.”


“ Gak.... Gak ngerepotin kok, saya gak terima penolakan lagian saya juga gak bisa makan sendiri. Jadi kamu mau gak mau harus makan sama saya oke.”


“ Kita makan di restoran langganan saya ya.”


“ Iya Pak.”


************


Mereka pun sampai di restoran yang di maksud Vernando, serta mereka pun langsung memilih meja dan tidak lupa memesan makanan mereka.


“ Kamu pesan apa Shinta?”


“ Saya sama in aja sama kaya Papak.”


“ Oke.”


***********


Tak lama menunggu, makanan yang mereka pesan pun datang. Dan langsung menyantap makanan mereka masing-masing.


“ Shin....”


“ Iya Pak?”


“ Itu di situ kamu ada sisa makanan.”


“ Di mana Pak?” Ucap Shinta (Naomi)sambil mengelam daerah bibirnya.


“ Di situ Shinta.” Ucap Vernando sambil menunjuk sudut bibirnya yang terkena noda.


Karena merasa gemas karena Shinta (Naomi)belum berhasil membersihkan sudut bibirnya, tangan Vernando mengusap lembut sudut bibir Shinta (Naomi), dan sukses membuat Shinta (Naomi) mematung sesaat dan Vernando yang sedikit menyembunyi kan wajah malu-malunya.


“ Emmm... Pak... Saya sudah selesai Pak.”


“ Ehh... Iya saya juga udah selesai kita balik ke kantor ya.”


“ Iya Pak.”


Mereka berdua pun kembali ke kantor dengan diam dan tampa obrolan sedikit pun. Mereka masing-masing sibuk menetralkan pipi, jantung dan perasaan mereka karena kejadian tadi yang membuat keduanya malu.

__ADS_1


__ADS_2