Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 8


__ADS_3

Di suatu tempat, tampak seorang pria tampan sedang memesan martabak keju kesukaannya.


“ Punten kang ini martabaknya.” Ucap penjual martabak tersebut sambil memberikan martabak pesanan Vernando.


“ Iya mang ini uangnya.” Ucap Vernando sambil memberikan uangnya dan menerima martabaknya.


Vernando pun kembali ke mobilnya dan bermaksud pulang ke rumahnya.


Saat ia tengah menjalankan mobilnya tampa sengaja ia melihat seseorang yang ia kenal beberapa hari ini. Iya, ia melihat Shinta (Naomi) tampak sedang menyeret koper yang cukup besar di tangannya, ia pun memberhentikan mobilnya tepat di depan Shinta (Naomi), dan turun menghampiri Shinta (Naomi).


“ Shinta ?”


“ Eh Pak Ver.” Balas Shinta (Naomi)sambil menyeka air matanya.


“ Kamu kenapa?” Ucap Vernando sedikit khawatir.


“ Saya di usir dari kostan saya Pak.” Ucap Shinta (Naomi) sambil menangis kembali.


“ Udah-udah kamu gak usah nangis.” Ucap Vernando sambil membawa Shinta (Naomi) ke pelukan Vernando serta menenangkan Shinta (Naomi).


Setelah tangisan Shinta (Naomi) reda Vernando pun melepaskan perlahan pelukannya.


“ Kamu jangan nangis lagi ya, kalau kamu nangis nanti kamu gak cantik lagi.” Ucap Vernando sambil menghapus air mata Shinta (Naomi) dan ia pun sedikit menunduk karena sadar atas ucapannya.


“ Kamu sekarang ikut saya ya ?”


“ Kita mau ke mana Pak?”


“ Kita mau ke rumah saya. Oh ya kamu gak perlu panggil saya pak, soalnya saya kurang suka di panggil bapak, kalau di luar jam kerja kamu panggil saya Ver aja.”

__ADS_1


“ Iya pak... Eh .. Ver.”


“ Iya udah kita masuk ke mobil ya.”


Vernando dan Shinta (Naomi) pun masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah Vernando.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang mereka pun sampai di kediaman Vernando sang bos ganteng.


“ Ayo masuk Shin.”


“ Eh.... ya pak... Eh Ver.”


Mereka pun masuk kedalaman rumahnya Vernando.


“ Baiklah Shinta, kamu bisa pakai kamar ini sebagai kamar kamu.”


“ Bener Ver ini terlalu bagus loh Ver.”


“ Iya Ver terima kasih, dan selamat istirahat juga.” Ucap Shinta(Naomi) ke pada Vernando sambil mencium pipi sang bos gantengnya itu.


“ Ya sudah saya masuk dulu.” Ucap Vernando sedikit menunduk dan mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya dan meredam suara debaran jantungnya.


Vernando pun masuk ke dalam kamarnya, begitu pun Shinta.


“ Ah..... Jantung saya, Ah.... pipi saya juga panas. Kenapa saya senang sekali dengan debaran dan pipi panas ini, saya benar - benar gila. Mungkin benar kalau saya suka sama Shinta, Ah.... Buka sepertinya buka suka lagi, tetapi Cinta sama dia. Ah... Saya harus tidur sekarang besok saya harus kembali bekerja.”


Vernando pun menutup matanya dan menjelajahi alam mimpinya.


“ Ah..... Lucu banget Ver kaya gitu, bikin gemas aja pengen cium lagi. Eh..... Cium lagi. Naomi.... Naomi kamu harus ingat kamu itu harus balas dendam bukan jatuh cinta sama dia. Ah jatuh cinta, sepertinya aku emang sedikit gila dan sepertinya aku harus keluar dari tubuhnya Shinta.” Ucap Naomi.

__ADS_1


Naomi pun keluar dari tubuh Shinta.


“ Naomi sepertinya balas dendammu tidak berlaku pada sang sulung Tanumihardja dan sepertinya ia berbeda dengan ayah dan adiknya.”


“ Mungkin kamu bener Shin, tapi misiku membuat semua keluarga Tanumihardja Mati.”


“ Tapi kalau menurutku, Syakila Tanumihardja dan Vernando Tanumihardja itu orang baik Mi.”


“ Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu Shin.”


“ Gini ya Mi, kalau Syakila Tanumihardja dia mungkin cukup terluka karena Mario Tanumihardja itu tukang selingkuh dan suka main perempuan, aku rasa ia pantas untuk sedikit berbahagia dan tidak merasakan sakit hati lagi karena suaminya terus - terusan selingkuh. Dan untuk Vernando kalau dia brengs*k saat kamu menggodanya bisa saja di langsung menerkammu tapi dia malah sering malu - malu lucu yang membuatmu gemaskan sendirikan Naomi Prasetya.”


“ Ah.... Sudahlah lebih baik kamu tidur sekarang Shinta, mungkin besok menjadi hari yang panjang buat kita.”


“ Ahh... Pengalihan isu... Kalau kamu masih jadi manusia pasti pipimu sudah merah kaya cabe masak Naomi.”


“ Ah Shinta...” Ucap Naomi sedikit kesal dan malu – malu.


“ Ya sudah aku tidur dulu, jangan ngintip - ngintip bos gantengmu itu ya belum sah.”


“ Shinta tidur sekarang.” Ucap Naomi memperingati Shinta.


“ Ok aku tidur sekarang.”


Shinta pun menutup ke dua matanya dan menjelajahi mimpi indahnya.


Dan Naomi pun diam-diam masuk ke kamar Vernando, tampak Vernando sedang tertidur dengan pulas dan terlihat sangat tampan.


“ Mungkin aku akan mempertimbangkan kamu dan ibumu Ver, semoga ke putusanku tidak salah.” Ucap Naomi.

__ADS_1


Naomi pun mengelus mata, pipi, hidung dan turun ke bibir ranum milik Ver. Entah dorongan dari mana Naomi pun tanpa sadar mencium bibir Vernando. Terlihat Vernando sedikit terusik tetapi tidak mengganggu tidur indahnya.


__ADS_2