
“ Assalamualaikum. Nabil kamu ngapain di sini ?” Ucap seseorang bersama keluarga nya yang datang ke kediaman Tanumihardja.
“ Kamu udah tahu kalau kak Ver itu ayah kamu?” Lanjut seseorang yang baru datang tersebut kepada Nabilo.
“ Iya om, Nabil udah tahu kalau ayah Ver ayah nya Nabil. Tante Nads, om Cio, Gracia, kalian di sini juga ngapain?”
“ Ini kata Gracia dia kangen sama abang Frans nya.”
“ Gracia kangen sama abang Frans, abang Nabil gak kangen ?”
“ Kangen juga dong.” Ucap Gracia sambil memeluk Frans dan Nabilo yang memang duduk berdekatan.
“ Oh iya ayah, gimana kita selamatin bunda ?”
“ Ayah kan gentle buat selamatin bunda kamu.”
“ Tapi dia mau ayah, aku, sama Frans juga ikut.”
“ Kenapa ini ?” Tanya Nadse.
“ Naomi di culik, dia minta saya, Frans dan Nabil buat selamatin Naomi.”
“ Aku yakin kak Ver, pasti mereka punya rencana jahat dan bisa aja mereka melukai kak sekeluarga, gini aku punya ide kak Ver.”
“ Apa idenya yo ?”
“ Gini kak, aku kasih kak Ver jam ini, jika keadaan udah mulai genting banget kakak pencet tombol ini, nanti otomatis dia bakalan bunyi ke jamnya Nadse, tapi sebelumnya aku udah nunggu dulu dengan beberapa polisi yang siap buat ringkus mereka. Inti nya kak Ver sama Frans dan Nabil duluan ke sananya, aku jamin semua nya bakalan aman.”
“ Makasih yo.” Ucap Vernando.
“ Itu sebagai tembusan rasa bersalah aku di masa lalu kak Ver, semoga kalian bisa bersama lagi, lagian aku juga belum minta maaf sama Naomi.” Ucap Gracio.
“ Oh iya Kak Ver lebih baik kita beraksinya malam saja, jadi mereka akan minim pengetahuan kalau kita juga jebak mereka.” Sambung Gracio.
__ADS_1
“ Oke Yo. Frans, Nabil kita berangkat nanti malam, kalian berdua siap-siap.”
“ Iya Yah.” Ucap Nabilo dan Frans bersama.
****
Kini tampak tiga lelaki berwajah tampan terdiam menghadap sebuah bangunan tua yang telah lama di tinggalkan.
“ Frans, Nabil, kalian berdua hati-hati ya, ayah yakin mereka pasti gak biarin keluarga kita selamat. Jadi ayah minta kalian lindungin diri kalian dan bunda, mengerti ?”
“ Iya Yah.” Ucap Nabilo dan Frans bersamaan.
“ Kita masuk sekarang.”
Saat di depan pintu masuk, Vernando, Nabilo dan Frans di sambut oleh 2 orang berbadan besar.
“ Silahkan lewat sini, tuan - tuan.” Ucap salah satu orang berbadan besar tersebut.
Vernando, Nabilo dan Frans pun mulai mengikuti 2 orang berbadan besar tersebut.
Saat Vernando, Frans, dan Nabilo masuk, pintu yang mereka lalui tadi pundi tutup dan terdengar mengunci.
Kini Vernando, Nabilo dan Frans pun di sugukan pemandangan ruang yang sangat luas.
Terlihat disebelah kiri mereka sebuah jaring-jaring besi yang terlihat seperti penjara, di depan mereka terlihat sebuah kasur beserta tempat tidur yang berukuran sangat besar dan luas, serta di sebelah kanan mereka terlihat meja dan kursi yang sangat mewah, di situ terdapat orang yang cukup Vernando dan Nabilo kenal.
Prok.... Prok... Prok...
Terdengar tepuk tangan dari Orang tersebut, serta orang tersebut pun memberikan isyarat mata kepada penjaga berbadan besar agar menaham Vernando, Nabilo dan Frans.
“ Lepasin kita.” Teriak Nabilo sambil meronta agar di bebaskan.
Tidak hanya Nabilo, Vernando dan Frans pun melakukan hal yang sama, meronta-ronta agar di lepaskan.
__ADS_1
“ Selamat datang Tuan-Tuan Prestya Tanumihardja.” Ucap Orang yang cukup dikenal Vernando dan Nabilo.
“ Lepasin saya dan anak-anak saya. dimana istri saya Vion Aprian" Teriak Vernando.
Ya, orang tersebut adalah Vion Aprian yang merupan mantan rekan bisnis Vernando dan orang yang tergila-gila dengan istri Vernando yaitu Naomi.
“ Istri mu tuan Vernando ? Sebentar saya panggilkan tuan.” Ucap Vion bergaya ala kerajaan.
Cekle...
Petikan jari Vion pun membuat seorang yang sangat Frans kenal datang bersama bundanya.
“ Boby lepasin bunda saya.” Ucap Frans dengan nada yang meninggi.
“ Wow kalian kembar ? Frans-Frans ternyata nyokap lu cantik dan sexy juga ya.” Ucap Boby dengan nada genit.
“ Jaga bicara kamu Boby.” Teriak Frans.
“ Tapi sayang dia bakalan jadi bunda aku, tapi gak apa Shania gak kalah sexy dan cantik kok.” Ucap Boby dengan songongnya.
“ Oh lu yang nama nya Boby, lu akan tahu akibatnya udah bully adek gua dan ngusik keluarga gua.” Ucap Nabilo dengan emosi.
“ Santai kembaran, kita liat nanti ya." Ucap Boby masih dengan gaya songongnya.
“ Sudah Boby taruh calon bunda kamu ke sana.” Ucap Vion menunjuk ke kasur yang sangat luas.
“ Baik ayah, selamat bersenang-senang.”
“ Hahahah, kau memang anak ku Boby. Kita balik ke kalian Prasetya Tanumihardja, saya mengumpulkan kalian semua agar menyaksikan bagaimana saya membuat istri atau bunda kalian menjadi milik saya seutuh nya hahahahaha.” Ucap Vion dengan tawa nya yang menjengkelkan dan berjalan menuju Naomi.
“ Lepas Vion.” Ucap Vernando sambil meronta-ronta.
“ Lepas woi.” Teriak Nabilo meronta-ronta.
__ADS_1
“ Lepasin Frans.” Lirih Frans meronta-ronta.