
Di sebuah rumah sederhana yang tampak nyaman, terlihat seorang pria tampan yang sedang memakanΒ makanannya. Orang tersebut adalah Nabilo Prasetya T.
Namun dering handphone mengganggu kegiatan makannya. Terlihat nama sang pujaan hati menghiasi layar handphonenya.
π±Shani is calling
β Hallo Shani.β
β Hallo Abil.β
β Ada apa Shani telepon Nabil.β
β Em... Itu Abil....β
β Itu kenapa Shani ?β
β Luka Abil gimana udah mendingan ?β
β Udah kok, kan di obatin sama Shani Indira Prasetya(?).β
β Ih.... Abil gombalin Shani terus.β
β Hahhaahha.... Gak apa - apa dong gombalin Shani terus, berarti Abil sayang sama Shani.β
β Ih.... Tukan gombalin lagi.β
β Tapi berean Shan, Abil beneran cinta dan sayang sama Shani.β Ucap Nabilo dalam hati.
β Em..... Abil lagi ngapain ?β
β Abil lagi makan, makan sepiring cinta, semangkuk rindu dan segelas sayang.β
β A...Abil, Shani matiin dulu ya, soalnya ayah manggil Shani. Bye Abil.β
Tut... Tut... Tut.....
β Shani.... Shani lucu banget sih kamu.β Gumam Nabilo.
Setelah bertelepon ria dengan sang pujaan hati, tiba-tiba handphobe Nabilo pun kembali berbunyi.
β Hallo Shani Indira Prasetya.β
β Shani....Shani.... Ini gua SONI.β
β Kenape dah lu telepon gua.β
β Eh knalpot bajay, lu lupa jam 7 nanti kita mau rapat di mall biasa.β
β Oh iya gua hampir lupa, iya udah selesai makan gua langsung OTW.β
β Oke sip kita tunggu lu Bil.β
β Oke sip.β
Nabilo pun menghabiskan makanannya dengan cepat dan bersiap-siap untuk pergi ke mall langganan Nabilo dan teman-temannya untuk membahas masalah tawuran.
Setelah Nabilo selesai bersiap-siap, tampak sang bunda yang baru pulang dari cafe milik mereka.
β Bunda udah pulang ?β
β Iya sayang, bunda baru aja pukang. Oh kamu mau kemana ?β
β Ilo mau ke Mall bunda, ngumpul bareng Soni sama anak-anak yang lain.β
β Oh ya udah, pulangnya jangan malem-malem ya sayang.β
β Siap bunda kesayangannya Ilo, Ilo pamit dulu ya bunda.β
__ADS_1
β Iya sayang.β
Tak lama motor Nabilo meninggalkan rumahnya, tampak sebuah mobil sedan yang cukup mewah memasuki rumahnya.
***
Tepat di sebuah Mall yang dimaksud Geng Nabilo, tampak Nabilo telah sampai dan memarkirkan motornya dibasemant.
Namun saat ia baru saja turun dari motor kesayangannya, ia pun di kejutkan oleh sepasang tangan yang melingkar indah di lengannya.
β Hai Frans, kamu di sini juga. Frans mau gak temenin Shania ?β
Tangan yang melingkar indah itu ternyata adalah tangan indah milik Shania.
β Nam....β
Belum sempai Nabilo berbicara Shani pun memotong ucapannya Nabilo.
β Frans gak mau nemenin Shania ya ? Hiks.... Hiks.....β
Nabilo pun melihat sekeliling mereka dan tampak orang-orang memberikan tatapan yang sulit di artikan. Dengan berat hati dan senang hati Nabilo pun mengikuti permintaan wanita yang tidak di kenal tersebut.
"Iya - iya gua nemenin lu.β
β Aneh, kok Frans lu, gua sama aku ya ? Biasanya panggil nama. Terus dandannya juga bad boy gak good boy lagi. Ganteng sih, tapi gua lebih suka dia yang good boy**β Ucap Shania dalam hati.
β Oke sekarang mending kita nonton dulu, habis itu makan, habis makan kita main timezone. Gimana ?β
β Oke, aku ikut kamu aja.β
β Lumayan lah, lagian ni cewek juga cantik. Tapi tetep menurut gua tetap cantikan Shani. Ah.... Shani kapan kita jalan bareng, tapi nama mereka samaan juga ya ? Shani sama Shania, haahaaahah.β Ucap Nabilo dalam hati.
Namun saat mengikuti gadis yang telah lancang memeluk lengannya dengan posesif, Nabilo pun mengetik sesuatu di handphone nya.
Soni
Son, gua sakit perut jadi balik lagi. Nanti hasil rapatnya lu chat ke gua aja ya.
Kampret lu, gua sakit lu GWS in gua kaya gitu, tapi ya udah lah. Selamat bersenang - senang guys
Sip boss
Begitulah isi chat Nabil dan sahabatnya Soni.
Kini Nabil pun mengikuti kemana pun wanita yang bernama Shania itu pergi.
*Di lain tempat*
β Mang pulang aja dulu, nanti kalau Frans udah dapat bukunya baru Frans hubungi mamang buat jemput Frans.β
β Oke den, hati-hati ya, kalau gitu mamang pulang dulu.β
β Iya mang.β
Mang Deno supir pribadi Frans pun meninggalkan Frans di sebuah mall yang cukup terkenal.
Saat Frans ingin memasuki stand buku, tepukan pelan khas lelaki pun mengagetkannya.
β Hai Nabil, kebetulan ketemu di sini, om boleh minta tolong sama kamu. Om harus pergi sekarang, tapi Shani belum dapatin buku yang dia mau. Kamu bisa nemenin dia dulu ?β
β Tap......β
β Om mohon sama kamu.β
β Iya om.β
β Oke, Shani ada di sana. Om titip Shani sama kamu ya. Kalau gitu om pergi sekarang.β
__ADS_1
Setelah pria paruh baya itu meninggalkan stand buku, Frans pun menghampiri gadis yang bernama Shani, anak dari pria paruh baya yang meminta pertolongannya.
β Shani ?β
β Eh..Abil ?β
β Kamu di sini juga ? Kamu liat ayah gak ?β
β Ayah kamu baru aja pergi, katanya dia ada urusan.β
β Ya udah deh, kamu udah selesai cari buku ?β
β Udah ini.β Ucap Frans sambil meninjuk buku yang ada di tangannya.
Setelah Frans dan Shani membayar buku mereka, Shani pun kembali bertanya.
β Abil, kita langsung pulang ?β
β Oke, kita langsung pulang.β
β Abil kok aneh ya ? Terus di juga sejak kapan pakai kaca mata ya ? Dan dandanannya juga agak sedikit good boy gak bad boy lagi. Dan lebih aneh lagi Abil gak kaya biasa nya,gak gombalin Shani. Eh... Apa an deh Shani ahk......β Ucap Shani dalam hati sambil menatap lekat wajah Frans Tanumihardja yang dikiranya adalah Nabilo Prasetya sang pembuat onar sekolahnya.
*kembali ke Nabilo*
Kini Nabilo pun telah sampai ke rumahnya. Terlihat sebuah sedan hitam yang tidak asing lagi menurutnya, terparkir rapi di perkarangan rumahnya.
πͺbrak...
*Flashback*
Tak lama motor Nabil meninggalkan rumahnya, tampak sebuah mobil sedan yang cukup mewah memasuki rumahnya.
Keluar lah seorang Pria tampan yang cukup berkarisma.
Tok... Tok.... Tok...
πͺcekclek
β Ngapain kamu kesini ?β
β Apakah tamu tidak boleh di persilakan masuk dulu nyonya Tanumihardja.β
β Lebih baik kamu keluar Tuan Vion Aprian.β
β Kamu selalu begitu Naomi. Bukankah kamu telah bercerai dengan Tuan Vernando Tanumihardja, kenapa kamu masih belum terima aku Naomi ?β
β Ka...Karena aku masih mencintainya Tuan Vion.β
β Hahaahah, ku kira setelah ku menjebak si sok tampan Tanumihardja itu, kau akan melihatku. Ternyata sama saja, liatlah Naomi akan ku buat kau menjadi milikku, menjadi nyonya Aprian. Hahahahha.β
β Vion apa yang kau lakukan terhadap Vernando hah ?β
β Aku menjebaknya agar kau meninggalkannya NAOMI hahhah, terbukti kalau kau sekarang kau sudah meninggalkannya selama 16 tahun lebih.β
β Kau.... Kau brengsek Vion hiks... Brengsek.....β
β Hahahahahahah.β
*Flashback off*
β Bunda....... Apa yang anda lakukan di sini tuan Vion Aprian yang terhormat.β
β Hahaahahah kalian sama saja ternyata, tapi lihatlah ada waktunya aku akan bermain-main dengan selurih anggota keluarga kalian hhahahhbahah.β
Orang bernama Vion Aprian itu pun meninggalkan kediaman Prasetya tersebut.
β Hiks......Hiks....Maaf... Maaf..... Ver....Maaf.β
__ADS_1
β Udah bunda tenang, Nabilo di sini bunda jangan takut lagi.β
β Akan ku buat kubuat keluarga kalian menderita, dan kubuat kau menjadi milikku walau dengan cara paksaan sekali pun Naomi. Aku tidak rela kau menolak cintaku selama bertahun-tahun ini. Tunggu saja waktu mainnya sayang hahahahahahah.β Gumam Vion sambil menatap kediaman Prasetya.