
Di sebuah klub malam yang cukup terkenal di Jakarta, dan anak-anak gaul lainnya. Terlihat seseorang keluar dari kendaraannya dengan tergesa - gesa sambil melihat ke sekitarnya.
“ Mulai dari mana yah? Oh iya lebih baik gua ke ruang CCTV aja dulu.” Ucap Gracio pada dirinya sendiri.
Gracio pun tanpa pikir panjang langsung menuju ruang CCTV untuk melihat aktivitas yang sahabatnya Mondy lakukan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Gracio dengan lancar dan hafal seluk beluk klub tersebut, tanpa tersesat sampailah ia di ruangan CCTV yang ada di klub tersebu.
“ Eh Pak Gracio, ada yang bisa saya bantu pak ?” Ucap salah satu karyawan yang memang cukup mengenal Gracio.
“ Gini Pak saya mau nanya, kira-kira salah satu teman saya terakhir kesini kapan dan mau ngapain ya Pak ?”
“ Teman pak Gracio yang namanya Pak Mondy itu ya ?”
“ Iya Pak benar.”
“ Saya gak ingat kapan dia terakhir kali ke sini, kayanya seminggu yang lalu pak Gracio, yang jelas kemarin pak Mondy ingin melihat rekaman CCTV yang ini Pak.” Ucap karyawan tersebut sambil memberikan rekaman CCTV.
“ Saya boleh minta tolong gak Pak.”
“ Boleh Pak Gracio, kalau saya bisa pasti saya bantuin Bapak.”
“ Gini Pak, boleh bantuin saya tolong carikan rekaman CCTV terakhir teman saya Mondy ke sini terakhir kali, saya mohon Pak.”
__ADS_1
“ Baiklah pak Gracio, saya dan teman-teman saya akan membantu mencari rekaman itu.”
Gracio pun melihat rekaman CCTV yang di berikan karyawan klub tersebut kepadanya, dan sambil menunggu rekaman CCTV yang ia maksud di temukan.
Setelah selesai melihat rekaman CCTV tersebut ia pun melihat beberapa keanehan di dalamnya, seperti Okta yang memeluk dan mencium dirinya sendiri serta beberapa keanehan lainnya.
Bersamaan dengan berakhirnya rekaman CCTV tersebut akhirnya karyawan klub tersebut menemukan CCTV yang di maksud oleh Gracio. Gracio pun melihat adegan demi adegan yang di tampilkan dalam CCTV tersebut. Terlihat Mondy yang tampak seperti orang depresi. Setelah melihat kedua rekaman CCTV tersebut Gracio pun pamit untuk pulang ke rumahnya dan tidak lupa memberikan beberapa uang berwarna merah kepada karyawan klub yang membantunya.
Saat ingin kembali ke rumah ia pun melihat sosok bayang yang sangat dia kenal, siapa lagi kalau bukan Naomi sang kekasihnya dahulu. Karena tidak yakin dengan penglihatannya ia pun mengikuti sosok tersebut sampai ke sebuah room yang biasa orang menyewanya untuk berkaraoke ria.
“ Kamu siap.” Ucap Gracio kepada seseorang yang berdiri membelakanginya.
“ Kamu tentu tahu siapa aku Gracio Tanumihardja hihihhiihihhi.” Ucap seseorang tersebut dengan tawanya yang khas dan kemudian berbalik menatap sang lawan bicara.
Seketika pintu room yang semulanya terbuka kini menjadi tertutup bersamaan dengan menolehnya Naomi.
------------------
Tok..... Tok...... Tok......
Terlihat seseorang wanita yang mencoba mengetuk pintu dengan tergesa - gesa.
“ Ver..... Ver.... Ver bangun Ver.” Ucap seorang wanita yang cukup cantik sambil mencoba membangunkan seseorang yang di ketahui bernama Vernando.
__ADS_1
Tok.... Tok..... Tok......
“ Ver.... Ver bangun.”
Tok..... Tok.......
Akhirnya sang punya kamar pun terbangun dan membukakan pintunya.
“ Kenapa Shinta ?” Ucap Vernando khas bangun tidurnya.
“ Kamu harus ikut aku sekarang Ver.” Ucap Shinta dengan panik.
“ Ke mana Shinta ?” Ucap Vernando ikutan panik.
“ Kita ke klub yang biasa di datangi sama Gracio, cepat Ver, Gracio dalam bahaya.”
“ "Kenapa sih Shinta ? Kenapa Gracio dalam bahaya ?”
“ Nanti aku jelasin tapi gak sekarang, aku jelasin di mobil sambil kita menuju ke sana.”
Mereka berdua pun bergegas menuju mobil Vernando, tapi sebelum sampai ke mobil Vernando Nadse pun mencegah keduanya yang terlihat terburu-buru.
“ Kak Ver, kak Shinta kalian mau ke mana ?”
__ADS_1
“ Kita gak ada waktu untuk jelasin ke kamu, mending kamu ikut kita sekarang nanti aku jelasin semuanya di mobil.” Ucap Shinta sambil menarik Nadse ke mobil Vernando.
Mobil Vernando pun mulai berjalan dan menjelajahi kota Jakarta, dan menuju ke klub yang di maksud Shinta.