Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 21 (Squel)


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat mewah tampak sebuah mobil sedang memasuki perkarangan rumah tersebut.


Terlihat Frans dan Deno pun keluar dari dalam mobil tersebut. Frans pun dengan segera membersihkan dirinya yang telah dimandikan air seni milik sekumpulan orang yang membulinya.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Frans pun langsung menghadap sang ayah Vernando yang baru saja pulang kerumah mereka.


“ Ayah kapan sampai.” Ucap Fran sambil mencium tangan ayahnya.


“ Baru aja Frans.”


“ Yah, Frans boleh minta sesuatu gak yah ?”


“ Tentu, kamu kan anak ayah.”


“ Yah, Frans boleh gak pindah sekolah ?”


“ Kenapa Frans, kamu gak betah ya sekolah di situ? Atau ada yang gangguin kamu ?”


“ Gak kok Yah, Frans cuma pengen cari suasana yang lain aja Yah.”


“ Ya udah Ayah siapkan semuanya nanti, biar besok pagi kamu bisa langsung masuk sekolah baru ya.”


“ Iya Yah makasih ya Yah.”


“ Iya anak Ayah.”


**


Terlihat seseorang yang sebuk mengamati sekelilingnya. Orang tersebut adalah seorang anak pindahan dari sekolah lain.


Karena sibuk memperhatikan sekelilingny, tanpa melihat ke arah depan orang tersebut pun menabrak seseorang gadis yang sangat cantik.


“ Maaf - maaf saya gak liat-liat depan maaf banget.” Ucap orang tersebut sambil mengambil kaca matanya.


“ Ini punya kamu ?” Ucap orang tersebut kembali sambil mengambil jepit ramput berwarna ungu yang tidak jauh dari kaca matanya jatuh.


Belum sempat gadia tersebut menjawab, orang tersebut pun memakaikan jepit rambut tersebut di antara dua jepit yang berwarna ungu dan bermotif sama yang ada di kepala gadis tersebut, sambil merapikan rambut sang gadis tersebut.


Seketika sang gadis tersebut pun mematung dengan apa yang dilakukan seseorang yang berada di depannya itu.


“ Nama aku Frans, nama kamu ?” Ucap orang tersebut yang di ketahui bernama Frans kepada sang gadis.

__ADS_1


“ Gua Shania.” Ucap Gadis tersebut sambil memberikan senyum terbaiknya.


“ Kalau gitu aku pergi dulu ya, oh ya ruang kepala sekolah di mana ya ?”


“ Ruang kepala sekolah di sebelah sana.” Ucap Shania


Frans pun berlalu meninggalkan Shania.


“ Frans..... Frans... Akanku buat kamu jatuh ke dalam pesonaku.” Ucap Shania dalam hati.


***


Setelah menemui kepala sekolahnya, Frans pun diantar oleh wali kelas baru nya menuju kelas yang akan dia gunakan sampai ia lulus nanti.


Saat ia sampai di depan pintu kelas barunya, ia pun mendengar suara ribut yang berasal dari dalam kelas tersebut.


Tok... Tok...


Wali kelas Frans pun memukul spidol ke papan tulis agar murid-murid nya sejenak memperhatikannya. Dan benar saja semua mata pun tertuju kepada guru dan Frans yang berstatus anak baru tersebut.


“ Oke sudah tenang, baik ibu membawa anak baru yang akan menjadi bagian dari kelas kita 11 IPA 1. Frans perkenalkan diri kamu.” Ucap sang guru panjang lebar


“ Saya Frans, Frans Tanumihardja. Mohon bantuannya, dan salam kenal.”


Frans pun berjalan menuju bangkunya.


“ Senang ketemu kamu lagi Frans.” Ucap teman sabangku Frans


“ Shania.”


Tok... Tok....


“ Baik lah anak-anak, buka buku paket hal 48.”


Ucapan wali kelas tersebut pun mengawali kegiatan belajar mengajar di kelas 11 IPA 2


***


🔔🔔 Tring... Tring...


Suara bel tanda waktu istirahat pun terdengar lantang, dan membuat siswa-siswi bersorak senang tidak terkecuali kelas 11 IPA 1.

__ADS_1


“ Shan kantin yuk.” Ucap teman Shania yang bernama Saktia.


“ Kalian aja duluan.”


“ Oke kita duluan ya Shan." Ucap teman Shania yang lain bernama Sisil dan Della


Saktia, Della dan sisil pun pergi ke kantin dan mengisi perut mereka dengan beraneka makanan yang di jual di kantin yang mereka anggap surga anak sekolah itu.


“ Frans kamu gak ke kantin ?”


“ Gak Shania, Frans bawa bekal.” Ucap Frans sambil menunjuk bekal berwarna biru miliknya.


“ Shania gak ke kantin ?” Sambung Frans


“ Gak deh, Devils attack udah pergi duluan. Gua males pergi sendiri.”


“ Shania mau bekal Frans ?”


“ Selain peka sekitar dia juga perhatian banget. Gua makin suka sama lu Frans Tanumihardja.” Ucap Shania dalam hati nya


“ Terus Frans makan apa ?”


“ Frans gak apa - apa, Frans kan cowok.”


“ Entar kalau Frans sakit terus gimana ?”


“ Iya juga, gimana ya ?”


“ Gimana kalau kita makan berdua aja ?” Usul Shania


“ Boleh juga usul Shania.”


“ Oke, sekarang Frans buka mulut Frans biar Shania yang suapi Frans.”


“ Gak apa-apa Shania, Frans bisa sendiri.”


“ Kalau Frans gak mau di suapin Shania, Shania gak mau makan.” Ucap Shania sambil membuang muka nya


“ Oke, Frans mau di suapin Shania.”


“ Gitu dong.”

__ADS_1


Shania dan Frans pun makan bersama dengan Shania yang menyuapi Frans dengan lembut. Tetapi ada sepasang mata yang menatap tidak suka kepada salah satu dari mereka.


“ Sial baru juga sehari tu anak di sini, udah ngerebut Shania aja. Gua yang dari MOS udah ngincar dia malah gak dia anggap. Awas aja lu Frans.” Gumam seseorang sambil menatap Frans dengab aura kebenciannya.


__ADS_2