Kuntilanak Sexy

Kuntilanak Sexy
Part 26 (Squel)


__ADS_3

“ Bunda Ilo berangkat sekolah dulu ya, bunda baik-baik di rumah, jangan ke cafe dulu. Kalau bunda mau ke cafe sama Ilo aja nanti setelah pulang sekolah. Kalau gitu Ilo berangkat sekarang ya bunda.”


“ Iya sayang, hati-hati ya.”


“ Iya bunda.”


“ Oh iya bunda, tadi Ilo udah hubungi tante Nadse, kata tante Nadse dia mau kerumah. Jadi Ilo ke sekolah bunda ada yang jagain.”


“ Iya sayang kamu belajar yang rajin ya.”


“ Iya bunda ku sayang.”


Nabilo pun meninggalkan rumahnya dan langsung menuju ke sekolah.


Setelah memarkirkan motornya, Nabilo pun langsung bergegas masuk ke ruang kelasnya. Tanpa basa-basi terlebih dahulu, Soni sahabat Nabilo pun menanyakan kondisinya, karena ia tidak mengikuti rapat yang diadakannya sendiri tadi malam.


“ Lu sakit apa Bil ?”


“ Sakit perut gua Son, keluar terus ini.”


“ Udah gak keluar lagikan ? Masa nanti kita tawuran pulang sekolah lu mencret-mencret habis repotasi sekolah kita.”


“ Iya gak lagi, tenang aje.”


“ Oke sip dah kalau gitu.”


“ Oh iya Son, entar kita tawuran sama anak mane ?”


“ STM Bil, mereka masih gak terima dan gak mau dianggap kalah, karena kita di bubarin warga kemaren.”


“ Oke sip, lu sama yang lain udah bawakan alat-alat kita buat tawuran entar ?”


“ Aman Bil, tinggal kita berantas aje tu anak STM.”


“ Oke, gua gak sabar ni mau tawuran udah lama gak mukul orang.”


“ Oh iya Bil, tadi gua denger kata nya Shani gak masuk ya ? Dia sakit katanya.”


“ Serius lu Son ? Semalam dia Chat an sama gua kok.”


“ Gua denger aja tadi pas di koridor.”


“ Habis tawuran entar gua ke rumahnya dah.”


Kegiatan proses belajar mengajar di sekolah Nabilo pun berjalan dengan lancar seperti biasanya.

__ADS_1


Kini Nabilo dan teman-teman geng yang membawa nama SMA mereka pun bersiap-siap untuk melaksanakan tawuran yang di setujui oleh kedua pihak.


“ Semua udah siap kan ?” Ucap Nabilo yang memimpin mereka.


“ Siap Bil.” Ucap mereka serempak.


“ Oke, kita berangkat sekarang haahahahh.”


*Di lain tempat*


“ Maaf den, Mang Deno harus pulang kampung sekarang, ibu mamang sakit.” Ucap Deno tidak enak hati.


“ Ya udah kalau gitu Mang Deno bawa aja mobil nya, entar biar Frans pulang pakai taxi.” Jawab Frans


“ Aduh jangan den, Mang deno pakai angkot aja langsung ke terminal, Aden bawa aja mobilnya, Aden gak apa-apa kan kalau harus nyetir sendiri ?”


“ Mang Deno tenang aja Frans gak apa kalau harus nyetir sendir. Titip salam ya sama ibu nya Mang Deno dan cepat sembuh ya Mang.”


“ Iya deh makasih, kalau gitu Mang Deno berangkat dulu ya den.”


” Iya mang hati-hati.”


Deno sang supir Frans pun meninggalkan Frans di tempat les anak majikan nya tersebut.


“ Bentar lagi les vokal mau mulai, mending masuk sekarang.” Gumam Frans.


“ Woi... Anak SMA 48 yang doyannya joget - joget.” Teriak seseorang yang di ketahui sebagai ketua geng sekolah STM


“ Yap benar sekalee.” Ucap Nabilo yang merupakan ketua pasukan SMA 48


” Songong bener lu ye Bil, gua sama anak STM lainnya gak terima kalau kita yang kalah, kan harus nya sekolah lu yang kalah bukan sekolah gua.”


“ Gak bisa gitu dong cong, kan yang nangis minta ampun kan lu and the geng, jadi secara musyawarah lu kalah.”


“ Gimana kalau kita ulang Tawurannya.”


“ Oke, tapi yang nangis kalah ye.”


“ Oke siapa takut.”


” 3....2.....”


“ Woi anak-anak nakal diam di tempat kalian.”


Hitungan mundur pun terhenti karena suara yang cukup terkenal di telingan anak-anak tawuran itu pun sukses membuat mereka lari tak tentu arah. Tak terkecuali Nabilo dan sahabat nya Soni

__ADS_1


“ Aduh saktia baja hitam yang lehernye item pakek manggil lagi. KABUR SON.” Ucap Nabilo kepada Soni dengan sesikit berteriak


“ Son lu langsung pulang biar gua kecoh Satpol PP nya ya.” Ucap Nabilo sambil berlari beriringan dengan Soni.


“ Tapi Nab.” Jawab Soni keberatan


“ Gak ada tapi-tapi, langkah lu itu pendek mau lu di telen sama ci Stella kalau lu ketahuan tawuran lagi ?”


“ Iya gak mau sih.”


“ Iya udah ikutin apa kata gua ya.”


“ Semoga berhasil bil.”


“ Sip my brother. Dah sana pergi lu.”


“ Hati-hati bil.”


“ Nabil berhenti kamu.” Ucap satpol PP yang sudah akrab dengan Nabilo.


“ Aduh pake manggil lagi tu si bapak.”


Nabilo pun mengecoh Satpol PP yang mengejarnya melalui lorong-lorong sempit di daerah tempat ia ingin melakukan tawuran.


Namun mata Nabilo melihat sebuah mobil yang terbuka pintunya, tanpa fikir panjang ia pun langsung memasuki mobil dan menutup pintu mobil tersebut dan menarik nafas sesaat.


“ Hmmhaaa... Gila tu orang nafasnya udah kaya setan gak ada nafas nya.” Gumam Nabilo.


“ Aduh..hmhaaa... Ngomong apaan dag gua.”


Nabilo pun melihat keluar jendela dan memastikan bahwa satpol PP yang mengejarnya tadi sudah hilang dari sekitar mobil tempat ia bersembunyi.


Namun saat ia ingin keluat tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang masuk ke mobil tersebut dan mengendarai mobil dengan kecepatan yang sedikit kencang.


Karena tidak adanya persiapan kepala Nabilo pun sukses terhantuk oleh sandaran kursi.


“ Aduh kepala gua.” Ucap Nabilo sambil menggosok bagian kepala belakangnya.


Seketika orang yang mengendarai mobil tersebut pun menoleh kebelakang dan tanpa sadar menekal pedal rem secara mendadak


Citttttttttt.....


“ Aduh kepala gua, makin pinter dah ni gua.” Humam Nabilo kembali


“ Ni orang harus gua kasih pelajaran ni.” Gumam Nabilo kembali

__ADS_1


Namun saat ingin memarahi sang pengandara


“ Kamu.” “ Lu.” Ucap sang pengendara dan Nabilo secara bersamaan.


__ADS_2