
Hari-hari dilalui Vernando Tanumihardja sang CEO tampan dan Shinta (Naomi) sang sekretaris dengan semakin mesra layaknya sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta, dan membuat orang - orang yang melihat mereka berdua merasa iri dan terkagum-kagum dengan kecocokkan keduanya. Tetapi nyatanya mereka bahkan tidak terikat dengan hubungan apa pun, meskipun kenyataannya mereka ingin memiliki status terhadap hubungan yang tengah mereka jalani.
“ Punten Kang ini teh taruh di mana ya Kang?” ucap seseorang kepada Vernando.
“ Taruh di situ saja Kang.” Jawab Vernando sambil menuntun orang tersebut.
Sekarang Vernando bertekat untuk meresmikan hubungannya dengan Shinta (Naomi) dengan dorongan teman-teman dan karyawan kantornya. Ia pun bertekat untuk meresmikan hubungannya dengan Shinta (Naomi) hari ini juga. Tampak Vernando dan beberapa orang panggilan Vernando sedang sibuk mendekorasi outdoors rumahnya sebagai saksi bisu resminya hubungannya dan Shinta (Naomi).
“ Punten Kang semuanya udah selesai Kang.”
“ Terima kasih atas bantuannya ya Kang.” Ucap Vernando sambil memberikan amplop berisi beberapa helai uang sebagai tanda terima kasihnya.
“ Sami-sami Kang, semoga berhasil ya Kang.” Ucap orang tersebut sambil menerima pemberian Vernando.
“ Iya kang semoga saja.”
“ Kalau gitu kami pamit dulu ya Kang.”
“ Iya Kang, hati-hati.”
“ Iya Kang.”
Vernando pun mengantar orang-orang yang membantunya mendekor outdoors rumahnya sampai ke depan.
“ Semuanya udah selesai, jadi tinggal nungguin Shinta pulang aja.” Ucap Vernando dengan senyum yang selalu merekah di bibir sexynya.
Ceklek....
Tampak seseorang yang telah Vernando nantikan telah datang.
“ Maaf Ver aku pulangnya telat, pasti kamu nungguin aku lama banget kan ? Maaf tadi aku ke jebak macet Ver.” Ucap Shinta (Naomi) merasa bersalah telah membuat sang punya rumah menunggu lama.
“ Gak apa-apa Shin, lebih baik sekarang kami siap-siap soalnya saya mau ajak in kamu makan di luar.”
“ Sekarang Ver ?”
“ Iya Shinta sekarang, saya juga mau siap-siap.”
Vernando dan Shinta (Naomi) pun bersiap dan mempersiapkan penampilan andalan mereka. Tanpa mereka sadari, mereka pun keluar dari kamar mereka secara bersamaan. Tampak Vernando terlihat gagah dengan setelan formalnya. Sedangkan Shinta (Naomi) tampak terlihat Sexy dengan dress hitam yang dipakainya dan senada dengan pakaian Vernando, mebuat jika orang - orang melihat mereka tidak akan bisa menggambarkan betapa sempurnanya kedua insan tersebut.
“ Ver?” Panggil Shinta (Naomi).
“ Ver......Ver.....” Ulang Shinta (Naomi) sambil melambaikan tangannya di depan wajah tampan Vernando.
__ADS_1
“ Eh....i..iya sudah siap ?”
“ Seperti yang kamu lihat Ver.”
“ Oke kita berangkat sekarang.”
Mereka pun beranjak keluar dari kediaman Vernando dan Shinta (Naomi) ?
Beberapa langkah lagi sebelum sampai di mobil Vernando, Vernando pun berinisiatif untuk membuka kan pintu untuk Shinta (Naomi) dan sukses membuat Shinta (Naomi) malu.
“ Terima kasih Ver.” Ucap Shinta (Naomi) tersenyum manis.
Dan dijawab dengan senyuman yang tidak kalah manis oleh Vernando. Dan Vernando segera menyusul Shinta (Naomi) masuk ke dalam mobil.
“ Shinta mata kamu boleh ditutup dulu?” Ucap Vernando dengan gugup.
“ Untuk apa Ver?" Jawab Shinta (Naomi).
“ Saya ingin memberikan sedikit kejutan malam ini.”
“ Baiklah Ver.”
Vernando pun menutup mata indah Shinta (Naomi) dan mulai menjalankan mobilnya berkeliling di kompleks perumahannya. Setelah berkeliling sekitar 45 menit Vernando pun memberhentikan mobilnya tepat di depan rumahnya. Ia pun menuntun Shinta (Naomi) menuju ke outdoors lantai dua tempat yang telah ia persiapkan.
“ Iya Ver.”
Vernando pun membuka penutup mata Shinta (Naomi) dengan hati-hati, dan penutup mata itu pun terlepas dari mata indah milik Shinta (Naomi).
“ Sekarang kamu boleh buka mata kamu.”
Shinta (Naomi) pun membuka matanya terlihat outdoors lantai dua milik Vernando ditata sedemikian rupa.
“ Ternyata tadi kita cuma keliling-keliling aja Ver.” Ucap Shinta(Naomi) memperhatikan sekitarnya dan belum melirik Vernando.
Saat asik melirik sekitar mati Shinta (Naomi) pun terkunci pada Vernando yang sedang sedikit berlutut sambil memperlihat kan sebuah cincin yang sangat indah.
“ Shinta.... Huft....” Vernando pun mencoba mengambil nafas kembali.
“ Shinta.... Saya tahu kita baru beberapa bulan ini saling mengenal dan mungkin kamu masih belum mengenal saya sepenuhnya, walaupun kita tinggal serumah, seatap. Tapi yang saya dapat pastikan bahwa hati dan cinta saya kenal kamu. Saya terlalu nyaman sama kamu, saya terlalu terpesona sama kamu, saya terlalu suka debaran ketika bersama kamu, saya terlalu jatuh ke dalam bersama cinta kamu dan saya tidak ingin apa yang mulai saya suka saya pendam lagi. Shinta Prasetya maukah kamu menikah denganku, menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi nenek dari cucuku" Ucap Vernando panjang lebar.
“ Iya Vernando Tanumihardja aku mau, aku mau menjadi istri kamu, menjadi ibu dari anak-anak kami dan menjadi nenek dari cucu kamu.” Jawab Shinta(Naomi) dengan haru.
“ Terima kasih Shinta, terima kasih.” Ucap Vernando sambil memakaikan cincin yang ia pegang kejari Shinta (Naomi) dan tampak cincin tersebut pas di jari Shinta(Naomi).
__ADS_1
“ Kamu jangan jangis” Ucap Vernando sambil menyapu air mata Shinta (Naomi).
“ Gak aku gak sedih, aku cuma terharu” Ucap Shinta (Naomi).
“ Sekarang lebih baik kita makan dulu, setelah makan siang kan kita belum makan apa-apa”
“ Iya, lagian aku juga udah leper banget ni, kamu kepanjangan ngomongnya.” Gurau Shinta (Naomi).
“ Tapi kamu senang juga kan?”
Vernando dan Shinta(Naomi) pun makan dengan hikmat dan di selingi dengan canda tawa keduanya yang menambahkan kesan romantis bagi mereka berdua yang telah resmi menjadi sepasang kekasih. Setelah selesai makan malam mereka pun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk tidur karena penatnya aktivitas yang mereka lalui hari ini.
“ Selamat tidur Ver” Ucap Shinta(Naomi) sambil mengecup singkat bibir ranum Vernando dan sukses membuat Vernando salah tingkah.
“ Iya selamat tidur Shinta.” Ucap Vernando sambil menunduk malu.
Mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing. Untuk mengisi energi mereka untuk esok hari.
Tetapi mereka berdua tidak langsung tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka, terlihat Vernando tengah tersenyum sambil sesekali memegang bibirnya yang sempat di cium sekilas oleh sang kekasih.
Lain Vernando, lain juga aktivitas dikamar sebelahnya. Tampak Naomi telah keluar dari tubuh Shinta tengah berbincang-bincang dengan seriusnya.
“ Shinta, Ver sudah melamarmu jadi kamu, mau tidak mau harus menikah dengannya Shinta.” Ucap Naomi dengan sedikit sedih.
“ Tidak Naomi, dia mencintai kamu, bukan aku, lagi pula aku tidak mengenalnya, walaupun kamu selalu memakai tubuhku Naomi.”
“ Tapi aku ini sudah tidak nyata Shinta, aku dan dia sudah beda alam, kami tidak mungkin hidup bersama.”
“ Kamu masih bisa memakai tubuhku Naomi, aku rela memberikan semuanya untuk kebahagiaan kamu, karena kamu keluarga satu-satunya yang aku miliki sekarang Naomi.”
" Tapi sampai kapan Shinta, cepat atau lambat aku pasti kembali ke duniaku Shinta. Berjanjilah Shinta jika aku kembali ke duniaku belajarlah mencintainya, aku mohon Shinta hanya itu permintaanku yang terakhir Shinta.”
“ Baiklah Naomi, aku akan belajar mencintainya, kalau kamu sudah kembali ke alammu Naomi, tapi jika aku belum juga mencintainya dalam waktu satu tahun, aku akan mencari cintaku yang lain Naomi.”
“ Setuju ya Shinta.”
“ Setuju Naomi.”
“ Kalau gitu kamu tidur gih udah malam.”
“ Iya - iya Naomi.”
Shinta pun tidur mencoba menjelajahi mimpi indahnya. Tetapi tidak dengan Naomi dia menghilang dan pergi ke kamar sebelah, kamar sang kekasih.
__ADS_1
Tampak sang kekasih tengah tersenyum sambil menatap langit-langit kamarnya. Naomi yang melihat itu pun ikut tersenyum, lalu naik ke tempat tidur sang kekasih dan meletakkan kepalanya didada bidang milik kekasihnya, sambil mendengarkan alunan melodi indah yang tercipta dari detak jantung sang kekasih.