
*Ketika suatu hal yg sulit dilakukan menjadi sebuah keharusan, saat itulah ada sesak yang Merebak masuk, mencuri sisa - sisa oksigen yang ada dalam dada. aku tidak bisa menyerah untuk mempertahankan hidup aku harus berlari dan mencari cela agar bisa keluar dari sana segera, segera, dan segera.
*** La Tahla Jangan Mengeluh **
Gerbang Masjid kini berada dihadapku, Astri menggenggam tanganku erat menatapku memberi kekuatan agar diriku kuat untuk memulai semuanya dari awal. ku balas anggukannya seolah diriku sudah siap untuk menghapus semua lembar lama dan menulis cerita baru dalam buku kehidupan.
Kami melangkah mantap segera memasuki
masjid bergegas menuju gedung utama tempat dimana pengajian biasa di selenggarakan. saat aku melangkah memasuki gedung, saat itu lah kulihat dia yg sedang asik mengobrol dengan Syarif seketika menoleh dan melihat kearahku, mata kami beradu ada tatapan yg tak dapat ku artikan di matanya. seolah ada seribu pertanyaan yang tak dapat diungkapkan dalam tatapan itu dalam namun menyakitkan.
seketika aku tersadar dengan cepat kualihkan mataku ke arah lain dan bergegas menuju tempat khusus perempuan di sebelah kanan, ada Astri dan Syafa yg telah melambai - lambaikan tangan nya kearahku.
Astri begitu mengerti perasaanku ia mengambil duduk disebelah syafa tempat ku biasa sedang aku memilih duduk disebelah astri menempati tempat duduk astri biasanya.
" kalian kemana aja sih kemaren pulang kok gak bilang - bilang "
syafa mulai memprotes tentang menghilangnya aku dan astri pada saat hari lamarannya sesekali ia mengerucutkan bibirnya disela - sela ocehannya.
" tau kah kalian kalau aku sampe berkeliling rumah mencari kalian berdua, tapi hasilnya nihil tak satupun dari wajah kalian ku temukan "
astri yg duduk disebelahku menolehkan kepalanya menatapku dengan isyarat bertanya alasan apa yg akan kami katakan pada gadis di hadapan kami ini.
hmmmm....
__ADS_1
aku mengatupkan kedua bibirku sambil berusaha tersenyum.
waktu itu tiba - tiba aku tidak enak badan sya jadi astri mengantarkanku pulang.
astri mengangguk - anggukkan kepala meyakinkan syafa jika ucapanku itu memang benar adanya.
huuufsh aku kira kalian marah padaku karna aq tak menghiraukan kalian hari itu, maaf banget yah.
gadis itu kini mengatupkan kedua tangannya ke depan dadanya bertanda memohon maaf pada ku dan astri, aku dan astri kompak menarik syafa kedalam pelukkan dan tersenyum untuknya. sulit memang rasanya menerima kenyatan yg tak kuharapkan ini namun aku akan tetap mencobanya. semoga engkau merindhoi dan memberikan kesabaran berlebih padaku agar bisa melewatinya Allah.
Fatih pov
pagi itu pengajian diadakan seperti biasanya aku sedang mengobrol dengan syarif sahabatku, sesekali senyum tercipta di wajahku mana kala syarif melontarkan lelucon - lelucon yg terkadang berhasil mengocok perutku.
pengajian belum dimulai memang saat itu karena para santriwan dan santriwati baru beberapa gelintir saja yg telah sampai dimasjid ini, mungkin sebagian yg lain terlambat datang mengingat hujan deras yg mengguyur palembang semalam hingga subuh membuat mereka enggan untuk bangun lebih awal karena udara dingin begitu menelusup tubuh.
aku tak dapat mengalihkan pandanganku darinya aku melihat matanya juga menatap kearahku, ingin rasanya aku berdiri menghampirinya untuk menanyakan apa yg terjadi padanya waktu itu.
*ada apa dengan tangisnya waktu itu?
kemana ia pergi setelahnya karena aku tak melihat sosoknya lagi di tempat itu..?
apakah ia juga merasakan perasaan yg sama seperti perasaanku padanya*?
__ADS_1
begitu banyak pertanyaan berkecamuk dihatiku, lalu ku lihat ia menundukkan pandangannya dan berjalan pelan ke arah astri dan syafa yg melambai - lambaikan tangan mereka. dia tersenyum dan bergegas duduk di disebelah Astri, senyum yg terasa hambar bagiku.
aku tau itu karena aku begitu hapal dengan senyumnya, senyum yg begitu manis hingga bayangnya pun tak bisa hilang dari ingatanku namun bukan seperti senyumnya saat ini, terlihat jelas jika senyum itu sedikit di paksakan.
" Astagfirullah ya Allah ampuni aku"
aku kembali melanjutkan obrolanku dan tersadar dari lamunan panjang itu ketika syarif menepuk pelan bahuku, tak lama terdengar suara ustadz mizan melalui mic menandakan pengajian siap dimulai semua santriwan dan santriwatipun menghentikan obrolan mereka dan mengikuti pengajian dengan khusyu.
*** La Tahla Jangan Mengeluh ***
aku duduk bersimpuh di atas sajadah disepertiga malam ku menengadahkan tangan dan bercerita kembali pada Robb ku menumpahkan semua beban yg ada di hati ini dan meminta pertolongannya untuk bisa melewati semuanya dengan kesabaran yang berlimpah dan dengan hati yg lapang.
itu lah yg selalu kulakukan selama ini sudah menjadi kebiasaan yg begitu sulit untuk dihentikan, karena bagiku bercengkrama dengan Robbku merupakan obat yg paling mujarab dari segala obat yg ada di dunia ini.
aku mengambil mushaf ku yg berada di atas nakas di samping tempat tidur, ku lirik ke arah jam winie the po0h kesukaanku menunjukan pukul 04.00 dini hari, ada waktu sekitar 1 jam sebelum waktu subuh tiba, aku membuka Alquran ditanganku dan mulai membacanya menenggelamkan diri dalam buaian lantunan ayat - ayat suci dari bibirku sendiri.
memang tak seindah suara Qori - Qoriah namun cukup bagiku jika dibaca dengan tajwid yg benar, sesekali air mata ku menetes disela - sela tilawahku ada sesak terbersit di hati ini mana kala mengingat dia, dia yg tiap - tiap lantunan nya begitu menyejukkan hatiku, yang mungkin aku tak akan lagi mendengarnya.
ya...
mulai besok aq tak akan berada di kota ini lagi, kota kelahiranku yg terkenal dengan kerajaan Sriwijaya nya dan begitu banyak makanan khas juga jembatan Ampera sebagai icon kebanggaan dari kota ini. aku telah memutuskan untuk meninggalkan kota ini, meninggalkan semua kenangan manis di dalamnya juga melupakan dia. keputusan besar dan sedikit gila sebenarnya tapi inilah cara terbaik yg bisa aq ambil sekarang agar dengan mudah melupakannya dan menghapus semua rasaku padanya.
" hmmmm terkadang aku merasa seperti orang bodoh, pergi meninggal kan orang tua dan sahabat - sahabat baikku hanya demi melupakan seseorang yang pernah mengisi hati ini" bodoh bukan? aku pun merasakan seperti itu.
__ADS_1
to be continue...